anak

Artis Cilik Di TV Adalah Artis Dewasa – Pemeran Anak-Anak Di Televisi Adalah Orang Dewasa Dengan Teknologi CGI

Artis Cilik Di TV Adalah Artis Dewasa – Pemeran Anak-Anak Di Televisi Adalah Orang Dewasa Dengan Teknologi CGI

Teka-teki – Penyihir sesungguhnya dalam sebuah film adalah?

Permainan ilmu pengetahuan ngeri-ngeri sedap. Kekuatannya dalam memanipulasi berbagai kondisi nyata menjadi sesuatu yang sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan oleh pembuatnya. Orang awam yang tidak menyadari rekayasa tersebut akan keblinger sampah terheran-heran. Mereka yang terbawa emosi negatif justru dipenuhi anarki akan pembalasan dendam. Sedangkan pihak yang terhasut materi latar belakang akan mencari tahu caranya, bagaimana ini-itu bahkan mengajarkannya pula kepada orang-orang terdekat, termasuk anak-anak. Dalam beberapa sisi, materi manipulatif tersebut kadang pula membuat kita bingung untuk membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang sandiwara belaka.

Pada satu sisi kehidupan, kita membutuhkan teknologi untuk mendukung aktivitas yang digeluti dari waktu ke waktu. Namun di sisi lain, kekuatan ini malah mendatangkan efek buruk bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Bila pemakaiannya tidak berlebihan dan terkendali, bisa dipastikan bahwa yang akan kita peroleh adalah manfaatnya. Akan tetapi, bila penggunaannya berlebihan dan terlalu liar, bisa dipastikan bahwa efek yang ditimbulkannya justru berdampak negatif bagi diri sendiri dan berangsur-angsur orang lain juga. Mesin-mesin yang banyak juga menyebabkan tingginya polutan sehingga mencemari lingkungan. Pada akhirnya, semua keadaan ini  akan terakumulasi menjadi kisis energi dan kerusakan lingkungan  yang ujung-ujungnya menyebabkan bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Televisi sebagai media penyebar informasi, kita harapkan dapat menyajikan hal-hal yang mendidik di dalam masyarakat. Dari segi konten perlu bervariasi agar memberi warna di dalam hati penikmatnya. Lagipula ada beragam usia dan latar belakang yang menyaksikan tayangannya. Mau tidak mau keanekaragaman itu perlu diadakan untuk memenuhi kebutuhan semua orang. Salah satu bentuk pendekatan keanekaragaman penonton yaitu menurut usia. Ada penonton yang masih kanak-kanak, anak sekolahan (remaja), anak muda (anak kuliahan), dewasa dan lansia (kakek-nenek). Keanekaragaman pemirsa jelas menginspirasi para produser untuk menampilkan tokoh yang tentunya bermacam-macam dari beragam usia.

Tentulah keanekaragaman penonton tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pihak pengembang perfilman. Mereka berupaya untuk menampilkan tokoh yang walau pun kecil tapi tetap cerdas; meski pun dewasa tapi tetap muda belia; dan sekali pun tua renta tapi semangat tetap segar. Untuk menghasilkan tokoh-tokoh semacam itu, jelas tidak bisa dipungut sembarangan. Terlebih ketika kita menyadari bahwa di dunia nyata hal seperti itu tidak akan ditemukan dengan mudah. Daripada susah-susah mencari-cari sesuatu yang tidak ada maka lebih baik menciptakannya sendiri menurut manipulasi teknologi yang sudah dikembangkan oleh ahlinya. Teknologi desain grafis 3D yang dikembangkan tersebut, lebih tepatnya disebut sebagai CGI.

CGI  adalah rekayasa gambar bergerak yang memaksimalkan pemanfaatan teknologi pengeditan video sesuai hasil yang diinginkan oleh produser dan sutradara. Keahlian semacam ini tentunya hanya dimiliki oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang desain grafis yang sudah profesional di bidangnya. Hanya penyihirlah yang mampu mewujudnyatakan hal-hal yang terlalu tinggi ke dalam bentuk suara dan gambar yang bergerak. Mereka yang ahli melakukan manipulasi grafis semacam ini merupakan penyihir perfilman yang sesungguhnya. Setiap keindahan yang dapat kita nikmati saat menonton suatu film atau sinetron, berita, iklan dan dalam berbagai tayangan lainnya merupakan hasil dari kerja keras para perancang grafis 3D tersebut.

Film dan sinetron (juga karya seni lainnya) mudah dimanipulasi tetapi kenyataan perlu dijauhkan dari sandiwara

Jadi, jangan tanya mengapa banyak hal yang kita dapati di dunia datar kotak ajaib tidak akan pernah ditemui di dalam kehidupan nyata. Sebab memanipulasi kenyataan sangatlah sulit dan tidak ada orang yang mau dirinya dirugikan hanya demi  kamera dalam hitungan menit. Akan tetapi, memanipulasi dunia layar datar dapat dimungkinkan asalkan dididik dalam lembaga terpercaya dan terlatih dalam melakukan berbagai edit gambar. Penampakan yang kelihatan biasa saja, akan dipreteli menjadi sesuatu yang memesona dan menarik minat banyak pihak untuk menontonnya. Bahkan ada yang menontonna berulang-ulang kali demi mendapatkan tatanan sudut pandang plus-plus yang bisa diceritakan ulang kepada masyarakat luas.

Seni peran mampu mewujudkan mimpi dan fantasi sebatas di balik layar kaca belaka

Dari banyak hal yang mampu dilakukan oleh teknologi CGI, di antaranya adalah kemampuan mengubah manusia menjadi binatang, mengubah benda menjadi binatang buas, membuat manusia bisa terbang. Berkunjung ke tempat-tempat di berbagai belahan dunia, membuat monster, manusia berbadan besar, bermukim di luar angkasa, berkunjung ke bulan, datang ke mars. Memiliki teknologi tingkat tinggi, punya mesin waktu, mengubah penampilan menjadi berkilau, merasuk ke dalam jiwa, menembus batas-batas kewajaran dan lain sebagainya. Semua itu hanyalah sandiwara yang penuh fantasi dan mimpi-mimpi, namun diperankan sedemikian rupa sehingga tampak manis di pandang. Termasuk dalam hal ini adalah pemeran anak-anak pada suatu tayangan/ acara televisi tertentu yang sesungguhnya diperankan oleh orang dewasa.

Adegan di fim The Matrix, saat pertarungan slow motion. Ternyata aslinya menggunakan tali dan berlatar belakang green screen

Film The Matrix Revolutions yang bawaannya berlatar belakang green screen dan menggunakan tali bisa diubah menjadi sangat keren dengan teknologi CGI

Teknologi CGI mampu mengubah objek yang ditandai menjadi sesuatu yang lain

Pernahkah anda menyaksikan film-film tentang kehidupan yang melibatkan anak kecil? Apakah anda benar-benar yakin bahwa itu adalah kanak-kanak sungguhan? Keyakinan anda bisa saja mempengaruhi sikap terhadap anak sendiri. Karena terbakar emosi lantas turut pula memforsir anak agar jago akting, bersandiwara dikala waktu luang banyak. Padahal, sesungguhnya apa yang telah memicu hasrat anda merupakan hasil dari manipulasi teknologi CGI. Cecunguk kecil yang dibalik layar kaca sangat lihai berakting ternyata orang dewasa yang telah dimanipulasi tampilannya. Keuletan para penyihir grafis 3D dalam menandai objek sehingga ketika dideteksi oleh aplikasi tertentu maka tampilannya berubah sesuai keinginan, termasuk menjadi semini mungkin sesuai selera sutradara dan produser.

Contoh CGI Pada Film The Hobbit

Artis yang telah ditandai dapat diubah menjadi karakter aneh menggunakan teknologi CGI dalam film The Hobbit

Tokoh berbadan mungil pintar akting, kadang hanyalah fiksi yang tidak benar-benar ada

Masih ingatkah anda tentang tokoh-tokoh fiksi yang sering muncul di media lokal? Seperti ucil dan daus (film by Tuyul & Mbak Yul) dan masih banyak lagi peran yang dimainkan oleh para tokoh kecil unyu-unyu ini. Lalu apakah Ucok dan semua orang mini cebol lainnya juga merupakan hasil besutan teknologi CGI? Jangan-jangan tokoh-tokoh semacam ini hanya dimanfaatkan untuk mempopulerkan dan mengangkat nama sebuah acara televisi. Seolah-olah mereka adalah daya tarik yang menunjukkan betapa betapa pedulinya insan perfilmn terhadap penyandang disabilitas. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian, tokoh-tokoh yang mengalami kelainan pertumbuhan badan ini tidak ada sama sekali. Mereka hanyalah fiksi yang sengaja diciptakan untuk mengundang lebih banyak pemirsa menyukai acara tersebut.

Contoh CGI Pada Film Avatar

Bentuk muka, warna kulit dan organ badan lainnya bisa dipoles atau ditambahkan ini itu dengan teknologi CGI dalam Film Avatar

Pemeran kanak-kanak asli, mustahil dilakukan oleh anak kecil sungguhan

 Sama halnya dengan tokoh kanak-kanak yang pintar berakting dalam film atau sinetron tertentu. Apa anda yakin pihak produser mau bersusah-susah melatih seorang anak yang jelas-jelas masih nol dan kemungkinan gagal yang tinggi melakukan suatu peran? Lagipula bagaimana dengan aktivitas belajarnya di sekolah, apa tidak terganggu? Mungkin saja seorang anak bisa dipaksakan untuk menghafal kata-kata dalam perannya, tapi sadarilah bahwa untuk mengekspresikan mimik muka, gerakan mata dan gerakan kepala: tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan orang dewasa saja tidak semuanya bisa menampilkan ekspresi wajah yang sesuai dengan situasi yang dihadapinya, apalagi anak kecil. Kelihaian tokoh cilik yang kita saksikan sebenarnya dilakoni oleh artis dewasa yang ahli di bidangnya.

Si kecil di rumah tidak perlu diajari akting tetapi fokus belajar

Bila kita berjalan-jalan lewat jalur internet akan menemukan beberapa aplikasi serupa yang dapat menggantikan wajah ke dalam berbagai karakter. Misalnya, wajah harimau, singa, kera, naga dan berbagai macam karakterfiksi lainna. Manipulasi wajah semacam ini, hanyalah gama kecil dari kedahsyatan CGI. Sesungguhnyta para penyihir layar kaca ini bisa melakukan hal ytang lebh dari semuanya itu. Jadi, jangan terkecoh dengan manipulasi pertelevisian! Boleh saja, kita terpesona dan merasa kagum dengan karya-karya yang mereka hasilkan. Tetapi, bukan dalam arti, semua hal yang diekspresikan di dalamnya bagus untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ada pemeran anak-anak di televisi, hindari terbakar nafsu menginginkan cilik kecil yang ada di sekitar kita, belajar untuk akting, gaya-gayaan lebay bak artis kesasar di pasar. Daripada diarahkan kepada seni peran, alangkah lebih baik jika anak dilatih untuk belajar keras dalam bidang kerohanian dan gigih belajar di bangku sekolah.

Sikap kritis dan selektif menyaksikan sajian pertelevisian

Ada baiknya bila kita menilai setiap acara dalam kotak ajaib secara logis berdasarkan nalar masing-masing. Berupaya untuk merasakan sendiri, bagaimana suasana hati kita saat menonton sesuatu? Apa pula dampaknya bagi pikiran, tutur kata dan perilaku yang diekspresikan hari lepas hari? Apakah hidup ini diarahkan kepada hal-hal positif saat menyimak dan mengikutinya secara teratur? Bila suatu acara televisi justru membuat hati tidak tenang dan cenderung gelisah, segera ganti chanelnya atau hentikan menonton TV lalu cari aktivitas positif lainnya untuk ditekuni (fokus Tuhan, bekerja & belajar). Akan tetapi, saat suatu acara TV membuat suasana hati menjadi baikan dan hari-hari anda pun mengarah kepada hal-hal yang baik, maka silahkan lanjutkan rutinitas menonton anda.

Kesimpulan

Artis tetaplah artis yang jago manipulasi (semua seniman juga demikian). Ketika semua orang pun ingin menjadi artis. Bahkan anak-anak diforsir orang tua untuk belajar akting karena tergiur ngiler menyaksikan betapa lihainya cilik kecil memainkan perannya di dalam layar kaca. Ketahuilah bahwa sesungguhnya anak-anak yang pintar berakting di televisi tersebut adalah artis dewasa yang telah diberikan sentuhan CGI sehingga terekam lebih mini dan kelihatan imut. Jadi, berupayalah untuk tetap memandang segala sesuatu yang tersaji dalam layar kaca rumahan sebagai suatu sandiwara yang bagusnya hanya untuk menyegarkan indra belaka. Akan tetapi, untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, harap sebelumnya dipertimbangkan matang-matang. Jika kisah tersebut membawa esensi yang positif, silahkan diterapkan. Akan tetapi celotehan yang membuat suasana hati jadi kurang enakan dan sikap pun mulai berantakan, harap disisihkan dan berhenti mengikuti acara tersebut!

Sumber gambar: Google.Com & Kaskus.Co.Id

Salam, Televisi penuh dengan sihir.
Beberapa hal di dalamnya ngawur.
Arahkan hidup pada aktivitas positif,
Agar hidup makin bijak & arif
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.