Kepribadian

10 Alasan Cinta Telah Mati – Mengapa Cinta Antar Sesama Bisa Mati? Ketika Pacaran Tidak Lagi Seru

Alasan Cinta Telah Mati – Mengapa Cinta Antar Sesama Bisa Mati - Ketika Pacaran Tidak Lagi Seru

Sudahkah wadah pikiran kita bersih saat menilai sesuatu?

Kami tidak tahu, apakah ini hanya berlaku atas kami? Bisa saja ini terjadi karena kegagalan kami dalam menerjemahkan kehidupan. Atau mungkin juga karena ekspektasi terhadap sesuatu yang terlalu tinggi tapi tidak tercapai. Tidak tertutup kemungkinan ditimbulkan juga oleh kebencian yang dipendam. Orang lain juga bisa menduga, jangan-jangan ada sesuatu kelainan yang tidak lazim. Sedang ada juga yang berpikir bahwa itu adalah keputusan dan tindakan yang paling tidak masuk akal. Di atas semuanya itu, kami memberi kesaksian bahwa situasi saat ini sedang dalam tekanan tetapi jiwa ini tidak tertekan sama sekali, sebab kami menikmati semuanya itu.

Kenikmatan sejati hanya diperoleh dengan melakukan apa yang benar

Setiap aktivitas yang kita lakukan patut dinikmati. Bukan saja hanya saat belanja ada yang namanya kenikmatan. Jika rasa tersebut hanya berlaku pada materi maka kita belum paham betul apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mewujudkannya. Sebab dimana ada kebahagiaan, di situlah setiap detik yang dilalui dapat dinikmati. Ketika kita menikmati sesuatu maka timbullah sukacita di dalam hati. Saat kita mampu menekuni aktivitas yang dilakukan dengan sepenuh hati, tulus, rendah hati, dan selalu mengutamakan kebenaran hakiki di dalamnya. Niscaya, semua yang dilakukan akan dinikmati dengan sukacita yang bertaburan dengan berkat-berkat jasmani dan rohani.

Kecewa positif mempersiapkan manusia menuju kedewasaan

Kami masih ingat dahulu ketika masih duduk di bangku SD, SMP, SMA dan saat kuliah, hati begitu rindu menggebu-gebu terhadap seseorang. Kalau tidak salah waktu itu, ada rasa kagum kepada seseorang sehingga diam-diam menjadi penggemar beratnya. Ini suatu kekaguman yang biasa dialami oleh siapa saja hanya hal tersebut tidak pernah diungkapkan. Sempat terjadi pergeseran rasa kagum yang awalnya mengidolakan orang-orang pintar kemudian menjadi fans orang-orang populer. Kalau tidak salah, pernah kontak dengan seseorang tetapi seperti biasa, kami nggak paham maksudnya sehingga berlalu begitu saja. Lebih daripada itu, apa yang kami tuai dari usaha berpacaran hanyalah kekecewaan.

Minder positif bisa menjadi modal selamat

Kami sungguh merasa beruntung karena tidak sempat face to face and heart to heart kepada lawan jenis. Keadaan tersebut mungkin lebih banyak disebabkan oleh rasa minder yang tinggi. Dalam hal ini pun, kami merasakan manfaat di balik sesuatu yang dianggap buruk oleh manusia. Seterusnya kekuatan minder inilah yang menjadi tabir penghalang terhadap efek negatif hasrat cinta muda-mudi. Pertahanan utama kami tentu saja merupakan rasa takut akan Tuhan, mengutamakan perkara rohani, bersekutu dengan Sang Khalik, membaca surat cinta-Nya dan memuji-muji keagungan nama-Nya. Kepermaian jiwa di dalam Tuhan merupakan modal utama yang membuat hari-hari selalu hidup walau tidak ada pacar.

Hati-hati, benci terhadap lawan jenis bisa mengarah jadi homo

Harap diketahui bahwa semua keputusan ini diambil bukan karena kita tidak menyukai seseorang. Sebab sekecil apa pun kebencian yang terbesit di dalam hati, pasti akan mempengaruhi sikap sehari-hari. Cinta muda-mudi mati dan kerinduan akan lawan jenis lenyap dari hati karena alasan rohani yang logis. Kita telah menemukan ketenteraman jiwa dengan mengikuti jalan yang jalan Tuhan sehingga pengetahuan dan wawasan berkembang. Pemahaman akan hal-hal baru tentang kehidupan kedua memberi petunjuk bahwa orang-orang sorgawi tidak kawin dan dikawinkan melainkan hidup mandiri untuk kemuliaan nama Allah. Jika manusia sorgawi saja berbahagia hanya dengan memiliki & memuja-muji TUHAN Allah dalam kebenaran-Nya, manusia duniawi pun dapat melakukan hal yang serupa. Itulah yang sedang kami geluti dan tidak berdasar atas rasa benci kepada lawan jenis. Biasanya benci yang berlebihan kepada orang tertentu dapat membuat kita anti (benar-benar tidak suka) terhadapnya. Spekulasi dari kepribadian orang tersebut adalah, dirinya membenci lawan jenisnya tetapi mencintai dengan lebay sesama jenisnya sendiri (homoseksual).

(Markus  12:25) Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

 

Jika manusia sorgawi dan para malaikat berbahagia hanya dengan memiliki & memuja-muji TUHAN Allah dalam kemuliaan-Nya, manusia duniawi pun dapat melakukan hal yang serupa.

Pengertian

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa cinta antar sesama manusia (lawan jenis) telah lama mati. Keadaan ini, terkhusus menjadi nyata dalam kehidupan kami. Perlu diketahui bahwa cinta yang mati tidak selalu mengarah pada rasa tidak suka atau rasa benci terhadap oknum tertentu. Melainkan yang telah mati itu adalah kerinduan untuk memiliki cinta kasih mesra terhadap lawan jenis. Apa yang dahulu kita anggap sebagai keuntungan malah berubah menjadi kerugian saat ini. Penyebab utamanya karena kita telah menemukan nilai-nilai yang jauh lebih baik daripada sekedar cinta-cintaan dengan sesama. Suatu nilai yang tidak kita kenal sebelumnya namun mendatangkan makna yang sungguh nyata dalam setiap hari-hari yang dijalani. Nilai kebenarn yang kita peroleh dari Yang Maha Kuasa Seperti ada tertulis.

(Filipi 3:7-9) Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

Faktor penyebab cinta antar sesama manusia bisa layu, redup bahkan mati

Harap diketahui bahwa selama hidup di dunia ini, kita berdiam dalam pangkuan cobaan hidup. Oleh karena itu, maklumilah lebih banyak keadaan. Di atas semuanya itu segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik bagi kehidupan. Cobaan sosial yang dilakukan terus-menerus juga bukan lagi cobaan tetapi kebencian. Siapa pun dia kalau menguji seseorang secara sengaja pasti memiliki tenggak waktu. Akan tetapi, lain halnya dengan ujian sosial yang tidak disengaja, itu bisa terjadi setiap saat. Kita juga bisa diuji orang lewat rasa cinta antar manusia. Jelaslah bahwa cinta main-main semacam ini direncanakan betul. Mencobai orang semacam inilah yang tidak sehat melainkan menjurus kepada menjebak. Jebakan cinta semacam ini jelas membuat kasih mesra tersebut semakin tidak disenangi sehingga beberapa orang enggan untuk membuka diri, berpacaran dan membatasi hubungan yang terlalu intim selama statuus masih melajang.

  1. Hubungan kita dengan Tuhan lebih intim.

    (Hosea 2:15) Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!

    Kedekatan kita dengan Tuhan sangat erat kaitannya dengan seberapa besar pemahaman kita terhadap maksud dan kehendak-Nya. Tentu saja keadaan ini sangat dipengaruhi oleh pengenalan kita akan firman kekal (Kitab Suci). Saat anda mampu meresapi betapa dalamnya cinta Tuhan terhadap kita, niscaya setiap bibir akan berdecak kagum. Betapa besar kerinduan Tuhan agar setiap manusia selamat sampai ke kediaman-Nya di sorga yang kekal. Kebesaran cinta ini ternyata jelas saat Ia meyakinkan kita tentang betapa besar cemburu-Nya bila kita mendua. Seperti ada tertulis.

    (Keluaran  34:14) Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.

    Dimana ada kecemburuan, di situ ada cinta. Sebab rasa cemburu adalah tanda kecintaan yang besar. Bila Allah tidak mencintai kita, mengapa Dia menciptakanan kita? Mengapa Dia mengutus nabi-nabi? Jikalau Tuhan tidak mencintai anda dan kami, maka Ia tidak akan mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menebus beban dosa akibat kejahatan kita. Bukankah semuanya itu untuk dikembalikan demi kemuliaan nama-Nya? Bahkan Dia pun menguatkan hati kita yang masih menjomblo dengan berkata “TUHAN Allah semesta alam adalah Suami tercinta dalam kekekalan.”

  2. Menemukan kerajaan sorga.

    (Matius 13:44) “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu

    .
    Seorang muda meyakini bahwa ada sesuatu di tempat “Y.” Ia mendedikasikan seluruh hidupnya ke sana meski pun sudah banyak orang yang mencoba meyakinkannya bahwa tidak ada apa-apa di sana. Walau pun mengalami banyak penderitaan, ia menjalaninya dengan gigih tanpa sedikit pun sungut-sungut karena dia benar-benar bahagia melakukan semuanya itu (sekali pun terkadang kontras dengan apa yang terjadi di sekelilingnya).

    Kerajaan sorga adalah pusat damai sejahtera dan kebahagiaan, pernahkah anda menemukan tempat seperti itu? Ini bisa saja terdapat dalam kehidupan berkeluarga dari waktu ke waktu. Sedang beberapa orang menemukan kerajaan sorga saat melayani orang lain menurut kemampuan/ potensi yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Mereka yang hidup melakukan hal-hal baik lewat pekerjaan yang ditekuni bukan untuk mencari kekayaan duniawi atau kemuliaan duniawi melainkan semata-mata untuk berbagi kasih Allah yang telah/ pernah ia rasakan. Saat kita bisa bersyukur dan bahagia menekuni potensi/ bakat yang dimiliki bahkan sampai bisa mengembangkannya menjadi lebih bermanfaat bagi sesama: itulah kerajaan sorga.

    Hati tidak lagi dipenuhi dengan harapan dan spekulasi tentang bagaimana agar mendapatkan kekasih hati yang tampan rupawan. Melainkan bagi kita, lebih mempesona rasanya saat kita mampu membagikan hal-hal positif kepada lebih banyak orang. Inilah sorga dunia yang membuat kita melupakan cinta.

  3. Pikiran tidak fokus lagi terhadap cinta kepada seseorang.

    Kami, masih ingat saat di bangku sekolah, terlalu banyak memikirkan orang lain, memasukkan mereka dalam imajinasi sampah semata-mata demi kesenangan. Terkadang ada juga momen dimana hati menjadi kalut kelam saat menyadari bahwa tinggal kita yang belum punya pacar, sedang banyak orang lain yang sudah ambil ancang-ancang memiliki gebetan. Fokus pemikiran semacam inilah yang dahulu membuat kita begitu menggila terhadap cinta (hampir-hampir tak tahu diri plus tak tahu malu).

    Bagi mereka yang sudah menemukan Tuhan dalam hidupnya, hal-hal lebay seperti di atas secara otomatis terabaikan/ terlupakan. Kerinduan kepada cinta tidak lagi menguasai kehidupan kita sebab pikiran justru disibukkan untuk hal-hal sorgawi. Misalnya dengan berdoa, membaca-mendengar-mempelajari firman dan bernyanyi memuliakan Sang Pencipta (baik di dalam hati sendiri, lewat mulut, menggunakan alat musik atau sambil menari).

  4. Menikmati pekerjaan dan pelajaran yang digeluti.

    Bila yang ada terus dalam pikiran kita adalah “bagaimana saya bisa punya pacar? Atau mengapa saya masih belum menemukan belahan jiwa yang diidam-idamkan?” Fokus terhadap cinta yang tak sampai membuat kita semakin mengingini atau merinduinya. Kita bahkan bisa saja mencoba upaya-upaya yang tidak lazim sekedar untuk mengenal seseorang.

    Pada titik ini, kehidupan akan semakin pilu lagi merana. Akan tetapi, cinta tidak ada apa-apanya jika kita sudah menemukan pekerjaan dan pelajran untuk meningkatkan kemampuan diri sembari berbagi kebaikan kepada lebih banyak orang yangg ditemui hari demi hari.

  5. Telah mengalami kekecewaan berulang kali oleh cinta.

    Kecewa karena cinta yang tak terbalas pada awalnya menimbulkan lebh banyak luka yang mendalam. Kesedihan hati tidak dapat terbendung lagi berubah menjadi suatu kesesakan yang bisa saja membuat kita stres. Namun fokus pikiran kitalah yang membuat diri ini memahami bahwa sesungguhnya kekecewaan mengantarkan kepada kelepasan terhadap hawa nafsu. Berulang-ulang kali dilukai oleh cinta yang tak berbalas membuat kerinduan hagus dan cinta pun lenyap sudah. Ini justru suatu perkembangan yang lebih banyak bermanfaat positif.

  6. Tidak ketergantungan terhadap aktivitas seksual apa pun.

    Untuk menepis hasrat seksual, kita perlu mengedepankan logika berpikir. Menjauhi diri dari petak umpet keinginan seks lebay yang bisa muncul tiba-tibadan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Salah satu ciri khas keinginan lebay tersebut dicirikan oleh sifat candu. Saat ada keinginan untuk masturbasi lalu tidak terwujud, hati menjadi kesal karenanya: hal semacam inilah yang disebut sebagai candu. Sesuatu yang menimbulkan sakit hati saat tidak dilakukan. Keadaan ini turut pula dipengaruhi oleh hasrat cinta yang tinggi terhadap seseorang.

    Bagi singel yang tidak ketergantungan terhadap masturbasi mulai baharui hidup dengan tidak lagi memikirkan lawan jenis di luar sana. Apa pun yang kita lakukan, tetap fokuskan pikiran kepada hal-hal positif. Saat masturbasi pun tujuannya hanya demi kesenangan sesaat tetapi bukan karena ingin membayangkan diri sendiri berhubungan badan dengan orang lain. Tetapi di saat-saat seperti ini pun, tetaplah fokuskan pikiran kepada Tuhan alias lakukan sambil bernyanyi memuji Tuhan di dalam hati. Niscaya semua tujuan positif ini dapat menjauhkan kita dari kecintaan yang sesat kepada sesama.

  7. Kemandirian hidup membuat cinta lenyap.

    Manusia yang tidak lagi hidup bergantung kepada sesama lebih berpotensi untuk mandiri. Saat sendiri saja kita bisa hidup normal maka bukan mustahil untuk melupakan cinta kepada sesama manusia lalu mengarahkannya untuk mencintai Tuhan seorang. Ini perlu dialirkan ke ara berbeda. Saat aliran cinta kepada sesama dibatasi maka alirannya perlu diarahkan ke tempat lain. Jikalau nafsu ini tidak diarahkan/ tidak dialihkan kepada hal positif maka berangsur-angsur akan mengarah kepada hal negatif. Oleh karena itu, bagi para jomblo, arahkan hasrat berkasih mesra kepada Tuhan saja. Bagaimana caranya? Salah satu cara terbaiknya adalah dengan menyanyikan segala aktivitas yang dilakukan untuk memuji-muji Tuhan.

  8. Memahami bahwa romansa televisi hanyalah kepura-puraan belaka.

    Hayo siapa yang tidak tergiur dengan kisah romantis yang ditampilkan di televisi? Kami juga dahulu demikian, sangat menyukai acara telenovela tertentu terutama yang langsung siap hari itu (sekali tayang selesai episode, biasanya makan waktu dua jam). Keadaan ini pun secara tidak langsung mendorong kita untuk mengejar cinta di dunia nyata, sayang tidak terwujud. Hal semacam ini pun baik agar kita memahami dengan sungguh-sungguh bahwa hidup menurt hawa nafsu itu menyebabkan banyak duka lara. Luka hati bila mampu dipandang sebagai suatu proses pembelajaran hidup akan membuat kita semakin dewasa.

    Saat menonton televisi, anak-anak mungkin akan terkagum-kagum karena gemerlapan yang disajikannya. Akan tetapi, orang yang sudah dewasa akan mampu membedakan mana kenyataan dan mana sandiwara. Kisah cinta-cintaan yang syarat dengan imajinasi dan sandiwara pun hanya dianggap sebagai hiburan yang tidak ada hubungannya dengan realitas kehidupan.

  9. Pergeseran mLakna cinta kasih mesra itu sendiri.

    Dahulu orang yakin betul bahwa cinta kepada lawan jenis adalah hal terbaik yang pernah ada. Itulah mengapa sampai ada film-film telenovela yang bercerita tentang seorang pacar (belum menikah) yang rela mati demi kekasihnya. Seolah-olah pasangan manusia merupakan hal terbaik dalam hidup ini. Padahal semuanya itu hanya fantasi. Yang terbaik dan terindah dalam hidup ini adalah kasihilah Tuhan sepenuhnya dan sesama seadil-adilnya. Pergeseran pemahaman hidup ini sangatlah besar pengaruhnya dalam hal cinta antara pasangan. Ternyata kita tidak dituntut hanya mengasihi orang tertentu saja tetapi semua orang yang ada di sekitar patut merasakan kebaikan kita. Keadaan ini otomatis meleburkan kisah percintaan sebelum menjalin bahtera rumah tangga, yang mana komitmennya adalah untuk saling memberi manfaat satu sama lain.

    Dalam pemahan kristen, ada saatnya perlu membenci pasangan sendiri agar bisa mengasihi orang lain seperti diri sendiri. Sebab terlalu cinta kepada pasangan justru mengurangi sifat adil kepada sesama. Kita melebih-lebihkan sesuatu untuk pasangan padahal untuk orang lain, kebaikan kita tidak sebesar itu. Kebencian yang diperuntukan pada momen khusus tersebut ditujukan agar kita mau menyetarakan power yang dimiliki dengan sesama manusia lainnya.

  10. Peningkatan kecerdasan.

    Cinta adalah ketergantungan tingkat tinggi. Saat anda memutuskan untuk mencintai seseorang berarti akan terus ketergantungan dengannya. Status ketergantungan ini bisa berarti bahwa semua yang dikehendaki oleh orang yang kepadanya kita bergantung, harus selalu dipatuhi/ ditaati. Akan tetapi, mereka yang tidak mau candu dengan rasa mencintai dan dicintai akan keluar dari zona tersebut lalu mengambil kemandirian hidup bergantung pada diri sendiri. Orang yang mampu berdikari pastinya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik karena mampu mengurus/ menghandle semuanya sendiri (kurang bergantung pada sesama, semua bisa sendiri). Jadi mereka yang sudah melupakan cinta muda-mudi yang lebay memiliki logika dan kemampuan bertahan hidup yang lebih baik.

Kesimpulan

Bagi remaja belia yang baru pertama-tama mencicipi rasa kagumnya akan terpaku dalam cinta pertama yang kebanyakan membuat manusia keblinger. Tidak ada yang salah saat mencintai seseorang, malah kita dianjurkan untuk melakukannya kepada semua orang. Masalahnya adalah hasrat tersebut terkadang muncul di luar kendali terlebih ketika kita masih belum dewasa: tidak apa-apa, itu hal biasa, kami juga dahulu mengalaminya. Di atas semuanya itu, berupayalah untuk belajar dari pengalaman yang langsung dicicipi dari waktu ke waktu. Sadarilah bahwa ada rasa yang lebih baik daripada sekedar cinta-cintaan belaka, yaitu mengikuti jalan kebenaran. Tujukan pikiran kepada Tuhan (doa, firman, nyanyian pujian) dan kasihilah sesama dengan adil di dalam pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni. Nikmatnya kebenaran lebih indah daripada sekedar cinta terhadap satu orang manusia.

Salam, Cinta pertama
penuh asumsi dangkal.
Cinta kebenaran
nikmatnya kekal
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.