Kepribadian

Menikmati Berulang-Ulang, Kok Bosan, Nikmat Kali Lah? – Betah Pada Sesuatu Yang Dilakukan Berkali-Kali

Menikmati Berulang-Ulang, Kok Bosan, Nikmat Kali Lah – Betah Pada Sesuatu Yang Dilakukan Berkali-Kali

Teka-teki – Akulah minyak jeli kental yang tidak pernah ditambang, mengendalikan dan membakar semuanya agar aktif sesuai porsi dan fungsinya, apakah aku?

Pola-pola kehidupan memang sungguh tidak bisa ditebak oleh siapa pun. Kita kadang berpikir bahwa suatu masalah terlalu besar untuk dipecahkan, suatu topik terlalu besar untuk diuraikan. Namun pada kenyataannya, itu tidak sesusah yang dipikirkan. Sebab dalam dunia ini  segala sesuatu telah terpolakan dengan baik. Yang perlu kita lakukan adalah menentukan suatu keadaan yang tepat menurut acuan yang tepat pula. Jika kita sudah memahami berbagai kekhasan yang terkandung dalam sesuatu yang besar ke dalam acuan yang lebih kecil maka akan ditemukan desain yang memiliki hubungan yang serupa antara keduanya. Kita lebih mengenal ini dengan sebutan “hal-hal kecil menggambarkan sesuatu yang lebih besar.

Ada kesukaan manusia yang sangat familiar namun dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ternyata aktivitas tersebut merupakan suatu peta kegiatan dari kehidupan kita sendiri. Bagi yang sudah menikah, mereka menyebut ini sebagai aktivitas berhubungan badan sedangkan untuk kaum kami yang sedang joblo menyebutnya masturbasi. Cermatilah baik-baik moment ini kawan maka akan menemukan bahwa sesungguhnya kehidupan kita tidak jauh-jauh dari aktivitas seksuual yang kerap dilakukan. Maju-mundur, maju-mundur dan keluar-masuk, keluar-masuk maka lama kelamaan nikmatnya pecah membuat hati senang. Jadi, begitulah kita dalam melakukan segala-sesuatu, ulang terus-menerus maka lama-kelamaan akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri

Saat menyadari fakta ini, kami sangat tergelitik, apakah anda juga? Kita berusaha memecahkan banyak rahasia kehidupan di luar sana tetapi hal yang penting itu ternyata ada didekat sini. Aktivitas yang dilakukan itu-itu saja, bukan hanya anda seorang yang mengalaminya, kami pun dan semua orang juga merasakannya. Bahkan fakta tentang keadaan tersebut telah diwartakan kepada kita dalam zaman raja-raja di dalam Alkitab. Dialah raja yang paling bijaksana, yaitu raja Salomo yang pertama kali menyelidiki tentang hidup yang berputar-putar. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk berkeluh kesah tentang fakta tersebut sebab seluruh umat manusia merasakannya dari zaman ke zaman. Seperti ada tertulis.

(Pengkhotbah  1:9) Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Kenyataan ini seperti garam yang menumpuk-numpuk di lautan sehingga tidak baik untuk diminum apa adanya. Demikianlah ibaratnya rasa bosan yang sangat banyak karena dimana-mana dalam kehidupan ini, kita menemukan berbagai aktivitas yang diulang-ulang. Sekali pun demikian, hendaklah kita mampu mengantisipasinya sambil tetap menikmati semuanya. Sebab kenyataan yang sudah terjadi adalah hak kita, sayang kalau semuanya itu disia-siakan tanpa makna begitu saja. Melainkan kiranya kita mampu mengelolanya dengan sebaik mungkin sehingga mendatangkan manfaat positif di sela-sela sibuknya hari-hari yang dijalani bersama.

Nikmati dengan melakukannya sepenuh hati

Model hidup yang berputar-putar adalah takdir setiap umat manusia. Jalan hidup yang tidak bisa diubah oleh siapa pun, entah itu oleh orang kecil maupun besar, tua maupun muda dan miskin maupun kaya. Segede apa pun potensi milikku dan sebesar apa pun kekuasaan milikmu, itu tidak akan banyak mempengaruhi keadaan. Inilah kenyataan yang tidak akan berubah, yakni kita hanya perlu menjalaninya dengan sepenuh hati. Lagi pula apa yang dilakukan dengan sepenuh hati pasti memberikan hasil yang maksimal, entah itu buruk atau baik. Lewat kesungguhan hati,  aktivitas maju-mundur dapat dinikmati sepenuhnya mampu mendatangkan kepuasan, kebahagiaan, kedamaian, ketenteraman dan suasana hati lainnya dimana pun berada. Selalu ingatlah bahwa suasana hati yang bagus merupakan bagian terbaik dalam kehidupan ini.

Nikmati dengan ikhlas

Hidup ini selalu berputar adalah suatu kepastian. Uang yang banyak tidak akan mampu melepaskan kita dari rasa jenuh. Sevariatif apa pun materi yang kita nikmati, tetap saja jenuh itu bisa datang karena ada hal-hal tertentu dalam hidup ini yang dilakukan berkali-kali. Orang yang berpikiran pendek akan melakukannya dengan berat hati, sebab kejemuan telah menawan matanya yang mulai sayup karena lelah hati. Selama kita masih berkeras untuk memaksakan sesuatu agar selalu bisa terlihat baru maka selama itulah hati menjadi berat menjalani hidup. Terkadang mencari-cari hal baru hanya membuahkan kelelahan dan memboroskan materi demi kesia-siaan. Lebih baik kita mengikhlaskan apa yang dialami dan merelakan apa yang akan dilakukan. Keikhlasan semacam ini adalah suatu awal yang baik untuk menikmati hari-hari hidup penuh kelegaan.

Nikmati dengan tidak terpaku pada persepsi bosan tetapi fokus pada tujuan

Satu lagi pertanyaan yang cukup menggelitik hati adalah, apakah anda pernah bosan buang air kecil? Pernahkah anda merasa kurang semangat untuk BAK? Tidak ada yang pernah bosan buang air kecil. Kalau pun ada, pasti akibatnya fatal bagi kesehatan orang itu sendiri. Kita tidak pernah bosan kencing karena tahu persis manfaat dari rutinitas ini. Mereka yang mampu menemukan makna dibalik setiap tindak tanduknya akan memulihkan semangat yang sempat pudar. Karena mereka tahu manfaat dari setiap hal yang dilakukannya maka itulah yang membuatnya semangat menjalani hari demi hari. Artinya, sebosan-bosannya melakukan sesuatu, jangan fokus pada kebosanan tersebut tetapi sadarilah bahwa itu pun memiliki tujuan yang baik, entah itu bagi diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar.

Nikmati dengan benar ya….

Hari-hari hidup yang dijalani tidaklah serta merta mudah saja dan juga tidak terus-menerus menyusahkan. Dua hal ini akan terasa berputar-putar mengiringi hari-hari kita. Mana yang duluan dan mana yang terakhir penuh dengan kejutan. Yang perlu kita lakukan adalah tetaplah bergerak melanjutkan hidup, entah itu mudah atau susah dilakukan. Saat kita melakukan sesuatu tanpa alasan niscaya semakin besar rasa bosan itu. Akan tetapi, ketika melakukan sesuatu dengan tujuan yang benar maka aktivitas yang dilakukan berasa lebih hidup. Atau adakah yang terbaik yang dapat dilakukan selain memuliakan nama Tuhan? Mungkinkah ada yang lebih baik daripada berbagi kasih yang adil kepada sesama di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang digeluti? Hidup ini tidak akan pernah membosankan karena segala hal yang kita lakukan adalah ibadah.

Sekali pun tidak ada yang baru, kita berusaha kreatif memberi variasi dan jeda

Semakin lama dalam hidup ini, makin paham bagaimana dunia ini bekerja. Ada beberapa orang yang berusaha memberikan sensasi baru dalam hari-harinya namun yang terjadi adalah hal-hal negatif terlalu diekspose secara berlebihan. Akibatnya, hal tersebut bagus penampilannya saja namun miskin makna. Oleh karena itu, daripada mencari-cari sesuatu yang baru hanya untuk dinikmati sesaat namun belum tentu dapat diterima oleh semua orang. Lebih baik memanfaatkan yang sudah ada secara kreatif dengan menambahkan beberapa sentuhan variasi di sana-sini. Apa yang bervariasi biasanya terdiri dari hal-hal lama yang telah dibumbui () sehingga berasa lebih garing.

Tidak lupa juga untuk memberikan jeda antara dari satu aktivitas ke aktivitas yang sama lainnya. Ini seperti saat kita makan, tidak dilakukan terus-menerus melainkan hanya di waktu-waktu tertentu saja, mungkin dua kali sehari atau tiga kali sehari. Tentu saja saat mengonsumsi sesuatu secara terus-terusan resikonya buruk bagi kesehatan fisik. Demikianlah kita saat melakukan kegiatan yang sepola perlu memerhatikan timing. Misalnya, waktu tidur, tidak bisa terus-terusan tidur melainkan ada jeda (aktivitas lain) antara tidur di malam hari dan di siang hari.

Terlalu berkembang dan maju justru berbahaya bagi kita dan bagi bumi ini

Manusia siapa pun dia di bumi ini membutuhkan yang namanya perkembangan. Hanya saja, kiranya kita mampu membedakan antara keinginan yang bisa diwujdnyatakan dan nafsu yang bisa dikaryasenikan. Segala hal-hal yang sesungguhnya sangat luar biasa dan jauh dari kenyataan sebaiknya kita jadikan karya seni. Seperti kami di blog ini yang selalu mengangkat topik tentang keadilan sosial dan sosialistis. Bukan berarti ini harus diwujudkan di dunia nyata sebab di dunia nyata masih ada pemerintah yang berkuasa atas semuJa orang (termasuk atas kami). Justru kalau kita terlalu menuntut suatu perkembangan yang serba cepat, resikonya tinggi terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, baiklah kita melakukan sesuatu dimulai dari hal-hal yang kecil agar suatu saat nanti melahirkan sesuatu yang besar.

Perkembangan bersama dengan efek samping minimal adanya di zaman sosialis

Kami setuju bahwa setiap manusia merindukan kemajuan dalam hidupnya. Ketahuilah bahwa ini pun bisa dilakukan oleh suatu negara. Perkembangan kehidupan sesungguhnya bisa diatur oleh pemerintah setempat. Langkah ini dimulai dengan cara hidup bersama dalam kesetaraan dimana negara adalah kapitalis tunggal (tidak ada lagi multi kapitalisme/ oknum swasta). Bukankah dalam undang-undang juga sudah di jamin bahwa tanah, air, udara dan segala yang ada di dalamnya adalah milik negara (bersama), bukan milik perorangan (pribadi/ swasta). Pengaturan perkembangan hidup bisa dikendalikan dengan cara menjatahin yang muda-muda dengan sesuatu yang serba hemat. Tetapi, semakin menua seorang warga kesejahteraannya pun makin bertambah.

Kesimpulan

Sadarilah bahwa manusia sangat aktif mendefenisikan kehidupannya. Kita mendefenisikan sesuatu agar mampu menerjemahkan suatu peristiwa agar bisa dipahami dengan benar. Saat penerjemahan tersebut berlangsung baik maka baiklah persepsi tentang hidup ini. Akan tetapi, ketika suatu aktivitas diartikan secara negatif maka berubah buruklah pandangan hidup yang dimiliki. Sama halnya dengan rasa jenuh, bila pikiran berkali-kali mengulang kata tersebut bahkan sampai terngiang-ngiang dalam setiap langkah kaki yang dijalani. Niscaya hiduplah kebosanan itu dalam diri ini. Sebab pikiran itu seperti minyak yang membakar tubuh untuk aktif merasakan atau menyikapi sesuatu. Saat yang kita gunakan minyak kotor maka persepsi kita terhadap sesuatu menjadi buruk sehingga hari-hari pun jadi kelabu. Tetapi saat minyak kita benar maka pandangan hidup tentang dunia ini jauh lebih ramah dan hari-hari yang dijalani pun jadi cerah.

Salam, Hidup makin membosankan
Saat terus mengeluh.
Fokus pada kebenaran
karena hidup adalah ibadah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.