Konflik Batin

+10 Jenis & Pengertian Fobia – Bertambah Kaya Meningkat Kekuatiran Banyak Pula Fobia – Kekayaan Meningkatkan Ketakutan Memperbanyak Fobia

Kekayaan bertambah,
ketakutan dan kekhawatiran bertambah.
Kesederhanaan adalah jaminan
bebas dari rasa takut dan khawatir berlebihan.

Terlalu kekurangan atau terlalu berlebihan sama-sama tidak sehat

 Harta benda adalah momok yang paling ironis dalam kehidupan manusia. Saat belum memilikinya maka hati begitu berapi-api dan perjuangan sangat besar untuk memilikinya. Akan tetapi, setelah bergelimangan materi, justru kekayaan itulah yang berpotensi besar melemahkan kehidupan orang lain dan merugikan lingkungan sekitar bahkan membunuh manusia itu sendiri. Saat uang tidak ada di tangan, kehidupan kita terkatung-katung karena terus-menerus berharap kepada orang-orang terdekat meminta belas kasihan dari sana-sini. Namun setelah uang banyak di tangan, kehidupan semakin tidak terkontrol karena tingginya kebanggaan. Datang berkunjung sana-sini demi menikmati hidup dan mengharapkan berbagai pujian sana-sini yang lebih banyak melukai diri sendiri: kecewa, sakit dan pahit hati.  Dari sini kita bisa memahami bahwa yang namanya kepemilikan materi tidak patut bila terlalu sedikit juga tidak layak bila terlalu banyak.

Materi yang sedang-sedang saja membuat semuanya bisa hidup dan semua bisa memiliki daya beli yang sama

Kekayaan yang sedang-sedang saja jauh lebih bermanfaat bagi diri sendiri sekedar demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jumlahnya yang tidak terlalu besar, tidak sampai menimbulkan bahaya saat dibelanjakan. Tidak sampai merusak lingkungan, sekali pun nyampah, tidak menumpuk-numpuk dan orang lain yang ingin memilki produk yang sama juga masih dapat membelinya karena sisa stok masih banyak. Sehingga bisa dikatakan bahwa kekuatan yang disederhanakan karena harta benda yang dimiliki biasa saja, sangat manusiawi dan ramah lingkungan. Jadi, sebesar apa pun kekayaan kita saat ini, bersyukurlah itu sudah cukup untuk menghidupi sekeluarga. Bagi yang pendapatannya masih belum mencukupi, silahkan dicari sebisanya dan hindari memaksakan diri. Untuk yang memilikinya secara berlebihan, berbagilah dengan yang kekurangan atau tahan diri dari sifat konsumtif yang tidak logis dan lebay. Agar orang lain berkesempatan membeli produk yang sama.

Kebiasaan konsumtif mengharuskan kepemilikan rumah mewah megah tersohor

Kaya raya identik dengan kata banyak alias lebih dari satu. Memiliki rumah, kendaraan, perabotan lainnya dan logam mulia dalam jumlah banyak bahkan melimpah ruah. Saat anda memiliki banyak hal, dimana meletakkannya atau lebih tepatnya dimana menyimpannya? Bisa dikatakan bahwa ketika jumlah uang di tangan melebihi rata-rata, timbullah niat untuk membeli dan membeli lagi (konsumtif). Lantas, hal-hal yang sudah terbeli tersebut akan ditarok dimana? Apakah itu akan ditumpuk di rumah? Kebiasaan konsumtif ini tanpa sadar membuat rumah penuh sesak dengan berbagai-bagai barang, entah itu penting atau entah itu dipakai atau tidak (hanya pajangan belaka)? Semua keadaan ini, mau tidak mau memaksa oknum kaya raya tersebut untuk memperbesar hunian megahnya menjadi lebih lagi. Jadi, bisa dikatakan bahwa harta benda yang berlipat ganda secara otomatis mengharuskan seseorang untuk memperbesar dan memperluas rumahnya. Padahal tidak semua barang yang dimiliki itu penting apalagi mendesak melainkan semuanya itu ada karena nafsu belanja oknum sangat tinggi.

Kian banyak harta kian sering membanggakan diri rasa kekuatiran pun bertambah-tambah

Seorang yang bergelimangan harta tanpa sadar memiliki tingkat ketakutan yang berlipat kali ganda. Sebanyak apa barang yang dimilikinya maka sebanyak itulah rasa kuatir mengekang pikirannya  walau pun di sekitar tidak ada yang menakut-nakuti. Kekuatan negatif ini akan berkembang biak bak jamur di musim hujan oleh dorongan atau lebih tepatnya hasutan dari media cetak maupun media elektronik. kekhawatiran yang menawan oknum kaya raya lebih banyak borosnya, layaknya seboros uang yang dipakainya. Sebab semakin banyak benda/ perabot/ perhiasan yang dimiliki maka makin meningkat pula kekuatiran seputar barang-barang tersebut. Katanya dalam hati, “jangan-jangan rusak; jangan-jangan hilang; jangan-jangan dicuri; jangan-jangan berkurang; jangan-jangan bergeser dan lain sebagainya bentuk kekuatiran lebay yang berkembang di dalam hati. Sekali lagi diingatkan, “semakin banyak barang makin tinggi rasa kuatir yang meradang.”

Kemewahan dan kenyamanan membuat manusia bermental bayi dengan banyak fobia

Tanpa dia sadari, kemewahan yang dibanggakan dan diandalkan membuatnya seperti dedek bayi. Semua yang diingini mampu terbeli untuk dimiliki. Gelimangan harta tersebut telah membuatnya senang sehingga otomatis dibangga-banggakan secara diam-diam di dalam hati saja. Hidupnya terawat dengan baik bahkan kulitnya pun tidak bersentuhan dengan yang jelek-jelek. Tanpa disadarinya, limpahan kekayaan memanjakannya dan membuatnya senang-senang saja selama berada di sekitar bangunan mewah dan mesin-mesin megah tersebut. Dia mampu memiliki apa saja, goyang dikit uangnya banyak orang jadi klepek-klepek siap menerima perintah. Yang tidak disukainya adalah dibencinya. Kebencian menumpuk-numpuk dan tidak diiringi dengan usaha untuk berdamai dengan hal-hal tersebut. Tumpukan sakit hati ini bertransformasi menjadi kekuatiran. Rasa khawatir secara perlahan akan bergeser menjadi fobia akut. Fobia akan hal-hal kecil terus saja terjadi dan semakin dijauhi dengan berlindung dibalik kemewahan, kemegahan dan kenyamanan yang dimilikinya.

Ketakutan yang berlebihan membuat seseorang fobia terhadap banyak hal

Kekuatiran atau ketakutan yang terus meningkat menjadi makanan oknum kaya raya. Bahkan bisa dikatakan bahwa tidak ada satu hari pun dalam hidupnya untuk tidak merasa kuatir dengan segala kepunyaannya yang tersebar dimana-mana. Hidupnya seperti tertawan oleh hal-hal tersebut, belum lagi saat menghubung-hubungkan kisahnya dengan masa depan, makin besar kuatirnya. Sama halnya ketika ia turut menyusahkan soal-soal yang dihadapi oleh pasangan dan anak-anaknya, makin tinggi ketakutan tersebut. Itulah mengapa kemana-mana hatinya tidak tenang bahkan dalam tidur pun oknum tersebut tertawan rasa gelisah. Mulai dari hal kecil sampai besar terpampang lebar-lebar di dalam benaknya. Semuanya ini menimbulkan ketakutan dan kekuatiran yang lebih besar. Hal-hal sepele yang berlangsung di sekelilingnya justru menjadi fobia yang memaksanya tidak mampu ke luar jauh-jauh dari kemewahan rumah dan kendaraan yang dimiliki.

Proses terbentuknya fobia orang kaya (Ketakukan oknum kaya raya)

Perbedaan antara ketakutan dan kekuatiran

Pada dasarnya, kedua hal ini sama-sama berbicara tentang suasana hati yang tidak enakan saat memikirkan atau menghadapi sesuatu. Sebenarnya, masing-masing orang memiliki rasa takut sendiri-sendiri tetapi berada dalam ranah yang wajar. Rasa takut itu bertransormasi menjadi segan terhadap Tuhan dan firman-Nya serta keseganan terhadap aturan yang terdapat di dalam masyarakat. Takut terhadap standar kehidupan dan hukum lainnya adalah sesuatu yang wajar. Demikian pula dengan ketakutan terhadap hal-hal baru, tiap-tiap orang memilikinya. Akan tetapi, mereka yang kaya-raya biasanya mengekspresikan hal tersebut secara berlebih-lebihan. Seolah hal tersebut membahayakan dirinya padahal tidak terjadi apa-apa, itu hanyalah perasaannyaa saja.

Rasa kuatirdi dalam diri manusia lebih menonjol pada hal-hal yang terjadi di waktu yangakan datang. Perasaan ini berkembang atas dasar kecurigaan terhadap hal-halburuk yang akan terjadi di waktu berikutnya. Manusia yang dipenuhi prasangkaburuk dapat mengkuatirkan hal-hal kecil sampai besar. Mungkin kuatir tentangorang-orang yang di dekatnya dan soal hidup masa depannya sendiri bahkan tentangbarang-barang koleksi yang dianggap berharga. Semua rasa kuatirnya menumpuk di kepala sampai membuatnya pusing, sakit kepala tanpa ada sesuatu yang menyakiti.Semakin banyak harta benda seseorang maka semakin meningkat pula rasa khawatirdi dalam jiwa.

Pengertian – Takut adalah suasana hati yang tidak enakan saat menghadapi sesuatu. Sedangkan kuatir adalah suasana hati yang tidak enakan saat membayangkan sesuatu di masa depan. Dua hal ini membuat hati sama-sama tidak tenang dan rawan oleh rasa gelisah. Akan tetapi, apa yang menakutkan erat kaitannya dengan apa yang sedang dihadapi saat itu. Sedang rasa khawatir berhubungan erat dengan prasangka buruk yang belum tentu terjadi tentang masa depan. Jadi bisa dikatakan bahwa ketakutan muncul saat menghadapi sesuatu dan lain hal. Akan tetapi, kekhawatiran muncul oleh karena membayangkan sesuatu dan lain hal di masa depan.

Defenisi
Jenis & Pengertian Fobia - Bertambah Kaya Meningkat Kekuatiran Banyak Pula Fobia – Kekayaan Berlebihan Meningkatkan Ketakutan Memperbanyak Fobia

Macam-macam jenis fobia oknum kaya raya

Fobia adalah ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya (KBBI Luring). Semua orang juga memiliki rasa takut terhadap sesuatu tetapi hal tersebut berusaha diredam dengan cara: sabar, ikhlas dan relakan hingga lama-lama terbiasa. Namun ada segelintir orang yang dapat mengekspresikan hal-hal yang berlebihan saat diperhadapkan dengan ketakutannya. Sikap menjadi lebay, terlalu over protektif, ingin semuanya sesuai kehendaknya dan ingin orang-orang menuruti apa maunya bila perlu mengakui bahwa tindakannya hebat. Bila rasa gusar di hati dihadapi dengan sikap (perkataan dan perbuatan) yang gusar pula niscaya situasinya menjadi semakin rumit.

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang berpotensi mengacaukan hati (pikiran) dan sikap (tutur kata, perbuatan) orang yang mengalaminya.

Defenisi

Seperti kami katakan sebelumnya bahwa tiap-tiap orang juga memiliki rasa takut. Akan tetapi, rata-rata dari kita mampu mengikhlaskan dan membiarkannya lalu membiasakan diri. Akan tetapi, lain halnya dengan oknum kaya raya yang dimanjakan oleh kenyamanan materi. Mereka mengekspresikan rasa takutnya dengan cara yang berlebihan. Sebab uang yang dimiliki adalah alat kekuasaan untuk mengatur apa yang dikehendakinya selalu terwujud sempurna (sesuai permintaan dan sesuai besaran dana yang dikeluarkan). Berikut ini beberapa fobia orang kaya yang sering ditemukan.

  1. Agorafobia adalah rasa takut ketika berada di tempat yang ramai.
  2. Akrofobia adalah rasa takut yang abnormal apabila berada di tempat yang tinggi.
  3. Hematofobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak normal terhadap darah.
  4. Kainofobia adalah ketakutan yang berlebihan akan hal-hal yang baru.
  5. Klaustrofobia adalah rasa takut akan terkurung pada suatu tempat (ruangan) yang sempit dan tertutup.
  6. Misofobia adalah ketakutan yang berlebih-lebihan pada  barang-barang yang kotor, bau dan busuk.
  7. Monofobia adalah rasa takut yang berlebihan jika dalam keadaan sendirian.
  8. Pirofobia adalah ketakutan yang tidak normal terhadap api.
  9. Otofobia adalah rasa takut yang belebihan terhadap mesin atau terhadap suara kendaraan dan mesin lainnya.
  10. Xenofobia adalah perasaan benci (takut, waswas) terhadap orang asing atau sesuatu yang belum dikenal; kebencian pada yang serba asing.
  11. Zoofobia adalah ketakutan yang berlebihan kepada binatang.
  12. Futurefobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap masa depan, terlalu repot mempersiapkan hari esok yang belum tentu kita capai.
  13. Sosiafobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap kaum sosialis (suka bersikap aneh, mengganggu dan menjebak orang yang menganut paham sosialis).
  14. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Orang biasa juga memiliki fobia tetapi mereka bisa menenangkan dirinya sambil mengabaikan hal tersebut. Akan tetapi, lain halnya ketika manusia super kaya berfobia terhadap sesuatu, pasti kesannya heboh sekali. Mengapa demikian? Sebab dengan kemampuan materi yang dimilikinya, bisa saja mengatur ini-itu sehingga fobianya itu terelakkan karena lokasi telah disterilkan oleh bawahannya. Kebiasaan suka mengatur segala sesuatu sesuai keinginan sendiri merupakan salah satu hal yang membuat fobianya makin bertambah parah. Kainofobia yang dimanjakan bisa saja membuat seseorang makin ketakutan terhadap hal-hal baru sehingga membuatnya tidak pernah ke luar rumah sedikit pun. Agarofobia yang enggan untuk dibiasakan justru membuat seseorang tidak pernah kelihatan dalam acara-acara yang melibatkan banyak orang. Berbagai jenis fobia lainnya seperti dipupuk oleh kemewahan dan kenyamanan lebay sehingga makin subur dan makin mengganggu perkembangan kepribadian manusia itu sendiri.

Proses terbentuknya fobia oknum kaya raya

Jalan berpikir: Kekayaan melimpah-limpah
1. >> Kemewahan dan kenyamanan lipat kali ganda >> hidup sangat terawat selalu senang >> semua yang diinginkannya dapat terpenuhi >> manja dan enggan bersusah-susah >> kalau tidak suka, bencinya tinggi >> semakin banyak menumpuk sakit hati >> hal-hal sepele pun diomelin >> kepahitan hati menyebabkan ketidaksukaan (kebencian) yang menimbulkan banyak kekuatiran >> rentan mengalami fobia terlebih saat keluar dari zona nyamannya hidup.
2. >> Membeli lebih banyak barang dan jasa (konsumtif) >> Butuh lebih banyak space (ruang kosong) untuk menempatkan belanja  >> barang mewah meningkat butuh rumah lebih mewah dan megah >> hati terus-menerus tinggal di belakang memikirkan harta bendanya yang banyak (memperbesar kebanggaan & kesenangan) >> kekuatiran meningkat dan terus bertambah >> dari hal kecil sampai besar dikhawatirkan >> dari manusia, binatang sampai barang-barang dikhawatirkan >> fobia akan hal-hal tertentu.

Kesimpulan

Harta kekayaan yang banyak-banyak bukannya menambah kelegaan hati melainkan malah membuat hati tambah gusar. Sebab materi tersebut seperti beban yang terkalung di leher ini yang memang menimbulkan rasa bangga. Namun harap dipahami, semakin melimpah kekayaan justru membuat hidup makin berat untuk dilalui. Kemana pun arah yang ditempuh, merasa tidak aman, hati selalu tinggal di belakang mengkuatirkan banyak hal. Melangkah kemana-mana ketakutan mewarnai jalan-jalan yang ditempuh. Bila keadaan ini terus berlanjut maka akan melahirkan fobia yang cenderung memicu respon berlebihan yang sesungguhnya tidak diperlukan. Oleh karena itu, milikilah kekayaan yang sedang-sedang saja dalam arti hidup sederhana. Semata-mata agar hidup tidak terlalu terbeban oleh hal-hal duniawi sehingga aktivitas yang ditekuni berjalan lancar tanpa dihantui oleh rasa takut maupun khawatir. Apa artinya hidup ini jika terus-menerus merasa tidak tenang sekali pun situasi di sekitar tenang-tenang saja?

Salam, Kekayaan bertambah,
ketakutan dan kekhawatiran bertambah.
Kesederhanaan adalah jaminan
bebas dari rasa takut dan khawatir berlebihan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.