anak

11 Bahaya pujian recehan bagi masa depan seseorang


Dampak negatif pujian bagi kehidupan anak dan keluarga

Pujian itu apa ya? Berikut ini ada dua golongan manusia dalam hidup ini, yaitu : mereka yang baru senang bekerja dengan baik saat dipuji dan yang kedua adalah yang bekerja dengan giat saat ditekan. Ini hanya masalah perbedaan rasa dan kebiasaan namun memberikan efek yang besar bagi kehidupan kita. Saya kadang merasa risih kalau dipuji sebab lebih senang di tekan agar kita terus berkembang. Saat ada orang yang memuji hati saya langsung berkata “enyahlah iblis dalam nama Yesus” (netralisasi – salah satu teknik mengusir kesombongan).

Baca juga bahaya kesombongan

Indra yang terlalu diekspose pada masa kecil akan menciptakan fatamorgana rasa yang terbawa hingga dewasa

Dipuji itu hanya soal rasa. Yang diserap oleh indra pendengaran lalu berkembang direspon oleh otak. APAKAH ADA BEDANYA ANTARA DIPUJI ORANG, MAKAN BARENG ORANG LAIN ATAU MELIHAT PEMANDANGAN ALAM BERSAMA? Lebih senang yang mana coba? Jika seseorang lebih senang dipuji berarti ada sesuatu yang salah dengan itu pada masa kecil. Sebab ketiga rasa di atas sama saja hanya indra manusia yang menangkapnyalah yang berbeda, yakni telinga, pengecap dan penglihatan. Indra yang terlalu disorot secara berlebihan pada masa kecil akan lebih peka dan lebih nikmat rasanya padahal bagi orang lain biasa saja.

Bukan yang terpuji tapi lakukanlah yang baik

Dalam masyarakat ada yang namanya perbuatan terpuji yang dapat mengarahkan orang untuk melakukan hal-hal tertentu. Ini adalah sebuah frase yang salah besar. Seolah-olah tindakan tertentu membuat orang terpuji sedangkan yang lainnya tidak. Ini mendorong orang lain untuk bertindak demikian padahal belum tentu apa yang terpuji itu baik. Sebab pujian biasanya dilahirkan oleh lingkungan sedangkan lingkungan tidak selalu baik. Oleh karena itu jangan berorientasi untuk melakukan perbuatan terpuji melainkan lakukanlah perbuatan yang baik.

Dampak buruk pujian untuk masa depan kita

Bisakah anda lihat bahwa hidup ini hanyalah perbedaan pengalaman yang sudah terbiasa sejak dari kecil. Mereka yang sudah terbiasa dipuji sejah dini (masa kanak-kanak) cenderung lebih senang bekerja/ beraktivitas saat ada orang lain yang aktif memuji. Baiklah teman, mari kita bahas bersama-sama mengapa ada saja orang yang seperti ini.

  1. Sadarilah bahwa pujian recehan (bukan karena prestasi) yang sudah dibiasakan sejak dini menggiring anda untuk ketergantungan dengannya. Rasa ini seperti narkoba yang menimbulkan candu. Pujian itu berhubungan erat dengan apresiasi terhadap kemampuan yang dimiliki. Seseorang menjadi ketergantungan dan terus berpikir untuk mewujudkannya/ menginginkannya lagi. Selengkapnya, Jangan berlebihan memuji anak
  2. Apa yang sudah dibiasakan sejak dari kecil cenderung dibawa-bawa hingga dewasa kelak. Yang terjadi selanjutnya adalah semacam merindukan pujian karena waktu kecil sudah dibiasakan.
  3. Akhirnya menderita Sindrom gila pujian. Sindrom ini terbentuk karena kebiasaan dipuji sejak dini (masa kanak-kanak).Alur berpikirnya/ mindsetnya sudah terpatok rapi :
  4. Menanggapi pujian secara berelebihan. Menganggap diri sudah hebat dan tidak peduli lagi dengan orang lain, perasaan mereka dan kepentingan mereka lebih rendah dari milik sendiri. Kesombongan seperti ini murni dapat membuat hubungan sosial anda terganggu.
  5. Dipuji dulu baru berbuat sesuatu yang baik. Beberapa orang barulah melakukan sesuatu yang baik setelah disemangati dengan memberi sedikit pujian.
  6. Lebih senang melakukan sesuatu yang diakui oleh banyak orang. Dari sini mereka yang gila pujian dapat digiring dengan mudah ke hal-hal yang salah dan ironisnya merekat tetap melakukannya demi sebuah pengakuan yang entah berantah.
  7. Lebih senang bekerja ditempat-tempat yang diaanggapnya populer. Baru gemar bekerja jika melakukan sesuatu yang banyak dibicarakan oleh orang banyak.
  8. Bermalas-malasan saat tidak ada reward dari orang lain/ atasan. Baru bekerja dengan baik saat dipuji orang lain. Padahal pekerjaan adalah kewajiban bukan prestasi.
  9. terlena dengan pujian. Seseorang merasa sangat puas dan terus berenang-renang dalam rasa puas itu sehingg lupa untuk berlatih dan mempersiapkan diri pada pertandingan berikunya. Akhirnya prestasinyapun meredup.
  10. Sindrom ini menggila saat pujian itu tidak ada lagi. Maka mulailah melakukan tindakan-tindakan berlebihan (hiper) untuk mencari perhatian.
  11. Sindrom ini makin berbahaya karena kebosanan akibat rasa yang itu-itu saja. Akhirnya mulai melakukan tindakan diluar kebiasaan manusia atau lebih tepatnya lebih suka melanggar aturan (perbuatan menyimpang) dalam masyarakat.

Sindrom pujian membuat orang lebih senang mengikuti trend walau itu salah

Pujian itu berbahaya sekali teman. Ini membuat seseorang mudah diombang-ambingkan dan lebih senang mengikuti TREND apa yang lagi rame dibicarakan oleh orang lain”. Inilah yang membuat kebanyakan orang tidak punya pendirian dan cenderung lebih senang mengikuti pembicaraan yang sedang hot disekitarnya. Jika sebagian besar masyarakat berlaku seperti ini niscaya akan membuat seseorang merasa tidak puas dengan apa yang dikerjakannya/ dilakukannya saat ini.

Keinginan berpacaran karena merindukan pujian dimasa kecil dulu

Salah satu efek buruknya adalah keinginan untuk berpacaran. Mengapa ada orang yang lebih senang pacaran lalu mengapa juga ada orang yang hidupnya senang-senang saja walau tidak memiliki pacar? Semuanya ini karena mereka menggila untuk dipuji baik dari pasangannya maupun dari lingkungan sekitar. Makanya banyak perempuan yang langsung jatuh terbuai saat di puja-puja oleh seorang lelaki karena perempuan itu merindukan pujian yang dulu pernah diumbar secara berlebihan oleh ortunya dimasa kecil.

Kebiasaan yang dialami pada masa kanak-kanak dibawa sampai dewasa

Memuji anak sangat berbahaya dampaknya bagi kehidupannya dimasa depan. Lebih baik jangan dibiasakan sebab rasa yang terbentuk pada masa kecil sulit sekali untuk diubah sampai-sampai menimbulkan sindrom yang memiliki andil besar untuk mengarahkan seseorang kepada hal-hal yang negatif kelak ketika sudah besar.

Jangan gantungkan kinerja anda pada pujian

Adakah seseorang menjadi lebih kreatif saat dipuji? Apakah kinerjanya menjadi lebih baik? Apakah moralitasnya menjadi lebih santun? SAMPAI KAPANKAH ADA ORANG YANG TERUS MENERUS MEMUJI MEREKA YANG SEPERTI INI? Sadarilah teman bahwa ini menimbulkan ketergantungan padahal siapakah yang tidak bosan untuk terus memujimu? Lalu bagaimana pula ketika itu berhenti daripadamu? Jangan-jangan anda menjadi stres.

Kita tidak butuh pujian. Kita butuh tekanan yang dapat mengarahkan diri ini untuk lebih hati-hati dan waspada sembari membangun kemampuan diri (inovasi dan kreatifitas).

Salam perubahan!

4 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.