Keluarga

+7 Alasan Mengapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit – Rantai Makanan Mikroorganisme yang Sempurna

Alasan Mengapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit - Rantai Makanan Mikroorganisme yang Sempurna

Dahulu selagi masih duduk di bangku kuliah, seorang teman bertanya “Mengapa orang gila tidak pernah sakit? Bahkan mereka kelihatan lebih kuat dari manusia pada umumnya? Padahal mereka tempatnya di belakang rumah, sudut ruangan, kolom jembatan, tempat sampah, got-got, selokan dan tempat-tempat kotor lainnya”. Ini fakta yang menggelitik untuk dibahas bersama, jawaban dari dosen favorit kami kala itu terkesan gantung dan kurang berkaitan dengan ilmu pengetahuan & sains terapan.

Coba bayangkan betapa banyaknya kuman dalam tubuh orang gila? Mungkin perkiraan kita adalah ribuan bahkan jutaan. Jika memang demikian banyaknya seharusnya dia mati lebih awal ketimbang manusia-manusia yang menganggap dirinya sudah bersih (steril dari kuman). Tapi kenyataan berkata lain, memang jelaslah bahwa bakteri, jamur & virus ada di dalam dan di luar tubuhnya tapi mikroorganisme tersebut tidak berkuasa atas hidupnya. Artinya ada sebuah sistem yang sangat rahasia yang membuat jumlah kuman tetap konstan dan tidak berada di luar ambang batas normal sehingga tidak membuatnya sakit.

Kebanyakan orang gila matinya karena kecelakaan, kriminalitas (aksi pembunuhan) atau faktor usia yang renta. Jarang mereka yang meninggal karena serangan diare, flu, batuk, paru-paru basah, TBC, meningitis dan lain sebagainya. Ada sebuah sistem yang membuat kuman patogen menjadi jinak dan tidak menyebabkan penyakit. Sebuah sistem yang membuat jumlah kuman stabil dalam ambang batas toleransi yang besar. Satu-satunya sistem yang memungkinkan dan menjamin hal ini adalah terbentuknya rantai makanan. Sehingga pada suatu titik muncullah keseimbangan yang tidak menyebabkan efek samping terhadap inangnya.

Beberapa orang gila memiliki kebiasaan makan yang buruk. Selain kotor dan bau, makannya juga jarang. Terus darimanakah ia memperoleh energi, vitamin dan mineral? Salah satu keuntungan dari berlangsungya proses rantai makanan yang sempurna selalu melepaskan energi. Tubuh mungkin saja dapat memanfaatkan energi dan zat-zat yang dilepaskan itu untuk keperluan sendiri.

Makhluk hidup dalam rantai makanan

Rantai makanan terjadi dimana-mana. Tidak hanya di daratan, melainkan juga dilautan bahkan dalam dunia mikroorganisme. Tidak sedikit makhluk hidup yang lebih menyukai makanan yang tidak bergerak (statis) dan beberapa yang lainnya lebih menyukai sesuatu yang bergerak/ melawan. Ini adalah hukum alam yang menjaga bumi ini selalu dalam keadaan seimbang. Hanya manusia saja yang tidak masuk dalam rantai makanan alami dan lebih memilih untuk mempersiapkan sendiri apa yang dibutuhkan, yaitu melalui pertanian dan peternakan.

Di dalam jaring-jaring makanan selalu diawali oleh (a) makhluk hidup yang mampu mengubah zat-zat kimiawi/ anorganik menjadi sesuatu yang lebih kompleks (protein, lemak dan karbohidrat). Kemudian diakhiri oleh (b) makhluk hidup yang mampu mengurai bahan-bahan organik (zat yang lebih kompleks) menjadi sesuatu yang sangat sederhana yang disebut sebagai zat anorganik/ unsur hara/ kimiawi. Peran pertama di dominasi oleh klorofil sedangkan peran yang terakhir di dikuasai oleh mikroorganisme pembusuk.

Semua kuman baik jikalau makanannya tercukupi

Sebenarnya tidak ada kuman yang jahat dan kuman yang baik. Semua mikroorganisme adalah sama, ketika mereka sudah kenyang pasti ada waktu untuk beristirahan dan berdiam diri. Akan tetapi jika bakteri, jamur & virus predator ini tidak dapat jatah, lebih tepatnya belum dikasih makan niscaya mereka akan menyerang apapun yang dapat di serang termasuk tubuh inangnya yakni sel-sel tubuh manusia. Singkatnya predator yang lapar akan menyerang sel epitel, sel darah, sel otot bahkan sampai kepada sel-sel organ lainnya. Hal ini terjadi seiring dengan tidak adanya kuman pembusuk di dalam tubuh manusia.

Ketika predator kekurangan sampai menjadi patogen jahat

Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, bila makanan tidak ada maka predator menjadi liar, agresif dan menyerang. Singkatnya, sipredator ini tidak jinak lagi, kehilangan akal sehat dan malah menjadi sangat patogen terhadap makhluk hidup tingkat tinggi termasuk manusia. Ini disebut naluri kebinatangan, “jika diluar pagar tidak ada makanan niscaya pagar pembataspun (daya tahan tubuh manusia) akan ditembus untuk mencari & memperoleh makanan itu” sehingga menimbulkan penyakit. Oleh karena itu adalah baik bagi kita untuk memberi ruang terhadap kuman pembusuk dalam tubuh ini dengan cara tidak menjadi orang yang terlalu bersih dan terlalu higienis. Sebab ada pepatah yang mengatakan bahwa “Segala sesuatu yang berlebihan pengaruhnya dapat berubah menjadi sebaliknya, yakni membuat sakit-sakitan”.

Orang gila yang sering mengkonsumsi makanan basi dan tidak layak secara tidak langsung terus menambah jumlah kuman pembusuk di dalam dan di luar tubuhnya. Dimana kuman pembusuk ini dikenal sebagai flora normal. Bakteri, jamur & virus predator yang sudah ada maupun yang masuk ke dalam tubuhnya meninggalkan patogenitasnya dan menjadi jinak karena makanannya (kuman pembusuk) sudah tersedia melimpah jumlahnya. Rantai makanan dimakan dan memakan yang sempurna antar mikroorganisme menciptakan keseimbangan yang tidak merugikan dirinya sama sekali melainkan malah diuntungkan lewat pelepasan energi dalam putaran tersebut. Artinya, hal ini membuat kuman mampu bersimbiosis mutualisme dengan tubuh orang gila tersebut.

Alasan mengapa orang gila tidak pernah sakit

Baiklah, setelah membaca uraian di atas, sedikit lebih banyak kita mengerti bahwa kemampuan orang gila untuk menyesuaikan diri (beradaptasi) terhadap kuman memang luar biasa. Dalam hal ini kami bercerita tentang mereka yang tidak berada dalam penampungan (rumah sakit jiwa). Melainkan yang tidak terawat dan hidup bebas di tempat-tempat jorok. Berikut beberapa alasannya mengapa hal itu menjadi lazim.

  1. Hidup yang sangat tidak higienis (kebersihan diabaikan sama sekali) membuat tubuh seolah memelihara kuman.
  2. Mereka tidak mengenal rasa sehingga tidak pernah mengeluh saat sakit. Atau lebih tepatnya, mereka mampu menahan rasa sakit seperti apapun itu sehingga dengan terpaksa tubuhnya berimprovisasi.
  3. Sikap yang tidak peduli memaksa tubuhnya untuk beradaptasi dengan keadaan yang kotor. Satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan adaptasi.
  4. Tubuhnya telah berkawan dengan kuman patogen dan mikroorganisme ini bermanfaat sebagai pelindung baginya terhadap kuman penyakit lainnya. Pada tahapan ini sistem imun orang tersebut sudah mampu memblokir dan mengendalikan agar aktivitas kuman tidak berlebihan.
  5. Terjadi proses rantai makanan di dalam dan di luar tubuh sehingga jumlah kuman tidak bertambah banyak. Ini adalah salah satu kebiasaan kuman yang memangsa kuman lainnya sehingga jumlahnya tidak berlebihan.
  6. Sel-sel tubuhnya telah meneyesuaikan diri dengan berbagai toksin yang dihasilkan oleh bakteri apapun.
  7. Makanan dan minumannya yang kotor dan syarat dengan keberadaan mikroorganisme menjadi kesukaan kuman pemangsa di dalam tubuhnya.
  8. Mikroorganisme penyebab penyakit kehilangan patogenitasnya oleh karena kebutuhan hariannya tercukupi. Mikroorganisme ini saling memakan satu-sama lain. Kuman patogen enggan menorobos pagar dan membus daya tahan tubuh untuk mencari makanan sebab di depan mata sudah ada banyak.
  9. Kuman membantu tubuh melakukan mineralisasi terhadap bahan makanan yang dikonsumsi, sehingga dihasilkan bahan energi yang dapat digunakan langsung oleh tubuh dalam proses metabolisme.
  10. Skenario pertama untuk akhir : Ketika orang gila tersebut tidak lagi mengkonsumsi makanan dan minuman apapun maka kuman pemangsa di dalam tubuhnya akan mulai saling memakan (kanibalisme) sehingga jumlahnya menurun drastis. Keadaan ini diiringi oleh semakin kurusnya orang tersebut karena menggunakan daging dan lemaknya sendiri sebagai sumber energi.
  11. Skenario kedua untuk akhir : Saat orang gila tersebut tidak lagi mengkonsumsi makanan dan minuman apapun maka kuman pemangsa di dalam tubuhnya mulai memberontak dan mencari makanan lain. Mereka akan memasuki sel-sel darah orang tersebut lalu mengkonsumsi apa yang dibutuhkannya sampai dia benar-benar sekarat.

Bagaimana caranya memelihara floran normal di dalam tubuh?

Tidak harus menjadi gila agar tubuh dapat memelihara dan memperkaya bakteri, jamur dan virus. Caranya cukup simple, yaitu mebiasakan diri untuk tidak terlalu (lebay) bersih dan mengkonsumsi garam sesuai kebutuhan. Bahan ini dikenal sebagai bio-aktivator yang dapat memperkaya jumlah dan aktivitas mikroorganisme pembusuk di dalam maupun di luar tubuh. Sehingga, kita berharap kuman predator menjadi jinak dan kehilangan patogenitasnya sebab makanannya sudah terpenuhi.

Salam sehat selaalu

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.