Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan

Kecewa Adalah Awal Kedewasaan

Kecewa Adalah Awal Kedewasaan

Segala sesuatu tidak bisa kita kendalikan karena….

Panas-dingin kehidupan tidak semuanya mampu kita kendalikan. Kebanyakan di antaranya mungkin terjadi karena pengaruh dari luar maupun yang berada dalam jangkauan diri sendiri. Apa yang timbul dari dalam diri sendiri saja kadang tidak bisa kita kendalikan terlebih lagi jika sesuatu hal muncul dari sikap orang lain di sekitar. Mungkin sedikit ada kemudahan saat kita berurusan dengan mereka yang kita kenal baik. Tapi bagaimana jadinya jika orang tersebut adalah seorang asing? Terlebih lagi kalau dikatakan berurusan dengan seseorang yang dulunya pernah kita benci (dendam)? Oleh karena itu, berkawanlah dengan siapa saja dan kasihi pulalah musuh kita sebab hal-hal kecil semacam inilah yang dapat membantu kita mengendalikan diri.

Dari sekian banyak hal yang tak dapat dikendalikan di dunia ini, salah satu hal yang menyangkut tentang rasa di dalam diri sendiri dan juga sumber masalahnya bisa dipengaruhi oleh orang lain adalah kekecewaan. Suatu kekuatan yang menarik mundur hampir segala hal baik di dalam diri kita. Hantamannya bagai sunami yang membersihkan berbagai keindahan hati yang pernah ada. Rasa sakit, kepahitan dan masa-masa kekelaman sedang berusaha mendekat karena hantaman kekecewaan. Mereka yang mampu bertahan oleh tsunami internal ini akan dimantapkan untuk menghadapi bencana eksternal. Akan tetapi bagi orang yang tidak mampu bertahan dari bencana internal maka tsunami eksternal berpotensi tinggi menunggangbalikkannya.

Apa alasan utama manusia mengalami kekecewaan besar: menujukan hati kepada keinginan belaka

Dari sekian banyak hal yang menimbulkan rasa kecewa, semuanya tergantung dari diri kita masing-masing. Sebab kekecewaan berimplikasi langsung dengan keinginan hati masing-masing orang. Saat kehidupan kita semakin fokus kepada hawa nafsu maka saat itulah rasa kecewa beresiko menghancurkan hati.  Akan tetapi, bila hati tidak tertuju kepada keinginan maka kita tidak akan menjadi sasaran empuk kekecewaan. Ingatlah bahwa yang menentukan besar-kecilnya rasa kecewa adalah fokus: ketika hidup ditujukan demi nafsu – kecewanya pun besar namun bila hidup tidak difokuskan semata-mata demi nafsu – kecewanya pun semakin ringan. Jadi, fokus kehidupan anda kemana kawan, kepada nafsukah atau kepada kebenaran?

Pada umumnya ada dua sumber kekecewaan, yaitu yang disebabkan oleh keinginan yang dibuat sendiri dan keinginan akan janji orang lain. Apa saja nafsu bisa timbul dari dalam diri kita. Semua tergantung dari informasi yang kita peroleh dari luar, misalnya dari televisi, radio, media sosial, blog, sugesti (anjuran) dari sesama dan lain sebagainya. Sumber lainnya ditimbulkan oleh orang/ pihak lain yang menjanjikan sesuatu dengan alasan tertentu. Baik nafsu yang timbul dari dalam hati maupun yang dipicu oleh janji orang lain, sama-sama berpotensi mengecewakan hati. Inilah jalur kehidupan yang menyakitkan namun bermanfaat untuk mendewasakan tiap-tiap orang yang mau menempuhnya dengan ikhlas, rendah hati dan tetap sabar.

Tanda dewasa, mampu mengendalikan diri

Apa yang terjadi saat kita dikecewakan, itulah yang menjadi perangsang kedewasaan. Akan timbul selisih yang sangat besar antara apa yang kita inginkan dengan kenyataan hidup yang dihadapi dari waktu ke waktu. Perbedaan ini akan semakin kontras saat kita terus bersungut-sungut dan membandingkan keadaan yang dialami dengan yang dialami teman sebelah (tetangga). Apa lagi kalau sempat tersimpan sakit hati kepada orang yang mengecewakanan kita (dendam masa lalu yang masih disimpan). Akan tetapi, orang yang mau dewasa, pasti akan mulai mengurangi hal-hal buruk tersebut di atas. Daripada bersungut-sungut tidak jelas, lebih baik baginya untuk fokus memuliakan Tuhan. Iri hati tidak dibiarkannya merasuki jiwa melainkan mengiklaskannya bahkan memberi pujian yang pantas terhadap kelebihan kawan. Sakit hati ditepisnya dengan menyangkal diri sembari menyadari bahwa dirinya pun dahulu pernah salah dan berlumuran dosa sehingga timbullah niat untuk berbelas kasihan kepada lawan-lawannya.

Tanda dewasa cerdas lagi bijak

Banyak kekecewaan yang timbul karena ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap sesuatu namun pada kenyataannya masih belum mampu direalisasikan. Jika keinginan semacam ini terus diulang-ulang maka semakin banyak saja rasa kecewa yang timbul. Akan tetapi orang yang cerdas mampu belajar dari pengalaman sehari-hari. Agar di waktu yang akan datang tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, yaitu berharap terlalu tinggi melainkan yang wajar-wajar saja. Sedang mereka yang bijak rohani, berharap kepada Tuhan seumur hidupnya. Sebab hanya dialah satu-satunya pegangan hidup yang teguh, tempat kita bersandar. Bukan berarti kita mengabaikan sesama. Melainkan tetap bekerja sama dengan orang lain namun mengandalkan Tuhan di segala waktu.

Tanda pendewasaan tidak candu dengan kenikmatan duniawi apa pun.

Jangan mengaku dewasa kalau candunya tidak dipenuhi malah berubah kesal dan marah-marah kepada orang lain. Semua orang juga menikmati materi tetapi mereka yang terlallu mematok standar bagi dirinya sendiri. Bila tiap-tiap materi yang dikonsumsi  harus ini – harus itu, lama kelamaan kebiasaan memaksakan kehendak akan berujung petaka: menyemprot orang lain dan merembes ke lingkungan juga. Oleh karena itu, seingin-inginnya hati terhadap sesuatu, berupayalah untuk menikmatinya secara fluktuatif. Jangan yang mahal melulu, pakai juga yang ringan harganya. Bahkan mereka yang mampu hidup sederhana tidak lagi menggantungkan hidupnya pada kenikmatan indra yang syarat keduniawiannya melainkan kepada nikmatnya melakukan hal yang benar.

Tanda dewasa tidak bergantung pada kemuliaan duniawi tertentu.

Tidak ada orang dewasa yang menggantungkan hidupnya kepada pujian dan penghormatan dari orang lain. Sebab hal-hal yang demikian datangnya fluktuatif bahkan sekali pun kita tidak dimuliakan orang lain, tetap saja puas-bahagianya hati selalu ada. Sebab kita paham bahwa suasana hati yang positif sangat ditentukan oleh kebenaran sejati yang digeluti. Kecanduan kita terhadap kemuliaan duniawi harus dilepaskan dengan cara menelan bulat-bulat penyangkalan diri sendiri. Sembari mengakui kelebihan lawan dan bila perlu mengucapkan selamat. Hidup ini janganlah difokuskan kepada kenikmatan dan kemuliaan duniawi sebab keberadaannya tidak bisa kita kendalikan seutuhnya. Tetapi lakukanlah yang benar sebab lewat kebenaranlah suasana hati menjadi bagus.

Tanda kedewasaan, tenteram dan tenang dalam segala kondisi

Dahulu, waktu kami masih muda sangat ketergantungan dengan berbagai hiburan yang disediakan oleh dunia ini, semisalnya saja adalah film. Namun, itu hanya berlangsung untuk sesaat saja, lantas hawa nafsu memuncak lalu ingin menikmati yang lain lagi bahkan bila perlu lebih banyak lagi. Sayang, hal-hal duniawi ini kalau tidak dijaga tempo konsumsinya akan memicu kejenuhan. Mulai dari sinilah kami memilih untuk tidak terlalu menggantungkan hidup kepada hal-hal duniawi tersebut. Lagi pula, kita telah dianugerahkan kemampuan untuk berkuasa atas makhluk hidup lain. Bukankah sungguh ironis jika diri sendiri saja tidak mampu dikuasai bagaimana mungkin berkuasa atas segala makhluk di bumi?

Manusia yang hari-harinya banyak dikecewakan oleh dunia ini  akan mulai membentuk sistem imun emosional sendiri terhadap dunia. Sebab mereka yang sudah dewasa dalam hal berpikir dan bersikap telah dianugerahkan ide/ inspirasi untuk mengantisipasi agar kedepannya tidak kecewa lagi. Salah satu cara terbaik untuk tidak kecewa bukanlah dengan menghilangkan keinginan sama sekali, jelas mustahil. Sebab inginnya kita telah menyatu dalam setiap daging, tulang dan darah ini. Satu-dua cara penting untuk mengantisipasi kekecewaan adalah [1] dengan senantiasa memfokuskan hidup kepada aktivitas positif (kasih kepada Tuhan dan sesama di sela-sela pekerjaan dan pendidikan) Serta [2] selalu ikhlas, [3] sabar, [4] penuh maaf, [5] rendah hati (menyangkal diri), [6] rendah hati (hidup sederhana) dan [7] membatas-batasi keinginan sewajarnya saja. Pada akhirnya semua ini akan mendatangkan ketenteraman dalam hati walau pun situasi yang dihadapi baik atau buruk.

Kesimpulan

Kecewa adalah keinginan yang masih belum mampu direalisasikan di dunia nyata. Tidak ada kerugian saat kita kecewa dari orang lain terkecuali jikalau kita mengawali sesuatu dengan perjanjian yang sah. Hati kita yang terluka di saat-saat seperti ini adalah upah gadai dari tiap-tiap tahapan pendewasaan yang kita peroleh dengan cuma-cuma. Mereka yang menjalaninya dengan ikhlas akan menemukan kelegaan tetapi yang melaluinya bersama rasa kesal akan memanen keburukan, cepat atau lambat. Baca juga, Pembelajaran hidup di dunia ini.

Kekecewaan akan mengawali proses-proses menyakitkan dari suatu pencapaian hidup menjadi dewasa. Tidak ada satu orang pun di antara kita yang tidak pernah kecewa, yang kecil-kecil saja telah merasakannya, demikian yang muda-muda dan apalagi yang tua-tua. Persinggungan keinginan dan kenyataan juga sangat menentukan sifat-sifat ikhlas yang lebih banyak dibutuhkan untuk menjadi seorang yang dewasa. Artinya, selain mampu mendamaikan kita dengan diri sendiri, rasa sakitnya juga membuat seseorang mampu menjalin hubungan baik dengan banyak orang yang berbeda latar-belakang kehidupannya. Lebih daripada itu, pada akhirnya, terus dikecewakan dunia mendorong kita untuk lebih mandiri dalam banyak hal. Termasuk dalam hal ini adalah menghilangkan ketergantungan terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Kita butuh materi sewajarnya saja namun arahkan hasrat lebih dengan mendedikasikan hidup demi mengasihi Allah seutuhnya dan sesama seadil-adilnya.

Salam, Kecewa sudah biasa.
Lama-lama jadi dewasa.
Masalah pun mendatangkan anugerah.
Bersyukurlah kepada Allah yang pemurah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.