Gejolak Sosial

17 Cara Mengatasi Ujian Kehidupan – Alasan Mengapa Orang Cerdas Berhubungan Dengan Kegilaan

Mengantisipasi Ujian Kehidupan

Mengantisipasi Ujian Kehidupan

Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Kemampuan intelektual yang telah dianugrahkan oleh Sang Pencipta Segala Masa adalah karunia. Tidak diberikan menurut kehendak sendiri atau menurut usaha yang digiatkan melainkan semua adalah atas kehendak-Nya. Jika Tuhan sudah berkehendak, siapa yang dapat membatasi dan menghalanginya.

Sikap orang lain terhadap diri ini

Kemampuan berpikir dan analisis yang kita miliki membuat perilaku dan perkataan kitapun berbeda dari kebanyakan manusia rata-rata. Sikap yang mencolok ini mau tidak mau mengundang perhatian orang lain. Berikut ini wujud dari perhatian seseorang terhadap kemampuan kita.

  1. Senang dan Kagum.
  2. Sedih dan iri hati.
  3. Biasa saja.

Yang dialami ketika lupa diri karena pengakuan

Dari ketiga sikap di atas, ada baiknya jika menanggapi semuanya dengan santai. Sebab rasa senang yang terlalu lama akan membuat hati ini menjadi sombong. Demikian pula dengan rasa sedih bisa membuat kita depresi  hingga akhirnya menyimpan kebencian dalam hati. Berikut dampak buruk yang kita peroleh karena lupa diri dan terlena dengan tanggapan orang yang positif (orang-orang tersebut mendukung penuh) dengan sikap/ karya kita.

  1. Sombong.
  2. Rasanya harga dirinya lebih tinggi karena terlalu percaya diri.
  3. Merasa paling penting.
  4. Ada rasa memiliki kemampuan dan dapat bertindak sesuka hati.
  5. Tingkat kewaspadaan dini menurun.
  6. Menjadi sangat gila hormat dan gila pujian.
  7. Hidup menjadi sangat bergantung dengan sikap orang lain kepada kita.
  8. Pada akhirnya menjadi budak orang yang pintar-pintar (licik – manipulatif).

Saat kita tidak menerima semua perlakuan buruk orang lain

Apabila kita tidak mampu menerima segala sesuatu apa adanya niscaya hati ini perih dan hancur lebur. Saat apa yang kita tekuni selama ini ternyata tidak mendapat apresiasi apapun dari orang lain maka hidup kita cenderung seperti berikut ini.

  1. Tertekan – Stres.

    Selengkapnya, Cara menghilangkan stres

  2. Depresi.
  3. Benci.

    Tips, Menghilangkan kebencian

  4. Dendam.
  5. Terkena sanksi/ hukuman/ sakit karena sikap sendiri yang salah.
  6. Dan pada akhirnya kita menjadi orang yang manipulatif yang memanfaatkan kemampuannya untuk memerah/ memeras orang kecil yang berpengetahuan terbatas.

Alasan, mengapa orang cerdas cenderung menjadi gila sendiri

Harus diakui bahwa, saat kita tampil berbeda dari yang lain. Ada banyak orang lain yang sengaja menguji dan menekan secara berama-sama. Coba rasakan betapa sakitnya itu dan betapa perihnya juga betapa menderitanya diri ini. Oleh karena itu, kita harus mengandalkan Tuhan. Seumur hidup kami, ada orang yang berusaha menekan dan menjatuhkan tapi kami tidak mengandalkan kekuatan yang dimiliki untuk melawan balik atau membalas melainkan hanya mengandalkan Tuhan dimana hati selalu ikhlas menerima segala sesuatu yang terjadi. Berikut pengalaman kami saat tidak mengandalkan yang Maha Kuasa maka diri ini menggila karenanya.

  1. Tidak kuat (sabar) menghadapi penderitaan atau ujian dari orang yang nyata-nyata ingin menjatuhkan anda.
  2. Mencari pelarian pada kenikmatan duniawi. Padahal materi yang kita miliki terbatas dan kita sangat tergantung dengan materi.
  3. Sebagai pelarian dari rasa sakit kita cenderung melakukan tindakan yang lebay (diluar batas) untuk mencari sensasi demi menghibur diri sendiri. Sikap seperti inilah yang membuat kita terlihat gila oleh orang lain.
  4. Untuk mengelak dari kepahitan maka kita menyombongkan diri lalu berusaha menunjukkan hebatnya diri ini lewat kata-kata.
  5. Membenci orang yang menguji diri ini dan menjauhi pergaulan dengan sesama (menyendiri).
  6. Dendam kepadanya dan berjanji suatu saat akan membalaskannya.
  7. Sombong ke dalam dimana hati berkata “kamu belum tahu siapa aku, tunggulah sampai aku jadi orang hebat maka semua orang akan menyaksikan betapa payahnya dirimu”.
  8. Hati yang menyimpan benih-benih kebencian walau hanya kepada segelintir orang ditambah dengan kebutuhan akan materi dan kenikmatan duniawi yang semakin tinggi, cenderung menggiring kita untuk mencari cara, “Bagaimana menguangkan pengetahuan yang dimiliki” baik secara langsung (kata hati sendiri) maupun secara tidak langsung (kata orang).
  9. Demi uang kita menjadi manipulatif. Karena gila uang maka kita menjalankan konspirasi di tengah masyarakat agar pundi-pundi rupiah yang dimiliki semakin bertambah-tambah.

Cara cerdas mengatasi ujian kehidupan

Kami sangat sadar dan mengenal diri sendiri sebagai binatang yang penuh dengan perbuatan daging yang sesat. Itulah mengapa kita dimurnikan Tuhan lewat ujian kehidupan, agar sifat-sifat yang syarat dengan kebinatangan itu jauh dari kehidupan ini. Tekanan dalam cobaan hidup membuat diri ini senantiasa dekat kepada Yang Maha Kuasa sehingga sifat yang diekspresikanpun bebas dari kedagingan yang jahat.

Ketahui lebih, Dasar penyucian manusia

Begitulah ceritanya, bagaimana seseorang dengan IQ tinggi hilang dan lenyap kemanusiawiannya oleh karena dendam dan kebencian. Saat seorang manusia menggantungkan kebahagiaannya pada perolehan materi niscaya hatinya tetap dangkal dan rasa bahagia itu tidak datang-datang juga. Menurut kami, berikut ini adalah kaidah yang kita terapkan dalam hal mengandalkan Tuhan melalui ujian kehidupan.

  1. Pastikan anda berada di jalan yang benar.

    Kalau kita benar dalam bersikap seharusnya hati ini tidak pernah takut dan gentar (dalam hal positif) terhadap apapun yang terjadi. Seperti kata pepatah, “Berani karena benar”.

  2. Jangan pernah lupakan Tuhan dalam setiap detik yang kita lalui.

    Bercakap-cakaplah dengan Dia senantiasa. Pujilah Dia dan akui betapa hina dan berdosanya dirimu (sekalipun anda merasa belum melakukan dosa hari ini). Lalu pasrahkanlah hidup hanya kepada-Nya saja.

  3. Senantiasa merefresh pikiran dalam situasi yang kurang kondusif,

    Alihkan rasa benci itu. Pikirkan sesuatu yang positif, Kitab Suci, ilmu pengetahuan, bahkan bila perlu tetap lanjutkan pekerjaan/ aktivitas anda.

    Salah satu cara terbaik untuk meredam kekesalan hati adalah dengan merefresh pikiran dalam doa-doa kepada Tuhan. Saat anda kembali ke sistem default pola pikir niscaya segala hitam-kotornya pikiran akan dibersihkan lalu disegarkan oleh-Nya.

  4. Memaafkan orang-orang yang terlibat.

    Dendam yang belum diikhlaskan seperti beban yang membuat langkah kaki sangat berat menapaki kehidupan di dunia yang fana ini. Oleh karena itu, segera maafkan orang yang melakukan ujian tersebut di dalam hati. Semakin cepat kita memaafkannya maka semakin lega hati dan ringan langkah kaki ini.

  5. Hidup mengalir seperti air – Hindari sikap memaksakan kehendak.

    Bila hawa nafsu kita terlalu tinggi terhadap sesuatu niscaya ada kecenderungan kecewa besar, marah besar, dendam abis, benci abis apabila hal tersebut tidak terpenuhi. Netralkan keinginan anda dalam taraf normal/ biasa saja.

    Ikuti saja arusnya tetapi jangan pernah kehilangan jati diri. Perubahan itu memang penting namun melawan sistem adalah sebuah tindakan bunuh diri. Lebih baik berikan masukan dan ide perubahan kepada orang-orang yang menjabat untuk kebaikan bersama. Terkecuali anda telah masuk dalam sistem tersebut dan memiliki kewenangan tertulis untuk memperbaharui beberapa hal yang semeraut.

  6. Bersabar : Jangan menolak apalagi melawan ujian yang menimpa anda.

    Sebab dimana ada aksi maka disitu ada reaksi. Oleh karena itu merasa pantaslah menerima semua yang terjadi. Katakan “Saya pantas menerimanya, kuatkan hatiku Tuhan”.

    Kesabaran menunjukkan kekuatan hati dalam menghadapi segala situasi, baik yang buruk maupun yang baik. Kemampuan ini harus senantiasa dilatih hari demi hari agar kelapangan dada itu semakin luas.

    Sikap yang melawan itu tidak harus diekspresikan keluar melainkan hal ini telah dimulai di dalam hati. Anda harus benar-benar menyadari suasana hati sendiri sehingga mudah mengenali ketika mulai muncul perasaan bersungut-sungut dan keinginan untuk melawan/ menundukkan  seseorang. Segera eksekusi dan abaikan pikiran ini. Lalu refreshlah pikiran agar kembali tertuju kepada Sang Pencipta dalam Firman dan puji-pujian kepada-Nya.

  7. Tetap santai dan tenang menghadapi segala sikon.

    Sikap yang senantiasa santai dalam berkata-kata dan berperilaku memberi anda kesempatan untuk berpikir dahulu sebelum bertindak. Ini memberi kesempatan kepada anda untuk lebih peka terhadap suara hati sendiri. Ingatlah bahwa yang menghubungkan anda dengan Sang Pencipta adalah hatimu.  Disanalah berdiam Roh Allah yang senantiasa mengingatkanmu tentang berbagai-bagai hal sehingga tidak mudah jatuh dalam hawa nafsu yang sesat & jebakan batmen.

  8. Waspada & berpikirlah matang-matang dalam bersikap sebab orang-orang itu ingin menjatuhkan anda lewat sikap (perkataan & perbuatan sendiri) yang khilaf/ salah.

    Kewaspadaan seseorang bergantung pada tingkat kesadaran dan kecerdasan seseorang. Pekalah terhadap suara hatimu (Roh Kudus) sebab darisana muncul berbagai peringatan yang datangnya dari Tuhan.

    Peka jugalah terhadap berbagai perubahan lingkungan dan keanehan yang terjadi disekitar anda. Ini tidak sama dengan sikap suudzon : apapun yang anda ketahui simpan untuk diri sendiri terkecuali ada yang berkepentingan lalu bertanya kepada anda. Semua penilaian itu bukan untuk menghakimi orang tersebut depan orang lain melainkan agar anda lebih hati-hati.

  9. Kembangkan diri dan potensi anda.

    Kenali diri sendiri lalu cari tahulah potensi/ bakat yang dimiliki. Jadikanlah bakat itu sebagai sarana untuk mendatangkan pengaruh baik kepada orang lain.

    Gunakan & fungsikan hal tersebut untuk melakukan kebaikan kepada orang lain. Jadilah orang yang berguna bagi orang lain. Dengan demikian kehadiran kita memberi manfaat kepada banyak orang.

  10. Selalu terbuka dan transparan apa adanya.

    Kedepankan kejujuran dalam segala sesuatu. Sadar ataupun tidak sikap yang jujur membuat hati lebih lega dalam bersikap. Tidak ada rasa takut ataupun kuatir sebab semuanya telah diungkapkan apa adanya. Kejujuran adalah sebuah tindakan yang tepat agar hubungan baik dengan sesama tetap terjaga dan kepercayaan orang lain kepada kitapun tidak terganggu/ tergerus.

  11. Lakukan kebaikan mengharap balasan,

    Tidak perlu gila pujian apalagi gila hormat. Memang ada yang namanya “hukum tabur tuai, bola yang anda lemparkan suatu saat akan kembali”. Lakukan kebaikan, balaslah kebaikan dengan kebaikan akan tetapi batasi diri untuk membalas kejahatan orang lain. Ingatlah bahwa harga diri kita tidak tergantung pada bagaimana cara (sikap) orang lain kepada kita melainkan apa yang kita perbuat/ lakukan dan ekspresikan dalam hidup sehari-hari. Sebab kita tidak mampu mengontrol orang lain melainkan hanya mampu mengendalikan diri sendiri.

    Selanjutnya, Harga diri dan kehormatan tidak ada melainkan lakukanlah yang benar

  12. Bebaskan diri dari kecanduan terhadap dunia ini.

    Sadar ataupun tidak, orang lain menyakiti kita lewat kecanduan yang dialami. Mereka mempelajari kehidupanmu lalu merintangimu/ menghambatmu untuk melakukan/ menerima apa yang membuatmu candu.

    Misalnya jika anda candu terhadap pujian maka cara menyakitimu dengan tidak memuji dan malah menghina.

    Ada juga yang candu terhadap gedget dan media sosial maka meka menyakitimu dengan cara merusak gadget itu lalu membuat kualitas jaringan lelet.

    Seseorang yang candu terhadap perlakuan tertentu maka orang lain akan menyakitimu dengan cara memperlakukanmu berbeda/ diluar kehendakmu.

    Oleh karena itu jangan gantungkan kebahagiaanmu pada orang lain dan dunia ini. Melainkan pegang sendiri kebahagiaan itu, ambil dengan cara mengekspresikannya kepada orang lain. Berbahagialah lewat apa yang bisa kamu berikan bukan pada apa yang kamu bisa dapatkan dari dunia ini.

  13. Tidak boleh sombong – lebay.

    Tidak perlu berlebihan (koar-koar sana sini) untuk membenarkan diri . Sejauh apa anda mengenal dan menyadari kesombongan sendiri maka sejauh itulah kekuatan anda. Sebab hanya orang-orang hebat yang mampu merendahkan hati ditengah semua keunggulan dirinya. Ketika seorang anak sombong : itu adalah wajar sebab mereka belum mengenal betul apa itu kesombongan sebab sadar atau tidak, hal ini bisa menjadi batu sandungan buat kehidupan kita.

  14. Jangan menjauhi sesama – hidup bersosialisasi

    Sebab hubungan baik dengan manusialah yang membuat hati tidak egois. Ini adalah kebiasaan beberapa orang saat mereka diuji oleh orang lain maka kebaikan mereka merosot alias tidak konsisten. Biarkan mereka menguji diri ini dan tetaplah menjadi orang yang baik hatinya.

    Terlalu banyak menyendiri tanpa alasan yang jelas juga dapat membangkitkan hawa nafsu kebinatangan di dalam hati. Sebab semua orang memiliki perbuatan daging yang akan bangkit dan bersinar ketika ia terus-menerus hidup menyendiri dari aktivitas sosialisasi.

  15. Tidak perlu khawatir jika diuji terus-menerus.

    sebab ujian hidup adalah tantangan yang dapat membuat otak kita berkembang lalu menemukan ide, inovasi dan kreasi dalam bidang masing-masing. Kita di tantang untuk mampu menyesuaikan diri (adaptasi) jangan malah kecut hati dan urung niatnya demi memperjuangkan kebenaran.

  16. Di dalam semua tantangan yang anda alami, kamu berhak melapor kepada pihak yang berwajib jika ada sesuatu yang jelas-jelas merugikan secara materil. Itu semua tergantung kepada pilihan anda.

    Harap perhatikan untuk tidak terlalu membesar-besarkan masalah kecil yang sebenarnya bisa diabaikan. Jika anda terlalu peduli dengan hal recehan yang kuantitasnya banyak itu alhasil fokus akan terganggu dan konsentrasi pecah/ buyar. Abaikan kesalahan yang tidak penting dan yang penyelesaiannya tidak berhubungan dengan tupoksi anda (tanggung jawab anda).

  17. Harus lebih banyak berpikir sembari mendekatkan diri kepada Tuhan.

    Sadar atau tidak pikiran yang tertuju pada-Nya adalah doa. Jangan terlena oleh kenikmatan dunia. Berpikir adalah salah satu usaha untuk meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin. Dengan berpikir kita juga dimampukan untuk mengoreksi sikap-sikap sendiri sehingga pola pikir lebih berkembang.

    Senantiasa berfokus kepada Tuhan adalah satu-satunya sumber ketenangan hati yang sejati. Oleh sebab itu dalam setiap derap  langkah kaki, dalam setiap hembusan nafas ini berusahalah untuk senantiasa terpaut kepada-Nya dalam puji-pujian, dalam Firman yang diungkapkan dalam hati ini.

  18. Ingatlah bahwa kekuatan dan penghiburan kita adalah kebenaran yang ditekuni.

    Sebenarnya cukup dengan sikap yang benar saja kita bisa dikuatkan dan dihiburkan oleh semuanya itu. Oleh sebab itu gantungkanlah hidupmu kepada kebenaran itu dan jangan biarkan hatimu candu terhadap dunia ini seperti menikmati hidup, gila pujian, penghormatan dan lain sebagainya.

    Jika kita ketakutan menekuninya berarti kita sedang berada di jalan yang masih kurang benar. Oleh karena itu perlu mengoreksi diri.

  19. Sibukkan diri dengan belajar.

    Kesibukan positif yang bisa mengalihkan konsentrasi kita agar tidak terus menerus memikirkan kejadian yang menyakitkan itu salah satunya adalah belajar. Memang fokus kepada Tuhan itu nomor satu (misal membaca firman-Nya) tetapi jika ada sesuatu yang bisa dipelajari, baca dan pahami itu baik-baik. Ini tujuannya adalah biar pengetahuan anda berkembang dari waktu ke waktu.

  20. Sibukkan diri dengan bekerja.

    Daripada pikiran pusing karena memikirkan pergumulan yang sedang dihadapi yang cenderung semakin membuat kepala mumet. Adalah lebih baik bagi anda untuk mengerjakan hal-hal kecil, mengurus diri sendiri, mengurus keluarga dan urusan pekerjaan lainnya. Saat kita bekerja maka kesusahan hati itu hilang dan tepat saat berhenti (istirahat) maka tepat saat itu jugalah persoalan itu kembali merasuk. Oleh karenanya, di tengah-tengah waktu istirahat/ break sekalipun sempatkan untuk fokus bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati.

Cobaan hidup akan selalu ada selama masih hidup (seumur hidup) di dunia yang fana ini. Tekanan, penderitaan dan rasa sakit bukanlah bencana teman. Kelak anda akan mengerti bahwa semuanya itu akan mendatangkan kebaikan. Jika kita mampu berimprovisasi dan menyesuaikan diri sebaik mungkin niscaya kita akan menemukan gagasan yang inovatif dan kreatif dibalik semuanya kejadian itu.

Salam mental tangguh!

10 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.