Lingkungan

Siklus Energi Matahari Hingga Kembali Menjadi Bahan Bakar – Mengapa Matahari Tetap Bersinar (Terbakar)

Siklus energi matahari hingga menjadi bahan bakar

Tuhan Yesus memang dahsyat! Dia telah menetapkan dua clue (petunjuk) tentang kehidupan manusia (manfaat-tujuan) dan siklus energi di alam semesta yang luas dan besar ini. Untuk menemukan makna kehidupan tidak mudah. Banyak dari kita di dunia ini yang mungkin masih dalam pencarian tentang “mengapa kita hidup/ untuk apa manusia di dunia?”. Kamipun dahulu demikian, terus bertanya-tanya tentang hal-hal semacam ini. Lalu pada suatu titik kami dihentakkan oleh penyataan sebuah judul perikop di dalam Alkitab, yaitu “Jadilah garam dan terang dunia”. Tanpa disadari inipun berlaku dalam perputaran energi di seluruh alam semesta.

Alam semesta selalu bisa menyeimbangkan dirinya sehingga masih mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama ke depan. Bila kita mengetahui cara kerjanya maka manusia bisa berperan untuk mengelola dan mengatur segala sesuatu sedemikian rupa sehingga kita dapat hidup berdampingan dengan proses-proses alamiah yang terjadi tanpa harus merusaknya. Sadar atau tidak kerusakan yang terjadi akibat aktivitas yang berlebihan (misalnya karena ketamakan) cepat atau lambat dapat mengganggu keseimbangan alam.

Kemudian kita bertanya-tanya, mengapa matahari tetap bersinar? Darimanakah ia memperoleh semua energi yang membuatnya tetap berkobar-kobar bak api unggun yang terus terbakar selama bertahun-tahun (bahkan berabad-abad lamanya)? Sebenarnya perputaran energi bertemakan “take and give”, siapa yang memberikan pasti akan menerima kembali sama banyak. Demikian juga dengan radiasi sinar matahari yang terpancar untuk menyinari bumi dan planet-planet lainnya. Kelak akan kembali lagi kepadanya dalam bentuk lain namun pada jumlah yang sama.

Siklus Energi Matahari Hingga Kembali Menjadi Bahan Bakar – Mengapa Matahari Tetap Terbakar

Siklus selalu berada dalam perputaran yang seimbang. Ketika matahari memberikan panasnya kepada bumi ini dan seluruh yang ada di dalamnya maka energi tersebut akan bertransformasi ke dalam bentuk lain kemudian kembali dengan jumlah yang sama menuju matahari. Proses-proses yang kami maksudkan menjadi faktor penyebab fenomena ini, berikut selengkapnya.

  1. Radiasi sinar matahari yang terpancar ke bumi akan terasa panasnya hingga ke permuakaan tanah.
  2. Klorofil yang dibantu dengan bahan anorganik/ garam akan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk menghasilkan bahan-bahan organik yang bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya. Kemampuan klorofil dalam hal ini diperuntukkan untuk mengubah energi menjadi bentuk kompleks seperti karbohidrat, lemak, protein dan lain sebagainya.
  3. Bahan bahan organik yang dihasilkan oleh klorofil sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup lainnya termasuk manusia sendiri. Berikut beberapa pembagiannya.
  4. Hewan dan manusia memanfaatkan bahan organik kompleks tersebut sebagai bahan makanan untuk menghasilkan energi dan panas demi memenuhi metabolisme tubuhnya. Akhir dari proses pengelohan ini disebut sebagai kotoran yaitu urin dan feses yang kemudian dibuang menjadi sampah.
  5. Bahan-bahan klorofil yang menua juga akan berjatuhan, mati dan menjadi sampah.
  6. Sumber sampah terluas dan terbesar adalah lautan dimana berbagai-bagai macam jenis sampah ada disana. Fitoplankton yang memiliki klorofil dapat membentuk bahan organik yang bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya.
  7. Mikroorganisme (kuman) akan mengkonsumsi sampah yang dihasilkan oleh makhluk hidup lain (hewan, manusia dan yang lainnya) dan klorofil yang telah mati. Bakteri dengan bantuan bio-aktivator (garam) akan mendemineralisasi sampah-sampah tersebut menjadi bahan anorganik (mineral) dan gas metana.
  8. Bahan-bahan anorganik yang telah didemineralisasi oleh bakteri akan menjadi pupuk terbaik yang kembali dimanfaatkan oleh klorofil untuk dijadikan bahan organik kompleks.
  9. Sedangkan gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan tersebut akan menguap ke udara hingga mencapai atmosfer terluar bahkan sampai ke luar angkasa lalu kembali lagi ke matahari.
  10. Ada semacam gaya tarik-menarik yang khas antara matahari dengan gas metana (dan semua jenis gas yang mudah terbakar) sehingga ada kecenderungan gas tersebut kembali lagi keluar angkasa dan menjadi sumber energi bagi matahari itu sendiri. Mungkin karena gas ini begitu ringan sehingga tidak dapat bertahan lama dibawah pengaruh gravitasi bumi melainkan lebih cenderung tertarik oleh gravitasi matahari.
  11. Matahari yang kita kenal saat ini tetap bersinar karena energi yang telah dipancarkannya dalam bentuk radiasi panas telah kembali lagi kepadanya dalam bentuk gas metana sebagai bahan bakar sehingga ia tetap berkobar (terbakar).

Jadi hukum take & give atau lebih dikenal sebagai hukum tabur-tuai tidak hanya berlaku dalam kehidupan manusia melainkan berlaku juga dalam kehidupan yang lebih luas yaitu kehidupan alam semesta. Bisa dikatakan bahwa selain menyinari planet dengan panasnya yang terik, planet hidup seperti bumi ini juga sekaligus sebagai sumber bahan bakar yang sangat produktif bagi keberlangsungan  hidup matahari. Coba bayangkan jikalau di dalam alam semesta ini terdapat lebih dari satu planet hidup sekelas bumi? Pastilah luar angkasa penuh dengan gas metana. Kami berpikir bahwa hal ini jugalah yang membuat manusia tidak mampu terbang lebih jauh di luar angkasa karena gas ini akan membakarmu diluar sana.

Salam terang, salam garam!

Iklan

4 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s