anak

+10 Bahaya Menonton Film (Sinetron), Hal-Hal Duniawi Akan Berdampak Buruk Bila Terlalu Difokuskan

Segala sesuatu baik adanya tetapi bukan kesanalah fokus kehidupan kita. Tujukanlah pikiran hanya pada kebenaran hakiki bukan pada fantasi sesaat.

Nikmati hidup seadanya saja, menontonlah seperlunya

Hidup ini perlu sesekali untuk dinikmati. Mengabaikan beberapa hektar rutinitas serius yang menjadi tanggung jawab kita sehari-hari. Sekedar untuk menikmati acara tertentu yang garing dan ringan dalam kotak ajaib yang ada di rumah masing-masing. Aktivitas menonton TV mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi beberapa orang. Namun kami sendiri telah meninggalkan kebiasaan ini sehubungan karena adanya hal yang lebih penting untuk dilakukan. Bukan berarti tidak melihatnya sama sekali melainkan hanya sesekali saja kalau lagi kangen atau karena kebetulan kaum keluarga yang lain sedang menyaksikannya.  Meramaikan mata dengan fantasi hanyalah atensi untuk sekedar membuat angan merasa geli.

Senyata-nyatanya acara TV pasti telah ditaburi dengan bumbu sandiwara sehingga mempesona panca indra sampai membuat terlena.

Ada banyak acara di dalam layar kaca yang sering anda tonton.  Yang rata-rata adalah hiburan berupa reality show, lawakan, sinetron, film, konser dan lain seagainya. Sebagian kecilnya lagi adalah informasi terbaru yang dikenal sebagai berita dari seluruh penjuru tanah air bahkan dari luar negeri juga. Semua hal yang ditayangkan di sana memang berhubungan dengan kenyataan yang kita hadapi sehari-hari, akan tetapi persentasinya sangatlah minim. Mengapa kami berkata demikian? Sebab senyata-nyatanya acara TV pasti telah ditaburi dengan bumbu sandiwara sehingga mempesona panca indra sampai membuat terlena. Pada bagian ini, kita akan membahas beberapa dampak buruknya.

Kisah dalam sebuah karya seni dipadukan antara kebaikan dan kejahatan

Kami tidak mengatakan bahwa sandiwara itu buruk sebab seburuk-buuruknya kisah yang diperankan oleh para artis, pastilah ada nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya. Terkhusus tentang film yang akhirnya segera atau sinetron yang berepisode, selalu ada masalah yang dibicarakan di sana. Suatu masalah bisa timbul pasti karena adanya kesalahan sehingga semakin panjanglah cerita untuk menyelesaikannya. Tanpa adanya soal-soal kehidupan, mustahil suatu kisah bisa terbentuk. Dengan adanya persinggungan antara kebaikan dan kejahatan, kisah tersebut dapat mencapai klimaksnya. Tidak ada orang yang mau menonton sesuatu yang sifatnya datar-datar saja layaknya kehidupan kita sehari-hari.

Tokoh yang sempurna, tidak banyak cerita untuknya tetapi si pembuat masalah membuat sandiwara makin panjang

Harap diketahui juga bahwa kepribadian tokoh yang digambarkan dalam setiap adegan sungguh jauh dari sempurna. Itulah mengapa ada cerita yang dapat dituturkan dimana sang tokoh tersebut sedang berusaha atau diusahakan oleh lingkungannya untuk berubah. Memang tidak ada yang namanya kepribadian sempurna tetapi setidak-tidaknya mendekati sempurna, itu pun hanya terjadi di akhir cerita. Jika film/ sinetron tersebut sejak dari awal menampilkan kepribadian tokoh hampir sempurna yang dijalaninya dengan benar maka tidak ada gunanya lagi bercerita. Sebab orang-orang yang demikian bisa menyelesaikan masalahnya dengan segera. Akan tetapi, sutradara selalu menampilkan tokoh yang rapuh di awal cerita yang akhirnya akan menemukan jati dirinya lewat persoalan yang dihadapi.

Berhenti mengidolakan manusia secara berlebihan tetapi idolakanlah Tuhan

Anda bisa saja menjadikan orang tertentu sebagai panutan yang bisa diteladani, termasuk tokoh-tokoh di dalam sebuah sinetron atau film. Namun selalu sadari bahwa mereka bukanlah tokoh yang selalu sempurna dalam segala hal. Justru karena ketelodoran mereka dalam beberapa sisi kehidupanlah yang membuatnya terus dirundung masalah. Memang tidak semua karya seni di dunia pertelevisian seperti yang kami ceritakan. Akan tetapi, “sebuah karakter bisa diangkat dalam suatu cerita karena ada yang salah dengannya atau setidak-tidaknya ada yang salah dengan orang-orang di sekitarnya. Inilah yang harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya oleh para penikmat sandiwara (termasuk kami), agar tidak sampai meniru-nirukan hal yang salah tersebut dalam kesehariannya.

Meneladani sesama manusia memang baik tetapi tetap sadarilah sisi manusiawinya, bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna. Dari yang kami kenal, satu-satunya pribadi yang sempurna, baik dalam hal kerendahan hati, kemurahan hati, penguasaan diri dan kebenaran sikap adalah Tuhan Yesus Kristus. Inilah pribadi yang perlu dijadikan standar dalam keseharian kita. Saat di dunia ini pun kita menjadikan orang-orang tertentu sebagai teladan, harap tidak meniru semua sikapnya melainkan sesuaikanlah itu dengan standar yang diyakini (pribadi Yesus Kristus). Artinya, silahkan mencontohkan siapa pun namun tetaplah saring sikap-sikapnya berdasarkan prinsip-prinsip hidup yang diajarkan oleh Yesus Kristus.

Bahaya Dan Dampak Buruk Menonton Film (Sinetron), Hal-Hal Duniawi Akan Berbahaya Bila Terlalu Difokuskan

Dampak negatif menonton sinetron atau film

Bahaya tidaknya menonton acara televisi tergantung dari diri sendiri. Film atau sinetron yang disandiwarakan hanyalah faktor eksternal yang dapat memperburuk sikap baik yang sudah dilatih, dibina, dikembangkan dan dibangun dari hari ke hari. Sedang semua yang kita lakukan tergantung dari keputusan sendiri. Ada pilihan-pilihan yang timbul di dalam hati sesaat sebelum menyikapi sesuatu. Apa yang kami utarakan dalam tulisan ini bertujuan untuk mempengaruhi pilihan yang anda lakukan selama menjalani hidup. Semakin mengarah pilihan hati kepada hal yang positif maka semakin terarah sikap kepada hal-hal yang baik dan benar. Akan tetapi semakin mengarah pilihan hati kepada hal yang positif maka semakin terarah sikap kepada hal-hal yang buruk dan jahat. Berikut selengkapnya akan kami jelaskan tentang bahaya menonton sinetron atau film.

1. Terbentuknya keinginan yang berlebihan.

Pengaruh terbesar televisi dan berbagai acara yang ada di dalamnya yaitu kemampuan mengintimidasi hawa nafsu untuk menginginkan sesuatu. Tidak masalah jika keinginan tersebut adalah hal-hal yang wajar dan dapat dipenuhi. Tetapi biasanya, apa yang diinginkan sangat jauh dari apa yang dibutuhkan dari hari ke hari.

Misalnya saja, kami masih muda belia anak sekolahan tetapi hati sudah ingin memiliki pasangan hidup atau pacar. Ingin memiliki sesuatu yang indah-indah menurut daya tangkap indra, padahal hal-hal tersebut belum tentu membahagiakan hati. Angan-angan yang tidak terarah akan muncul karena kita bermimpi  telah memiliki apa yang kita inginkan. Hal semacam ini bisa saja mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang lebay. Ada juga yang berusaha memenuhi nafsunya namun berakhir dengan kekecewaan dan rasa sakit.

2. Bangga akan kehidupan sendiri.

Besar rasa GR di dalam hati setiap orang ketika ke-GR-an tersebut tidak pernah menuai dampak buruk. Tetapi mereka yang telah menyicipi pahitnya sikap gede rasa, tidak mau lagi senang-senang berbangga hati karena kemiripan hidup dengan kisah tertentu dalam film/ sinetron. Kebanggaan karena kemiripan kisah bisa menghinggapi siapa saja tanpa diketahui oleh siapa pun. Kita tahunya, seseorang memiliki kebanggaan yang super tinggi lewat sikapnya sehari-hari yang super angkuh seolah harga dirinya lebih dari yang lain. Berhati-hatilah dengan perasaan semacam ini dan langsung menyangkal diri saat timbul di dalam batin.

3. Cinta uang dan materi duniawi.

Beberapa film tidak dapat terlepas dari budaya mewah nan glamour. Namanya juga pemanja indra sesaat, sudah pasti hal-hal semacam ini menjadi lumrah saja dipertontonkan. Ini dilakukan semata-mata untuk meremajakan indra pemirsa tetapi siapa sangka bahwa hal tersebut bisa mengundang iri hati agar kita pun melakukan hal yang sama.

Perlu disadari bahwa sinetron dan film telah menjadi alat promosi berbagai-bagai produk industri, baik di bidang makanan-minuman, transportasi, properti dan lain sebagainya. Ketika kita terlalu menaruh di dalam hati setiap gambar bergerak tersebut, besar kemungkinan materi duniawi juga turut melekat di dalamnya. Ini bisa jadi awal yang mengintimidasi pikiran untuk mengejar kekayaan yang luar biasa.

4. Cinta kemuliaan dan penghargaan duniawi.

Multi kapitalisme syarat dengan kemuliaan duniawi, itulah yang selalu diekspose oleh dunia perfilman dan itu jugalah yang sering menyebabkan masalah dimana-mana. Banyaknya kekuasaan di dalam masyarakat menimbulkan perselisihan yang semakin tajam dan pemakaian sumber daya yang boros demi kebanggaan duniawi. Bukankah ini sangat bagus untuk difilmkan? Sebab dimana ada persaingan ketat, di situ tinggi resiko menghalalkan segala cara yang membuat cerita semakin panjang.

Berawas-awaslah dan perhatikan betul suasana hati anda. Apakah minatnya untuk menginginkan penghormatan dan penghargaan meluap-luap? Sinetron dan film bisa mendorong kita untuk terlalu membanggakan kemuliaan yang dimiliki. Bila terbawa oleh pengaruhnya, kita pun akan menuntut orang lain untuk menghormati diri ini lebih lagi. Sadarilah bahwa ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap kemuliaan akan menghancurkan manusia dengan cepat.

5. Terlena, kebanyakan menonton tidak terkendali.

Seperti kebanyakan aktivitas yang memabukkan lainnya, menonton film/ sinetron ini-itu juga beresiko tinggi membuat seseorang menjadi terlena. Tidak masalah kalau saat terlenanya itu ke arah positif, akan tetapi ada orang-orang yang terlena ke arah negatif. Jatuh terlena dalam kebiasaan positif lebih aman daripada jatuh terlena akibat kebiasaan buruk yang diulang-ulang. Rutinitas ini bisa kita lakukan dimana saja secara sembunyi-sembunyi dimana tidak ada orang lain yang mengetahui padahal Tuhan maha tahu.

6. Ketergantungan/ candu.

Bukti konkrit bahwa anda telah candu terhadap sesuatu adalah tidak ikhlas saat hal tersebut tidak ada. Misalnya, anda terbiasa menonton jam segini tetapi tiba-tiba diganggu jam tersebut oleh orang lain lalu hati tiba-tiba menjadi kesal terhadapnya. “Kekesalan, dendam dan kemarahan yang muncul saat suatu keinginan tidak terpenuhi adalah indikator penting yang menunjukkan bahwa anda sedang ketergantungan terhadap sesuatu.”

Daripada ditawan oleh sifat kecanduan adalah lebih baik bagi kita untuk membatasi aktivitas yang dicandukan. Membuatnya berasa menjadi aktivitas fluktuatif yang ditekuni secara acak sehingga hidup pun tidak candu karenanya.

7. Lupa bekerja menyelesaikan tanggung jawab.

Kebiasaan berlama-lama menonton sinetron atau film merupakan permainan menikmati hidup yang berbahaya. Sebab hidup yang hanya dinikmati saja beresiko menurunkan kecerdasan otak. Akibatnya, tingkat kesadaran menurun, kebahagiaan hilang-timbul dan kemana-mana seperti seorang yang gemetaran (padahal tidak ada yang menakutinya). Oleh karena itu, tinggalkan kebiasaan menonton secara berlebihan lalu mulailah menyibukkan diri dengan menyelesaikan pekerjaan yang diemban.

8. Lupa belajar sesuai minat yang dimiliki.

Belajar itu penting ya namun orang yang telah terbuai menikmati hidup dengan menonton acara televisi tertentu akan melupakan pendidikannya. Sebab saat belajar, dibutuhkan kerja keras penuh perjuangan sedang saat menikmati tayangan asyik, hampir semua organ sedang santai. Bila kesenangan ini lebih sering dilakukan dari perjuangan untuk belajar. Berangsur-angsur, nilai pelajaran anjlok, bolos sekolah/ kuliah hingga putus sekolah/ berhenti kuliah. Sebab orang tersebut telah menganggap bahwa aktivitas menonton lebih penting dari proses belajar-mengajar.

9. Suka malas-malasan.

Bila hobi anda sehari-hari adalah menonton sinetron beberapa episode dan film beberapa judul, sadarilah bahwa kebiasaan ini berpotensi tinggi membuat hati suka bermalas-malasan. Padahal kemalasan identik dengan minimnya aktivitas yang berimbas pada kepikunan. Artinya, orang yang lebih suka malas-malasan lebih pendek umurnya dibandingkan mereka yang selalu aktif rajin melakukan hal-hal baik di dalam hidup ini.

10. Ketakutan berlebihan.

Sadar atau tidak, pengalaman yang dialami tokoh dalam sandiwara yang diperankan seolah sedang kita alami juga. Terlebih ketika hal tersebut ditonton secara berulang-ulang, kita seperti mengelasnya di dalam otak sendiri. Bagaimana jadinya jika yang disaksikan adalah hal-hal yang menakutkan, horor seram? Dapat dipastikan bahwa anda akan merinding saat kemana-mana di tempat-tempat sepi oleh karena diintimidasi kisah hantu yang tak berbobot tersebut.

11. Meniru  siat-sifat buruk yang dimiliki tokoh.

Seperti yang kami ungkapkan sebelumnya bahwa tidak semua cerita di dalam film atau sinetron baik dan benar adanya. Mungkin saja baik dan bagus untuk dilihat tetapi tidak benar saat didekatkan dengan ajaran kekristenan. Oleh karena itu, janganlah terlalu fokus kepada hal-hal yang dipaparkan di dalamnya. Melainkan berusahalah untuk tetap memfokuskan hidup kepada Tuhan sebab hanya firman yang benarlah yang pantas untuk dijadikan teladan hidup yang sejati.

12. Dan lain sebagainya silahkan gali dan cari sendiri. Sadarilah juga bahwa menonton itu juga ada manfaatnya.

Kesimpulan – Hindari fokus kepada lakon drama kehidupan tetapi fokuslah kepada kebenaran Tuhan

Selalu sadari bahwa ada yang aneh atau ada yang salah dengan tokoh-tokoh di dalam sebuah film atau sinetron, itulah sebabnya seorang sutradara mengangkat kisahnya. Kalau saja kehidupan mereka normal seperti kita, sudah pasti tidak banyak cerita, 10-15 menit saja, kisah tersebut sudah selesai. Akan tetapi, oleh kebiasaan buruk yang selalu saja diekspresikan oleh tokoh, makanyalah dia terus-menerus diceritakan sampai akhir acara. Ketika kita selalu menyadari fakta bahwa sandiwara yang sedang disaksikan tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya baik untuk diterapkan. Niscaya kewaspadaan akan menjadi tabir kehidupan yang sedini mungkin menjauhkan kita dari praktek kehidupan yang menyeleweng. Terlebih ketika pikiran senantiasa difokuskan untuk berdoa, membaca-mempelajari firman dan bernyanyi memuliakan nama Tuhan. Semoga saja seiring waktu berlalu, kita belajar untuk membedakan antara kenyataan yang melegakan hati dan imajinasi yang mempesona indra.

Salam,
Berhati-hatilah terhadap nikmat manisnya televisi,
jangan sampai terbawa indahnya ilusi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.