Gejolak Sosial

10 Manfaat Berkumpul – Membiasakan Diri Untuk Berkumpul Dengan Orang Lain

Manfaat Berkumpul - Membiasakan Diri Untuk Berkumpul Dengan Orang Lain

Berkumpul adalah (1) bersama-sama menjadi satu kesatuan atau kelompok (tidak terpisah-pisah); (2) berhimpun; berkampung; berapat (bersidang); (3) berkerumun (KBBI Luring). Merupakan aktivitas bersama untuk berbaur satu dengan yang lainnya demi tujuan tertentu. Kebiasaan ini baik adanya dan harus dipelihara terus oleh masing-masing pribadi sehingga hidup menjadi lebih manusiawi.

Kami harus mengakui bahwa sebagai seorang penulis blog yang selalu aktif di dunia maya terkadang terlalu sibuk untuk melakukan ini dan itu lewat internet. Padahal kami selalu menganjurkan kepada para pembaca sekalian untuk senantiasa berkumpul, bergaul dan berbaur dengan orang lain dilingkungan anda. Ini tidak lain dikarenakan kesibukan sehari-hari, yaitu menulis. Bukannya kami tidak mau atau dengan sengaja menjauhkan diri untuk berkumpul melainkan rutinitas di dunia maya lebih luas manfaatnya. Sekalipun demikian, kadang-kadang kami sempatkan juga waktu untuk berkumpul.

Moment berkumpul yang tidak boleh anda lewatkan (sia-siakan)

Sebenarnya, ada banyak moment yang memberi kesempatan kepada kita untuk saling berkumpul. Terlebih di tempat kami dimana ikatan antara masyarakat masih sangat kuat demikian juga dalam hal adat istiadat. Berikut beberapa tempat untuk berkumpul.

  1. Perkumpulan keluarga.
  2. Refreshing/ jalan-jalan bersama.
  3. Acara PA.
  4. Ibadah bersama.
  5. Kumpul bareng tetangga.
  6. Berbaur dengan teman kerja.
  7. Pesta pernikahan.
  8. Acara kelahiran.
  9. Acara tutup usia (kematian).
  10. Hajatan syukuran.
  11. Bahkan juga, bergaul dengan orang asing (khusus bagi yang sudah dewasa), dan lain-lain.

Akibat kurang berkumpul (menjauhi perkumpulan) dengan sesama

Sekedar sharing saja pengalaman yang dialami selama ini. Apa yang kami rasakan karena terlalu intens di depan laptop dan menjauhi perkumpulan sosial di lingkungan sekitar?

  1. Mulailah muncul sikap cuek (acuh tak acuh) dengan orang lain.
  2. Hati mudah terluka oleh kekhilafan kecil (baik yang dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain).
  3. Kurang peka dengan keberadaan sesama.
  4. Tidak luwes (kaku) saat berbaur dengan orang lain.
  5. Skill komunikasi dan kemampuan menyatu dengan lingkungan agak menurun. dan lain-lain.

Jadi berbahagialah anda saat ini jika disibukkan dengan banyak acara, entah itu mengenai keagamaan, keluarga, organisasi dan lain sebagainya.

Ada satu masalah saat berkumpul yaitu, kesombongan. Jika rasa ini telah menguasai kehidupan anda maka mulailah muncul sikap yang aneh-aneh. Kami tidak perlu mengungkapkannya disini. Itu terlihat berlebihan dan anda sendiripun bisa menilai hal ini. Ini jugalah yang selalu berusaha kami tekan, tapi tetap saja bisa muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan kesalahan kecil maupun kesalahan besar. Jika anda bisa menjaga keangkuhan itu tetap di bawah maka hari-hari akan menjadi lebih baik.

Manfaat aktivitas berkumpul bersama orang lain

Tidak mungkin suatu aktivitas dapat menjadi sangat lestari dari tahun ke tahun bahkan semenjak zaman purbakala hingga saat ini jikalau hal tersebut adalah tidak penting. Setiap kebersamaan itu adalah penting adanya. Sekarang tergantung kehidupan anda, mau mengambil yang baiknya atau mau mengambil yang buruknya. Membiasakan diri untuk berbaur dengan sesama adalah sebuah komitmen untuk hidup yang lebih baik.

Perkumpulan yang tepat dapat melatih kekosongan (waktu luang) dalam hidup sehari-hari sehingga mampu mendatangkan manfaat kepada sesama. Berikut beberapa manfaat dari aktivitas ini.

  1. Menyatakan kasih Tuhan lewat kebaikan hati dan sikap tolong-menolong.

    Kebenaran menyatakan bahwa manusia hidup di dunia ini untuk memuliakan nama Tuhan dan berbuat baik kepada sesamanya dalam sikap tolong-menolong yang tidak pernah berakhir.

  2. Saling melengkapi satu sama lain.

    Seperti paduan suara dimana ada yang menjadi suara satu, suara dua, suara tiga, suara empat dan suara lainnya. Saat semuanya mengeluarkan suara secara serentak dan teratur sesuai dengan bidangnya maka akan timbullah perpaduan suara yang merdu dan enak di dengar yang membahana memenuhi seluruh ruangan.

  3. Saling menjaga dan melindungi.

    Saat anda memiliki seseorang yang dekat denganmu lalu menjadi sahabatmu maka ia sekaligus akan menjagamu. Kepeduliannya sangat tergantung dengan persahabatan yang terjalin satu sama lain. Misalnya saja anda mengalami kejadian kecil yang tidak disengaja maka ada kecenderungan teman-teman berkumpul akan membantumu untuk menyelesaikan persoalan itu. Bukan dengan cara-cara kekerasan dan tawuran melain dengan cara persuasif.

  4. Saling menghibur dan manambah semangat juga memotivasi.

    Kadang kala saat sendang berkumpul dengan sesama, ada teman yang sedang mengalami pergumulan yang cukup rumit. Andapun dapat memberikan masukan kepadanya berdasarkan pengalaman sendiri. Bisa juga dengan mengajaknya untuk bercanda sekedar menghibur untuk mengembalikan semangat yang sempat memudar.

  5. Menyelesaikan masalah bersama.

    Bersama kita lebih kuat. Di dunia ini ada-ada saja yang mendatangkan persoalan, baik dari lingkungan sekitar maupun antara teman dekat. Saat masing-masing orang memberikan buah pikirannya maka jalan kepada penyelesaianpun menjadi lebih terang benderang. Bukan suatu yang samar-samar melainkan semuanya menjadi jelas sehingga jalan yang ditempuh lebih terarah. Dalam kebersamaan pergumulan apapun dapat dihadapi asal saja kita berada di jalur yang benar.

  6. Berbagi informasi.

    Yang kami maksudkan disini bukan bergosip (menggunjing) melainkan lebih kepada berbagi pengetahuan dan wawasan dengan sesama. Mungkin saja teman anda kelewat informasi terupdate jadi bisa sekaligus meluaskan wawasannya. Kami sebagai manusia paling tidak update sedunia hanya memperoleh informasi terbaru biasanya dari pembicaraan dengan tetangga dan kaum keluarga lainnya.

  7. Saling melatih kecerdasan baik emosional maupun intelektual.

    Untuk melatik intelektual maka dapat dilakukan dengan bersoal-jawab, berteori dan berlogika. Akan tetapi untuk melatih kemampuan untuk mengendalikan sisi emosional yang negatif (kebencian, dendam dan amarah juga kekerasan) maka dapat diasah lewat ujian sosial (ujian kehidupan) yang dijalani. Rata-rata ujian sosial di dalam setiap hari biasanya berupa ujian komunikasi dan gesekan sosial lainnya (gangguan lainnya).

    Jika anda berani mengambil resiko maka mental akan dilatih menjadi lebih kuat dan cerdas dalam mengendalikan emosi. Akan tetapi jika anda hanya mencari aman maka siap-siap untuk memiliki mental yang labil dan mudah tersakiti.
    Kami mau memberi kesaksian bahwa sesungguhnya semakin banyak tekanan yang mendatangi kita maka semakin luwes dan dewasa dalam bersikap. Oleh karena itu, pandanglah positif setiap persoalan yang datang dan hindari sudut pandang negatifnya. Suatu saat anda akan menemukan titik kenikmatan di atas semua penderitaan itu.

  8. Menambah pengetahuan  tentang organisasi dan pemahaman akan kebiasaan/ budaya dalam suatu acara tertentu.

    Membiasakan diri untuk senantiasa mengikuti acara/ perkumpulan lainnya. Sehingga andapun menjadi lebih terbiasa dalam bersikap dengan tetap tangguh namun lembut. Ditengah-tengah aktivitas dan kesibukan anda maka berupayalah untuk mengertikan adat dalam berbagai acara dan organisasi sehingga pengetahuan dan wawasanpun meningkat tentang hal ini.

  9. Melatih kemampuan anda berkomunikasi.

    Bercakap-cakap itu sebenarnya tidak sulit ya…. Akan tetapi, menghadapi percakapan dengan ujian komunikasi di dalamnya, itu butuh latihan. Anda perlu benar-benar luwes dan menikmati proses pembicaraan yang dilakukan.

    Perlu juga belajar untuk mengamati tempo, kapan saatnya bicara dan kapan saatnya menjadi pendengar yang baik.

    Lalu, anda juga harus mengerti, kapan saatnya memulai pembicaraan dan kapan saat mengakhirinya. Kenali juga titik jenuh pembicaraan lawan, ingin diakhiri atau memulai topik baru lagi.
    Berhati-hatilah dengan perkataan anda bisa menjadi doa, bicarakan sesuatu yang positif.

  10. Mengikis rasa egois dan kebinatangan lainnya dari dalam hati.

    Ego itu manusiawi. Dari awal manusia diciptakan seorang diri saja. Akan tetapi Tuhan memandang bahwa itu sangatlah tidak baik oleh karena itulah diciptakannya mereka, laki-laki dan perempuan. Dalam rasa kebersamaan ada situasi yang saling membutuhkan dimana kita sadar tidak dapat hidup tanpa manusia lainnya.

    Kami memberi kesaksian bahwa saat terindah bisa terwujud saat berkumpul dengan orang lain. Bahkan saat tersulit sekalipun dapat melatih mental bahkan otakpun menjadi lebih cerdas secara emosional. Artinya, semua moment yang anda hadapi adalah penting, mulai dari yang terbaik bahkan yang terburuk sekalipun. Oleh karena itu belajarlah untuk lebih jeli menemukan manfaat itu.

Di dunia ini semua ada waktunya: ada waktu untuk berkumpul dan ada waktu untuk menyendiri. Temukan titik keseimbangan antara kedua hal tersebut dan berusahal untuk tidak menghindari perkumpulan yang sedang berlangsung di sekitar.

Salam, bukan kumpul kebo melainkan kumpul bareng yuk!

Iklan

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s