Kepribadian

10 Manfaat Hidup Menyendiri – Segala Aktivitas Baik Asal Dilakukan Sesuai Waktunya

Ada waktu untuk menyendiri dan ada waktu untuk bersama. Sikap yang diekspresikan pada waktu yang tepat akan mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan bila perlu orang lain dan lingkungan sekitar turut pula merasakannya.

Kesendirian itu baik jika bisa dikelola

Hidup adalah proses, segala sesuatu butuh proses mulai dari A sampai Z dan mulai dari tangga paling bawah ke tangga paling atas. Kekuatan kita tidak serta merta tangguh melainkan dimulai dari menyelesaikan perkara-perkara sepele yang berlangsung di sekitar.  Ada banyak hal sederhana yang bisa diselesaikan saat kita berada di rumah/ sekolah/ tempat kerja/ tempat umum lainnya. Aktivitas inilah yang sesungguhnya melatih kita untuk menjadi orang yang tekun dan tidak mudah menyerah. Sebab mereka yang cakap dalam hal-hal kecil, cakap juga dalam perkara yang lebih besar. Atau bisa dikatakan bahwa manusia yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri akan dimampukan untuk menyelesaikan persoalan yang melibatkan orang lain. Jadi saat-saat menyendiri bukanlah waktu yang sia-sia jika anda mampu mengelolanya demi tujuan yang benar atau demi kepentingan bersama.”

Kebenaran adalah bersikaplah sesuai waktunya

Hidup di dunia ini pakai waktu. Apa yang kita lakukan tidak melulu  itu-itu saja, sebab suatu sikap terkadang hanya bisa dilakukan di waktu-waktu tertentu saja. Ambil saja contoh tentang aktivitas mengonsumsi sesuatu, bila dilakukan terlalu sering justru beresiko mengalami ketergantungan berat atau setidak-tidaknya mudah kecewa saat keinginan tersebt tidak terpenuhi. Artinya semakin berlebihan suatu sikap diekspresikan maka makin besar pula pengaruh negatif yang dapat di datangkannya. Oleh karena ini, dalam bersikap sebaiknya menggunakan sistem tarik-ulur. Dimana anda tahu persis kapan ditarik ke dalam untuk disembunyikan dan tahu juga kapan dilepas ke luar untuk diekspresikan. “Mereka yang bijak, pandai menarik ulur sikapnya sesuai dengan momen yang dihadapi.”

Tulisan ini dibangun atas saran dari orang lain

Pada suatu masa dalam kehidupan menjadi blogger, kami menemukan komentar berkualitas yang berkata demikian.

“anda telah salah memahami para penyendiri, anda jangan menganggap sebelah mata para penyendiri, dia adalah manusia sejati, tidak ada manusia yang paling mengenal dirinya kecuali para penyendiri, anda akan kagum jika anda mengetahui apa yangdia rasakan, dia  mempunyai prinsip hidup, mata batinnya sangat tajam dan telah menemukan kebahagian hakiki, INGAT… DAN INGAT.. UNTUK MENGENAL TUHAN SESEORANG TERLEBIH DAHULU HARUS MENGENAL DIRINYA SENDIRI DENGAN SEBENAR-BENARNYA DAN UNTUK MENGENAL DIRI DENGAN SEBENAR-BENARNYA TIDAK BISA DENGAN BERKUMPUL SESAMA MANUSIA INI ADALAH SALAH SATU JALANNYA UNTUK MENEMUKAN TUHAN.” Sumbernya di sini.

Membaca, komentar tersebut, kami baru memahami bahwa sesungguhnya kami pun seorang blogger penyendiri. Hampir tidak ada waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, sebab masing-masing sibuk dengan kegemarannya sendiri-sendiri. Satu dua kali waktu kumpul bareng adalah saat bersekutu bersama di dalam Tuhan pada pagi dan malam hari. Akan tetapi, kami masih normal saja sampai sekarang dengan angka kelainan mental yang ringan. Hubungan dengan kaum keluarga pun terkesan lancar-lancar saja. Walau pun banyak masalah yang mencoba memperkeruh suasana, kami tidak terlalu memikirkannya. Melainkan terus fokus kepada aktivitas memuliakan Tuhan, belajar dan bekerja sesuai potensi yang dimiliki sambil berbagi kebaikan kepada siapa pun.

Syarat menjadi penyendiri yang sehat-bijak

Tidak ada orang yang tidak pernah sendiri. Masing-masing dari kita memiliki waktu untuk dijalani seorang diri dan ada pula waktu yang bisa dihabiskan secara bersama-sama. Menyendiri bisa jadi petaka atau malah sebuah keuntungan, semuanya itu tergantung dari intensitas dan cara kita mengekspresikan aktivitas tersebut. Kesendirian yang murni berarti keadaan dimana tidak ada yang benar-benar mengenal kita, mengamati sekeliling ada perasaan asing. Perasaan sendiri karena tidak ada yang mengenal kita, hanya terjadi sementara saja. Seiring waktu berlalu, kita memahami bahwa berpangku tangan di saat sendiri justru memperburuk suasana hati. Lebih baik lanjutkan hidup lalu tujukan hati kepada Tuhan dan kasihi sesama di sela-sela pekerjaan dan pelajaran anda. Aktivitas yang positif semacam ini membuat hidup terasa ramai walau dilalui seorang diri saja. Berikut akan kami utarakan beberapa kaidah menyendiri yang sehat

1. Kita bisa mengambil waktu untuk diri sendiri kapan pun tetapi pastikan bahwa di sekitar ada orang lain yang beraktivitas.

Jalani beberapa waktu sendiri saja tetapi pastikan bahwa di sekitar dalam radius yang tidak terlalu jauh, ada anggota keluarga lainnya di dalam rumah atau tetangga yang sibuk dengan ursannya sendiri. Hindari menyendiri di tempat-tempat sunyi dimana tidak ada siapa-siapa di sekitar. Berupayalah hidup bertahan dalam sebuah keluarga atau tinggal bareng dengan teman-teman sebaya/ seprofesi.

2. Ambillah waktu untuk sendiri tetapi biarkan gangguan di sekitar.

Sekali pun sedang dalam keadaan menyepi pastikan bahwa masih ada kebisingan di sekitar. Entah itu berasal dari suara orang lain di dalam rumah, cengkrama tetangga dengan seseorang, hewan yang berkeriapan menciat-ciat dan mesin yang meraung-raung di jalanan. Menyendiri semacam ini sangatlah sehat agar selalu berlatih sejak dini terhadap ujian sosial. Terbiasa dengan gangguan indra mengantarkan kita untuk lebih siap menghadapi masalah yang lebih besar.

3. Yang sangat berbahaya adalah menyendiri dalam kemewahan.

Selalu pahami bahwa “kemewahan tidak sehat dan cenderung menjauhkan manusia dari kemanusiawiaannya.” Sebab mewah menimbulkan kesombongan yang semakin memupuk rasa egois. Orang semacam ini menginginkan segala sesuatu sempurna seperti yang dipikirkannya. Lagi pula besar ketergantungan yang timbul untuk menikmati materi tertentu atau sekedar menuntut agar dirinya selalu dimuliakan orang. Gangguan kecil saja yang menghampiri kehidupannya pasti benci berlipat ganda, dendam bertumpuk-tumpuk dan amarah berapi-api.

Manfaat Hidup Menyendiri - Segala Aktivitas Baik Asal Dilakukan Sesuai Waktunya

Manfaat menyendiri tidak selalu buruk tergantung timingnya

Demi menjaga keseimbangan antara kekuatan putih dan hitam maka kami menulis sesuatu tentang kesendirian seorang manusia. Demi mengimbangi tulisan kami tentang, “Bahaya hidup seorang diri secara terus-menerus.” Bila dipikirkan sejak dari manusia itu dilahirkan, diawali dengan seorang diri (kecuali anak kembar). Bahkan bisa dikatakan bahwa kebanyakan waktu kita dihabiskan sendiri lagi dan lagi. Mungkin ini terkecuali bagi mereka yang sudah menjadi pasangan suami istri yang lebih banyak bersama-sama. Momen ini pun kentara saat kita menyelesaikan tanggungjawab masing-masing di tempat kerja (kecuali yang sedang kerja tim/ kerja sama). Jadi, pada hakekatnya, tidak ada aktivitas yang sama sekali buruk dan tidak ada pula sesuatu yang sempurna benar seluruhnya. Melainkan masing-mmasing aktivitas memiliki momennya sendiri. Demikian juga dengan aktivitas menyendiri bila dilakukan di waktu yang tepat dapat bermanfaat positif. Berikut ini beberapa kegunaan dari sikap melalui waktu seorang diri.

1. Mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tuhan adalah pribadi yang luar biasa yang keberadaannya tidak mampu dijangkau oleh panca indra manusia yang terbatas. Tetapi kita diberikan hati untuk memahami kehadiran-Nya, entah dalam situasi yang baik atau pun yang buruk. Sebab lewat hatilah maka kehidupan ini selalu terhubung kepada Sang Pencipta. Jikalau hati sudah beraktivitas dengan benar maka di sanalah ada Tuhan. Artinya, dedikasikan pikiran untuk memuliakan Tuhan, membahas-bahas firman-Nya dan memanjatkan doa-doa yang tulus dihadapan Yang Maha Mulia. Saat kita sedang menyendiri, aktivitas fokus pikiran kepada Allah yang agung semakin intens bahkan selalu digeluti.

2. Menyegarkan pikiran (mengosongkan indra).

Menghentikan aliran informasi yang berasal dari luar degan mematikan televisi, mengecilkan radio dan menutup aktivitas menikmati informasi lainnya. Banyaknya informasi yang beredar menimbulkan ragam spekulasi yang berpotensi menjadi prasangka. Adanya suatu prasangka di dalam hati meningkatkan rasa curiga terhadap seseorang atau pihak tertentu yang beresiko semakin menyusahkan saja. Belum lagi masalah kekuatiran yang muncul di masa depan. Semua hal ini membebani hati bahkan bisa membuat kita galau-galau basah keringat dingin padahal tidak ada orang yang mengintimidasi. Lagi pula, menikmati informasi secara terus-menerus bisa saja membuat kepala pusing sendiri.

Oleh karena itu, kita butuh waktu untuk berhenti menikmati informasi apa pun dari berbagai media yang membuat hati tambah kalut. Mengambil waktu untuk sendiri, semata-mata untuk menyegarkan pikiran dengan mengembalikannya kepada jalur yang benar. Aktivitas menyegarkan pikiran ini juga berhubungan erat dengan upaya mendekatkan diri kepada Tuhan yang didahului dengan mengosongkan panca indra dari informai duniawi.

3. Menemukan kebahagiaan sendiri.

Bahagia sama artinya dengan damai = tenang = tenteram = lega = puas. Lantas apakah yang menjadi kebahagiaanmu kawan? Proses telaah seputar kebahagiaan membutuhkan waktu selama beberapa hari, minggu, bulan bahkan hingga bertahun-tahun. Akan tetapi, lewat cerita dan pengalaman orang lain, pengetahuan kita  diperkaya seputar hal ini.

Seperti kita ketahui bersama bahwa bahagia adalah rasa senang yang berlangsung secara terus-menerus. Mengucapkannya memang mudah dan singkat tetapi dalam prakteknya, mewujudkan kebahagiaan sejati itu bukan perkara enteng. Sebab dibutuhkan jiwa yang selalu terbiasa menekuninya sehingga kita sudah terlatih meluapkannya. Kesenangan memang bisa diperoleh lewat materi tetapi untuk mempertahankan rasa senang itu agar terus ada, perlu membiasakan diri untuk melakukan kebenaran sejati. Kasihilah Allah seutuhnya dan kasihilah sesama seadil-adilnya. “Selama kita berjalan di dalam kebenaran maka selama itu pula rasa bahagia tersebut terus ada walau ada berbagai tantangan yang menghadang jalan di depan.”

4. Mempelajari diri sendiri atau mengenali dirinya.

Tiap-tiap orang butuh retreat untuk melihat dirinya dengan mempelajari masa lalu. Saat menarik diri dari rutinitas biasa untuk sejenak menyendiri, memberikan kita kesempatan untuk memahami apa-apa saja yang telah dialami selama ini. Apakah itu berhubungan dengan sikap kita atau sikap orang lain sehingga terjadilah ini-itu. Belajar dari masalah yang telah berlalu bukan untuk disesali melainkan untuk diambil makna positifnya saja sedang sisi buruknya tidak diulangi lagi di masa depan.

Proses belajar semacam ini belangsung seumur hidup hingga kita tidak mendapati pertentangan yang menimbulkan gejolak di dalam batin. Melainkan semua pertanyaan kita telah terjawab melalui kebenaran firman Tuhan. Artinya, mengenal diri sendiri dilakukan dengan membaca dan memahami firman (Kitab Suci) sehingga tidak ada lagi pertanyaan seputar kehidupan yang tidak terselesaikan. Sebab lewat pertanyaan-pertanyaan yang timbul saat menyendirilah yang membuat kita faham dengan teka-teki kehidupan semata-mata untuk menemukan jati diri.

5. Menyusun rencana untuk menggapai sesuatu di masa depan.

Tidak mungkin kita menyusun rencana di depan semua orang, terkecuali bila pekerjaan yang digeluti dilakukan secara bersama-sama. Kerja tim selalu mengedepankan kerja sama yang solid tetapi lebih banyak lagi momen kehidupan yang dilalui sendiri-sendiri. Saat memiliki harapan di masa depan tentang sesuatu maka kita perlu melakuan tindakan perencanaan yang matang. Menyusn sedemikian rupa, apa-apa saja pencapaian jangka panjang dan pencapaian jangka pendek yang perlu diperjuangkan. Mempersiapkan metode khusus yang mulai dikerjakan dari sekarang untuk membangun hidup agar semakin sesuai dengan harapan. Tentu saja, selalu bersikap ikhlas menerima kenyataan sebagai kehendak atau ketetapan Tuhan.

6. Membangun semangat dan motivasi diri.

Tidak semua peristiwa yang terjadi di dalam hidup ini mampu kita kontrol. Terkadang ada sesuatu yang membuat diri ini terguncang sehingga kesusahan hati berlipat ganda dalam sekejap. Kita perlu menyendiri sejenak kemudian membangun kembali semangat yang telah memudar karena terkikis seiring waktu. Atau karena hancur lebur akibat masalah yang bertubi-tubi. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa motivasi terbaik sepanjang masa adalah kebenaran. Oleh karena itu, baca-bacalah firman Tuhan maka akan menemukan pola-pola kehidupan di dalamnya. Sebab lewat firman tersebutlah kita beroleh motivasi demi hidup yang kekal.

7. Bekerja agar tetap hidup.

Pekerjaan yang kita lakukan biasanya diselesaikan secara sendiri-sendiri terkecuali saat sedang bersama tim. Terus aktif bekerja membuat otak tetap aktif sehingga kepikunan pun turut ditepis. Kami pun blogger yang bekerja sendiri-sendiri untuk menuangkan berbagai ide yang muncul dari dalam kepala. Pekerjaan yang dilakukan sendiri membuat kita fokus menyelesaikannya menurut kaidah-kaidah tertentu. Sekali pun suasana di sekeliling tidak selalu tenang karena masing-masing sibuk dengan aktivitasnya yang unik dan berbeda satu sama lain. Kesendirian tidak selalu hening sama sekali. Kebisingan yang dapat ditoleransi, diabaikan dan diramahin menunjukkan tingkat kecerdasan otak dan pengendalian diri yang mumpuni.

8.Menemukan inspirasi.

Biasanya saat lagi sendiri, kita suka membahas-bahas sesuatu di dalam pikiran. Mungkin saja yang sedang dibahas tersebut adalah firman Tuhan atau buku yang dibaca sebelumnya atau bisa juga kejadian yang sedang disimak/ dialami saat itu. Pikiran yang terbebaskan dari ikatan kedagingan jasmaniah lebih mudah memperoleh inspirasi dari berbagai penjuru sudut pandang.

9. Beristirahat sejenak.

Menyendiri sama artinya dengan beristirahat. Sebab masing-masing orang masuk kamarnya sendiri-sendiri saat tidur di malam hari. Akan tetapi, berbeda dengan orang yang sudah menjadi suami-istri, mereka akan tidur bareng di ranjang yang sama. Tidur di malam hari boleh saja serentak tetapi tiduran di siang hari memiliki waktu yang mungkin berlain-lainan. Tentu saja, untuk melepas lelah dan segala kantuk yang menyertainya dibutuhkan waktu tidur yang tepat dan hindari berlebih-lebihan (tidur terlalu lama itu tidak sehat).

10. Menikmati hidup.

Bagi yang singel mungkin saja memiliki saat-saat menikmati hidup sendiri, itu bukanlah masalah serius. Oleh sebab itu, di tengah segala kesendirian ini, lebih baik menikmatinya sambil tetap menujukan hati kepada Tuhan. Bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati sambil mengonsumsi sesuatu membuat kesenangan kita lengkap menjadi kebahagiaan.

Menikmati hidup sendiri-sendiri memang tidak dilarang tetapi menikmati hidup bareng-bareng (bersama keluarga) biasanya memiliki makna yang lebih mendalam. Terkecuali kalau seleranya berbeda-beda satu sama lain.

Kesimpulan

Menyendiri itu baik, tetapi seorang diri dalam kemewahan dan kenyamanan yang berlebihan hanya meningkatkan kekuatan arogansi (merasa sombong). Keadaan akan semakin memburuk karena kesendirian tersebut juga bisa membuat hidup semakin egois. Oleh karena itu, jadilah penyendiri yang menyukai kesederhanaan. Buang kemewahan dan kenyamanan yang berlebihan dengan hidup rendah hati namun sangat mandiri. Sesendiri-sendirinya waktu yang dilalui, milikilah keluarga di sekitar, miliki tetangga yang tidak bisa ditebak dan biarkanlah hewan-hewan berkeriapan apa adanya di lingkungan kita. Tanda-tanda kesendirian yang payah adalah mudahnya diri merasa terusik oleh aktivitas orang lain/ pihak lain/ makhluk yang berkeriapan di sekeliling dan cepatnya kesombongan menguasai (berbangga hati) demi mencari kesenangan sesaat.

Salam, Sendirilah pada momen yang pas,
Dan berkumpul pada waktu yang khusus
Apa yang dilakukan tepat waktu manfaatnya puas
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.