Gejolak Sosial

10 Efek Samping Ilmu Pengatahuan & Cara mengendalikan Kecerdasan.


Dampak Buruk Bahaya Ilmu Pengatahuan & Cara mengendalikan Kecerdasan.

Kecerdasan manusia sangatlah luar biasa. Tidak rugi nenek moyang kita (adam dan hawa) dahulu mencuri buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ini dibuktikan dengan adanya sekelompok orang di luar sana yang mampu menciptakan semacam robot yang bisa berbicara dan bergerak menyerupai manusia. Tetapi tahukah anda bahwa tubuh yang kita miliki adalah teknologi robot paling canggih sepanjang masa? Tidak ada seorang ilmuanpun yang dapat mendekati teknologi yang digunakan Tuhan untuk menciptakan kita bahkan sekalipun itu hanya sekedar menyerupainya.

Dari banyak informasi yang kami terima, menyebutkan bahwa kebanyakan dari ilmuan dunia adalah orang-orang atheis (tidak beragama). Saat seorang yang cerdas tidak percaya pada keberadaan Tuhan niscaya ia akan menuhankan dirinya sendiri. Istilah kerennya, “saking cerdasnya, ia menganggap dirinya adalah tuhan”. Jikalau anda seperti ini maka berhati-hatilah senantiasa dengan keinginan yang muncul dari dalam hati. Sebab dosa utama manusia adalah keinginan untuk “menjadi sama seperti tuhan”.

Pengetahuan yang kita miliki hanya menimbulkan kegelisahan

Sejak dari awal kehidupan Tuhan tidak mengizinkan kita untuk memakan buah itu dan sampai sekarang manusia terus merasakan akibat dari luasnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Seandainya saja dari awal manusia tidak memakannya maka hidup kita akan sama seperti hewan-hewan di alam liar. Dimana tidak ada kerumitan, tidak ada kebosanan, tidak ada keserakahan, tidak ada cita-cita, tidak ada masalah ini dan itu, dan tentunya tidak ada teknologi. Melainkan kita hanya tahu mengkonsumsi apa yang sudah disediakan oleh alam: makan, minum dan berhubungan intim, tidak lebih.

Akan tetapi, nenek moyang kita sudah terlanjur terpikat olehnya, kejadian itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Akibat tingginya ilmu pengetahuan, penyimpangannyapun semakin besar saja. Itulah dampak buruk dari luasnya kepintaran seseorang, sampai hati merugikan lingkungan sekitar dan orang lain/ kaumnya sendiri bahkan diri sendiri juga.

Kami sendiri dapat merasakan dengan pasti bahwa ilmu yang dimiliki hanya membuat hati ini tidak tenang. Sebab ilmu itu terus mendesak untuk segera dikeluarkan (dipublish). Satu-satunya yang membuat diri ini tetap tenang dalam segala sesuatu yakni saat fokus ditujukan hanya kepada Tuhan untuk memuji dan memuliakan nama-Nya.

Ada banyak hal yang keluar dari kepala kami namun tidak semuanya diungkapkan lewat gagasan dan tulisan. Hidup kami dedikasikan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Namun kami sendiripun kadang gelisah saat menerapkan limu tersebut bahkan terkadang hari-hari mengalami kehilangan arah. Akan tetapi seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa satu-satunya yang tetap membuat pikiran tetap tenang dan selalu waras yakni dengan merefreshnya dalam Doa dan Pujian kembali kepada Tuhan.

Dampak negatif dari kecerdasan yang kita miliki

Saat kita mencoba meraih kepintaran setinggi-tingginya, tidak menyadari bahwa ada efek samping dibalik pengetahuan yang luas itu. Bahkan saking luasnya anda kehilangan arah dan tenggelam kedalamnya sehingga akal sehat dan kemanusiawianmu berubah drastis merugikan orang lain dan diri sendiri.  Berikut beberapa efek samping dari kecerdasan manusia.

  1. Lupa diri dan tenggelam didalamnya.

    Anda tidak lagi bisa berpikir jernih setelah mengetahui hal-hal tersebut. Logika tidak lagi masuk akal bahkan Tuhanpun turut dilupakan.

  2. Egois dan mementingkan diri sendiri.

    Mulai berpikir untuk memanfaatkannya demi kepentingan pribadi. Tidak ada lagi istilah kita ataupun kami melainkan yang menonjol adalah “saya”.

  3. Memanfaatkan situasi & kelemahan orang lain.

    Menggunakan kesempatan dalam kesempitan – mengambil untung dalam bencana. Memanfaatkan bencana yang dialami oleh orang lain sebagai modal untuk meraih sukses.

  4. Imbas teknologi berlebihan – merusak lingkungan.

    Menawarkan teknologi yang juga turut merusak lingkungan alamiah. Memberikan sebuah solusi namun ada dampak buruk yang harus dituai bersamanya.

    Secara tidak langsung berencana untuk merusakkan lingkungan alamiah agar teknologi yang ditawarkan laris manis/ mendominasi. Saat teknologi alamiah rancangan Tuhan di sejajarkan dengan teknologi manusia maka ada kecenderungan untuk menekan yang alami itu, sadar ataupun tidak.

    Pemanfaatan teknologi secara tidak langsung mencemari lingkungan dan alam sekitar kita sehingga pada satu titik menimbulkan bencana. Sikap (perkataan dan perbuatan) syarat dengan basa-basi yang sebenarnya ingin menutupi fakta asli bahwa teknologi yang dihasilkan dampaknya 50 : 50. Pengaburan fakta asli dilakukan dengan cara menutupinya/ membalutnya menggunakan kata-kata manis yang memabukkan hati.

  5. Membuat kita sombong.

    Sadarilah bahwa keilmuan yang mumpuni sangat berpotensi untuk membuatmu menjadi seseorang yang sombong. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika tinggi ilmu diiringi dengan kerendahan hati. Sebab sombong adalah kelemahan.

  6. Mengundang kesan iri hati.

    Tahukah anda bahwa kecerdasan kita menggiring pikiran untuk membanding-bandingkan segala sesuatu. Jika sikap membanding-bandingkan ini diarahkan untuk membandingkan kehidupan kita dengan orang lain niscaya kesan iri hati akan mencuat ke permukaan. Oleh karena itu, bandingkanlah hal-hal yang perlu saja lalu terima apa adanya pahit-getirnya dunia ini tanpa harus memandang kepada orang lain. Melainkan memandang (fokus) kepada Tuhan saja.

  7. Memperbanyak keinginan bahkan berujung pada keserakahan.

    Tahukah ada bahwa menginginkan ini dan itu membutuhkan otak yang cerdas untuk melakukannya. Semakin tinggi kecerdasan anda maka semakin banyak hal yang diinginkan. Bahkan ketika hawa nafsu anda tidak dapat dikendalikan maka hasrat ini akan semakin jahat yaitu menjadi serakah

  8. Mendatangkan kegelisahan masif (tidak begitu kelihatan dari luar).

    Kegelisahan ini dapat timbul karena alasan pemikiran tinggi namun sumber daya tidak mencukupi, karena rasa bersalah, keinginan yang belum kunjung menjadi nyata, dan lain sebagainya.

  9. Penuh tipu muslihat.

    Memiliki sifat munafik, lempar batu sembunyi tangan, seolah-olah datang sebagai malaikat penolong. Sifat ini sangat dekat dengan lain di bibir lain di hati. Sebuah sikap yang syarat dengan manipulasi belaka yang hanya menguntungkan pihak tertentu sedangkan pihak lainnya dirugikan juga.

    Menyesatkan orang lain untuk meraih sebongkah keuntungan dari sana. Perilaku ini terjadi seiring dengan luasnya wawasan seseorang.

  10. Melakukan aksi kejahatan.

    Seseorang dengan ilmu pengetahuan yang tinggi dapat melakukan kejahatan yang sifatnya ekstrim, lebih keras ketimbang kejahatan biasa. Aksi kejahatan yang dilakukan dengan licin tanpa diketahui oleh publik. Dimana semuanya ini menyebabkan kerugian bagi orang lain/ kelompok/ organisasi/ lembaga tertentu.

  11. Menyebabkan peperangan.

    Mesin-mesin yang kita ciptakan dari hasil ilmu pengetahuan secara tidak langsung membuat beberapa orang semakin pede dalam bersikap sehingga hendak memerangi pihak/ negara lain. Keadaan ini juga turut di dorong oleh habisnya sumber energi di suatu daerah sehingga wilayah tertentu yang masih memiliki cadangan minyak bumi akan diperebutkan mati-matian dalam peperangan.

    Versi lainnya dari keadaan ini adalah sebagai berikut.

  12. Mendorong kita untuk mengeksplorasi alam sekitar secara berlebihan hingga merusaknya juga.
  13. Manusia ingin menjadi kaya-raya lalu memanipulasi (menipu) orang lain untuk beroleh keuntungan.
  14. Orang-orang menciptakan sistem yang menciptakan strata sosial alias kasta dalam perolehan gaji.
  15. Pihak yang memiliki uang banyak terlena dengan semua materi itu sehingga membuat mereka lebih fokus pada hal-hal duniawi ketimbang kepada hal-hal sorgawi.
  16. Manusia bergaji tinggi, lebih banyak duduk dan santai sehingga kehidupannya disibukkan untuk mengikuti trend pasar.
  17. Orang-orang yang tinggi penghasilannya, sangat konsumtif. Mereka menjadikan materi sebagai sumber kesenangan/ kebahagiaannya.
  18. Bawahannya juga turut mengikuti kebiasaan yang konsumtif tersebut, beberapa mengambil pekerjaan tambahan, yang lainnya tipu sana-sini demi uang yang lebih banyak.
  19. Kebiasaan mereka yang konsumtif telah menghasilkan polutan dan limbah dimana-mana. Belum lagi masalah polusi yang disebabkan oleh kendaraannya. Juga masalah hutan dan pepohonan didalamnya yang ditebangi untuk rumah mewah plus-plus.
  20. Pada akhirnya, ini akan menciptakan kerusakan lingkungan dimana hujan tidak lagi turun pada waktunya, udara sangat panas dan tanah tidak lagi subur. Jadi keadaan ini akan membuat masyarakat sangat ketergantungan dengan bahan bakar minyak sebab air di kirim oleh mesin ke segala penjuru, rumah didinginkan dengan AC dan kemana-mana harus menggunakan mobil sebab suhu udara di luar rumah membakar kulit.
  21. Bahan bakar minyakpun habis: pergerakan ekonomi dan politik terhenti. Sedang dimana-mana terjadi peperangan untuk memperebutkan energi fosil yang tersisa.
  22. Kiamat/ akhir zaman.

Manusia tidak sanggup menahan efek ilmu pengetahuan oleh karena itu kembalikan kepada Tuhan

Simak juga, Ciri tanda otak genius. Saat manusia mencoba menguasai pengetahuan, yang terjadi malah sebaliknya, para cendikiawan tenggalam dalam ilmu itu. Bahkan seakan-akan hidup mereka dikendalikan olehnya. Inilah titik yang membuat seorang ilmuan menggunakan kepintarannya untuk melakukan perbuatan menyimpang. Sadarilah bahwa manusia tidak mampu mengendalikan ilmu yang telah ia curi dari Allah. Satu-satunya yang dapat mengendalikannya adalah Allah sendiri. Oleh karena itulah kami menyarankan anda untuk tetap fokus kepada Tuhan dalam segala sesuatu agar kecerdasan anda tidak menyimpang dan terkesan cari sensasi.

Intinya adalah manusia tidak mampu menahan dan menanggung ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk dirinya sendiri, oleh karena itu adalah miliknya Tuhan. Jika anda benar-benar ingin mengendalikan kecerdasan itu maka kembalilah fokuskan hidupmu kepada Tuhan agar dapat melawan segala bentuk angkara murka dan keinginan sesat dibalik ilmu pengetahuan yang telah kita kuasai.

Mustahil teknologi manusia mampu menyamai kecanggihan alamiah ciptaan Yang Maha Kuasa.

Salam bijak!

Iklan

3 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s