Kepribadian

10 Cara Menikmati Aktivitas Yang Diulang-Ulang – Hidup Berulang-Ulang Tapi Cerdas, Berputar-Putar Tapi Nikmat & Berkali-Kali Tapi Tetap Asyik

Cara Menikmati Aktivitas Yang Diulang-Ulang - Berulang-Ulang Tapi Cerdas, Berputar-Putar Tapi Nikmat & Berkali-Kali Tapi Tetap Asyik

Manusia penuh dengan ulangan, yang bosan karena terus mengulang, jangan-jangan bukan manusia? Maksudnya tidak merasa diri sebagai manusia biasa melainkan manusia super. Saat melihat hal-hal yang biasa rasanya jemu karena berpikir bahwa porsinya harus lebih baik dari yang lain (arogan). Padahal semua perasaan itu hanyalah ekspresi dari kesombongan hati yang fana. Kita merasa sangat memahami dunia ini tapi ternyata kitalah yang sering mempersulit diri sendiri akibat pemahaman yang labil tentang kehidupan. Namun santai saja kawan, asalkan kita mau senantiasa belajar dari pengalaman maka hal-hal yang kurang tepat tersebut lama kelamaan akan berkurang juga hingga ditekan seminimal mungkin.

Kita perlu membiasakan diri dengan perputaran dunia yang hilir-mudik mudik tetapi aslinya itu-itu saja. Tampilan bentuk dan jenisnya bisa saja bervariasi tetapi pada intinya masing-masing serupa satu sama lain. Perbedaan itu semata-mata hanya terletak dari sudut pandng indra saja tetapi pada hekekatnya sama saja. Kita ambil satu contoh soal berhubungan dengan sesama manusia, penampilan: wajah, rambut, warna kulit, tinggi badan dan masih banyak lagi yang berbeda. Akan tetapi, pada hakekatnya semuanya adalah setara, yaitu sama-sama manusia.

Bila kita mengamati lebih lagi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja saat makan, tidak ada orang yang makn pakai telinga atau pakai hidung (kecuali pasien koma). Memang zaman sekarang ada banyak sekali variasi saat melakukan rutinitas ini. Mulai dari makan di rumah, makan di luar, makan terbang dan lain sebagainya. Belum lagi kalau berbicara tentang jenis dan bentuk bahan pangan yang dikonsumsi pasti berbeda-beda tetapi pada dasarnya disebut sebagai “makanan.” Sama halnya saat berpakaian, apa yang kita lakukan saat itu begitu-gitu saja, perbedaannya hanya terletak pada cara memakainya dan jenis pakaiannya.

Apabila semua aktivitas yang berulang-ulang ini dialihbahasakan maka terdiri dari aktivitas umum dan aktivitas khusus. Apa yang umum bisa terbagi dalam beberapa bagian yang khusus. Sedangkan kumpulan dari hal-hal khusus yang sejenis bisa digolongkan dalam satu bagian umum. Variasi dalam berbagai macam kegiatan yang kita lakukan adalah hal-hal yang khusus. Pada dasarnya, kegiatan yang kita lakukan dan yang dilakukan oleh orang lain secara umum serupa (walau tak sama persis). Ini akan terus terjadi selama berkali-kali sampai kita lupa untuk berkata bosan sebab disibukkan oleh kebiasaan yang lebih positif untuk membangung kehidupan.

Berbagai macam contoh hal yang selalu diulang-ulang

Ulangan itu penting lho teman, mustahil anda bisa masturbasi atau berhubungan intim tanpa mengulang-ngulang gerakannya hingga puncak dan akhirnya pun dinikmati. Bisa kami katakan bahwa tidak bisa dihitung berapa banyak kita melakukan aktivitas yang berputar-putar ini. Bahkan bisa kami katakan bahwa pada dasarnya aktivitas manusia dilumuri dengan pengulangan. Istilah kasarnya, samppi mati pun kita tetap akan belepotan dengan kegiatan itu-itu saja. Jadi, buat apa disusahkan Berikut akan kami berikan beberapa contoh darinya yang umum kita lkukn.

  1. Sewaktu berdoa pribadi maupun bersama keluarga. Ada pola kata-kata yang diulang-ulang dalam setiap doa kita. Memang ada juga variasi saat topik doanya berbeda tetapi semuanya itu bisa dinikmati sebab apa yang kita doakan sudah sesuai dengan apa yang kita lakukan/ jalani hari lepas hari.
  2. Saat membaca firman. Kami bahkan tidak menghitung berapa kali telah membaca ayat-ayat dalam firman. Terutama ketika firman tersebut berkaita erat dengan kehidupan yang dijalni dari hari ke hari. Tidak ada rasa jenuh membaca firman karena aktivitas inilah yang memperkay perbendaharaan kata yang dimiliki dalam hal memuja-muji Tuhan.
  3. Bernyanyi memuliakan Tuhan. Saat pikiran difokuskan hanya kepada Tuhan saja dalam puji-pujian demi kemuliaan nama-Nya, kita paham bahwa diri sendiri penuh kekurangan saat melakukannya. Sekali pun demikian, kita bisa menikmati setiap momen tersebut sebagai jalan yang indah menuju kebahagiaan yang abadi.
  4. Pulang-pergi ke gereja. Saat masih kuliah dulu, kami suka jalan-jalan ke berbagai gereja. Suasananya memang di awal-awal saja berbeda tetapi setelah itu, semua berasa sama: menggunakan Alkitab yang sama dan meyakini kebenaran yang sama. Selalu ada semangat untuk datang ke gereja. Akan tetapi, kejenuhan akan membengkak tatkala palanggaran yang kita sengajai makin menumpuk.
  5. Mendengarkan khotbah. Ada perbedaan antara khotbah pendeta ini dan itu, tetapi variasi ini tidak menentukan iman kita. Tetapi siapa yang melakukannyalah yang akan beroleh kasih karunia Allah. Kejenuhan itu tidak akan pernah timbul karena kita sibuk mengucapkan kembali kata-kata pengkhotbah di dalam hati. Dalam beberapa momen mungkin kita sering mencari persamaan katanya/ sinonim/ kata yang sepadan/ kata yang semakna dengan apa yang didengar dari depan.
  6. Pulang-pergi ke sekolah. Kita berulang kali menulis kata yang sama hanya dalam kalimat yang sama maupun berbeda. Apakah pernah terbesit rasa bosan? Lelah sih manusiawi tetapi kebosanan bisa ditepis karena menyadari manfaat dari aktivitas tersebut.
  7. Pulang-pergi ke tempat kerja.
    Apakah anda pernah berpikir tentang betapa stagnannya jalanan menuju tempat kerja? Belum lagi kalau keadaan tersebut menyebabkan macet, bisa jenuh karena waktu tunggu yang membuat jam masuk kepepet. Gunakanlah kendaraan umum, dijamin kebosanannya hilang sebab akan selalu berpapasan dengan orang yang berbeda dari waktu ke waktu.
  8. Sewaktu mandi. Tidak ada yang bosan mandi, kecuali yang mau badannya bau. Justru makin banyak air disiramkan, makin segar badan ini, brrr….
  9. Mengenakan pakaian dan aksesoris lainnya. Sepertinya, tidak terhitung banyak berapa kali seseorang gonta-ganti pakailan selama ini. Tidak ada yang mempersoalkan aktivitas tersebut, karena sudah menjadi rutinitas yang serupa seperti insting yang otomatis terjadi tanpa perintah yang jelas.
  10. Membersihkan dan merapikan rumah. Saat kita merasa jenuh merapikan rumah, itu bisa dipicu oleh ketidakpuasn hidup. Mungkin saja karena seolah-olah kita terus yang bekerja sedang orang lain asyik-asyikn duduk. Rasa jenuh ini juga bisa dipicu karena kita bersungut-sungut atas tekanan hidup yang dijalani. Saat kita memahami bahwa setiap hal yang kita lakukan di dunia ini, dilakukan untuk Tuhan, pastilah ada semangat membara yang berkobar di dalam dada.
  11. Menonton televisi. Menonton juga bermanfaat untuk melatih kecerdasan dan membuat kita bisa lebih selektif menjalani hidup. Kita juga bisa diarahkan untuk melatih diri agar mampu mengendalikan keinginan indra akan berbagai-bagai gemerlapan duniawi. Sekali pun yang dibahas-bahas di televisi merupakan soal-soal yang serupa bahkan ada juga yang namanya siaran ulang. Sekali pun diulang-ulang tetapi tetap ada orang yang menontonnya dengan sukacita.
  12. Beramah-tamah. Aktivitas yang satu ini adalah bentuk komunikasi pertama saat kita bertemu dengan seseorang. Sadarkah anda bahwa ada sesuatu yang diulang-ulang saat melakukannya? Sekali pun hal tersebut dilakukan berulang kali, tetap saja mampu mendatangkan sukacita tersendiri di dalam hati. Tapi kalau kita tidak konsisten melakukannya terlebih ketika masih dikuasai oleh ego arogansi yang enggan mengalah niscaya kita tidak akan mengalami kemajuan dalam beramah tamah.
  13. Makan, variasi makanan tidak selalu ada, sekali pun ada angkanya minimal. Tetapi kita tetap bersemangat saat makan karena tubuh lebih berenergi dan sakit perut pun lenyap saat melakukannya. Jadi tidak ada orang yang merasa jenuh untuk ini kecuali sedang sakit gigi….
  14. Minum, adakah orang yang pernah berpikir untuk bosan minum? Ditambah dengan rasanya yang tawar seharusnya ini adalah aktivitas yang paling membosankan seumur hidup. Tetapi karena manfaatnya besar untuk membuat kita tetap sehat walafiat makanya terus digeluti.
  15. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Cara menikmati ulangan kehidupan yang berlangsung di sekitar kita

Melakukan sesuatu ecara berkali-kali, kadang tidak disadari. Itu biasanya terjadi pada hal-hal kecil yang terdapat di sekitar kita. Otomatisasi setiap tindakan yang kita ambil merupakan pertanda khas dari sesuatu yang sudah biasa dilakukan. Akan tetapi, bila apa yang berulang-ulang dilakukn itu baru pertama-tama dialami, mungkin akan muncul kejenuhan. Tetapi, lam kelamaan juga, kesan jemu tersebut akan berlalu sehingga semua yang dilakukan mampu mendatangkn kebahagiaan dalam hati masing-masing. Berikut ini akn kami berikan beberapa petunjuk agar hal buruk ini tidak menjadi nyata dalam hidup kita.

  1. Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan (sepenuh hati).

    (Kolose 3:23) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

    Ini adalah rahasia sukses hidup melayani sesama. Siapa pun orang yang kita baik-baikkan, itu sudah kita lakukan kepada Tuhan. Pemahaman ini membawa kita pada analogi yang menyebutkan bahwa “melayani sesama sepadan dengan mengasihi Tuhan.” Jadi mustahil ada orang yang mengaku mengasihi Tuhan tetapi membenci saudaranya/ tetangganya/ orang-orang yang ada di dekatnya. Sebab mengasihi Tuhan dan sesama adalah sejalan dan searah.

    Saat melakukan sesuatu seperti untuk Tuhan pasti diperbuat dengaan sungguh-sungguh bahkan lebih lagi, yaitu dilakukan dengan sepenuh hati. Hindari melakukan sesuatu setengah-tetengah sebab dampaknya dapat membuat hidup terasa gantung sehingga lama-lama menjemukan. Oleh karena itu, lakukanlah segala sesuatu dengan sepenuh hati seolah-olah Tuhan ada di dekat kita sebab hidup ini adalah ibadah.

  2. Tidak fokus pada ulangannya tetapi kepada kebenaran yang digeluti.

    Apa yang diisi dalam pikiran sangat menentukan status hati masing-masing orang. Saat kita terus saja memikirkan betapa membosankannya melkkukan aktivitaas yang diulang-ulang tersebut malah suasana hati menjadi suram. Di sekitar kita tidak ada sesuatu yang jahat tetapi hidup rasanya makin buram, susah terus-menerus.

    Sadarilah bahwa semakin fokus pikiran ini pada aktivitas yang menjemukan tersebut maka hati pun semakin buram tenggelam dalam kesusahan, lagi dan lagi. Oleh karena itu, lepaskanlah pikiran negatif semacam itu dari dalam hati. Lalu gantikan dengan nyanyian syukur kepada Tuhan (bisa juga dengan berdoa dan membaca-mempelajari firman. Tuhanlah yang secara langsung menenteramkan hati dan mengusir kesusahan yang bisa timbul kapan saja.

    Selain kasih yang utuh kepada Tuhan, nilai kebenaran lainnya yang sepadan dengan itu adalah kasih yang adil kepada sesama manusia. Apa pun hal yang kita lakukan bersama orang lain, lakukanlah itu atas dasar kasih yang syarat pengorbanan (tidak menuntut balasan yang setimpal dari orang lain).

    Daripada memikirkan aktivitas itu-itu saja yang dilakoni dari waktu ke waktu, alangkah lebih baik kalau menyibukkan diri untuk fokus kepada Tuhan dan mengasihi sesama dengan tulus di dalam pekerjaan dan pendidikan yang kita tempuh.

    Aneka ragam seperti apa pun akan bisa dinikmati dengan penuh sukacita jika dilakukan sambil bernyanyi-nyanyi memuliakan nama Tuhan di dalam hati. Sungguh sukacita kita mengembang dan tidak akan berakhir selama mampu menujukan pikiran kepada Tuhan.

  3. Tidak fokus pada ulangannya tetapi kepada aktivitas positif.

    Apakah anda pernah mempertanyakan atau sesekali terbesit dalam hati, “mengapa saya duduk dan apa tidak bosan duduk terus?” Akan tetapi, saat seseorang duduk, kebanyakan tidak dipikirkan terlebih dahulu melainkan niat tersebut terjadi secara otomatis. Jadi, saat melakukan banyak pengulangan dalam hidup ini, hindari memikirkannya matang-matang. Melainkan jalani saja semua pengulangan tersebut sambil menyibukkan otak untuk fokus kepada Tuhan, membahas tentang kebaikan apa yang bisa kita lakukan kepada sesama hari ini. Membahas pelajaran maupun pekerjaan yang diemban.

    Saat kita terpaku kepada aktivitas itu lagi dan itu lagi lama kelamaan hati jadi kalut dibuatnya. Oleh karena itu, lakukan apa saja hal secara berulang kali sesuai kebutuhan tetapi jangan mempersoalkan pengulangan tersebut. Melainkan alangkah lebih baik jikalau yang dibahas-bahas di dalam hati adalah tentang kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama di dalam pekerjaan serta pelajaran/ pendidikan yang ditekuni.

  4. Tidak fokus pada ulangannya tetapi kepada manfaatnya.

    Beberapa orang yang menyoal tentang kehidupannya yang begitu-begitu saja pasti rasanya memuakkan. Semakin kita bahas hal tersebut makin terhenti langkah kaki yang telah terpaku pada keegoisan yang tak bermakna. Akan tetapi, saat kita paham betul bahwa apa yang sedang dikerjakan tersebut bermanfaat niscaya semua dilakukan dengan sukacita. Sama halnya seperti saat minum air, kita melakukanny lebih sering tapi sedikit-sedikit. Walau pun diulang-ulang tidak jadi masalah karena kita paham apa faedahnya.

    Pengulangan berbagai hal baik di bumi ini akan tetap dan terus ada. Saat belajar pengulangan itu sangat dibutuhkan agar mampu memahami sekaligus mampu menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari. Saat membaca buku ini-itu, kita baiknya mengulang-ulangnya sampai mampu memetik makna positif di dalamnya. Sama halnya saat kita membaca Kitab Suci, berupaya mengulangnya agar dapat diselami seutuhnya.

  5. Lakukan dengan rendah hati jauhi kesombongan.

    Kesombongan identik dengan menyanjung-nyanjung diri sendiri, seolah-olah apa yang kita lakukan sudah hebat sekali. Padahal semua itu hanyalah aktivitas yang diulang ulang dengan sedikit variasi sehingga terasa beragam. Perasaan sombong memang membuat hati berasa diangkat-angkat tapi pas ada orang lain yang menyindir aktivitas tersebut, hati langsung hancur berkeping-keping. Oleh sebab itu, berupayalah untuk senantiasa menyangkal diri dalam berbagai kesempatan agar selalu siap direndahkan orang lain. Kebiasaan menyangkal diri ini juga merupakan simulasi pertama yang membuat kita lebih siap menghadapi kata-kata negatif seputar pekerjaan yang diulang-ulang.

  6. Jauhkan diri dari rasa dengki.

    Menilai kehidupan orang lain untuk dipedomani hal baik yang dilakukannya memang baik adanya. Akan tetapi, terlalu dalam membanding-bandingkan kehidupan kita dengan sesama justru menimbulkan iri hati yang tinggi. Kebiasaan tanpa makna semacam ini sebaiknya ditinggalkan sebelum menyengsarakan jiwa. Daripada menghabiskan waktu dalam hal-hal yang tidak membangun, alangkah lebih baik jikalau menenangkan pikiran pada kesibukan positif saja.

  7. Berikan sentuhan bumbu variasi dan berikan rentang waktu.

    Sekali pun apa yang dilakukan itu-itu saja, masih ada hal-hal khusus yang dapat ditambahkan agar terdapat sedikit variasi. Perlakuan khusus yang memberikan corak tertentu dalam suatu kegiatan biisa dilkukan dengan memanfaatkan hal-hal sederhana yang terdapat di sekitar. Untuk apa juga sesuatu divariasikan namun hanya dilakukan dalam waktu singkat saja?

    Misalnya saja saat bekerja di belakang meja, bisa dilakukan sambil duduk, bisa bekerja sambil berdiri dan bisa juga bekerja sambil melakukan gerakan sederhana. Variasi ini dilakukn agar tidak terjadi stagnasi pergerakan yang beresiko mengganggu kesehatan tubuh.

    Dalam beberapa aktivitas yang kita geluti ada berbagai pengulangan yang justru tidak membutuhkan variasi. Melainkan membiarkan semua itu apa adanya; lakukan seadanya; lakukan semampunya saja. Dalam situsi semacam ini yang paling kita butuhkan adalah menjadi terbiasa (bukan mencari-cari variasi) sehingga timbul secara otomatis dari lubuk hati yang paling dalam (insting).

    Tidak lupa juga untuk memberkan jeda waktu antara aktivitas yang sama agar tingkat kejenuhan minimal dan tidak terkesan berlebihan. Sama halnya saat kita mengonsumsi makanan, tidak dilakukan terus-menerus. Melainkan ada yang namanya makan pagi, siang dan malam. Masing-masing memiliki rentang waktu agar aktivitas tersebut bersahabat bagi kesehatan badan.

  8. Biasakan diri dengan semuanya itu.

    Aktivitas yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan memberikan kesan yang baik di dalam hati masing-masing. Upaya membiasakan diri tentu saja dimulai dengan sikap yang konsisten saat melakukan sesuatu. Ulangilah terus hal tersebut pada tempo dan kadar yang tepat guna: ini kami sebut dengan “mengulang-ulangi ulangan selama berkalii-kali pada momen tertentu. Lama kelamaan, semuanya ini akan berkontribusi terhadap kebahagiaan hati.

    sesuatu yang dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu yang cukup lama akan diperbuat tanpa membutuhkan instruksi khusus. Melainkan semuanya terjadi begitu saja layaknya insting yang otomatis lepas kapan pun hal tersebut dibutuhkan.

  9. Selesaikan masalahmu tapi jangan fokus pada masalah.

    Dalam banyak situasi yang membosankan, salah satu pemicu terbesar dari keadaan ini adalah pergumulan hidup yang kita hadapi. Terlebih ketika persoalan tersebut benar-benar menempatkan kita pada posisi yang serba salah bahkan cenderung direndahkan. Sehingga muncul niat hati yang berkata, “sudahlah itu, semua ini tidak ada artinya….”

    Patah semangat saat menghadapi masalah, terjadi karena kita terlalu fokus terhadap soal-soal tersebut. Oleh karena itu, berupayalah untuk memandang persoalan dengan pola pikir positif, lihat manfaat di balik semuanya itu. Rendahkan hati bahkan sangkal diri sendiri di segala kesempatan dimana ada yang mencoba meninggikanmu, entah itu oleh orang lain atau oleh bisikan dari dalam hati sendiri. Lebih daripada itu, fokuskan pikiran kepada Tuhan dan maafkanlah sesama bahkan berbuat baiklah kepada musuh-musuhmu, itu baru luar biasa.

  10. Nikmati hidup apa adanya.

    Anda memiliki penghasilan, bekerja untuk beroleh beberapa manfaat kehidupan lainnya. Belilah sesuatu untuk kebaikanmu dan orang-orang yang dicintai. Hanya saja, janganlah berlebihan melainkan lakukan sesekali dengan memberi jarak rentang waktu yang cukup. Variasi dalam hal konsumsi diperlukan tetapi itu-itu saja yang dibeli tidaklah masalah asal anda tahu bagaimana cara mengelolanya (memasaknya) agar berasa berbeda dari sebelumnya. Bekerjalah dengan penuh semangat karena kita hidup untuk Tuhan dan nikmatilah hari-hari dengan sukacita karena Tuhan telah mencukupkan apa yang kita butuhkan.

Selalu ingat bahwa bukan hanya anda yang menikmati aktivitas yang diulang-ulang di dunia ini, melainkan ada miliaran orang di luar sana yang selalu mencicipinya setiap waktu namun mereka tetap melanjutkan hidupnya. Jangan terpaku kepada sisi negatif kehidupan tetapi fokuslah kepada muatan positif yang ada di balik semua peristiwa.

Kesimpulan

Berbagai pengulangan yang terjadi di sekitar kita adalah takdir yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun. Orang yang sibuk berspekulasi karena terlalu iri terhadap kehidupan orang lain cenderung memiliki persepsi negatif tentang aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Akan tetapi, orang yang mampu berpikiran positif akan menganggap (defenisi) aktivitas yang diulang-ulang adalah cara manusia memperkuat memorinya bahwa apa yang sedang dilakukanya sangatlah penting karena bermanfaat luas, mengasyikkan dan membahagiakan hati dari waktu ke waktu.

Kita hidup dalam persepsi yang kita ciptakan sendiri. Baik-buruknya sikap sangat tergantung dari pemikiran sendiri tentang apa pun yang sedang dijalani. Banyaknya aktivitas yang diulang-ulang selama menjalani hidup bukanlah petaka melainkan suatu kesempatan untuk melakukan kebaikan kepada Tuhan dan sesama. Nikmatilah semuanya itu dengan menujukan hati kepada Tuhan dalam nyanyian penuh syukur. Sesering apa pun suatu perkara diulang-ulang, itu tidak bisa mengubah suasana hati yang sepenuhnya positif karena telah diarahkan terlebih dahulu kepada Tuhan. Orang yang memberi hatinya makanan yang tepat maka indranya pun menjadi jinak walau penuh sesak dengan hal-hal yang dilakukan secara berkali-kali. Dunia dengan segala yang ada di dalamnya terbatas untuk memuaskan hati tetapi Tuhan selalu ada memberi kebahagian saat kita selalu menujukan hati kepada-Nya.

Salam, Banyaknya ulangan
bukan alasan untuk merasa bosan.
Tujukan demi kebaikan
sambil memuji Tuhan.
Niscaya selalu ada kebahagiaan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.