Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

+10 Hawa Nafsu Mengawali Dan Mengakhiri Segalanya – Keinginan Memulai & Menyelesaikan Segala Sesuatu


Hasrat lebay akan hal-hal duniawi
tidak jauh-jauh dari bencana.
Hasrat yang tertuju pada hal-hal sorgawi
tidak jauh-jauh dari kasih karunia

Semua punya kebutuhan yang memicu rasa ingin, jangan egois, perhatikan juga inginnya pihak lain

Segala makhluk di bumi ini memiliki hasrat tertentu. Bahkan bumi, bulan, bintang dan matahari merupakan ciptaan Tuhan yang juga memiliki hasrat sendiri-sendiri. Saat kita hanya memikirkan apa yang dikehendaki saja (egois) niscaya besar kecenderungan mengabaikan kepentingan pihak lain. Akibatnya, kita pun berlaku semena-mena sehingga tidak memberikan kesempatan bagi pihak lain untuk melaksanakan apa yang diinginkannya. Sama halnya ketika kita lebih memilih untuk menebang pepohonan hutan hijau semata-mata demi pemukiman elite, mewah dan megah. Menghambat keinginan pepohonan untuk tumbuh dan berkembang karena kita memiliki kekayaan dan kekuasaan yang tak ternilai banyaknya. Perlahan-lahan keadaan ini akan memburuk sehingga mengganggu keseimbangan alam yang sewaktu-waktu bisa memicu bencana alam.

Materi itu fluktatif tetapi hati yang selalu bersyukur akan selalu terpuaskan

Di lain pihak, ada pula oknum yang sangat mengidam-idamkan jumlah materi yang lebih besar & banyak, bila perlu melimpah-limpah. Mata kepalanya begitu terpana saat menyaksikan beratus-ratus lembaran uang. Keinginannya yang besar untuk lebih baik dan lebih kaya dari orang-orang di sekitar sangatlah tinggi. Itu pun diwujudkan dengan cara halal tetapi hasilnya sangat lamban dengan perkembangan yang terbata-bata. Akan tetapi, hasratnya semakin melambung tinggi ketika mulai ke luar dari jalur yang terstandarisasi oleh peraturan. Melakukan teknik kotor di tempat-tempat terselubung demi memanipulasi situasi sehingga mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Cara-cara yang tidak halal pun akan ditempuh semata-mata untuk beroleh kekayaan dan kehormatan yang menurutnya sangatlah berharga.

Uang tidak bisa dikendalikan tetapi rasa puas dan bahagia bisa diciptakan sendiri, sekalipun ada atau tidak ada materi.

Kata-kata bijak

Mari kita cari tahu bersama, “apakah kenikmatan dan kemuliaan duniawi itu sangat berharga?” Menurut anda, lebih bahagia mana, menerima uang seratus ribu atau satu juta? Adakah yang merasa bahwa orang yang menerima uang besar itu lebih bahagia daripada orang yang menerima uang kecil? Sadarilah bahwa angka-angka gede nan banyak itu, adanya  di sekitar kita. Sedang yang namanya kepuasan & kebahagiaan letaknya di dalam hati masing-masing dimana perasaan ini pun sepenuhnya berada dalam kendali masing-masing. Yang namanya uang tidak bisa dikendalikan tetapi rasa puas dan bahagia bisa diciptakan sendiri sekali pun ada atau tidak ada materi. Jadi, bisa dikatakan bahwa berharga tidaknya sesuatu di luar diri kita tidak dapat mempengaruhi kebahagiaan di dalam diri kita. Sebab, kitalah yang menentukan apakah mau bahagia atau tidak dimana pengaruh  materi sifatnya relatif. Mulailah menciptakan kepuasan dan kebahagiaan tersebut dengan mensyukuri semua nikmat yang diterima. Lebih dari itu, hiduplah dalam kebenaran hakiki maka kepuasan dan kebahagiaan hati pun terasa lengkap.

Berharga tidaknya sesuatu di luar diri kita tidak dapat mempengaruhi kebahagiaan di dalam diri kita. Sebab, kitalah yang menentukan apakah mau bahagia atau tidak dimana pengaruh materi sifatnya relatif.

Kata-kata bijak

Hati sedang kalut? Cek-cek dululah hawa nafsunya, apa sudah benar?

Dalam banyak hal yang mewarnai kehidupan kita, hawa nafsu sangat menentukan suasana hati. Kejadian demi kejadian yang berlangsung di luar dan di dalam diri ini memang bisa ditengarai oleh banyak faktor tetapi yang paling berpengaruh adalah keinginan. Bisa dikatakan bahwa baik-buruknya kondisi mental seseorang sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Masalah yang kita hadapi sehari-hari pun tidak jauh-jauh darinya. Jadi, selama kita belum mampu memanajemen hasrat hati ini dengan baik maka selama itu pula hari-hari yang dijalani penuh dengan instabilitas emosional. Keadaan semacam ini, sangat riskan mengganggu hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan sekitar. Bahkan tidak tertutup kemungkinan mendatangkan kerugian bagi diri kita sendiri.

Semua masalah diawali oleh rasa ingin. Semakin duniawi yang diingini makin besar masalah kehidupan yang bermunculan. Tetapi semakin sorgawi yang dingini makin tenteram hati dibuatnya walau masalah kadang menghantam.

Kata-kata bijak

Pengertian dan pendekatan

 Mengapa kami mengatakan bahwa hawa nafsu selalu mengawali dan mengakhiri segala sesuatu? Sebab semua ciptaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Kebutuhan inilah yang terus-menerus menimbulkan pemikiran yang dimulai dengan menginginkan sesuatu. Akan dilakukan segala daya upaya untuk memperjuangkannya sehingga dapat dimiliki/ dibeli/ dikonsumsi. Saat pemenuhannya dirasa masih belum memuaskan maka akan terus dicari dan diusahakan. Saat nafsu sudah dirasa penuh maka hati akan berkata cukup, berhenti sampai di situ. Singkatnya, bisa dikatakan bahwa rasa ingin di dalam hatilah yang membuat kita beraktivitas dan saat sudah puas semuanya akan terhenti secara otomatis.

Keinginan yang mengawali berarti semua aktivitas yang kita lakukan dimulai oleh karena adanya dorongan akan pencapaian yang kuat dari dalam hati masing-masng. Mengawali hawa nafsu bisa juga dipengaruhi oleh karena menjalankan nilai-nilai benar yang hakiki. Sedangkan maksud dari keinginan yang mengakhiri adalah berhentinya aktivitas seseorang/ sekelompok orang setelah hasrat hatinya terpuaskan/ terpenuhi. Mengakhiri hawa nafsu bisa juga dipengaruhi oleh nilai-nilai kebenaran hakiki yang diyakini sehingga pemikiran untuk ingin ini-itu tenggelam sampai waktu yang tidak ditentukan.

Defenisi

Di sisi lain kehidupan, ada juga yang namanya keinginan duniawi dan sorgawi. Nafsu duniawi adalah normal dan memang harus dipenuhi oleh tiap-tiap orang. Akan tetapi, hal-hal duniawi yang terlalu ditinggikan beresiko menimbulkan bias kehidupan yang berujung pada keterpurukan, persaingan, konflik dan bencana. Oleh karena itu, adalah baik bagi setiap orang untuk mulai mengurangi keduniawian yang lebay. Sebab keinginan duniawi yang semakin berlebihan akan mendorong orang lain, lingkungan alamiah dan diri sendiri ke dalam bencana secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, daripada menginginkan hal-hal duniawi, lebih baik tujukan hati kepada kebenaran sorgawi. Kasihilah Tuhan seutuhnya, fokuskan kehidupan kepada-Nya dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Serta kasihilah sesama seperti diri sendiri di dalam setiap aktivitas yang ditekuni (misalnya belajar dan bekerja).

Hawa Nafsu Mengawali Dan Mengakhiri Segalanya – Keinginan Memulai Dan Menyelesaikan Segala Sesuatu

Macam-macam pola hawa nafsu yang mengawali & menyelesaikan segala sesuatu

Semua hal yang dilakuukan manusia di dunia ini, memiliki pola-pola tertentu. Ada kemiripan antara pola yang dilakukan seseorang dan yang dilakukan oleh orang lain: inilah yang kami sebut dengan pola kehidupan. Khusus pada bagian ini, kita akan membahas tentang cara kerja keinginan dalam mempengaruhi segala hal dalam setiap hari-hari yang dijalani. Karena manusia ingin ini-itu makanya semua bekerja dan berusaha semaksimal mungkin sehingga tidak tertutup kemungkinan mengalami gejolak sosial yang melibatkan banyak orang/ banyak pihak. Berikut selengkapnya beberapa macam jenisnya.

1. Adanya keinginan yang memulai dan mengakhiri harapan.

Karena menginginkan sesuatu maka mulailah berharap kepada sesuatu. Entah keinginan itu sudah sesuai dengan kemampuan atau sudah sesuai menurut kebutuhan kita, siapa yang tahu? Sebab kadang kala, apa yang kita mau timbul secara otomatis dari dalam dasar pkiran yang dipicu oleh berbagai hal yang kita cermati di sekeliling.

Tidak apa-apa, inginkan saja itu lalu berharaplah akan menggapai dan menemukannya suatu saat kelak. Berawas-awaslah dengan harapanmu, jangan sampai terlalu berlebih-lebihan. Apalagi kalau sampai mengharapkannya dari sesama manusia: selalu persiapkan diri untuk mengalami kekecewaan.

Saat kita berharap kepada sesama manusia, namun tidak terwujud. Ada rasa kesal yang timbul saat melihat orang yang mengecewakan kita. Akan tetapi, ketika berharap kepada Tuhan, tetapi nyatanya apa yang kita inginkan belum dikabulkan. Maka arah pemikiran akan beralih kepada pendewasaan diri. Sebab Tuhan mengizinkan ujian kehidupan semata-mata agar umatnya beroleh kedewasaan. Bila perlu, cobaan yang dihadapi akan menggiring kita ke dalam hikmat kebijaksanan yang sejati.

Semakin banyak harapan yang didorong ke depan makin tinggi pula resiko mengalami kekecewaan. Orang yang dikecewakan secara berulang-ulang akan selalu terpuruk. Atau dia bisa belajar, berkembang dan menjadi dewasa lewat semuanya itu. Lalu pada suatu hari, menghentikan keinginan yang bertele-tele dan ribet. Melainkan membuat semuanya lebih sederhana (simpel) sehingga harapannya pun sederhana (hanya menginginkan hal-hal yang bersifat umum dan sudah pasti di dapat, misal kesehatan, keselamatan, kedamaian, keamanan, ketenangan dan lain sebagainya).

2. Kemauanlah yang memulai dan menyelesaikan perjuangan.

Mengapa ada orang yang begitu bersemangat memperjuangkan sesuatu? Sebab keinginanya begitu kuat terhadap sesuatu. Ingin ini atau itu bisa saja sengaja dirangsang oleh orang lain sehingga menciptakan fantasi sesaat di dalam hatinya. Sama halnya seperti yang terjadi dalam setiap pertandingan/ perlombaan dimana orang-orang (para peserta) dijanjikan hal-hal yang fantastis agar semakin semangat bertanding.

Banyak orang yang berpikir bahwqa cara kerja Tuhan sama seperti panitia pertandingan yang selalu menuntut kejuaraan. Mereka berpikir bahwa Allah telah mempesiapkan semuanya itu untuk meninggikan/ membesarkan kehidupannya dibandingkan dengan orang lain (arogan). Tetapi seperti yang kita tahu bersama bahwa janji menjadi besar dan hebat bahkan luar biasa hanya berlaku di antara manusia saja, sebab setiap orang sama di hadapan Tuhan.

Perjuangan kita berlebihan oleh karena diiming-imingi kekayaan dan kemuliaan oleh pihak pemerintah atau swasta sebagai pengelola utama sumber daya. Bahkan besar kecenderungan menghalalkan segala cara. Sadarilah bahwa segala bentuk maniplasi hanya akan mendataangkan bencana secara perlahan-lahat tetapi pasti. Orang yang tidak fokus kepada janji-janji kemuliaan dan kemakmuran yang diberikan kapitalis kelas atas (pemerintah/ swasta) akan menujukan hidupnya untuk mengasihi Allah sepenuhnya dan sesama manusia seadil-adilnya. Perjuangan mereka yang berlebihan akan berhenti lalu menjadi normal (biasa saja) sebab tidak mengharapkan berkat yang terlalu bombastis di bumi melainkan menantikan karunia sorgawi yang jauh lebih besar dan mulia dibandikan apa yang pernah kita lihat.

3. Hawa nafsu yang mengawali dan menyelesaikan masalah.

Dalam setiap masalah yang kita hadapi dan dalam setiap kesesakan hati yang dirasakan, selalu cari tahu, “apa keinginanmu yang gagal?” Biasanya, di awal-awal sebelum terjadi suatu gejolak yang menyebabkan kesukaran hati, kita sempat menginginkan sesuatu. Namum iming-iming ini tidak kita sadari karena timbul begitu saja. Saat kita menujukan hati pada keinginan cepat tersebut maka resiko benturan masalah sangatlah riskan. Tiba-tiba saja, kita merasa ilfil terhadap sesuatu sehingga cenderung menjadi pemarah yang suka mengeluh sana-sini atau menjadi penyendiri yang suka bersungut-sungut di waktu luang.

 Oleh karena itu, berhenti fokus terhadap hawa nafsu cepat yang terkadang tidak disadari. Melainkan ikhlaskan hal-hal yang tidak bisa dicapai lalu arahkan fokus kepada kemuliaan nama Tuhan (berdoa, bernyanyi dan membaca-mempelajari firman). Dapat pula dilakukan dengan mempelajari hal positif lainnya serta menyelesaikan tangung jawab yang diemban. Serta senantiasa mengambil kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama di sela-sela rutinitas yang kita jalani. Percayalah bahwa saat kita fokus pada keinginan sorgawi maka masalah akan direduksi sehingga lebih minimalis.

4. Hasrat kuatlah yang memulai dan mengakhiri kesombongan.

Karena kita ingin makanya kita sombong. Ditinjau dari sisi mana pun, sifat tinggi hati diawali dengan keinginan untuk melebihi orang lain. Terlebih ketika ada beberapa gesekan menyangkut orang-orang tersebut yang membuat hasrat untuk merasa unggul sangat baik untuk diluapkan, sekali pun hanya di daam hati saja.

Memang harus diakui bahwa ada sedikit rasa senang yang terpercik di dalam jiwa ketika kita merasa sombong. Itulah mengapa, beberapa orang suka menyombongkan diri sendiri di dalam hati saat diterpa berbagai tekanan sosial. Ketahuilah bahwa kebiasaan ini cenderung membuat anda lepas kendali sehingga sikap menjadi kurang baik kepada orang lain.

Orang yang pernah menyombongkan diri sekali pun hanya di dalam hati namun menyadari hal tersebut lalu merasakan sendiri akibatnya, pasti akan kapok mengulanginya. Saat kita mencicipi dampak negatif dari kebiasaan tinggi hati yang kadang menyenangkan ini, niscaya di waktu yang akan datang berhenti menginginkannya lagi. Keinginan arogan yang terhenti diawali dari menyangkal diri setiap kali gaungan keangkuhan tersebut terngiang di dalam hati. Selebihnya untuk menghentikan sifat negatif ini, yang dibutuhkan adalah menyibukkan diri pada aktivitas yang positif (misal fokus kepada Tuhan, belajar, bekerja dan lain sebagainya).

5. Kemauan sendirilah yang membuat kita mengawali dan menyelesaikan rasa dengki.

Tragis memang hidup ini: “tepat saat kita merasa ingin lebih dari seseorang, saat itu juga timbullah kesadaran bahwa sesungguhnya ada banyak orang yang lebih baik dari kita.” Hati malah menjadi sesak seolah terhimpit tak ada kelegaan karena keinginan untuk lebih dari sesama gagal lagi dan lagi. Kedengkian yang bisa berujung pada sakit hati akan semakin intens terjadi saat membiarkan pikiran dalam kekosongan. Satu-satunya yang dapat menghentikan nafsu untuk mendengki adalah aktivitas positif.

Biasanya hasrat yang syarat dengan iri hati timbul akibat kita mulai merasa lebih baik dari orang lain: iri hati selalu dimulai dengan kesombongan! Oleh karena itu, berhenti merasa lebih baik dari sesama melainkan setarakan diri dengan orang lain. Selalu merasa setara atau sama dengan sesama merupakan kekuatan dasar untuk menyelesaikan sikap iri hati.

6. Hasrat tinggilah yang memulai dan menghentikan persaingan.

Persaingan dalam perlombaan adalah hal yang biasa terjadi. Akan tetapi, persaingan kehidupan bisa saja menawan hati dan dilakukan secara diam-diam. Ini pun disebabkan oleh karena merasa lebih baik dari sesama (arogan). Agaknya bisa kita simpulkan secara sementara bahwa nafsu untuk lebih baik/ lebih unggul dari sesama akan meningkatkan persaingan sosial di dalam masyarakat. Keinginan untuk saing-saingan ini biasanya timbul begitu saja: saat orang lain beli ini, kita juga beli ini; ketika sesama beli itu, kita justru beli yang lebih baik dari itu.

Hentikan keinginan untuk selalu lebih dari sesama niscaya persaingan akan berhenti. Berupayalah untuk menyetarakan diri dengan orang lain maka persaingan sosial akan memudar dan meredup.

7. Nafsulah yang memulai pertengkaran dan peperangan.

Karena adanya keinginan jahat maka timbullah pertengkaran hingga peperangan. Kembali lagi seperti tadi, keinginan jahat tersebut timbul karena kita selalu merasa lebih dari sesama. Mau dirinya lebih banyak dalam hal materi, mau lebih dihormati, mau lebih dipuji dan berbagai kemauan lainnya yang dimobilisasi lewat sumber daya yang dimiliki. Tentu saja, semakin besar sumber daya yang dipakai dalam pertarungan maka resiko kerusakan juga kian melambung tinggi.

Satu-satunya cara untuk menghentikan keinginan bertengkar/ berperang adalah dengan memerangi ego dan arogansi sendiri. Bila ego dan arogansi ini masih berdiri tegak menjulang tinggi, pertengkaran akan meruncing dan peperangan pun meledak. Tundukkan, sangkal dan injak sifat egois juga arogan tersebut agar situasi yang rumit perlahan-lahan melunak.

8. Keinginan yang memulai dan mengakhiri penderitaan.

Kita menderita karena keinginan tidak terkabulkan oleh suatu alasan yang logis. Merasa tersakiti karena apa yang kita idam-idamkan ternyata sudah terlebih dahulu dimiliki orang lain. Penderitaan ini semakin memilukan hati karena tidak mampu menerima kenyataan seadanya (ikhlas). Derita akan semakin menjadi-jadi karena kita malah mencari pelarian pada hal-hal negatif yang semakin merusak kehidupan.

Kembali lagi pelajari penderitaan yang anda alami, apakah itu sudah dimurnikan dari nafsu atau malah nafsu itulah yang justru semakin memperkuat derita yang dirasakan. Bedahlah secara baik-baik goncangan yang dialami lalu cabutlah berbagai keinginan yang ada, buatlah daftarnya. Jadikanlah hasil pencarian tersebut sebagai pengalaman agar di masa yang akan datang dapat mengantisipasi dan menghentikan timbulnya keinginan yang sama.

9. Hawa nafsu mengawali dan menyelesaikan kekecewaan.

Kita tidak menyadari bahwa telah memulai kekecewaan saat menginginkan sesuatu. Mengapa tidak membuat hidup ini lebih simple saja dengan hanya menginginkan apa yang kita butuhkan? Orang yang mengetahui efek samping dari memiliki hasrat yang tinggi-tinggi akan berupaya menghentikannya. Ia lebih memilih untuk menginginkan hal-hal yang masuk di akal saja untuk dicapai. Istilahnya, inginkanlah sesuatu yang pasti-pasti saja untuk dicapai. Jika ada yang lebih dari itu, biarkan datang sendiri tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

10. Pilihan sendirilah yang memulai dan menyelesaikan kejenuhan.

Orang yang fokus kepada kata-kata jenuh laama-kelamaan menjadi bosan sendiri. Rasa-rasanya hidup begitu hampa untuk dilalui karena hati kosong melayang-layang dalam keheningan. Di sisi lain, kejenuhan juga bisa saja muncul oleh karena kita tidak dapat menggapai apa yang diinginkan selama ini. Sedang orang lain di luar sana sudah menikmati kesuksesannya. Ada iri hati bercampur bosan melihat keadaan sendiri yang stay di situ-situ saja (merasa hidup gitu-gitu aja tak berwarna seperti di televisi).

Iri hati menjadi keinginan yang sangat berpengaruh sehingga membuat kita merasa bosan sendiri. Kita terlalu fokus kepada kehidupan orang lain, kepada harta benda dan kemuliaan (popularitas) yang dimilikinya. Keinginan yang membanding-bandingkan hidup sendiri dengan hidup sesama jelas akan memulai rasa dengki yang lama kelamaan akan membuat hidup ini terasa menjemukan untuk dijalani.

Berhenti berpikir tentang kebosanan karena kehidupan manusia memang pada satu titik akan berputar di situ-situ saja. Melainkan merasa puaslah dengan hari-hari yang anda jalani. Sibukkan diri dengan aktivitas fokus kepada Tuhan, bekerja dan belajar serta berbagi kasihlah kepada sesama di sela-sela aktivitas tersebut. Juga jangan lupa untuk menikmati hidup apa adanya agar keinginan bosan itu berakhir.

11. Hasrat yang tinggi memulai dan mengakhiri sungut-sungut.

Sungut-sungut di mulai dari keinginan yang tidak terpuaskan. Kita menetapkan standar untuk pencapaian tertentu, lantas hasil yang diperoleh sungguh jauh dari standar tersebut lalu bersungut-sungut entah kepada siapa. Aktivitas ini justru semakin menjauhkan kita dari kebahagiaan dan kedamaian hidup. Ambillah keputusan untuk mengakhiri sungut-sungut dengan merasa puas terhadap segala pencapaian yang diraih. Bersyukurlah terhadap semua anugerah Allah tersebut. Jika ada sesutu yang terlanjur kurang sesuai, jangan disesali. Melainkan diberikan masukan/ saran bagaimana agar ke depannya semakin lebih baik lagi.

12. Keinginanlah yang memulai dan mengakhiri iman kepada Tuhan (hidup dalam kebenaran hakiki).

Karena menginginkan sesuatu, maka hal tersebut memotivasi kita untuk lebih dekat kepada Tuhan. Ada cita-cita di masa depan lantas berharap agar Tuhan meng-acc-kan (menyetujui) hal tersebut. Entah keinginan kita apa di masa depan tetapi selalu sadarilah bahwa kehendak Tuhan adalah agar kita mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Otomatis kasih yang setara ini mengharuskan kita untuk tidak merasa lebih dari orang lain, sebab semua manusia sama di mata Tuhan.

Nafsulah yang membuat kita suka terhadap kekayaan, kemewahan, kenyamanan, kemudahan dan kemuliaan duniawi. Adalah baik bagi kita untuk mengikuti hawa nafsu tersebut lalu dikecewakan oleh dunia ini secara berulang-ulang. Mereka yang memandang hidupnya lebih banyak dikecewakan manusia akan memilih untuk memulai hidup di dalam Tuhan sesuai firman, yaitu mengasihi Allah seutuhnya dan mengasihi sesama dalam kesetaraan. Fokus kepada Tuhan adalah aktivitas terbaik dan solusi dari semua masalah hati. Sedangkan keadilan sosial membuat masyarakat hidup dalam damai sejahtera yang setara dari waktu ke waktu.

Nafsu yang tidak terwujud bisa juga membuat kita mengakhiri iman kepada Tuhan. Keadaan ini terutama terjadi karena ketidakdewasaan iman dan pengetahuan yang minim akan kehendak Allah. Bahwasanya untuk selama-lamanyalah kasih setia Allah dan Dialah yang menguji setiap hati, apakah sudah benar-benar melekat kepada-Nya atau masih setengah hati? Mereka yang setengah hati mengikut Tuhan bisa saja berhenti di tengah jalan saat ada yang tidak sesuai dengan kemauannya. Akan tetapi, mereka yang hidup sepenuh hati di dalam Tuhan akan tetap teguh imannya di tengah kuatnya goncangan badai  kehidupan.

+13. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Pergunjingan terbesar dalam hidup ini adalah konflik kepentingan. Masing-masing orang mencoba menegaskan dan mendefenisikan pengaruhnya. Ini tidak dilakukan dengan cuma-cuma sebab membutuhkan banyak dukungan dari sesama dan sumber daya yang lebih besar. Konflik kepentingan tersebut bisa saja menjadi pembakar hawa nafsu yang membuatnya semakin liar tak tentu arah sehingga hidup terasa semakin rumit saja. Kita perlu segera mengakhiri berbagai keinginan yang buruk dan mengawali yang baiknya. Akhirilah hasrat duniawi yang beresiko tinggi semakin membuat manusia terpuruk, ditimpa oleh bencana alam dan digulung oleh bencana kemanusiaan. Melainkan awalilah keinginan benar yang sejati, mengasihi Tuhan seutuhnya dan mengasihi sesama seadil-adilnya. Usir nafsu buruk dengan senantiasa fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja serta sibukkan diri untuk berbagi kebaikan kepada sesama di sela-sela aktivitas yang ditekuni.

Salam, Hasrat lebay akan hal-hal duniawi
tidak jauh-jauh dari bencana.
Hasrat yang tertuju pada hal-hal sorgawi
tidak jauh-jauh dari kasih karunia
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.