Kesehatan

7 Cara Menunda Lapar – Menahan Keinginan Makan Lebih Lama

Cara Menunda Lapar – Menahan Keinginan Makan Lebih Lama

Teka-teki – Serangan daging meletup-letup yang kadang menyebabkan rasa perih. Apakah itu?

Semua komponen alam semesta bisa lapar

Lapar adalah manusiawi, bumi ini saja makan apalagi manusia. Perbedaaannya adalah makanan bumi ada dengan sendirinya (disajikan) tetapi makann umat manusia perlu dibuat terlebih dahulu berdasarkan resep tertentu sebelum disajikan. Konsumsi utama bumi adalah sinar matahari yang membentang di separuh bagian planet yang kita huni. Energi foton membuat atmosfer terluar menjadi uap panas, Itulah atmosfer yang kaya dengan listrik sehingga membuat bumi mampu berotasi sambil bergerak keliling. Sedang manusia mampu bergerak aktif mengikuti kehendak hatinya yang benar oleh karena asupan bahan-bahan pangan yang dikonsumsi. Jadi tidaklah salah saat dikatakan bahwa segala sesuatu hidup adanya. Karena masing-masing komponen alam semesta makan sesuatu sehingga membuatnya bergerak menurut gayanya masing-masing.

Konsumsi sesuatu bukan karena ingin tapi karena butuh

Makanan itu sendiri sama juga seperti banyak hal di dunia ini, terlalu sedikit tidak baik dan terlalu banyak juga tidak sehat. Jangan terburu hawa nafsu saat melakukannya melainkan makanlah karena butuh bukan karena ingin. Aktivitas makan dan minum tidak akan mampu  mengisi hawa nafsu yang panjang, lebar dan tinggi.Nafsu yang tinggi biasanya membuat kendali diri tidak dalam batas-batas kepatutan. Besar kecenderungan malah beresiko mengganggu kesehatan sampai menimbulkan gejala penyakit, akut maupun kronis. Bagaimana caranya mengetahui bahwa nafsu kita sedang tinggi-tingginya sehingga lebih baik menunda konsumsi selama beberapa saat? Keadaan ini biasanya berhubungan erat dengan keadaan mental yang sedang tertekan dan tidak stabil.

Aktivitas makan dan minum yang terbatas tidak akan mampu mengisi hawa nafsu yang panjang, lebar dan tinggi (tidak terbatas).

Bagaimana kiat sukses mengendalikan hasrat hati seputar perut?

Timbul pula pertanyaan, bagaimana caranya agar kita bisa sepenuhnya mengendalikan nafsu makan, apalagi nafsu ngemil yang terkadang berubah menjadi liar? Sebenarnya, pengunci utama segala hasrat dalam tubuh ini adalah aktivitas. Selama kita sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat positif dimana pelaksanaannya dinikmati, entah itu besar, kecil atau sederhana. Mulailah dengan menyibukkan diri untuk fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Lagu-lagu yang kita lantunkan untuk memuji Allah bisa dinyanyikan dalam hati, lewat bibir, menggunakan alat musik, melakukan gerakan kecil dan dapat pula sambil menari.. Aktivitas positif itu juga dilakukan dengan mempelajari sesuatu (misal buku Alkitab) dan mengerjakan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita. Cara yang paling populer untuk mengendalikan nafsu makan ialah dengan rutin berpuasa.

Cara terbaik mengontrol lidah dengan sibuk melakukan aktivitas positif, mulai dari menujukan hati kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Serta dengan belajar dan bekerja sambil berbagi kasih kepada sesama di sela-sela aktivitas tersebut.

Faktor penyebab makan ditunda-tunda

Mengapa menunda niat untuk makan? Apakah sedang alergi sesuatu atau sedang tidak selera atau makanannya saja yang sepertinya kurang menarik? Banyak hal dimungkinakan menjadi faktor penyebab, hal lainnya adalah karena alasan diet menurunkan berat badan atau merampingkan badan agar terlihat seksi selangsing artis di televisi. Bisa juga karena dorongan dari teman, kerabat, sahabat dan orang-orang dekat lainnya. Apa pun alasan anda melakukannya, asalkan demi sesuatu yang positif dan bukan demi alasan persaingaan agar diri sendiri lebih keren dan orang lain lebih sepele penampilannya: kami ikut! Oleh karena itu, sebagai wujud (bentuk) partisipasi, kami menjelaskan sedikit tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan positif ini.

Cara menunda lapar

Menunda lapar berarti mengulur waktu lebih lama agar perut tidak segera kosong. Biasanya perut yang keroncongan adalah tanda umum dari kelaparan. Ini akan diiringi dengan pelepasan cairan asam lambung tanpa makanan sehingga kadar asamnya bisa merembes hingga ke korongkongan bahkan bisa sampai ke dalam rongga mulut. Gejala ini disebut dengan refluks asam lambung yang mengganggu kinerja organ lainnya. Jadi, yang kita bahas di sini adalah, bagaimana caranya menetralkan asam lambung saat rasa lapar mulai menyiksa perut. Agar sebisa-bisanya lambung tetap netral sehingga tenggak waktu untuk memakan sesuatu menjadi lebih panjang dari biasanya. Berikut selengkapnya, kiat menunda waktu makan.

1. Menelan ludah sendiri.

Kelaparan lokal yang dialami oleh tiap-tiap orang, biasanya memiliki tenggak waktu yang berbeda-beda satu sama lain. Ada orang yang lapar jam segini dan ada pula yang mengalaminya jam segitu. Perbedaan ini disebabkan oleh jumlah berapa kali melakukannya dalam sehari (ada yang satu, dua dan tiga kali sehari) yang tidak sama untuk masing-masing orang.

Kekuatan air liur mungkin tersembunyi bagi sebagian orang. Bahkan mungkin ada saja yang menganggap bahwa air liur itu jorok dan harus selalu dibuang. Sadarilah bahwa air liur kaya dengan zat gizi elektrolit yang baik untuk kesehatan pencernaan kita. Sedang di dalamnya terdapat pula enzim pencernaan yang berperan penting untuk membantu proses memecahkan (kimiawi), mengunyah (mekanik) dan menelan makanan.

Manfaat terbaik lannya dari cairan lengket dan kadang agak kental tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunda lapar. Mengapa demikian? Sebab kekuatan elektrolit ludah dapat menetralkan (menjinakkan) asam lambung yang tiba-tiba memuncak. Walau pun waktu makan kita sudah tiba, bisa ditunda selama beberapa saat asalkan senantiasa menelan ludah sendiri.

2. Meminum air, sedikit, tekun.

Waktu yang dihabiskan di depan meja makan terbilang lebih sedikit karena aktivitas puasa yang dilakukan pada hari-hari tertentu atau setiap hari dengan mengurangi jumlah makan besar per hari. Kebiasaan ini memang baik untuk menyehatkan pencernaan sekaligus meremajakan lidah agar tetap terang mengecap.

Menunda lapar dengan alasan puasa makan tentu beresiko menyebabkan asam lambung meletup-letup membuat perut keroncongan dan terasa perih. Bisa dikatakan bahwa letupan beruntun dalam daging  tersebut (perut keroncongan) akan sangat mengganggu aktivitas yang ditekuni. Oleh karena itu, tundalah laparmu dengan mengonsumsi air sedikit-sedikit tetapi dilakukan lebih sering (tekun).

Banyak minum air adalah suatu terobosan kesehatan yang menjadi solusi awet muda seumur hidup. Salah satu faktor terbesar mengapa seseorang lebih cepat berpulang ke balik papan (meninggal) adalah karena lupa sehingga kurang minum air. Tanda khas dari keadaan ini adalah jantung deg-degan tak menentu. Minum air sedikit-sedikit (tidak sekaligus satu gelas) tapi lebih sering dilakukan (tekun) merupakan solusi awet muda sepanjang masa dan bermanfaat juga untuk menahan waktu lapar lebih lama.

Selalu ingat bahwa meminum air itu lebih penting daripada makan. Kita harus lebih sering meminum air, bila perlu letakkan gelas/ botol minuman di samping meja belajar/ meja kerja agar aktivitas ini tidak sampai kelupaan. Rata-rata orang yang mengalami penuaan dini disebabkan karena kurang minum air. Kebanyakan kaum lansia meninggal karena lupa mengonsumsi air putih. Baca juga, Panduan meminum air yang baik.

3. Mengonsumsi air garam manis.

Para penderita bulimia sebaiknya mencatat bagian ini. Sebab air garam manis isotonik adalah larutan mineral ajaib yang penuh dengan nutrisi baik untuk menggantikan rasa lapa yang berlebihan. Bisa dikatakan bahwa dengan mengonsumsi air isotonik tersebut, kita merasa seolah-olah sudah makan padahal belum. Buat air isotonik dalam gelas tapi jangan sekaligus diteguk melainkan lakukan sedikit-sedikit tapi lebih sering hingga minuman tersebut habis.

4. Mengonsumsi buah.

Menunda rentang waktu makan bisa lebih lama tetapi berlama-lama menunda minum bisa menyebabkan dehidrasi hingga membuat jantung berdebar-debar tak karuan padahal aktivitas yang kita lakukan sederhana (biasa) saja. Salah satu cara terbaik untuk menahan air lebih lama di dalam tubuh yaitu dengan mengonsumsi air garam manis (lihat poin 3). Artinya, jumlah minuman kita bisa dua liter saja (tidak lebih) per hari karena NaCl isotonik menghindarkan kita dari dehidrasi.

Lanjut, untuk menunda rasa lapar, bisa juga dilakukan dengan mengonsumsi buah-buahan. Tentu saja buah yang kami maksudkan di sini adalah yang tidak berasa asam. Melainkan yang kaya manisnya seperti pepaya, salak dan lain sebagainya. Tentu saja, aktivitas ini perlu diiringi dengan meminum air sedikit-sedikit tapi dilakukan lebih sering.

5. Mengonsumsi sayuran.

Suatu kali, kita merasa bahwa sudah memasak cukup makanan untuk hari ini. Akan tetapi, saat mendatangi meja makan dengan perasaan senang tiba-tiba mata terbelalak melihat muk lauk-pauk sisa cabe-cabean saja. Sedang panci nasi hampir-hampir kosong: apa yang akan anda lakukan? Tentu saja keadaan ini bisa mendorong amarah ke luar atau mengembangkan rasa sabar yang lebih luas.

Di saat-saat genting, tidak ada makanan, berusahalah untuk tetap positif. Kita bisa menunda rasa lapar selama beberapa waktu dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau. Hanya, pastikanlah bahwa sayur-sayuran tersebut tidak terlalu pedas atau agak asam. Rekomendasinya adalah mengonsumsi sayuran yang cara masaknya dengan direbus.

6. Mengemut bon-bon.

Beruntunglah masyarakat kita tidak pernah mengalami kelaparan masal. Itu mungkin hanya pernah terjadi dahulu saat sistem masih belum paham memutar sumber daya yang ada. Malah yang kebanyakan terjadi zaman sekarang adalah “hasrat lapar tersebut berusaha ditahan-tahan, bila perlu nggak makan selama beberapa waktu.” Artinya, zaman sekarang banyak orang yang berpikir bahwa lapar itu penting dan perlu dipelihara, entah itu dalam rangka puasa seharian, puasa total dan puasa sebagian.

Keadaan lambung yang berlaparan tetap menyehatkan saat kita mengisi waktu makan dengan mengemut bon-bon. Terdapat beraneka macam rasa, harga dan bentuknya, silahkan dipilih sendiri berdasarkan selera masing-masing. Bon-bon membantu kita tetap sadar untuk selalu aktif mengisap air liur sendiri yang membuat asam lambung tetap netral di masa banjir (saat waktu makan tiba).

7. Mengonsumsi cemilan lainnya.

Saat perut keroncongan bisa saja membuat emosi mulai meletup-letup karena daging pun mulai meletup-letup (perut keroncongan) bahkan rasa perih mengiris-ngiris perut. Kita pun bisa mengantisipasi hal ini dengan mengonsumsi makanan ringan yang terdapat di warung sebelah. Roti tawar dengan krim merupakan salah satu pilihan yang baik dan biskuit jenis lainnya juga dapat membantu kita menunda lapar sehingga rasa sakit agak ringan dan emosi mereda. Tentu saja, aktivitas ini harus diselingi dengan minum air yang memadai untuk melarutkannya. Bisa menghabiskan 1=2 gelas atau lebih air putih sedikit-sedikit tetapi tekun bisa membantu menghilangkan rasa lapar untuk beberapa saat.

Kesimpulan

Dahulu kala, mungkin beberapa orang tidak suka mengalami kelaparan sebab rasanya sangat menyakitkan di bagian perut. Menahan perih di lambung lebih lama beresiko menyebabkan penyakit maag. Menahannya lebih lama lagi dengan obat-obatan penghilang rasa sakit dapat menyebabkan anoreksia. Tetapi, zaman sekarang orang tidak perlu susah-susah untuk menunda lapar sebab Tuhan telah menganugerahkan semua yang kita butuhkan di dalam diri sendiri, yaitu menelan ludah masing-masing. Hal-hal simple lainnya untuk mengatasi masalah perut yang membandel dengan mengonsumsi air putih lebih sering (tekun) namun sedikit-sedikit (2-3 teguk). Bila perlu letakkan botol minuman itu selalu ada dan terlihat disamping kita. Lebih daripada itu, masih ada beberapa variasi lainnya untuk mengantisipasi keadaan ini tapi tetap saja kami menyarankan bagi anda yang aktivitasnya padat merapat makanlah tepat waktu.

Salam, Cara jitu mengatasi masalah
Ada dalam diri masing-masing
Pula di sekitar kita
lewat hal-hal sederhana
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.