Kepribadian

Terlambat Menyadari Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali

Lambat itu manusiawi,
Kita bukan komputer otomatis,
Perlu belajar berulang-ulang
demi masyarakat yang harmoni

Plot kehidupan

Hidup ini penuh dengan kejutan, benar tidak? Kita merasa bahwa ini-itu yang terbaik untuk diri sendiri. Melakukan semuanya seperti yang diinginkan hati. Berupaya untuk tetap tenang menjalai tekanan silih berganti. Berhenti menilai orang yang tidak penting lalu berjalan melangkah untuk melakukan hal-hal yang lebih utama. Kita merasa bahwa semua yang dilakukan itu sudah bagus, satu pun tidak ada yang ketinggalan. Hati pun senang karena semuanya sudah beres dalam pemandangan pribadi. Namun sangat disayangkan bahwa ada beberapa ketelodoran yang terlupakan. Bukan kesalahan melainkan hanya sebuah kepatutan yang terlambat disadari.

Sukailah perkembangan dan kemajuan walau masih jauh dari sempurna

Manusia memang selalu menggunakan daya upaya yang dimilikinya untuk membuat semuanya sesuai dengan yang dikehendaki tanpa mengganggu sesama apalagi membuat kisruh dengan lingkungan. Semuanya ini dilakukan semata-mata bukan untuk menjadi sempurna melainkan sekedar menguji kemampuan diri agar lebih baik lagi dalam hal-hal membuat hidup seirama dengan sesama. Seandainya hidup menyesuaikan diri itu ada aturannya maka kami pasti memberitahukannya. Kenyataannya hidup dalam satu lingkungan bermasyarakat di daerah yang satu tidak selalu sama dengan saat kita hidup dalam masyarakat yang lain di wilayah berbeda. Ini adalah aktivitas yang cukup menantang bagi mereka yang paham manfaat masalah.

Macam norma yang kadang berbeda untuk setiap wilayah

Pada umumnya, di dalam masyarakat terdapat dua aturan yang berlaku, yaitu aturan tertulis dan tidak tertulis. Biasanya, apa hal-hal yang diatur secara tertulis hampir-hampir bersamaan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Sekali pun ada beberapa yang berbeda,pastilah akan ada yang mengingatkan kita akan hal tersebut. Lain halnya dengan aturan yang sifatnya tidak tertulis, biasanya ini tidak diberitahukan oleh siapa pun. Kalau misalnya saja, kita sebagai warga pendatang yang baru saja pindah lokasi kerjanya. Tidak ada yang mengingatkan anda tentang norma kepatutan semacam ini, lama-lama juga pasti akan sadar sendiri.

Pengertian

Apa itu yang dimaksud dengan norma atau azas kepatutan? Merupakan suatu aturan tentang kepantasan/ kecocokan/ kelayakan yang umumnya tidak tertulis tetapi selalu dilakukan/ dijalankan didalam hidup bermasyarakat. Mungkin adat semacam ini berkaitan erat dengan norma kesopanan yang selama ini selalu dipelajari di sekolah. Apa yang menurut kita pantas untuk dilakukan belum tentu pantas dilakukan di dalam suatu komunitas sosial dengan latar belakang berbeda-beda. Akan tetapi, segala hal yang berhubungan dengan kepatutan ini, lama kelamaan akan disadari juga. Sebab tiap-tiap orang melakukannya sehingga membentuk suatu pola yang bisa diamati.

Azaz kepatutan adalah suatu aturan tentang kepantasan/ kecocokan/ kelayakan yang umumnya tidak tertulis tetapi selalu dilakukan/ dijalankan di dalam hidup bermasyarakat.

Defenisi

Azas kepatutan lebih mirip dengan azas kesopanan yang sama-sama merupakan bagian dari kearifan lokal. Tentu saja hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan kebenaran hakiki (kasih kepada Tuhan yang seutuhnya dan kasih kepada sesama seadil-adilnya). Serta tentu saja tidak bertentangan dengan hati nurani manusia itu sendiri.

Terlambat Menyadari Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali

Jadilah pembelajar yang baik sebab segala digeluti berisi informasi berharga

Hidup ini penuh dengan belajar, dimana-mana ada pembelajaran. Manusia tidak hanya di didik di dalam sekolah melainkan dimulai dari dalam keluarga pun didikan itu nyata. Dari sekian banyak buku yang kita pelajari, Kitab Suci adalah satu yang pertama dan utama. Ada banyak pergaulan yang dirangkai dengan berbagai macam orang namun kebersamaan dalam keluarga adalah yang pertama dan utama. Jenis kebersamaan lainnya yang terus mendidik kita adalah yang berlangsung di dalam masyarakat. Orang yang mampu mengikuti lantunan irama kebersamaan adalah orang yang belajar dari aktivitas bersosial dan telah menuai arti di balik kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pada satu titik azas kepatutan telah dan akan mendarah daging

Kekuatan mengamati lingkungan sekitar membuat kita lebih memahami apa-apa saja hal penting yang kita lewatkan. Hanya saja, masalahnya sekarang adalah, apakah kita pernah memberi waktu untuk duduk sejenak dan melihat kehidupan orang-orang di sekitar? Mencari tahu tentang apa yang mereka lakukan, kebiasaan yang digeluti, pola tertentu yang mereka ikuti dan lain sebagainya. Cepat atau lambat, mata kita pasti akan menyadari pola kebiasaan hidup yang dilakukan kadang tanpa sadar oleh orangnya. Artinya, pada satu titik, kearifan lokal yang selalu dijalankan dengan tekun dan sungguh-sungguh akan digeluti tanpa disuruh dan tanpa dimotivasi oleh apa pun. Semuanya itu telah menjadi suatu kebiasaan yang timbul secara otomatis layaknya insting.

Mengapa seseorang lambat mengartikan lingkungan sekitarnya?

Rasa-rasanya tidak terlalu sulit memang untuk memahami azas kepatutan ini; lihat-lihat dengan cerdik dan rendah hati maka lama-kelamaan siapa pun akan memahaminya. Akan tetapi, pada kenyataannya kami gagal menyadari pola-pola tersebut dalam beberapa aspek. Keadaan tersebut jelas memancing sedikit rasa malu tapi ditahankan saja dalam kesabaran. Keadaan ini bisa saja terjadi karena kita terlalu bersemangat saat melakukan sesuatu. Dapat pula timbul karena kita terlalu fokus kepada diri sendiri sehingga lupa untuk mencerna kebiasaan yang dilakukan oleh sesama. Selebihnya, keadaan tersebut bisa saja datang tanpa dipahami sebabnya. Apa pun alasannya, kegagalan dalam memahami azas kepatutan tersebut bukan karena disengaja melainkan karena kekurang sigapan untuk membaca situasi.

Belajarlah dari pengalaman pribadi agar mampu menyesuaikan diri dalam kebersamaan

Kita bisa saja terlambat dalam memahami sesuatu. Tetapi ini bukan alasan untuk tidak mau tahu. Selagi masih sanggup untuk diikuti, maka turutlah di dalamnya. Kejanggalan yang pernah dilakukan di masa lalu bisa saja menimbulkan rasa malu. Kesalahpahaman itu bagus untuk menguji ketabahan hati tiap-tiap manusia. Tentulah memiliki mental yang lebih kuat jauh lebih dewasa dibandingkan dengan oknum yang masih suka bermanjaria dalam kemewahannya. Sebab hidup ini tidak melulu bercerita tentang siapa cepat dia dapat. Terkadang lebih baik terlambat menyadarinya agar di masa mendatang bisa lebih peka lagi terhadap kearifan lokal yang telah mendarah daging di dalam suatu masyarakat.

Kesimpulan

Menjadi manusia yang baik, tidak saja hanya dituntut untuk mampu memahami dirinya sendiri. Melainkan alangkah lebh baik juga untuk mengembangkan kemampuan membuat hidup seirama dengan masyarakat sekitar. Mencermati setiap pola tertentu dalam pergaulan sehari-hari. Membaca kaidah berkumpul dan berorganisasi yang memerhatikan kearifan lokal. Cepat atau lambat, nilai-nilai kepatutan tersebut akan dipahami juga. Lagi pula norma yang dimaksud tidak bertentangan dan juga tidak memihak kepada kebenaran hakiki. Keterlambatan dalam memahami bukanlah alasan untuk mengabaikannya secara terus-menerus. Melainkan tekuni apa yang mampu dilakukan sampai hal tersebut mendarah daging, terjadi secara otomatis seperti halnya insting.

Salam, Lambat itu manusiawi,
Kita bukan komputer otomatis,
Perlu belajar berulang-ulang
demi masyarakat yang harmoni
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.