Lingkungan

10 Cara Mengolah Tanah Yang Benar, Alami dan Tidak Merusak Lingkungan


Proses mengolah tanah yang baik

Tanah adalah perusahaan purba yang sudah ada bahkan sebelum manusia hadir di bumi ini. Terdapat dua komponen penting di dalamnya yakni organik dan anorganik. Unsur organik atau disebut juga sebagai komponen alamiah yang terdiri dari hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Sedangkan unsur anorganik atau disebut juga sebagai unsur hara yaitu nutrisi yang mengandung mineral yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Tumbuhan agen pengubah bahan kimia menjadi alami

Harap diketahui bahwa satu-satunya makhluk hidup yang terkuat dan mampu mengubah bahan anorganik menjadi organik adalah tanaman hijau yang mengandung klorofil. Dengan tanaman kita bisa memakan batu, tanah bahkan kotoran hewan sekalipun dengan catatan diolah terlebih dahulu oleh klorofil. Ini adalah sebuah keajaiban yang tidak disadari oleh banyak orang.

Mikroorganisme perannya kebalikan dari peran tanaman

Komponen tanah yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah mikroorganisme. Kuman pembusuk yang terkandung dalam tanah adalah satu-satunya makhluk hidup tak kasat mata yang mampu melakukan demineralisasi yaitu, mengubah bahan organik (semua jenis makhluk hidup yang mati) menjadi bahan mineral anorganik yaitu unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Pengertian : mengolah tanah

Mengolah tanah berarti menempatkan bahan anorganik, organik, mikroorganisme dan tumbuhan hidup pada posisi yang pas sehingga setiap perputaran siklus menghasilkan sesuatu yang dapat dipanen sesuai dengan tujuan awal penanamannya. Jadi pekerjaan Bapak Tani adalah memutar dan menempatkan segala sesuatu sesuai dengan fungsinya sehingga memberikan manfaat yang berkualitas dan berkuantitas baik.

Proses menghidupkan (Alamiah)

 

Pengolahan tanah secara organik - Proses menghidupkan

Zat gizi yang terkandung dalam tanah diubah oleh tanaman menjadi umbi, akar, batang, daun, bunga dan buah. Ini merupakan proses “menghidupkan” dimana unsur anorganik diubah menjadi bagian-bagian tumbuhan yang bersangkutan. Proses ini berlangsung lama dimana dari hari ke hari terus tumbuh dan berkembang sehingga memberikan hasil yang dapat dituai  tepat pada waktunya.

Pada proses “menghidupkan” unsur hara ditanah mengalami pengurangan dari hari ke hari. Proses habisnya gizi tanah tidak berlangsung cepat melainkan berlangsung perlahan-lahan selama berbulan-bulan. Habisnya unsur hara dapat juga disebabkan oleh penggerusan tanah lewat air yang mengalir diatasnya. Oleh karena itu penting sekali mengembalikan hasil bumi (baik berupa tanaman maupun hewan) kembali ke tanah. Proses ini disebut dengan teknik dekomposer alami.

Proses mematikan (kimiawi)

 

Cara alami mengolah tanah proses mematikan

Bagian-bagian tanaman yang tidak dimanfaatkan oleh manusia lebih baik bila di dekomposer secara alami. Rumput dan gulma yang tidak berguna sebaiknya dijadikan pupuk dan jangan dibakar. Sebab proses pembakaran membawa lari ke udara beberapa unsur esensial sedangkan beberapa lagi dalam bentuk abu dan arang tumpah ruah di tanah. Kelemahan pembakaran rumput juga membuat abu yang dihasilkannya mudah terbawa angin dan air yang mengalir sehingga terus berkurang karena erosi.

Bahkan bila anda tidak merasa jijik dan jorok, tinja dan urin manusiapun dapat di dekompositkan menjadi mineral yang kaya dengan unsur hara esensial oleh bakteri.

Bakteri yang berperan dalam proses pengomposan tersedia melimpah di alam. Kebanyakan mereka dalam keadaan inaktif (fase dorman) apabila terdapat bahan organik (sisa makhluk hidup) disekitar ditambah lagi dengan adanya komponen aktivator maka kuman tersebut akan mulai aktif kembali dan melaksanakan proses demineralisasi (pengomposan).

Bio aktivator kuman yang kita gunakan adalah garam. Sebagai salah satu bahan yang murah dan mudah di dapatkan maka bahan ini adalah pupuk yang tidak pernah habis dan selalu terbarukan. Manfaatnya yang tidak sedikit membuatnya sangat populer digunakan dalam semua segmen kehidupan. Termasuk dalam hal ini untuk merangsang pertumbuhan mikroorganisme dalam mengkompositkan bahan-bahan hidup menjadi mineral.

Berikutnya, Faedah garam dalam keseharian kita

Jadi, walaupun kita merasa sebagai makhluk hidup yang sempurna, tahu diri jugalah. Jangan terlalu sombong, toh nanti juga “matinya jadi pupuk di ladang“.

Cara alami mengolah tanah agar tidak merusak lingkungan

Berdasarkan keterangan di atas, maka kita dapat menentukan beberapa hal tentang cara mengolah tanah yang benar. Cara yang kami tampilkan disini dapat anda gunakan pada tanaman musiman (palawija) jenis rumput-rumputan dan sayuran. Yaitu sebagai berikut.

  1. Membersihkan areal yang hendak ditanami.

    Ini adalah langkah awal untuk membuka sebidang lahan untuk dijadikan areal pertanian. Dapat dilakukan dengan cara membabat rumput dan menebang pohon liar yang tidak diperlukan.

  2. Membiarkannya kering dan dipotong kecil.

    Sisa tanaman hasil pembersihan hendaknya jangan dibakar melainkan dikumpulkan disuatu tempat dan ditunggu hingga kering. Untuk lebih bagusnya semua sisa ini dipotong kecil-kecil agar dapat digunakan dalam proses pengomposan.

    Harap diperhatikan bahwa akar rumput juga baik untuk tanaman yang hendak anda kembangkan. Sebab dalam semua akar terkandung bakteri yang bersimbiosis mutualisme untuk menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan.

  3. Sebelum membuat bedengan alangkah lebih baik jika dasar tanahnya di gali sedalam 20 – 30 cm.

     

    Menggali bedengan sedalam 20-30 cm

  4. Lapis bawah rumput yang sudah kering.

    Lakukan pelapisan dengan meletakkan potongan rumput dan tanaman yang sudah kering yang telah dikumpulkan sebelumnya pada lapisan paling bawah.

    Sangat baik bagi anda untuk mengumpulkan rumput dari tempat-tempat  yang lain dengan struktur ekstrim. Misalnya yang hidup di tanah berbatu, rumput perintis disuatu wilayah yang kosong atau yang lainnya. Sebab gulma jenis ini mengandung mineral yang kaya akan unsur hara esensial.

  5. Cara menggarap tanah, terdiri dari

    Teknik a. Mencampurkan tanah dengan bahan organik.

    Setelah melakukan penggalian, sebaiknya dicampurkan dengan kotoran hewan atau tanah parit atau bisa juga dengan mengambil pasir dilautan. Ambillah pasir laut yang berada di muara sungai yang padat unsur haranya (jangan mengoleksinya di pinggir pantai daerah wisata). Lakukanlah sambil menggemburkan dan memecahkan bagian-bagiannya menjadi lebih kecil.

    Perlakuan ini bermanfaat untuk memperkaya bahan organik dan anorganik dalam tanah yang kemungkinan sebelumnya telah hilang setelah dimanfaatkan atau terbawa erosi.

    Lakukanlah dengan perbandingan 7:3 (tujuh bagian tanah dan 3 bagian kotoran/ tanah parit). Manfaatkan kotoran hewan pemakan rumput sebab dimana ada sisa tumbuhan maka disanalah kaya bahan organik.

    Teknik b. Layering.

    Teknik ini disebut dengan layering atau membuat kompos langsung pada tanah agar tanaman dapat menyerap langsung bahan organik yang dibutuhkannya.

    Setelah meletakkan rumput di lapisan bawah silahkan kembali tutupi lubang tersebut sambil memecah-mecahkan tanahnya.

    Tambahkan kotoran hewan & tanah parit yang sudah dicampurkan dengan garam di atasnya.

    Jadi semua lapisannya terdiri dari (a) rumput-rumputan yang sudah kering, (b) tanah yang sudah gembur dan dipecahkan kecil, (c) sisa kotoran binatang dan t. parit yang sudah digarami untuk menetralkannya.

  6. Membuat bedengan.

    Buat bedengan yang lebih tinggi dari permukaan tanah dengan ukuran tertentu. Bedengan dibuat lebih tinggi agar arus air permukaan yang disebabkan oleh hujan tidak tergenang dan membawa lari unsur hara.

  7. Siram dengan larutan garam.

    Garam adalah alat untuk menetralkan pH atau lebih dikenal dengan dengan mendinginkannya dimana yang awalnya alkali menjadi netral. Sebab tanah parit, urin dan tinja sifatnya basa (keasamannya) sehingga perlu di dinginkan. Secara alamiah proses ini memakan waktu dua sampai tiga minggu setelah pencampuran akan tetapi dengan larutan garam tanah pertanian dapat langsung di taburi bibit.

    Selengkapnya, Cara pemakaian garam sebagai pupuk

     

    Mulsa organik untuk menutupi tanah

  8. Letakkan mulsa organik untuk melapisi permukaan tanah.

    Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah, menghalangi sinar matahari agar rumput tidak tumbuh, serta menyediakan nutrisi tambahan. Dapat diperoleh dari rumput-rumputan liar yang tidak berguna & sudah kering atau bisa juga dari bagian-bagian tanaman lainnya seperti batang kayu bahkan dengan batu sekalipun.Penggunaan terpal dari plastik untuk menutupi permukaan boleh dilakukan hanya manfaatnya tidak menambah nutrisi seperti mulsa organik. Pertimbangkan baik-baik sebelum menggunakan bahan ini.

    Jangan terlalu anti dengan rumput-rumputan sebab bahan organik yang terkandung di dalamnya sangat bagus untuk didaur ulang sebagai mulsa organik untuk menutupi permukaan tanah. Biarkan mereka tumbuh begitu saja lalu siangi dan sisanya letakkan di atas permukaan sebagai salah satu sumber hara yang akan dikomposkan oleh mikroorganisme.

    Salah seorang teman mendapat ide untuk menutupi permukaan tanah dengan serbuk kayu yang kasar. Selain berperan menutupi tanah dari erosi dapat juga menghambat tumbuhnya rumput dan sekaligus sebagai sumber nutrisi yang dilepaskan secara bertahap lewat proses pembusukan.

    Bahkan beberapa orang menjadikan tanaman rambat sebagai mulsa hidup sehingga terjadilah sistem “Tumpang sari”. Ada banyak tanaman rambat (ubi jalar) di sekitar anda maka tanamlah itu bersamaan sehingga dapat menutupi permukaan tanah agar menghalangi tumbuhnya rumput liar dan terjadinya erosi (permablitzjogja.net).

     

    Tanaman rambat Sistem tumpang sari dalam bercocok tanam

  9. Siramlah.

    Lakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga kelembaban tanah. Penyiraman tidak diperlukan saat musim hujan akan tetapi bila kemarau datang maka lakukanlah hal ini setidaknya disore hari.

  10. Gunakan yang alami.

    Pupuk yang anda gunakan cukup yang organik saja. Yaitu yang berasal dari kotoran dan urin hewan yang dicampur dengan garam untuk menetralkan pHnya. Lakukan pemupukan sekali dua minggu. Penambahan garam dalam kotoran hewan juga bermanfaat untuk membunuh kuman patogen yang dapat membahayakan manusia dan tumbuhan itu sendiri.

  11. Setiap kali habis musimnya (pergantian tanaman) maka ulangi prosedur di atas.

    Pemanfaatan mulsa yang baik melindungi permukaan lahan dari erosi. Penambahan kotoran binatang dan sisa makhluk hidup lainnya secara berkala membuat ketersediaan unsur hara selalu melimpah ruah.

    Jika kondisi lahan stagnan terus-menerus dan permukaannya tetap lembab maka tanah olahan yang telah dikerjakan dapat digunakan sampai 7 kali musim tanam. Pada musim tanam ke delapan silahkan ulangi pengolahan tanah seperti yang telah diuraikan sebelumnya.

    Teknik menjaga kelembaban dan mencegah air permukaan membawa lari nutrisi ditambah lagi penambahan pupuk kompos yang rutin di lakukan akan membuat lahan dapat digunakan secara berkelanjutan bahkan dari generasi ke generasi.

    Teknik pengolahan lahan yang pro lingkungan tidak merusak flora normal/ mikroorganisme pembusuk, makhluk kecil (mis. cacing), serangga (jangkrik, laba-laba, kumbang) dan  tidak mencemari lingkungan perairan.

Pertanian adalah proses memutar bahan anorganik menjadi organik lalu kemudian bahan organik yang dihasilkan kembali dijadikan sebagai bahan anorganik. Proses ini berputar-putar dan tidak pernah putus. Selama ada sisa tumbuhan, kotoran dan urine hewan maka selama itu pula ketersediaan bahan tambahan untuk gizi tanah atau disebut juga pupuk, melimpah di alam.

Salam petani sukses!

5 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.