Kecerdasan Manusia

10 Ciri-ciri & Kerugian memiliki IQ tinggi Tanpa Kedewasaan- Kecerdasan manusia tidak selalu berdampak baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain

Kerugian memiliki iq terlalu tinggi

IQ tinggi tidak selalu berkorelasi positif terhadap kebahagiaan seseorang. Sebab kemampuan intelektual tidak mampu menyelesaikan semua masalah kehidupan yang kita alami hari lepas hari. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan yang berhubungan dengan daya tangkap yang kuat terhadap pola-pola abstrak dan bersifat statis. Maju mundurnya IQ manusia tergantung pada sejauh mana ilmu pengetahuan dan wawasan yang Ia kuasai. Oleh karena itu jangan terlalu bangga karean menjadi orang cerdas. Terdapat sisi negatif dibalik kelebihan yang anda miliki.

Hewan memiliki IQ sangat rendah di bawah manusia

Binatang tidak dapat melakukan analisis. Oleh karena itulah mereka tidak memiliki kesadaran, pertimbangan dan pengertian. Ini jugalah yang membuat hewan tidak pernah merasakan kekuatiran terhadap masa depannya. Kebodohan seperti ini terkadang membuat kita lebih banyak belajar agar tidak terlalu sok pintar dalam segala sesuatu karena bodoh juga ada manfaatnya lho….

Orang pintar mengundang rasa dengki

Sadarkah anda bahwa kepintaran yang anda miliki telah mengundang rasa dengki di mata orang lain? Ini adalah dampak sosial dari tingginya IQ seseorang. Saat seseorang dengan kecerdasan tinggi lahir dari keluarga kaya raya mungkin saja keadaan ini tidak dirasakannya asalkan ia tetap lihai menggoyangkan uangnya untuk dibagikan kepada orang lain. Sebab uang adalah salah satu magnet power untuk menarik dukungan orang lain agar tetap disamping kita, berharaplah itu tidak pernah habis.

Lain halnya ketika seorang genius lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja dan mungkin juga ada beberapa yang lahir dari keluarga miskin. Orang pintar seperti ini tidak mampu melindungi dirinya dari tekanan sosial yang dihadapi hari-lepas hari. Baik yang berikan oleh teman di lingkungan rumah, sekolah bahkan terkadang orang tua di dalam keluarga juga turut mencela/ mencemooh/ membully/ menghinanya. Oleh karena itu menjadi orang genius jelas haruslah tetap sabar. Sebab saat kecerdasan yang dimiliki dijadikan sebagai pelarian niscaya akan menghasilkan karya-karya yang absurd/ amoral/ tidak layak di masyarakat.

Analisis bersifat statis – subjektif

Mereka memang dapat melakukan analisis yang sangat jauh kedepan dengan pola-pola tertentu. Namun sayang sekali pola yang digunakan bersifat statis dan absolut. Hukum matematika, fisika dan kimia sifatnya begitu-gitu saja (tidak berubah-ubah). Misalnya, dua tambah tiga sama dengan lima, satu-dua abad ke depan bahkan sampai kapanpun dua tambah tiga tetap lima. Inilah yang disebut dengan nilai yang absolut.

Orang cerdas yang belum teruji biasanya masih sangat labil dalam berpikir. Mereka memang terlahir pintar tetapi kepintarannya belum dimurnikan dari berbagai hal negatif. Biasanya, beberapa dari mereka hanya akan memandang sesuatu dari sudut pandang yang subjektif. Pendiriannya mudah sekali dipengaruhi oleh suku, agama, ras dan golongan. Ia kurang mampu menilai sesuatu senyatanya (objektif) melainkan cenderung dipengaruhi oleh aroma kelompok di dalam masyarakat.

Terlalu banyak berpikir – sudahkah anda bertindak?

Kecenderungan orang-orang dengan IQ tinggi adalah berpikir bahkan terlalu berpikir sebelum bertindak. Kebiasaan ini yang selalu membuat mereka lebih lemah dari orang lain dalam pergaulan sehari-hari. Mereka berusaha meminimalisir kesalahan bahkan bila perlu menolkannya. Sifatnya yang terlalu hati-hati sering membuat mereka lambat dalam bertindak agar hasilnya menjadi lebih baik. Ini memang di butuhkan tetapi dalam beberapa moment, spontanitas itu sangat mendukung maju-mundurnya suatu hubungan (kekerabatan).

Saya bukan orang cerdas malah lebih banyak bodohnya

Saya sendiri juga merasa sangat beruntung memiliki Iq yang tidak terlalu tinggi namun juga tidak terlalu rendah (istilah kerennya yang sedang-sedang saja). Mengapa demikian? Karena semasa sekolah saya agak bisa menghafal tapi tidak mahir dan harus berulang-ulang. Apalagi saat diperhadapkan dengan angka-angka teman sebangku dulu semasa SMA lebih duluan siap. Bahkan lebih banyak bodohnya sebab banyak tindakan yang saya lakukan terlalu terburu-buru (nggak mikir dulu sebelum bertindak melainkan bertindak dulu baru berpikir kemudian) akhirnya malu-maluin. Meskipun memiliki Iq yang biasa saja akan tetapi saya mengembangkan kesadaran dan pengertian terhadap segala sesuatu sehingga lebih siap menghadapi resiko yang akan terjadi.

Ciri-ciri sekaligus Kerugian perasaan ber-IQ tinggi

Iq adalah sebuah keuntungan bagi manusia namun ini juga dapat berdampak negatif jika tidak diiringi dengan proses kedewasaan. Tanpa kedewasaan anda akan mengalami anomali kecerdasan sehingga sangat rentan dengan masalah-masalah sepele. Satu hal yang harus anda pahami bahwa kedewasaan dibangun dari masalah. Semakin banyak anda menemukan dan menyelesaikan persoalan hidup maka semakin dewasa pemikiran anda. Selengkapnya, Faktor yang meningkatkan kedewasaan

Berikut ini ciri khas sekaligus sebagai dampak buruk jika anda merasa ber-IQ tinggi namun belum dewasa niscaya ini akan berdampak terhadap kehidupan anda yang mempengaruhi kepribadian dan juga cara bergaul dengan orang lain.

  1. Kuatir berlebihan.

    Sisi negatif yang pertama dialami oleh orang-orang ini adalah terlalu kuatir. Analisis yang jauh kedepan membuat mereka bisa membayangkan masa depan padahal mereka bukan tuhan yang selalu benar.

    Satu-satunya cara untuk mengatasi kekuatiran adalah dengan mengenal kebenaran sejati. Anda harus memiliki keyakinan kepada Tuhan sebab di dalam Tuhan hidup kita terjamin karena ada pengharapan. Sesulit dan sepahit apapun hidup ini, pada akhirnya nanti (kiamat-akhir zaman) setia prang percaya akan beroleh hidup yang kekal.

  2. Menderita insomnia berulang.

    Kemampuan berpikir yang terlalu tinggi membuat mereka tidak mudah tidur dan tidurnyapun tidak begitu lama. Orang-orang cerdas adalah penderita insomnia kronis.

    Aktivitas otak yang tinggi turut membuat seorang genius tidak dapat terlelap lama di atas tempat tidurnya sendiri. Mereka cenderung terkejut di tengah malam sampai menjelang dini hari. Jika aktivitas ini ditanggapi dengan terus bekerja melakukan sesuatu (begadang sampai pagi) niscaya akan menyababkan gangguan kesehatan.

    Cara mengatasinya dari kami, silahkan terus fokuskan pikiran untuk senantiasa bernyanyi memuji Tuhan di dalam hati sembari menunggu mata terlelap dalam tidur di malam yang gelap. Berusaha jugalah untuk mengimbangi aktivitas anda dengan belajar dan bekerja dengan demikian kalori tidak menumpuk di badan ini. Terlebih jika sempat melakukan olahraga di sore harinya pasti tidurnya bisa lebih enakan.

  3. Indra sangat mudah terganggu.

    IQ sering sekali berhubungan dengan kepekaan indra manusia. Mereka biasanya memiliki indra yang lebih peka dari biasanya sehingga “sangat mudah terganggu” bahkan oleh hal-hal kecil dari lingkungan dan orang disekitarnya.

    Solusi dari kami, hadapilah gangguan sosial dengan sabar dengan berlapang dada, terima apa adanya, jangan melawan di dalam hati, ampuni orangnya bahkan bila perlu berbuat baiklah kepada mereka (misalnya saja lakukan ramah tamah).

  4. Terlalu hati-hati – overprotektif.

    Kebiasaan ini membuat mereka sangat hati-hati dalam bertindak dan cenderung menjauhi sesuatu yang berpotensi merugikannya termasuk pergaulan/ sangat membatasi pergaulan dengan orang lain. Mereka yang terlalu waspada dalam bersikap tidak bisa mentolerir kesalahan orang lain dan diri sendiri. Ini membuatnya terlalu terbatas dalam pergaulan alias cenderung indivudualis.

    Hindari sikap yang terus-menerus beraktivitas di zona aman yang kita ciptakan sendiri. Mungkin karena memiliki beberapa pengalaman buruk tentang situasi tertentu bukan berarti anda tidak belajar untuk ambil resiko. Sadarilah bawa keluar dari zona nyaman akan mempertemukan kita dengan masalah sedang persoalan itu sendiri akan membentuk diri sendiri menjadi lebih cerdas hingga bijak.

  5. Memiliki prasangka buruk lebay.

    Keburukan yang berikutnya adalah terlalu suudzon (berpikiran buruk terus terhadap orang lain). Mereka mengkaji buruk segala sesuatu padahal belum tentu terjadi.

    Tidak masalah jika hal-hal buruk melintas dalam pikiran kita: itu adalah peringatan untuk lebih waspada dalam segala sesuatu. Dibalik semua itu, jangan pernah terus terpaku, berlama-lama memikirkan hal-hal buruk itu. Melainkan milikilah pikiran yang selalu positif (fokus Tuhan, pekerjaan sesuai kemampuan dan belajar).

  6. Sulit memaafkan dan minta maaf.

    Kelemahan yang selanjutnya adalah sangat sulit memaafkan kesalahan orang lain. Ini dikarenakan kemampuan daya ingat yang sangat fantastis (menghafal akurasi tinggi) membuat mereka sulit melupakan masa lalu apalagi kejadian yang meninggalkan kesan buruk di hati.

    Sebaiknya hindari bersikap sombong di dalam semua hari yang dilalui. Arogansi yang terlalu tinggi kerap membuat kita tidak mampu memahami orang lain dan kesalahan yang dilakukannya. Rendahkanlah hati bahkan hinakan diri sendiri. Sadarilah bahwa manusia dahulu mencuri pengetahuan itu dari Tuhan. Oleh karena itu katakan, “Kami ini hanyalah sampah, orang yang penuh dosa. Kejadian ini sudah sepatutnya terjadi. Kuatkan hati menjalani semua ya Tuhan!”

  7. Terlalu sulit berubah – susah beradaptasi.

    Mereka sulit diubah alias tidak mudah menerima perubahan yang terjadi. Analisis dan pertimbangan yang tinggi membuat mereka menganut versi perubahan sendiri yang kemungkinan lain dari yang lain.

    Sadarilah teman bahwa anda bukanlah batu dan bukan pula kayu yang tidak bisa berubah. Manusia adalah makhluk yang sangat fleksibel seperti air yang mampu mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya. Jika memang perubahan itu demi kebaikan bersama, mengapa tidak? Hiduplah untuk kepentingan umum dan bukan demi kepentingan pribadi/ kelompok

  8. Terlalu percaya diri – enggan diatur orang lain.

    Orang-orang cerdas lebih percaya kepada kemampuannya sendiri, mereka tidak mau percaya apalagi tunduk di bawah perintah orang lain terlebih kalau itu tidak sesuai dengan prinsip yang dianutnya kecuali karena terpaksa, itupun dilakukan dengan berat hati.

    Sepintar apapun kita, hindari sikap individualis yang sempit. Jangan berpegang kepada pengertian sendiri sebab hal tersebut tidak akan membuatmu bertahan lama dalam hidup bersosial di masyarakat. Sebaiknya, junjung tinggi standar kehidupan yang diyakini: kebenaran/ kepercayaan kepada hukum Tuhan dan pada peraturan perundang-undangan/ hukum yang berlaku.

  9. Memiliki sudut pandang dan gaya sendiri.

    Mereka dengan IQ tinggi memiliki pola sendiri (berbeda) dalam menjalani kehidupan. Baik dalam hal pola pikir, pergaulan, pekerjaan dan lain sebagainya. Kebiasaan yang mereka lakukan berbeda dari kebanyakan orang disekitarnya. Mereka tidak mudah untuk dipengaruhi. Selengkapnya, Kelemahan saat mengembangkan kecerdasan.

    Seunik apapun dirimu, kiranya itu tidaklah berlebihan (lebay) dan harap perhatikan berbagai-bagai aturan normatif yang berlaku di masyarakat. Hal-hal yang berlebihan jelas tidak baik untuk kesehatan mental dan sosial. Lakukan semuanya dengan santai dan sewajarnya saja dan hindari sikap angkuh dalam setiap ekpresi yang ditunjukkan.

  10. Terlalu individualis karena beratnya tekanan atau sombong.

    Tahukah anda bahwa saat seorang yang genius itu selalu saja mendapat ujian dari orang lain? Entah itu ujian sosial berupa gangguan, ejekan, hinaan, bully dan lain sebagainya. Mereka yang tidak tahan terhadap gangguan sosial semacam ini cenderung suka menyendiri dan menjauhi orang lain. Padahal kebiasaan ini jelas bisa merusak rasa sosial di dalam hati sehingga menjadi sangat indivudalis.

    Sikap individualis juga bisa saja timbul karena terlalu sombong terhadap orang lain berhubung karena banyaknya prestasi yang telah diraih selama ini. Keangkuhan jelas akan membuat orang semakin individualis.

    Sadarilah bahwa ini hal yang lumrah dialami oleh setiap genius kelas dunia. Justru lewat pergumulan hidup yang anda alami, kepribadian berkembang dan otak menjadi lebih cerdas. Bahkan ketika anda mampu menyesuaikan diri dengan semuanya itu, ada hikmat yang dapat dipetik buahnya. Oleh karena itu, tabahlah (kuat-sabar) dalam pencobaan tetapi tetap lembut-santun-ramah dalam bersikap kepada teman-teman disekitar.

Keburukan ini semakin parah saja

Banyak orang berpikir bahwa mengendalikan orang-orang bodoh itu lebih mudah daripada mengendalikan mereka dengan IQ tinggi (orang cerdas). Sehingga tidak sedikit pemimpin yang lalim menginginkan agar orang-orang yang dikendalikannya tetap bodoh agar kelicikannya bisa berjalan mulus. Pembodohan masal adalah sebuah konspirasi klasik yang digunakan oleh pemimpin diktaktor untuk mengendalikan masa.

Kembali kepada kekurangan seseorang dengan kecerdasan yang tidak biasa-biasa. Kelemahan tersebut di atas semakin bobrok ketika mereka memiliki :

  1. wawasan sempit,
  2. pengalaman kurang,
  3. attitude yang buruk.

Jangan cuma cerdas tetapi murah hati (baik) dan bijaklah

Sifat-sifat buruk itu seperti egois, tidak sabaran, tidak mau mengalah, ingin menang sendiri, tidak mau diatur-atur, lebih suka membangkang dan lain sebagainya membuat posisi mereka semakin tersisih bahkan tersingkirkan dalam pergaulan, dunia kerja dan lain sebagainya. Ingatlah teman bahwa memiliki analisis tinggi tanpa attitude yang baik akan membuat hidup anda benar-benar tidak nyaman. Selengkapnya, Akibat kecerdasan manusia. Oleh sebab itu, berusahalah juga untuk melatih kebaikan hatimu (kasih kepada sesama) dan arahkan fokus kehidupan kepada Tuhan (kasih kepada Allah).

Seharusnya orang pintar yang sudah teruji (banyak menghadapi pahit-getirnya dunia: masalah) akan menjadi dewasa menjalani hidup. Pencobaan hidup inilah yang akan membuat kepintaran yang awalnya tidak stabil (instabil) menjadi stabil, yang awalnya tanggung (partial version) menjadi penuh (full version). Sehingga pada satu titik ia akan memiliki sudut pandang yang objektif dan positif. Artinya, mereka memberikan analisis yang senyatanya tanpa harus dipengaruhi oleh berbagai faktor pengganggu seperti SARA. Dan lagi, pemikiran itu bisa mengarah dinamis ketika ilmu pengetahuan yang dimiliki terus berkembang. Sebab bisa saja terdapat hal-hal baru yang lebih akurat dari ilmu yang diketahui sebelumnya. Jadi, janganlah hanya memiliki kepintaran fakultatif belaka melainkan kuasalilah juga kepintaran emosional dan spiritual. Dengan demikian, anda bukanlah seorang yang pintar saja namun sekaligus menjadi seorang yang murah hati (gemar berbuat baik) dan bijak.

Salam perjuangan!

8 replies »

  1. Sblmnya perkenalkan, saya Andra, IQ saya 120
    Artikel nya sedikit offensif ya? 😄 kalimat yg digunakan kebanyakan mengacu pada hal subyektif (tdk semua orang IQ tinggi sprti itu). Apa mungkin penulis pernah sakit hati? 😅
    Menurut saya inti permasalahannya lbih ke pola pikir masing”. Pola pikir IQ 100 pasti berbeda dgn IQ 150, itulah yg sering membuat mereka tidak sepaham, karena cara berpikirnya Berbeda ssuai tingkatan IQ masing” (bukan brmksd rasis)
    Sebenarnya mnrt saya sifat dasar IQ tinggi itu : obyektif (koreksi : analisis bersifat obyektif dan bukan “statis”, absolut brti pasti, bukan brti sama), realistis, egois, keras kepala/berpendirian teguh (trgntung sudut pandang) , dan mungkin memang punya emosi yg kurang stabil.

    Disukai oleh 1 orang

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.