Lingkungan

Konspirasi pembunuhan masal melalui bencana alam – Mengapa orang jaman sekarang lebih suka menyendiri

Konspirasi pembunuhan masal melalui bencana alam – Mengapa orang jaman sekarang lebih suka menyendiri

Jumpa lagi dengan konspirasi yang tidak ada pangkalnya dan semoga juga tidak ada ujungnya. Dalam ketidak jelasan ini, yang kita lakukan hanyalah menebak-nebak apakah ada dalang yang merencanakan suatu bencana alam? Atau setidaknya, mereka sudah tahu akan terjadi bencana namun tidak menginformasikan kepada penduduk setempat sehingga terjadi pembiaran yang berkontribusi dengan jumlah kerugian dan kematian orang. Apakah benar memang demikian? Biarlah waktu yang menjawabnya kawan.

Pandangan fanatik dari luar

Ada beberapa pihak yang sependapat dengan seleksi alam. Orang-orang fanatik keras menyadari bahwa manusia lemah akan ditelan oleh kerasnya alam sedangkan kapitalis kelas atas yang dekat dengan korporat akan diselamatkan oleh teknologi. Mereka berpendapat bahwa jumlah penduduk bumi terlalu banyak sehingga dunia ini tidak mampu menahan semuanya. Orang-orang yang terpilih akan diselamatkan sedangkan kerumunan virus (masyarakat kelas bawah) akan tersisih dan di telan oleh bencana alam. Inilah sepenggal cerita yang kita serap saat menyaksikan beberapa film holliwood yang bernuansa akhir zaman.

Alam tidak menyukai perubahan ekstrim yang tidak bertanggungjawab

Kekuatan alam itu sangat dahsyat, berbahaya tapi sangat tenang.  Dalam keseimbangan, alam bisa menenangkan diri. Tidak ada kekuatan yang sifatnya setara dengan mesin pembunuh masal melainkan akan terasa sepoi-sepoi yang memberi kesejukan bagi kehidupan. Dalam keseimbangan alam bisa mengendalikan diri sendiri. Lain halnya ketika manusia telah mengganggu proses-proses alamiah itu. Ingatlah, bahwa apapun perubahan ekstrim yang kita timbulkan pada lingkungan akan memakan nyawa dan materi sebagai tumbal atas perubahan itu.

Manusia tidak pernah puas karena serakah akan kemewahan

Tindakan yang terlalu lebay (berlebihan) dalam memanfaatkan alam akan memicu ketidak seimbangan antara komponen bumi : tanah, air dan udara. Kita tidak sepenuhnya menyalahkan industri karena kerusakan lingkungan sebab mereka hanya memenuhi tugasnya. Industri memberi kita kenyamanan, efisiensi dan efektifitas hidup. Kesalahan terletak pada keinginan manusia akan kemewahan pribadi yang bukan kepentingan bersama. Ketika hati ini selalu ingin lebih dari orang lain maka saat itulah kita menginginkan kemewahan pribadi yang lain dari yang lainnya.

Kemewahan merusak lingkungan

Jika semua orang ingin memiliki kemewahan pribadi apa jadinya dunia ini. Orang-orang ingin punya benda-benda yang waw tapi bersifat pribadi. Benda-benda yang sesungguhnya bisa dimanfaatkan oleh banyak orang dikhususkan untuk kalangan sendiri. Entah apa yang terjadi pada kita, lebih suka menyendiri lalu membawa tempat-tempat umum yang kita inginkan disekitar. Ingin punya rumah yang luasnya seperti lapangan bola. Ingin punya kolam renang sendiri, ingin punya koleksi mobil sendiri, ingin punya bar sendiri, ingin punya toko sendiri, ingin memiliki tempat hiburan sendiri, ingin memiliki sarana olahraga sendiri, ingin memiliki aula sendiri, ingin memiliki bioskop sendiri. Semua kemewahan ini mencitrakan keegoisan yang syarat dengan kerakusan, ketamakan dan keserakahan.

Sadarilah teman bahwa kenyamanan yang kita inginkan telah menyingkirkan banyak makhluk hidup yang juga berhak tinggal di bumi ini. Kita mendestruksi lingkungan alami yang kaya akan flora dan fauna. Merusak tatanan lingkungan yang hidup dalam keragaman. Lalu datang dengan teknologi yang katanya sudah maju membangun destinasi yang menelan banyak sumber daya yang sudah disediakan oleh alam, memusnahkan banyak binatang dan tumbuhan, memakan lahan yang tidak sedikit. Hingga hanya kita seorang diri saja di tanah itu untuk menikmati sesuatu yang disebut kemewahan yang hampa.

Mengapa manusia jaman sekarang lebih suka menyendiri

Mari merefleskikan diri. Untuk apa kita memiliki rumah jika sebagaian besar kamarnya tidak ditempati. Apa untungnya bagi kita memiliki fasilitas kelas atas namun hanya di gunakan seorang diri. Apa gunanya bagi kita berkembang sedangkan orang lain dihimpit oleh bencana sebagai efek samping dari perkembangan itu.  Ada baiknya, kita menyadari bahwa hidup di dunia ini tidak ditakdirkan untuk menyendiri. Seorang diri saja sangat tidak mungkin untuk merasa senang teman. Sebab kita butuh orang lain untuk menyokong kehidupan ini. Inilah yang namanya bersosialisasi. Tanpa sosialisasi sehari-hari terasa ada yang kurang. Kita tidak menyadari, egoisnya kita telah merugikan sesama dan juga merusak lingkungan alami.

Mau menyendiri karena tidak mau memaafkan kesalahan kecil

Masalah yang mungkin kita rasakan adalah tidak mengerti dengan kesalahan-kesalahan kecil. Sadarilah kawan bahwa tidak ada hubungan yang benar-benar sempurna tanpa cacat. Ada gejolak sosial yang pantas kita abaikan lalu dilupakan begitu saja. Alangkah baiknya jika hati ini mau memaafkan segala gangguan kecil yang menerpa diri ini. Toh tidak merugikan melainkan hanya berupa gangguan indra saja. Hati yang pemaaf akan membuat interaksi komunikasi sosial berjalan dengan lancar dan lebih luwes. Kepribadian yang kaku, tidak sabar dan temperamen sangat menghambat pergaulan dengan masyarakat di sekitar. Gangguan interaksi yang bersifat recehan dapat mendorong kita untuk lebih emosional dan tidak terkendali.

Penjahat, koruptor haus dengan kepuasan materi

Mengapa indra kita butuh sesuatu yang besar-besar dan waw baru bahagia? Ini karena hati kita belum terpuaskan oleh kebenaran. Kesalahan dan dosa turut mengeringkan air hidup kebahagiaan dari dalam hati. Sadarilah teman bahwa kebahagiaan, damai dan kepuasan itu arahnya dari dalam ke luar. Bukan dari luar ke dalam. Artinya mustahil kita terpuaskan kalau hati ini belum puas oleh kebenaran. Seminim apapun rasa yang dapat kita serap dari luar niscaya hati puas jika sudah dipenuhi oleh kebenaran. Jadi, sadarilah bahwa kebahagiaan, damai dan kepuasan itu tidak tergantung dari apa yang ada di dalam diri kita melainkan sangat erat kaitannya dengan apa yang mengisi hati ini. Baca juga, Ciri-khas koruptor dan penjahat lainnya

Kepribadian egois yang dipenuhi rasa bersalah dan enggan memaafkan akan cenderung membawa benda-benda yang sebenarnya dapat dipakai bersama menjadi milik pribadi untuk kalangan sendiri. Padahal pembuatan aset dan fasilitas mewah telah menyisihkan lingkungan alami dan mengorbankan lebih banyak makhluk hidup saat penyelesaiannya. Inilah yang menyebabkan luas hutan terus berkurang, daerah serapan air menurun sedang polusi udara, air dan tanah terus meningkat. Pencemaran lingkungan seperti ini bersifat sistematis mengganggu keseimbangan alam.

Kekuatan keseimbangan alami

Alam memiliki dua kekuatan besar yakni kekuatan memelihara/ menghidupi dan kekuatan menghancurkan. Kemampuan alam untuk menghidupi makhluk di dalamnya berkurang karena pencemaran lingkungan. Berkurangnya kekuatan alam untuk memelihara menjadi lebih kecil dari kemampuannya untuk menghancurkan. Sehingga suatu saat, kekuatan yang menghancurkan ini tidak dapat di tahan lagi maka terjadilah bencana alam yang dahsyat, merugikan dan menelan korban jiwa. Baca juga, Dasar keseimbangan lingkungan

Bencana alam dapat diprediksi

Beberapa bencana alam bisa diprediksi oleh teknologi manusia. Bahkan negara dengan teknologi canggih dapat mengalihkan bencana tersebut ke daerah tertentu saja. Pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari sisa modernisasi suatu saat akan meledak lalu menimbulkan bencana alam yang menimpa daerah pinggiran yang rawan bencana. Siapakah yang ada disana? Tentu saja rakyat biasa yang tak tahu apa-apa. Haruskan setiap kemajuan yang dapat diraih di bayat dengan kerusakan lingkungan?

Konspirasi mengendalikan jumlah penduduk

Pencemaran lingkungan tidak langsung menimbulkan efek yang nyata. Melainkan setelah berlangsung berbulan-bulan bahkan menahun hingga menimbulkan bencana alam. Efek jera dari bencana alam hampir tidak tepat sasaran. Mereka yang menyebabkannya dapat bersembunyi dibalik teknologi dan materi yang dimiliki sehingga tidak merasakan itu sama sekali. Sedangkan yang benar-benar merasakan dahsyatnya bencana alam adalah masyarakat kelas bawah yang termarjinalkan dan tidak tahu apa-apa dimana rata-rata dari mereka tinggal di daerah rawan, labil dan beresiko tinggi untuk itu.

Bencana alam dapat menjadi sebuah konspirasi yang berdalil untuk mengendalikan jumlah penduduk. Misalnya saja dengan merusak vegetasi di daerah-daerah lereng gunung suatu saat akan menimbulkan banjir bandang yang akan menyapu bersih wilayah yang lebih rendah terutama yang berdekatan dengan aliran sungai. Mereka yang bermukim di daerah rawan akan mengalami kerugian besar, kehilangan harta benda bahkan nyawapun melayang. Lalu dimanakah mereka yang telah merusak lingkungan itu, korporasi, industri, swasta? Mereka hidup telalu aman dan nyaman di atas penderitaan orang lain.

Saatnya melestarikan lingkungan dan mengembangkan teknologi hijau

Pencemaran lingkungan yang terjadi, secara tidak langsung telah membahayakan orang-orang yang tinggal di daerah pinggiran dan terlantar di luar sana. Oleh karena itu jagalah lingkungan alam sekitar anda agar dosa atas pembunuhan masal itu tidak ditanggungkan kepada anda di akhirat. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif. Hindari menebang pohon sembarangan. Jangan membunuh hewan di alam liar sembarangan karena mereka adalah bagian dari rantai makanan. Lalu mulailah tanam pohon atau setidak-tidaknya tanaman bunga disekitar pemukiman anda untuk menjaga keasrian lingkungan sekitar.

Segala perkembangan teknologi, industri dan kemajuan lainnya tidak pantas dipandang sebagai modernisasi apabila menimbulkan pencemaran lingkungan yang tidak terkendali. Pengelolaan tanah, perumahan, penambangan, teknologi dan industri yang tidak ramah lingkungan sangat tidak cerdas. Bila manusia hanya mampu merusak yang sudah ada lalu menjadikannya uang entah berantah sehingga alam mendestruksi diri sendiri berarti ilmu pengetahuan itu masih secuil. Ini sama saja artinya “Ini sama saja artinya kita menginjak orang lain untuk memperoleh uang”. “Bukankah ini tipu muslihat yang berujung kepada konspirasi pembunuhan masal yang memanfaatkan bencana alam?” Sudah saatnya perkembangan di bidang teknologi hijau di giatkan agar keberadaannya membawa kenyamanan dan tetap aman untuk masa depan.

Salam Indonesia hijau!

Iklan

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s