Gejolak Sosial

9 Level Kebaikan Berdasarkan Sumber Daya Yang Digunakan – Kasih itu berjenjang/ bertingkat sesuai dengan kemampuan masing-masing

Level kebaikan berdasarkan sumber daya

Kita hidup karena cinta, dibesarkan oleh kasih dan didewasakan oleh pengorbanan. Kebaikan yang kita lakukan terhadap orang lain adalah sebuah awal untuk membuka hubungan yang lebih dekat. Jangan berpikir bahwa kedekatan dengan seseorang tanpa ada sesuatu yang di korbankan. Pengorbanan itu tidak harus berwujud materi melainkan banyak hal yang sudah ada secara default/ bawaan dari lahir yang dapat kita bagi. Mengapa harus pelit memberikannya, toh tidak ada ruginya sama-sekali baik ketika dia menerima atau tidak bahkan menolak sekalipun.

Berasal dari dua sumber berbeda

Terdapat dua kebaikan berdasarkan asal sumber kekuatan yang kita manfaatkan saat melakukan hal yang baik, yaitu sumber daya yang berasal dari dalam diri sendiri dan dari luar diri ini (yang berwujud materi). Yang asalnya dari dalam, tidak butuh banyak kekuatan untuk mengungkapkannya sedangkan yang asalnya dari luar berbeda-beda berdasarkan kapasitas setiap manusia. Kepemilikan materi tidak merata sama untuk setiap orang akan tetapi kemampuan melakukan kebaikan terkadang malah berlaku sebaliknya.

Mari lihat berdasarkan persentasi

Ada yang mengatakan bahwa mereka yang miskin lebih banyak berbuat yang baik daripada mereka yang hartanya berlimpah. Ini sebuah pernyataan klasik yang masuk akal. Mungkin dari segi jumlah orang kaya melakukannya dengan angka yang fantastis. Namun dari segi persentasi mereka yang lebih sederhana ekonominya lebih banyak memberi. Ini diperoleh bukan dengan membandingkan dengan nominalnya melainkan dengan jumlah hartanya secara keseluruhan. Misalnya, mereka yang hidupnya sederhana bersedekah Rp. 5.000,- dari penghasilan totalnya adalah Rp. 100,000,- : persentasinya 5 %. Mereka yang kaya memberi Rp. 50.000,- darj total gajinya Rp. 5.000.000,- : persentasinya 1 %. Jadi, bisa kita amati bersama betapa pelitnya orang yang memiliki banyak sumber daya.

Dimulai dari yang kecil

Berbuat baik itu dimulai dari DOA. Mendoakan kebaikan orang lain adalah awal dari niat hati yang baik. Kemudian disusul oleh senyuman dan sapaan sehari-hari. Sumber daya yang digunakan untuk melakukan ini nihil alias tidak ada. Semua orang bisa melakukannnya. Ucapan terimakasih dan permohonan maaf juga tidak butuh kekuatan yang lebih untuk melaksanakannya. Yang membatasi kita untuk bersedekah di bidang ini adalah diri sendiri lebih tepatnya pikiran. Sadarilah teman, bila dalam pikiran sendiri anda begitu pelit apalagi berbagi kepada orang lain? Sangat diragukan jika orang yang tidak murah senyum mampu bermurah hati kepada yang lainnya. Senyumannya saja mahal apalagi kalau dimintai sesuatu yang menuntut pengorbanan lebih.

Kebaikan yang berjenjang menurut sumber daya yang dimiliki

Kebaikan yang kita lakukan berjenjang. Setiap tingkat selalu ada yang dikorbankan, kalau tidak berkorban bukan kebaikan namanya melainkan kewajiban. Berikut akan kita bahas bersama level kebaikan berdasarkan kesanggupan setiap orang.

Yang berasal dari dalam diri sendiri.

  1. Mendoakan kebaikan orang lain. Memohonkan berkat kepada semua orang baik maupun jahat. Apakah anda melakukan ini setiap hari.
  2. Ramah tamah: senyum, sapa, sentuh, maaf dan terimakasih.
  3. Memberi petunjuk ketika ditanyakan tentang arah jalan ke tempat tertentu.
  4. Membantu mengambil sesuatu atau disuruh untuk mengambil/ melakukan sesuatu (ini atau itu).
  5. Membantu seseorang menyelesaikan pekerjaannya.
  6. Memberi ide kreatif dan masukan cerdas kepada yang lainnya saat menghadapi masalah kehidupan.

    Berasal dari luar diri ini

  7. Meminjamkan sesuatu kepada orang lain (biasanya barang).
  8. Membantu orang lain sukses, menjadi pelanggan setia, mendukung usahanya dan membeli produk yang dihasilkan.
  9. Berusaha memberi manfaat kepada sesama lewat bakat yang dimiliki.
  10. Berbagi kasih dengan orang lain lewat perbuatan nyata, memberi.

Setiap orang memiliki sumber daya yang berbeda-beda, baik dalam hal jumlah (kuantitas) maupun kualitas. Ini membuat masing-masing dari kita memiliki keterbatasan saat melakukan kebaikan khususnya ketika melibatkan materi yang dimiliki. Harus juga disadari bahwa kita memiliki berlimpah-limpah sumber daya yang tidak terbatas. Dimana ini berupa sikap (atitude) saat menjalin hubungan baik dengan sesama. Ini ekspresi tubuh atau disebut juga sebagai body language ketika menghadapi situasi tertentu. Atitud yang santun tidak terbatas, tinggal melakukannya saja toh….

Mengapa beberapa orang kurang berbuat baik

Bahasa tubuh yang ramah lingkungan adalah hal baik yang bersifat tidak terbatas (unlimited). Dapat diekspresikan kapanpun dan dimanapun tergantung situasi dan kondisi (sikon) yang kita hadapi. Teori saya adalah “Kalau senyum aja bisa diikhlaskan, kemungkinan besar diminta lebihpun bisa….”. Kendala yang mungkin dihadapi selama ini mengapa banyak orang tidak dapat beramah-tamah dengan yang lainnya :

  1. Di dalam keluarga tidak berdasar atau tidak diajari.
  2. Lingkungan tidak mendukung sifat ramah-tamah, lingkungan yang keras.
  3. Dasar orangnya pelit.
  4. Terlalu egois sehingga tidak begitu peduli alias masa bodoh.
  5. Pernah kecewa sehingga takut tidak terbalas/ tidak dijawab oleh lawan bicara. Baca juga, Cara mengatasi rasa kecewa.

Inilah masalah yang dihadapi setiap orang saat melakukan kebaikan, yakni niatnya tidak tulus dan terlalu banyak berharap. Tidak sedikit orang melakukan kebaikan agar disambut positif oleh yang lainnya. Hati-hati teman, anda bisa kecewa berat. Ketahuilah bahwa manusia berbeda-beda. Kebaikan yang kita lakukan dapat dipandang secara beragam, ada yang baik dan ada juga yang menganggapnya “sampah”. Oleh karena itu apapun hal baik yang anda lakukan, kerjakanlah dengan tulus tanpa pamrih (mengharapkan balasan). Kiranya sesuai itu dengan pepatah yang mengatakan “Jika tangan kanan memberi maka tangan kiri tidak melihat”. Biarlah itu menjadi tabungan anda di sorga yang suatu saat akan di balas oleh Sang Pencipta. Menarik, Jawaban atas kebaikan anda.

Yang lebih baik

Lakukanlah kebaikan yang berbeda dari yang lain. Jika orang disekitar hanya berbuat baik kepada mereka yang baik padanya, itu sudah biasa! Ini dampaknya terbatas kawan. Namun apabila anda berbuat baik kepada mereka yang tidak pernah berbaik hati bahkan lebih sering mencela anda niscaya dunia ini akan lebih damai dari sebelumnya. Sadarilah bahwa kebaikan dapat mengubah kehidupan orang lain. Ingat kucinya lakukan dengan tulus ikhlas dan mulai dari hal (level) terkecil. Yang lain juga, Level kebaikan berdasarkan suasana hati

Salam hidup damai!

Iklan

6 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s