Keluarga

+7 Bahaya & Cara Mengolah Sampah Di Lingkungan – Dekomposer Limbah Rumah Tangga, Industri Dan Rumah Sakit

Sampah adalah produk sampingan dari aktivitas manusia. Ini menjadi momok yang lebih berat di kota-kota besar dimana masyarakatnya sudah makmur dan konsumtif. Jika masalah ini diabaikan niscaya lingkungan yang asri dan indah yang kita nikmati selama ini akan menjadi bualan/ dongeng saja bagi generasi berikutnya. Orang yang bertanggung jawab pasti akan membuang sampah pada tempatnya tapi orang yang punya hati berpikir efektif untuk meminimalisir jumlah sampah yang dihasilkan sehari-hari.

Rumah tangga adalah lembaga terkecil yang terdiri dari anak dan orang tua dimana hubungan antar pihak didalamnya sangat dekat. Industri adalah tempat untuk mengolah bahan baku menjadi sesuatu yang lebih bernilai sedangkan rumah sakit adalah pusat rehabilitasi dan pemulihan pasien yang sakit untuk menjadi lebih sehat. Ketiga perusahaan ini sama-sama mendedikasikan aktivitasnya untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Aktivitas yang dilakukan dapat menghasilkan sampah, mesin yang dijalankan tetap menghasilkan polutan dan proses produksi yang dilakukan selalu memiliki limbah. Polutan dan limbah inilah yang berpotensi merusak lingkungan jika dibuang terus menerus dengan sembarangan.

Fitoplankton ada dimana-mana yang memiliki habitat sendiri

Sampah atau limbah adalah sisa hasil produksi yang tidak dapat dimanfaatkan lagi sehingga harus dibuang dengan melalui proses dekomposer oleh mikroorganisme pembusuk. Kuman jenis ini di samudra disebut sebagai fitoplankton yang adalah mikroorganisme bersel satu yang memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis. Kemampuan utamanya adalah membusukkan berbagai sampah organik (alami : sisa makhluk hidup mati, kotoran dan lain sebagainya) maupun anorganik (kimiawi : hasil buangan industri). Sadar atau tidak, fitoplankton ada dimana-mana. Di perairan disebut fitoplankton, di tanah disebut bakteri pembusuk bahkan kuman inipun terdapat di udara udara dalam bentuk kista yang inaktif.

Lautan adalah tempat sampah sekaligus sarana dekomposer

Lautan adalah kantong sampah terbesar yang menjadi ladang subur kaya mineral dan tidak pernah penuh. Air asin di dalamnya adalah larutan buffer yang dapat menjaga pH tetap stabil pada angka tertentu meskipun pada keadaan ekstrim. Fitoplankton sangat menyukai air laut karena keasinannya. NaCl seperti minuman penambah energi yang membuatnya semakin strong untuk menghancurkan berbagai sampah menjadi mineral yang berupa senyawa dan terionisasi di dalam air laut. Semakin banyak limbah yang dibuang ke laut maka semakin tinggi mineral yang dihasilkan oleh fitoplankton sehingga membuat pH tinggi di derah tersebut.

Garam sebagai aktivator dan inhibitor

Garam adalah bio-aktivator yang membuat kuman ini aktif berfotosintesis dan sekaligus bio-inhibitor yang menghambat aktivitasnya sehingga berada dalam keadaan tertidur (dorman). Kadar garam dalam air laut sangat menentukan aktivitas bakteri. Ini semacam kontrol fisiologis bagi kehidupan fitoplankton. Salinitas lautan dibawah 3,5% membuat makhluk hidup pembusuk ini aktif namun ketika lingkungan sekitarnya sudah mencapai salinitas 3,5% maka ia kembali tertidur.

Selengkapnya, Manfaat Garam bagi kesehatan

Membawa fitoplankton ke rumah

Fitoplankon di laut adalah benda mati apabila bahan organik (bahan sisa makhluk hidup) tidak ada dan hidup kembali segera setelah adanya makhluk hidup yang mati, kotoran dan bagian tubuh yang lepas dari hewan multiseluler termasuk ikan dan manusia. Belajar dari sistematika pembusukan sampah di lautan maka kita dapat meminjam teori ini untuk memurnikan limbah rumah tangga, industri dan rumah sakit yang beroperasi di sekitar lingkungan hidup. Sebab jika limbah ini dibuang ke laut berpotensi mencemari aktivitas manusia disana.

Sedikit spesies hewan/ ikan yang menyukai bahan mineral yang terionisasi

Tahukah anda bahwa dasar samudra penuh dengan bahan mineral? Inilah yang membuat pH di sana lebih tinggi daripada di permukaan laut. Semakin dalam lautan maka semakin tinggi pH-nya. Oleh karena itu tidak banyak ikan yang betah berlama-lama di sana. Hanya ikan-ikan tertentu yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Demikian jugalah yang akan terjadi dipinggir pantai negara kita. Apabila terdapat banyak bahan mineral hasil pemecahan limbah oleh fitoplankton niscaya terumbu karang mati dan ikan pada lari. Itulah sebabnya, ikan dan terumbu karang lebih banyak dan lebih senang berada di antara pulau-pulau kosong yang dasarnya mengandung lebih sedikit mineral sisa pengolahan limbah oleh kuman.

Bahaya sampah yang dibuang ke laut

Berikut selengkapnya apa saja dampak buruk sampah yang dibuang ke laut bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungan.

  1. Sampah di lautan mengganggu pemandangan dan mengurangi nilai estetika di pinggir pantai.
  2. Menimbulkan bau busuk yang cukup menyengat terlebih ketika yang dibuang adalah sampah organik. Ini terutama terjadi saat air pasang naik maka sampah dari dalam laut akan di kirim ke daratan.
  3. Mengganggu wisatawan dan menurunkan pemasukan daerah. Jika seorang wisatawan sudah memiliki pengalaman buruk di suatu daerah biasanya hal tersebut akan dibicarakan ke teman-temannya sehingga banyak yang tidak akan datang kepantai tersebut.
  4. Mencemari lautan. Laut tidak pernah tercemar justru semua sampah akan diolah dan dihancurkan disana. Tapi masalahnya adalah sisa hasil metabolisme bakteri pembusuklah yang membuat air laut mengalami perubahan pH.
  5. Menyebabkan penyakit. Sampah yang masih dalam proses pengomposan beresiko terkontaminasi dengan aktivitas manusia dan hewan di pinggir pantai sehingga menimbulkan penyakit.
  6. Sisa hasil metabolisme yang berupa bahan mineral dalam konsentrat tinggi dapat membunuh terumbu karang.
  7. pH pinggir pantai menjadi terlalu tinggi (basa dengan pH > 7)
  8. pH tinggi (panas-alkali) secara tidak langsung akan membuat ikan menjauh dari sana dan mencari perairan yang lebih dingin (dengan pH 7 ± 0,5).
  9. Selain ikan dan terumbu karang yang menghindar, benih-benih kehidupan seperti telur ikan dan terumbu karang juga akan mengalami kematian.
  10. Semua ini berakibat bagi masyarakat nelayan yang kesulitan mencari ikan dan membutuhkan biaya akomodasi (bensin/ solar) tinggi untuk mencapai tempat yang pas.

    Baca juga, Konspirasi ekonomi Industri Vs Lingkungan

Manfaat mendekomposer limbah sendiri

Harus di akui bahwa air laut juga kelak mampu menetralkan limbah yang dibuang oleh keluarga, industri dan rumah sakit. Namun agar limbah tersebut tidak merusak biota laut di pinggir pantai dan lebih bernilai ekonomis maka perlu membawa laut ke dalam sistem pembuangan perusahaan. Berikut manfaat mencerna limbah dengan kuman pembusuk.

  1. Proses pembusukan yang terisolir dan terkendali tidak mencemari lingkungan.
  2. Tidak berbahaya bagi terumbu karang dan ikan yang ada dipinggir pantai.
  3. Aman karena dapat mencegah kontaminasi dengan hewan maupun manusia.
  4. Hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk di lahan pertanian.

Cara sederhana mengolah limbah rumah tangga, industri dan rumah sakit

Satu hal yang perlu kita pahami soal fitoplankoton yaitu kemampuannya untuk mengubah berbagai bahan buangan alami (yang berasal dari makhluk hidup) menjadi mineral (dalam bentuk senyawa yang terionisasi). Berikut ini cara mengolah limbah dengan memanfaatkan bakteri pembusuk.

  1. Jika sampahnya padat maka potong-potonglah (untuk memperkecil ukurannya) lalu tambahkanlah air sampai seluruh permukaannya tertutup
  2. Tentukan volume limbah yang dihasilkan.
  3. Larutkan garam dengan konsentrasi 1% dari total volume limbah. Jila limbahnya 1000 mL/cc (1 L) maka garam yang dibutuhkan adalah 10 gram.
    Jika pemukiman/ perusahaan anda berlokasi dekat dengan laut maka anda tidak perlu garam melainkan dapat memanfaatkan air laut tersebut dengan konsentrasi 30% dari jumlah total sampah yang hendak di dekomposer. Misalnya air laut 300 mL + limbah cair 700 mL
  4. Tambahkan air laut secukupnya sebagai bahan dasar (bibit) fitoplankton pembusuk.
  5. Jika tempat anda dekat dengan lautan maka tidak perlu lagi prosedur (3) dan (4), cukup alirkan saja air laut ke dalam tempat sampah yang sudah anda buat khusus.
  6. Aduk rata adonan sehingga seluruh garam yang ditambahkan tercampur ke semua bagian.
  7. Tutup permukaan wadah dengan plastik yang diikat sekelilingnya untuk mencegah bau tidak sedap tercium ke luar.
  8. Tunggu beberapa minggu hingga permukaan plastiknya mengembang ke atas artinya adalah bakteri sedang aktif mendekomposerkan sampah tersebut. Aktifitas bakteri selalu ditandai dengan terbentuknya gas.
  9. Biarkan beberapa waktu hingga permukaan plastiknya turun kembali yang berarti proses pembusukan sudah selesai. Mikroorganisme tersebut kembali inaktif (tertidur).
  10. Andapun dapat membuang air yang tergenang ke perairan.
  11. Sebagian dari endapan yang terbentuk di dasar wadah disimpan sebagai bahan dasar (bibit fitoplankton) pada proses pembusukan selanjutnya sehingga anda tidak perlu lagi menambahkan air laut pada proses selanjutnya.
  12. Endapannya yang berada di dasar wadah dikeringkan. Bahan yang sudah kering ini kaya akan mineral yang sangat baik digunakan sebagai pupuk di bidang pertanian.

Catatan:

  • Untuk sampah perusahaan dengan pH yang sangat rendah (< 6, asam) atau sangat tinggi (> 9, basa) membutuhkan waktu lebih lama untuk didekomposer.
  • Pada bagian yang padat membutuhkan waktu yang lebih lama mendekomposernya.

Masalah yang masih belum jelas dalam proses dekomposer sederhana ini

Penelitian lebih lanjut yang harus di lakukan adalah.

  1. Berapa hari proses dekomposer berlangsung.
  2. Berapa kadar garam yang paling ideal, 1%, 2%, 3% atau berapapun < 3,5%.
  3. Benih fitoplankton terbaik diperoleh dari permukaan laut atau pertengahan atau malah di dasar lautan/ dasar samudra.
  4. Jenis/ spesies fitoplankton yang paling efektif terhadap masing-masing jenis sampah.
  5. Untuk limbah dengan pH ekstrim, lebih baik bagaimana, pH-nya di netralkan dahulu dengan menambahkan lebih banyak garam atau dibiarkan begitu saja sambil menunggu proses pembusukan.

Demikian saja teman. Jadi mengapa anda harus merusak lingkungan jika melingunginya dapat dilakukan dengan mudah dan murah.

Tunggu apa lagi….  Salam hijau!

3 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.