Menata Ulang Ilmu Pengetahuan

Mengapa Bintang Lebih Terang Dari Bulan – Planet Tidak Memantulkan Warna

Mengapa planet (binatang) lebih mengkilat daripada bulan

Malam kemarin indah, bumi dikelilingi oleh bintang-bintang dan bulan. Suasana langit yang cerah sangat menggoda penglihatan, mata jadi berbinar-binar. Kelamnya suasana menjadi lebih rame. Situasi seperti ini hanya dapat dinikmati saat musim-musim tertentu saja. Artinya tidak setiap malam bulan dan bintang bersamaan. Terkadang hanya salah satu dari mereka yang terlihat.

Saat mata memandang kepada bintang yang berjejeran tak beraturan di langit, kami melihat sesuatu yang aneh. Mereka seperti membara pada cahaya redup terang dengan batas yang tidak jelas. Sinar yang dipancarkannya seperti kilatan petir diudara yang membuat mata silau memandangnya terus. Hampir seperti kelap kelip yang dipasang adek diawal musim natal dan tahun baru tiba.

Lain halnya dengan bulan, intensitas sinarnya tidak begitu kuat. Bahkan jika diamati baik-baik kelihatan seperti ada bercak noda yang lebih gelap dari bagian yang lainnya. Kata orang itu adalah kubah sebab permukaan bulan sama seperti bumi yang tidak rata. Ada daratan, gunung, lembah bahkan terdapat kubah disana. Ini mungkin terjadi akibat gerakan tektonik dari dalam intinya seperti gempa di bumi. Atau pendapat yang juga tidak kalah menarik adalah karena hantaman meteor dari luar angkasa. Karena tidak memiliki atmosfer bulan mengalami efek langsung dari berbagai aktivitas meteor disekitarnya (by the way, benarkah ada meteor?). Sebenarnya permukaan satelit bumi ini sudah demikian dari awalnya (dari saat diciptakan).

Bintang adalah planet

Seperti telah kami uraikan sebelumnya bahwa bintang di langit adalah planet lain dalam sistem tata surya bimasaki. Jadi setiap anda melihat satu bintang maka keadaan itu menunjukkan bahwa terdapat satu planet di luar sana. Jika anda mampu menghitung jumlah bintang di langit maka begitulah keseluruhan jumlah planet di alam semesta ini. Jadi jika di sekolah dipelajari jumlah planet dalam sistem tata surya hanya 9 bahkan literatur yang lainnya mengatakan 13. Kami sendiri yakin bahwa jumlahnya masih lebih banyak lagi.

Alasan mengapa sinar rembulan lebih redup dari cahaya bintang

Faktor Penyebab Mengapa bintang lebih terang daripada bulan di malam hari Permukaan planet tidak memantulkan warna

Jika memang benar demikian lalu mengapa cahaya bintang lebih terang & mengkilat daripada sinar bulan purnama sekalipun? Jawabannya karena bulan tertutup oleh sinar matahari langsung sedangkan bayangan dibelakang bumi menghalanginya dari sinar mentari langsung. Ia hanya memantulkan sinar matahari sebagian. Sedangkan bintang yang lainnya memantulkan sinar yang diperolehnya langsung dari matahari. Itulah mengapa terkadang planet seolah membara dan meredup oleh karena pengaruh cahaya sumbernya.

Alasan berikutnya yang paling logis adalah karena bulan tidak memiliki atmosfer sendiri sehingga permukaannyalah yang memantulkan sinar mentari. Sedangkan planet lain di dalam tata surya memiliki atmosfer sendiri sehingga sinar yang kelihatan bukan yang dipantulkan oleh permukaannya melainkan sinar yang dipantulkan oleh atmosfer yang menyelubunginya. Artinya cahaya yang dipantulkan oleh atmosfer (udara) planet lain lebih mengkilat daripada yang dilakukan oleh permukaan bulan.

Pada dasarnya cahaya yang mengenai permukaan planet tidak sampai keluar angkasa karena dihalangi oleh atmosfernya sendiri. Ini seperti efek rumah kaca pemanasan global dimana suhu dipermukaannya lebih tinggi dari panas matahari yang sampai pada bintang tersebut. Oleh karena itu, yang terlihat dari jauh hanyalah cahaya yang dipantulkan oleh atmosfernya. Jika atmosfernya bersih maka ia akan memantulkan cahaya putih. Akan tetapi apabila atmosfernya mengandung serpihan debu (karena pengaruh pemanasan global di plaanet tersebut) maka warna cahayanya akan seperti kekuningan atau sejenisnya yang mengkilat.

Faktor penyebab bintang berkedip

Mungkin ada sebagian dari teman-teman yang menanyakan mengapa suatu bintang bisa berkedip seperti kelap kelip. Cahayanya terkadang meredup dan terkadang terang dimana kelap-kelip semacam ini terus berlangsung. Untuk diketahui bahwa saat kita menatap bintang di luar angkasa, cahayanya tidak langsung kita terima lewat mata. Melainkan cahaya ini telah mengalami pembelokan oleh atmosfer bumi. Pembelokan cahaya adalah hal yang biasa terjadi saat melalui dua medium dengan kerapatan yang berbeda (antara ruang hampa udara dan atmosfer bumi). Jadi, penampakan yang terlihat di luar angkasa secara tidak langsung dipengaharuhi oleh atmosfer. Oleh karena itu bintang berkedip bisa jadi karena pengaruh atmosfer bumi maupun karena pengaruh atmosfer di planet itu sendiri.

Planet tidak memantulkan warna-warni

Demikian pulalah dengan bumi, apabila misalnya saja ada seseorang di bulan atau di planet lain dan melihat bumi maka yang tampak olehnya bukan warna permukaan laut yang biru dan daratan yang hijau. Sebab sinar permukaan bumi tidak sampai ke luar angkasa karena dihalangi oleh atmosfernya sendiri. Yang benar-benar terlihat hanyalah bulatan yang berwarna putih kilat yang dipantulkan oleh udara yang menyelubungi palanet kita yaitu atmosfer.

Demikian saja teman, Salam sains….

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.