Infokom

Kerugian Menggunakan CloudFlare

Keuntungan dan kerugian menggunakan cloudflare

Kerugian – Pada awal membuat website, saya terus mencari tau bagaimana cara mengoptimasi website agar lebih SEO Friendly. Pencarian saya sampai pada istilah Sertifikat SSL jauh lebih SEO Friendly. Menemukan istilah ini, membuat saya semakin semangat surfing di google dan mencari tau Apa itu sertifikat SSL. Berdasarkan pengertiannya sertifikat SSL adalah protokol keamanan yang digunakan oleh jaringan website. SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer, juga dikenal dengan istilah Transport Secure Layer (TLS).

Manfaat layanan gratis Cloudflare

Disini kita tidak membahas lebih dalam tentang manfaat dan peran SSL lebih dalam tapi perhatian kita tertuju pada Layanan SSL gratis dari CloudFlare. Layanan ini memang luar biasa fitur-fitur yang ditawarkannya dahsyat dan menggiurkan, berikut beberapa fitur yang saya mengerti :

  • CDN ini adalah andalah CloudFlare, katanya dengan fitur ini website kita lebih cepat loading tampilannya dengan bandwith yang diperkaya (berlipat ganda dari batasan bandwith yang disediakan oleh host)
  • Lebih hemat dalam menampilkan css, javascript dan HTML.
  • Gratis Sertifikat SSL dari COMODO CA Limited
  • Loading website lebih cepat
  • Url berubah dari http ke https

Kerugian menggunakan SSL gratis Cloudflare

Manfaat yang di tawarkan mereka emang banyak bahkan luar biasa. Coba bayangkan kalau semua manfaat itu dibeli dengan uang, pasti harganya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan. Tapi disini, mari kita mulai belajar menganalisis apakah manfaat ini benar-benar nyata atau tawaran bos marketing agar kita terpaut dengan produk mereka. Mari kita bahas:

  • Bahaya pertama adalah visitor anda berkurang. Mengapa? karena kebanyakan browser tidak kompatible dengan jaringan CloudFlare sehingga situs anda error ketika diakses dengan browser mobile (terutama). Anda akan kehilangan visitor sebayak 60% karena sebagian besar pengguna internet masih menggunakan sistim operasi dan browser keluaran lama (no update).
  • Keburukan kedua adalah jaringan CloudFlare terlalu canggih sehingga browser biasa seperti mozila, safari, chrome dan opera tidak dapat menanpilkan seluruh CSS dan javascript website bahkan sering sekali (untuk browser buatan cina utamanya) kacau balau. Satu-satunya browser yang sangat suport dengan jaringan CloudFlare hanyalah Internet Ekplorer.
  • Kerugian ketiga adalah beberapa webshost tidak kompatible dengan jaringan CloudFlare sehingga sering terjadi Error 502 dan Error 503 ketika mengakses wp-admin

Pertimbangan-pertimbangan untuk segera meninggalkan layanan TSL CloudFlare gratisan

  • Mengapa CloudFlare gratis ini sangat tidak recomended untuk digunakan? Coba bayangkan juga mengapa website yang menyajikan tutorial kehebatan penggunaan CloudFlare tidak ikut menggunakan CloudFlare itu sendiri. Kenyataan situs merekapun masih http bukan https.
  • Untuk apa juga kita menggunakan SSL dari CloudFlare padahal isi blog kita cuma tulisan-tulisan sederhana. Dimana dalam hal ini SSL di butuhkan untuk keamanan jaringan yang sering melakukan transaksi rekening bank dan kartu kredit.
  • Dari nama sertifikat SSL-nya saja – COMODO CA Limited – kita sudah bahwa penggunaan sertifikat ini terbatas artinya visitor kitapun tidak nyaman mengunjungi blog dengan sertifikat ini.
  • Semua orang juga sudah tahu kalau COMODO CA limited itu gratis : Tidak ada kejayaan menggunakan yang gratisan!

Oleh karena itu urungkan niat untuk menggunakan sertifikat TSL CloudFlare yang gratisan karena ini hanya akan mengganggu perkembangan blog dan bahaya jangka panjangnya pengunjung tidak pernah bisa masuk setelah mengklik ke situs kita akhirnya peringkat di search engine google jatuh kebawah beberapa tingkat bahkan kadang masuk page berikutnya. Satu-satunya layanan CloudFlare yang bagus adalah CDN dimana kecepatan loading website yang singkat dan bandwith diperkaya.

Sedikit tambahan, Tips & trik bijak menggunakan internet dan media sosial

Demikian saja ulasan dari saya.

Catatan: Banyak salah persepsi dalam artikel ini. Ada perbaikan dari teman lain yang berkomentar di bawah. Silahkan di lihat pada bagian komentar selanjutnya. Terimakasih

9 replies »

  1. If youre the type off one thɑt is loѡer tһan thrilled with tһe prospect of working in the sаme office, day after day,
    eliminating this type off routine iѕ wіthout doubt one of thhe most important
    highlights that you may obtain from freeⅼancing.
    While you hire yourseⅼf out as a freelancer, each job project that you
    tzckle can be a new adventure. Not solely will the work setting range, however you wil also
    have thhe chance to fulfill many extra attention-grabbing people.
    Thhis іssue alone is one of tthe fundаmental thhe reason why many paralegals ant freelancing ߋver committing themѕelves to aat
    least one specific workplace.
    linux.org

    Suka

    • Itu seperti penggunanya memakai IP yang di sembunyikan, mungkin menggunakan peramban web tertentu.

      Pada dasarnya semuanya itu hanyala soal teknis yang bisa menyesuaikan dengan sendirinya. Yang penting adalah kualitas, masalah teknis biasanya semakin lama akan semakin bagus juga kualitas pelayanannya. Tentu saja jika mau lebih serius di internet (misal buat situs belanja atau blog khusus) hindari menggunakan yang gratis, yang berbayar memang lebih baik….
      Salam jumpa kembali…..

      Suka

      • Mungkin itu emang kesalahan deteksi IP dari platformnya ya? soalnya coba pake google analytic & jetpack visitor deteknya normal dari indo. Sebenernya ini kompare self hosted sama blogger sih.

        Disukai oleh 1 orang

      • Oh….
        Terimakasih pencerahannya suhu, kami tahunya hanya tinggal pakai saja. Tapi dari penjelasannya, kami merasa beruntung menggunakan wordpress.com tahun ini. Sayang, tahun berikutnya, masih belum ada kepastian. Semoga wordads itu di approve. Kalau nggak, siap-siap balek lagi deh ke yang gratisan. wkwkwkkkkk

        Suka

  2. Salam, mas Lasealwin, saya ingin memberikan kritik (dan juga saran) mengenai artikel ini, agar pengunjung lainnya bisa menilai nya dengan lebih objektif, serta agar menambah pengetahuan apa sih Cloudflare sesungguhnya itu.

    Gini kritikan saya:

    A. Tentang Awal-awal Artikel

    Di awal artikel, anda malah membahas SSL bila di bandingkan dengan membahas Cloudflare. Mungkin, alangkah lebih baiknya anda menambahkan kalimat di awal artikel, seperti: “Namun, hingga saat ini, SSL masih berbayar, dan Cloudflare adalah satu satunya Layanan yang menyedia SSL secara gratis. Saya mengerti, anda yang sebagai blogger (apalagi jika ingin mengikuti kompetisi) juga pasti ingin blognya di Index oleh Google dengan cepat.”, dll.
    “katanya dengan fitur ini website kita lebih cepat loading tampilannya dengan bandwith yang diperkaya (berlipat ganda dari batasan bandwith yang disediakan oleh host)”

    Sebenarnya ini bukan ‘memperkaya’ apalagi ‘melipatgandakan’ batasan bandwidth, tapi hanya menghemat konsumsi bandwidth server dari pengunjung yang mengakses web, gambar pada web dan aset-aset lain nya seperti file js, css, untuk script nya dan woff, woff2, serta ttf untuk font nya.

    Kenapa? Karena ketika kita mengunjungi website yang menggunakan Cloudflare, maka secara otomatis Cloudflare akan men-cache dan menghantarkan konten-konten yang di download secara otomatis saat pengunjung mengunjungi web/blog tersebut, ke server Cloudflare yang secara lokasi dekat dengan lokasi pengunjung (atau asal negara dari pengunjung tersebut). Hal ini tentunya butuh koneksi dari Server agar Cloudflare bisa melakukan hal tersebut, jika server aslinya tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, sama saja bohong.

    Lalu, apa hasilnya? Hasilnya, jika pengunjung (ataupun pengunjung lainnya) membuka web/blog yang sama ataupun kedua kalinya, maka hampir semua aset web/blog nya di load menggunakan server Cloudflare, plus mungkin ada sebagian yang bisa meloadnya lewat cache web browser. Nah, disinilah letak ‘hemat’ bandwidth nya itu.

    Penggunaan Bandwidth server sebenarnya luas kok, bukan cuman sebatas akses web/blog saja, namun lebih luas lagi, kalau saya ambil contoh dari blog yang berbasiskan WordPress.org (Self Hosted) jangan kan backup lewat Plugin WordPress, melakukan apapun di dalam Blog nya, bahkan mengupdate WordPress, Plugin beserta tema nya pun juga sudah termasuk penggunaan Bandwidth.

    “Loading website lebih cepat”

    Sebenarnya tergantung sih cepat atau tidaknya. Bisa iya, bisa juga tidak, seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa untuk menghantarkan suatu konten website yang di kunjungi ke server mereka, ini membutuhkan koneksi dari Server Asli agar Cloudflare bisa melakukan hal tersebut.
    Tak terkecuali server Indonesia, yang mana koneksi nya ada dua tipe, yakni IIX (Indonesia Internet eXchange) dan IX untuk koneksi Internasional nya, sedangkan Cloudflare sampai saat ini belum masuk ke Indonesia ataupun membuat servernya di Indonesia, paling deket-deketnya yah palingan Singapura, Malaysia dan Australia. Coba tebak, koneksi Server Indonesia yang mana yang akan di gunakan untuk menghantarkan konten web/blog nya dengan Cloudflare? Jelas koneksi IX nya, kan?
    Terlebih lagi, banyak sekali hoster yang menyewakan jasa hosting dengan Server Indonesia dan menyewakan Server Indonesia itu sendiri, yang saat ini memberikan koneksi IX yang kecil, sedangkan koneksi untuk IIX yang lebih besar daripada koneksi IX yang alasan nya adalah untuk menekan harga, karena memang koneksi IX itu sangatlah mahal untuk perbulan nya.
    Lalu, apa yang akan terjadi? Blog yang di simpan di Server Indonesia, dan yang menggunakan Cloudflare tersebut akan menjadi lambat jika di akses dari manapun.

    Contoh kasus:
    Si Mulyono ingin membuat sebuah blog WordPress yang Self-Hosted, namun sebelum itu, dia searching terlebih dahulu cara membuat sebuah blog WordPress, dan akhirnya Mulyono mengikuti salah satu cara yang ia dapatkan tersebut melalui hasil pencariannya, yakni menyewa sejumlah Web Hosting.

    Di dalam Web Hosting tersebut, tersedia banyak sekali pilihan server, seperti Singapura, Indonesia dan Amerika. Si Mulyono ini tidak tahu apa bedanya dari ketiga pilihan server yang tersedia tersebut, tak lama kemudian, dia menghubungi Customer Service/Live Chat yang sedang online, dia menanyakan apa bedanya dari ketiga server tersebut. Customer Service tersebut menjawab “Bedanya, jika menggunakan Server Singapura, maka web/blog anda bisa akses dari Indonesia dan Luar Negeri dengan cepat, atau Server Indonesia yang bisa di akses dengan cepat dari Indonesia, sedangkan Luar Negeri tidak, dan Server Amerika yang bisa di akses dengan cepat dari Luar Negeri, sedangkan Indonesia tidak”. Serta, si Customer Service pun menanyakan apa kebutuhan nya dan apa target kunjungan nya.
    Dia menjawab bahwa kebutuhan nya hanya untuk sekedar blogging dan target kunjungan nya hanya dari Indonesia saja, maka si Customer Service pun menyarankan untuk menggunakan Server Indonesia saja, dan akhirnya si Mulyono itu menyewa Web Hosting dengan Server Indonesia.

    Setelah dia menyewa sejumlah Web Hosting, menginstall Blog WordPress nya dan berhasil melakukan nya. Dia menginstall sejumlah tema dan plugin untuk menunjang keinginannya untuk blogging, setelah itu, dia tinggal mempercepat blog nya saja. Akhirnya, dia Searching lagi dengan Google mengenai cara mempercepat loading blog, dan ketemulah artikel/tutorial yang ia maksud. Di artikel/tutorial tersebut, ada berbagai macam cara mempercepat blog, salah satunya adalah dengan menginstall Plugin Cache, dan menggunakan Cloudflare. Akhirnya dia mengikuti semua cara yang ada disitu termasuk menggunakan Cloudflare dengan alasan mempercepat Web/Blog nya.

    Setelah mengaktifkan Cloudflare, lalu apa yang terjadi? Blognya malah tambah lambat ketika di akses, dia searching lagi dengan Google untuk mengetahui apa penyebabnya.
    Ternyata, setelah dia cari, penyebabnya karena blog tersebut di tempatkan di Server Indonesia, yang mana koneksi IX nya yang kecil. Dan, ia tahu bahwa Cloudflare memerlukan koneksi IX yang besar untuk menghantarkan aset web ke server mereka.
    Setelah dia tau, akhirnya dia ingat bahwa Server Indonesia memang tidak cocok untuk pengunjung luar negeri.
    Akhirnya dia pun meminta ke Customer Service agar Blog nya di pindahkan ke Server Singapura, dan Customer Service pun memindahkannya dengan senang hati.

    Akhirnya, setelah di pindah, dia melakukan Purge Cache pada Cloudflare untuk me-refresh Cache yang tersimpan dan Blog nya cepat di akses kembali, bahkan blognya menjadi sangat cepat untuk di akses, karena ada beberapa opsi yang di aktifkan di Cloudflare, seperti Rocket Loader, Auto Minify, HTTP/2, dll.

    Jadi, dari cerita di atas, apakah Cloudflare akan mempercepat sebuah Web/Blog? Jawabannya ya itu tadi, bisa ya bisa tidak.

    B. Di bagian kerugian menggunakan Cloudflare

    “Bahaya pertama adalah visitor anda berkurang. Mengapa? karena kebanyakan browser tidak kompatible dengan jaringan CloudFlare sehingga situs anda error ketika diakses dengan browser mobile (terutama). Anda akan kehilangan visitor sebayak 60% karena sebagian besar pengguna internet masih menggunakan sistim operasi dan browser keluaran lama (no update).”

    Mungkin saya setuju di bagian “visitor anda berkurang”. Tapi, saya tidak setuju dengan alasan nya. Kenapa? Banyak faktor kenapa website menjadi tidak bisa di akses setelah di pasang Cloudflare, kalau jawabannya “Karena kebanyakan browser tidak kompatible dengan jaringan CloudFlare” anda salah besar. Pasalnya, kehilangan visitor kemungkinan nya ada banyak faktor. Alasan kemungkinan nya di bawah ini:

    a. IP Address Pengunjung Terblokir oleh Firewall Cloudflare.

    Kenapa terblokir? Karena IP nya mungkin kotor/di blacklist kesana kemari. Sehingga, untuk mengunjunginya, visitor harus memasukkan sebuah CAPTCHA.

    IP ‘kotor’ ini di sebabkan oleh banyak hal, seperti aktivitas Phishing, Spamming, Menyebarkan Malware, Fraud, dsb dengan menggunakan IP tersebut.

    IP ‘kotor’ bukan berarti perbuatan visitor nya ‘kotor’ juga, karena IP tersebut di gunakan oleh banyak orang, terutama saat orang berselancar dengan Internet dan IP yang di gunakan tersebut akan di ganti secara otomatis dalam beberapa menit hingga jam. Tau tentang Dynamic IP? Itulah yang di gunakan oleh ISP Rumahan sampai saat ini.

    Jika keperluan anda sebatas ‘blog’ yang targetnya hanya dari Indonesia, solusinya cukup Whitelist saja negara Indonesia di Pengaturan ‘Access Rules’ di Firewall Cloudflare. Sehingga, pengunjung dari Indonesia tidak perlu memasukkan CAPTCHA lagi saat mengunjungi blog anda.

    b. Browser yang di gunakan oleh Visitor itu tidak mendukung SNI.

    Apa itu SNI (singkatan dari “Server Name Indication”)? SNI adalah sebuah fitur tambah untuk protokol TLS yang memungkinkan kita untuk memasangkan beberapa Sertifikat SSL di dalam IP Bersama (Shared IP Address).

    Jadi, mas dapat memasang Sertifikat SSL tanpa harus menyewa Dedicated IP yang tentu nya menambah ongkos untuk perbulan nya.

    Fitur tersebut di buat karena IPv4 itu terbatas dan sangat sedikit bila di bandingkan dengan IPv6 yang sangat banyak, sedangkan yang menggunakan banyak, oleh pengguna Internet di seluruh dunia.

    Dan, yang menerapkan SNI ini bukan cuman Cloudflare saja, mas, tapi hampir seluruh hoster (yang menyewakan Web Hosting/Shared Hosting) di dunia menerapkan fitur seperti ini, karena pada dasarnya mereka menggunakan Shared IP Address dan tentunya mereka juga ingin agar konsumen nya bisa memasang Sertifikat SSL tanpa harus menyewa Dedicated IP lagi.

    Semua Browser yang di gunakan dari tahun mas publish artikel ini, yakni tahun 2015, itu sudah mendukung SNI, bahkan semua browser tersebut mendukung Windows XP, dari jauh sebelum anda menerbitkan artikel ini. Kecuali Internet Explorer pada Windows XP dan Web Browser pada BlackBerry 7, yang memang tidak mendukung nya.

    Tapi, dari 2015 sampai hari gini, masih ada aja yang pakai Windows XP dan Internet Explorer? Lha, saat 2015 saja paling banyak masih pake Windows 7, yang mana sudah pasti support SNI, daripada Windows XP, kok. Dan, 60% itu data darimana? Saya survei sendiri, dengan melihat-lihat komputer/laptop di sekitar saya (gak nanya-nanya ke orang nya langsung, kok, cuma lingak-linguk aja, hehe 😀 ), hasilnya tidak ada yang namanya pake OS ataupun Web Browser versi lama.

    Sampai sekarang ini, semua nya tidak ada yang menggunakan OS Windows XP dan Browser versi lama (alias Browser Jadul) di sekitar saya. Meski, yah, gak jago-jago amat dalam pengoperasian komputer/laptop nya.

    c. Koneksi IX pada Server Indonesia yang terlalu kecil atau blog yang disimpan di dalam Server Indonesia

    Seperti yang sudah saya bilang pada bagian sebelumnya, bahwa agar Cloudflare bisa menghantarkan konten yang di kunjungi oleh Visitor, dan karena Cloudflare sampai saat ini belum masuk ke Indonesia, maka Cloudflare memerlukan Koneksi IX dari Server Indonesia. Sedangkan, kebanyakan penyedia yang menggunakan Server Indonesia menyediakan koneksi IX yang kecil, dan Server Indonesia ini di bagi-bagi konektivitas nya dengan layanan Shared Hosting.

    Sehingga, Cloudflare akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil konten/aset web tersebut, bahkan bisa jadi tidak mungkin sama sekali.

    Untuk solusinya, simpan blog nya menggunakan Server Singapura, ataupun Amerika Serikat.

    d. Website sudah HTTPS, tapi konten yang di load masih ada yang menggunakan HTTP

    Karena konten nya ini masih menggunakan HTTP, sehingga konten tersebut tidak lah tampil di Web Browser. Karena inilah yang membuat kualitas SEO menjadi turun, karena masih adanya konten yang menggunakan HTTP, padahal web/blog nya sudah menggunakan HTTPS.

    Lagian, ini bukan terjadi hanya karena menggunakan Cloudflare saja kok, namun dimanapun web/blog anda berada, selama terpasang SSL. Jika anda sudah dipasang SSL, tapi konten nya masih ada yang menggunakan HTTP, sama saja bohong !

    Solusi nya untuk ini, bisa aktifkan “Automatic HTTPS Rewrites” pada tab “Crypto” agar meminimalisir konten HTTP pada blog/web anda.

    “Keburukan kedua adalah jaringan CloudFlare terlalu canggih sehingga browser biasa seperti mozila, safari, chrome dan opera tidak dapat menanpilkan seluruh CSS dan javascript website bahkan sering sekali (untuk browser buatan cina utamanya) kacau balau. Satu-satunya browser yang sangat suport dengan jaringan CloudFlare hanyalah Internet Ekplorer.”

    Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa Web/Blog apapun itu (baik menggunakan Cloudflare ataupun tidaknya), yang di host di manapun, dan menggunakan SSL, tapi konten nya masih HTTP, sama saja bohong, mas !

    Ya, konten tersebut tidak akan tampil, karena konten yang di load tersebut masih menggunakan protokol HTTP, sehingga di blokir oleh Web Browser. Hal ini sengaja di lakukan dengan alasan keamanan. Peristiwa ini, di sebut “mixed-content”.

    Jadi, wajar, Web/Blog dimanapun itu, selama terpasang SSL dan konten nya masih HTTP, maka konten tersebut tidaklah di load, sehingga itulah yang menyebabkan tampilan nya menjadi ancur-ancuran. Kejadian ini menimpa bukan hanya yang menggunakan Cloudflare saja, mas, melainkan tanpa menggunakan Cloudflare pun bisa terjadi seperti ini, selama di pasangi SSL pada blog/web nya.

    Atau, bisa juga nonaktifkan fitur “Rocket Loader” nya jika di rasa tidak perlu, namun sekarang fitur tersebut harusnya jarang membuat tampilannya ancur gini.

    Dan, ini tidak ada korelasi nya dengan jaringan Cloudflare yang terlalu canggih, seperti yang mas bilang di artikel.

    Btw, bukannya Internet Explorer yang seharusnya tidak bekerja dengan baik pada Website yang menggunakan Cloudflare?

    “Kerugian ketiga adalah beberapa webshost tidak kompatible dengan jaringan CloudFlare sehingga sering terjadi Error 502 dan Error 503 ketika mengakses wp-admin”

    Kalau ini sih banyak penyebabnya, saya gak komentar banyak mengenai ini. Mungkin bisa jadi Server Blog nya yang di taruh di Server Indonesia, salah kodingan, atau ada yang kelewat saat memasangkan Cloudflare, dll.

    Cloudflare, meski gratis, sangat jarang sekali Down, kalaupun pernah palingan hanya selama beberapa detik saja.

    Saya menggunakan Cloudflare ini hampir 3 tahun, tanpa masalah yang berarti. Gak percaya? Silahkan kunjungi blog saya, blog saya ini menggunakan Cloudflare sejak di dirikan nya.

    “Mengapa CloudFlare gratis ini sangat tidak recomended untuk digunakan? Coba bayangkan juga mengapa website yang menyajikan tutorial kehebatan penggunaan CloudFlare tidak ikut menggunakan CloudFlare itu sendiri. Kenyataan situs merekapun masih http bukan https.”

    Menggunakan Cloudflare ataupun tidak, itu tidak bisa di cek hanya dari Protokol yang di gunakannya saja. SSL di Cloudflare bisa di nonaktifkan, kok, dari dulu lewat Opsi “Crypto”. Jadi, anda bisa menggunakan Cloudflare tanpa harus menggunakan/mengaktifkan SSL nya.

    Untuk mengecek apakah Cloudflare aktif atau tidaknya, adalah dengan memperlihatkan Response Header dari Web/Blog yang bersangkutan, biasanya disitu akan ada header seperti “cf-ray”, “cf-cache-status”, dan semua header yang berawalan “cf-” (tanpa kutip) jika web/blog tersebut menggunakan Cloudflare.

    Kalaupun benar tidak menggunakan Cloudflare, palingan alasan mereka mungkin di bawah ini:

    a. Mereka yang ingin Pamer ‘kepintaran’ nya terhadap pengunjung.
    b. Mereka yang ingin ikut-ikutan agar blog nya ramai. Sehingga, bisa menang kompetisi, dapet duit, dll.
    c. Mereka yang melakukan copas, karena gak tau apa yang harus di tulis. Mungkin, dia kira, dengan menuliskan artikel tentang “Cloudflare” maka dia akan di anggap keren, dan biar di sanjung-sanjung oleh kebanyakan orang (padahal mah biasa aja). (Kebiasaan Blogger Newbie/Bocah)
    d. Mereka yang ingin cari perhatian alias Caper.
    e. Mereka yang sudah menggunakan Cloudflare dan menggunakan Self-Hosted sebelumnya. Jadi, mungkin mereka punya pengalaman untuk menggunakan Cloudflare sebelumnya.
    f. Atau, mereka sebenarnya mempunyai banyak/lebih dari 1 blog, salah satu di antaranya menggunakan Cloudflare dan Self-Hosted di blog nya.
    g. Bermasalah dengan Cloudflare saat di gunakan pada Blog nya, padahal sebelumnya baik-baik saja.
    h. Atau, Gak bisa setting Cloudflare dengan Benar, atau bahkan gak bisa pake Cloudflare nya sama sekali.
    i. Mungkin ada alasan lain? Silahkan pengunjung lain nya yang seorang blogger agar turut membalas point ini.

    “Untuk apa juga kita menggunakan SSL dari CloudFlare padahal isi blog kita cuma tulisan-tulisan sederhana. Dimana dalam hal ini SSL di butuhkan untuk keamanan jaringan yang sering melakukan transaksi rekening bank dan kartu kredit.”

    Kalo ini jawabannya jelas, ada di awal artikel. Di awal artikel, bahwa mas sendiri menuliskan “agar lebih SEO Friendly”, kok blunder?

    Lagian pula, selain buat SEO, dengan SSL, kita dapat mengamankan proses transaksi saat login dan mengamankan akun login kita dari serangan MITM, daripada menggunakan protokol HTTP saja. Hal ini biasa di lakukan oleh Blogger yang menggunakan WordPress Self-Hosted.

    “Dari nama sertifikat SSL-nya saja – COMODO CA Limited – kita sudah bahwa penggunaan sertifikat ini terbatas artinya visitor kitapun tidak nyaman mengunjungi blog dengan sertifikat ini.”

    Limited != fitur terbatas. ‘Limited’ (disingkat ‘Ltd’) disini maksudnya adalah ‘Limited Company’. Limited Company yaitu perusahaan korporasi (Corporation) yang berada di bawah holding (perusahaan induk) dimana dia memiliki perjanjian (hak) terbatas dari perusahaan induknya. Perjanjian terbatas itu bisa bermacam-macam. Entah itu nggak boleh buka unit bisnis baru, ataupun perjanjian yang lainnya.

    Biasanya, perusahaan-perusahaan subsidiari/di bawah holding/induk terkadang menggunakan nama ‘Ltd’ atau ‘Limited’ di belakang nama perusahaan nya. Seperti: Comodo CA Limited, Canonical Group Ltd, dll.

    Kenapa COMODO CA jenis nya ‘Limited’? Karena COMODO CA merupakan Subsidiari/Bagian dari Perusahaan Comodo Group.

    Jadi, “Limited” yang tampil pada Informasi Sertifikat SSL ini mengacu pada jenis perusahaan nya, bukan pada fitur SSL nya. Kalau ini mengacu pada fiturnya, jelas ini Asbun !

    “Semua orang juga sudah tahu kalau COMODO CA limited itu gratis : Bangga apanya menggunakan yang gratisan!”

    Gak kebalik? Semua orang tahu kalau COMODO CA Limited ini berbayar, dan di percaya oleh hampir seluruh Sistem Operasi, Web Browser, dan Aplikasi yang ada di seluruh dunia. Bukankah harusnya kita bangga sudah di kasih gratis Sertifikat SSL sama COMODO CA Limited, yang sudah di percayai oleh hampir seluruh Sistem Operasi ini ? (meskipun Cloudflare menjalin kerjasama dengan COMODO CA)

    Kesimpulan nya, hampir seluruh artikel ini di tulis tanpa menggunakan Referensi, pengalaman ataupun pengetahuan yang memadai, sehingga hampir keseluruhan dari artikel ini bersifat subyektif, atau bahkan (maaf) bisa di nilai menyesatkan pengunjung lainnya.

    Jadi, tolonglah untuk memperbaiki artikel ini, selain memberikan pengetahuan yang luas, hal ini agar pengunjung lainnya bisa menilai Cloudflare dan artikel ini dengan obyektif. Saya menggunakan Cloudflare ini selama beberapa tahun, tanpa masalah yang berarti seperti yang ada di artikel. Gak percaya? Silahkan kunjungi blog saya, blog saya ini menggunakan Cloudflare untuk mengompress JS/CSS tanpa harus melakukan Merging yang berakibat rusaknya atau tidak bekerjanya suatu script.

    Oh, ya, selain CDN, Cloudflare juga dapat di gunakan sebagai DNS Manager, sama seperti DNS Management pada Umumnya. Jadi, anda bisa memanage DNS domain yang sudah terhubung ke Cloudflare tanpa harus menggunakan CDN nya, sehingga itu tidak berpengaruh pada Web/Blog secara keseluruhan.

    Jadi, harap di perbaiki lagi artikel nya, karena artikel ini bisa di kunjungi kapan saja dan dimana saja oleh pengunjung dari Google.

    Terima kasih ^_^

    Salam,
    Farrel Franqois

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.