Gejolak Sosial

+10 Manfaat & Alasan Beribadah Di Gereja – Jangan Tinggalkan Persekutuan Dengan Sesama

Manfaat & Alasan Beribadah Di Gereja - Jangan Tinggalkan Persekutuan Dengan Sesama

Kristen Sejati – Gereja adalah (1) gedung (rumah) tempat berdoa dan melakukan upacara agama Kristen; (2) badan (organisasi) umat Kristen yang sama kepercayaan, ajaran, dan tata cara ibadahnya. Merupakan tempat dimana orang kristen berkumpul untuk bersekutu bersama dalam suatu wadah organisasi. Berkumpul di rumah ibadah bukanlah suatu kebiasaan baru melainkan sudah ada sejak zaman purba kala semenjak Allah menurunkan Hukum Taurat di atas dunia ini. Jadi selain sebagai sebuah aktivitas keagamaan juga merupakan suatu budaya yang terus-menerus dipelihara bahkan sampai ke datangan Tuhan Yesus yang kedua kali (akhir zaman).

Allah saja berhenti bekerja lalu mengapa kita gila kerja?

(Kejadian 2:2-3) Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Sang Pencipta yang maha kuat saja tahu waktu untuk berhenti dari pekerjaan-Nya untuk memberkati dan menguduskan-Nya. Tetapi mengapa kita manusia yang rendahan dan lemah ini mau dipekerjakan 24 jam dalam 7 hari? Bukankah kebiasaan ini akan membuatmu kelelahan dan mudah stres karena menanggung beban yang begitu berat dalam waktu yang lama? Oleh karena itu, luangkan waktu di hari ke tujuh untuk berhenti dari semua rutinitas, menenangkan diri, menjaga sikap (menguduskan diri) lalu datang bersama keluarga ke Gereja untuk beroleh berkat dalam persekutuan bersama.

Mengikis ketidaktaatan yang sudah meradang dalam diri manusia sejak dari awal

Tahukah anda bahwa sejak dari zaman purba kala manusia adalah makhluk yang tidak taat dan tidak setia? Bisa dikatakan bahwa ketidaktaatan dan ketidaksetiaan itu sudah mengakar di dalam daging ini (perbuatan daging) yang mansiawi. Sifat-sifat buruk inilah yang terus-menerus dikikis melalui proses-proses kehidupan yang sulit dan menantang. Dahulu, kamipun demikian, ketidakpatuhan sangat jelas kepada orang tua alias suka membangkan dan melawan. Akan tetapi setelah melalui waktu dan proses yang panjang maka kebiasaan kurang taat itu sudah berkurang drastis.

Salah satu cara yang baik untuk melatih kebiasaan baik dan membuang kebiasaan buruk, yaitu dengan datang beribadah setiap hari minggu ke gereja. Secara tidak langsung ketidaktaatan dan ketidaksetiaan itu akan terkikis secara perlahan-lahan melalui berbagai-bagai peraturan yang ada disana. Manusia harus hidup dalam kelompok dan berorganisasi sebab lewat proses inilah kecerdasan intelektual dan emosional anggota keluarga dilatih sehingga lebih terlatih untuk melakukan hal-hal yang baik (salah satunya mentaati peraturan gereja/ peraturan di sekolah minggu).

Orang percaya tetap butuh persekutuan bersama

Jangan sesat pikir, sebab ada beberapa orang yang kami temui mengatakan bahwa “kita tidak butuh ke gereja sebab Tuhan sudah ada di dalam hati kita”. Dasar pemikiran mereka terjebak oleh pernyataan Rasul Paulus dalam (I Korintus 3:16) Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Ajakan ini jelas tidak bermaksud untuk menyuruh orang kristen untuk meninggalkan gereja melainkan lebih kepada “menguduskan diri dari dari perbuatan daging yang sesat”. Meninggalkan kebiasaan untuk tidak datang bersekutu bersama ke tempat peribadatan adalah awal dari sifat meninggalkan/ tidak percaya kepada Tuhan (atheis).

Mencapai kesempurnaan Hukum Taurat

Saat anda datang untuk beribadah ke gereja maka itu salah satu cara untuk menggenapi apa yang dikatakan oleh Kitab Taurat Musa sebagai hukum tertinggi yang ada di bumi ini. Setiap dari kita selalu berusaha untuk mencapai standar kesempurnaan Hukum Taurat. Walau kita mengetahui bahwa diri ini hanyalah manusia biasa yang mustahil mampu memenuhi standar Allah. Oleh karena itu, marilah melakukan yang terbaik semaksimal mungkin, salah satunya dengan datang beribadah setiap hari minggu ke Rumah Tuhan. Jika ada sesuatu yang tidak diikuti karena melebihi kekuatan sebagaimana adanya diri ini maka serahkanlah semuanya itu di bawah kaki Tuhan Yesus yang akan menyempurnakan ibadahmu.

Tidak ada gereja yang sempurna, Tuhan Yesus saja datang tidak membuka sekte baru

Kami heran, mengapa jaman sekarang orang kristen (hamba Tuhan utamanya), yang datang dengan beberapa karunia (misalnya karunia bernubuat) langsung membentuk sekte baru/ gereja baru. Entah apa motif dari semuanya itu, namun kami berspekulasi bahwa ini adalah bagian dari konspirasi orang-orang cerdas untuk memecah belah masyarakat demi berebut uang dan kekuasaan. Anda harus benar-benar mampu membedakan, dimana hamba Tuhan yang bekerja dengan tulus dan dimana pula yang bekerja demi uang, pujian, popularitas, penghormatan dan penghargaan. Jika niat seorang pelayan tidak tulus niscaya kedepannyapun “ujung-ujungnya duit”.

Ayo belajar dari Yesus Kristus, apakah Dia ketika datang dengan segala karunia yang menyertainya (baik karunia bernubuat, melakukan muzizat, berdoa, bernyanyi dan lain sebagainya) membentuk sekte baru? Atau sudahkah Dia membentuk gereja baru? Bagaimana mungkin Ia melakukannya sedangkan Tuhan sendiri tidak pernah memasuki tempat ibadah lain selain rumah ibadat orang Yahudi. Kenyataan ini sangat jauh berbeda dari kebiasaan para pelayan jaman sekarang. Mereka enggan tunduk dan patuh kepada peraturan Gereja lalu dengan egonya yang tinggi membuka sekte/ gereja baru demi uang dan kekuasaan. Inilah yang jelas salah

Jika yang anda cari adalah kesempurnaan, maka kami hendak memberi kesaksian bahwa “Tidak ada gereja yang sempurna”. Harus anda pahami bahwa dari semua hal yang diciptakan manusia, tidak ada yang sempurna. Satu-satunya yang sempurna adalah hukum Taurat, lalu siapakah manusia yang dapat mencapai kesempuranaan itu? Satu-satunya yang dapat anda lakukan adalah menyempurnakan segala sesuatu di dalam hati sendiri. Inilah yang kami sebut sebagai kesempurnaan hati, yang kurang dilengkapi dan yang lebih dikurangkan di dalam hati sendiri.

Jika anda hendak mencicipi bagaimana rasa khas dari setiap gereja maka datanglah ke sana sesekali. Dahulu kamipun demikian, masuk dalam gereja aliran Lutheran, Calvin, Karismatik bahkan kamipun pernah masuk ke gereja Katolik. Tidak ada perbedaan yang signifikan diantara semuanya itu, paling-paling perbedaan itu kentara dari peraturan gerejanya sedangkan berkatnya sama. Semuanya itu tergantung dari cara hati anda menerima ajarannya. Akan tetapi dimanapun dan kapanpun bergereja, bila pikiran tidak fokus kepada setiap (1) doa, (2) nyanyian, (3) firman & (4) khotbah maka anda tidak akan mendapatkan apa-apa.

Alasan mengapa kita harus datang beribadah ke gereja

Setiap hari minggu datang ke Rumah Tuhan adalah sebuah langkah yang baik dan luar biasa yang dapat dilakukan setiap sekali seminggu. Bagaimanakah kekristenan dapat berjalan dengan normal bila anda tidak pernah berbaur dengan orang lain. Padahal iman harus diuji oleh situasi dan orang lain sehingga ternyata benar bagaimana bentuknya yang sesungguhnya. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan mengapa kita perlu datang ke gereja.

  • Mengikuti kebiasaan Allah kita yang berhenti, memberkati dan menguduskan hari yang ke tujuh.
  • Untuk menggenapi hukum Taurat.
  • Bersekutu bersama dalam rumah Tuhan.
  • Menyampaikan persembahan/ perpuluhan kepada Tuhan

Manfaat datang ke gereja dengan sukacita dan pulang dengan bersaksi

Datanglah ke gereja dengan penuh persiapan dan jangan sampai melakukannya karena paksaan atau dengan terburu-buru. Sebab segala sesuatu akan menjadi baik jikalau bisa dilakukan dengan terus-menerus. Sadar atau tidak, melakukan sesuatu yang sudah membudaya akan mendatangkan kebahagiaan di dalam hati. Berikut ini beberapa manfaat datang di rumah ibadah.

  1. Sebagai wujud kebersamaan di dalam Tuhan.

    Tahukah anda bahwa di dalam Tuhan kita harus hidup bersama setidak-tidaknya dua orang, hindari membiasakan diri terlalu lama menyendiri. Seperti yang tertulis dalam firman-Nya yang menyatakan bahwa “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja”. Sadar ataupun tidak di dalam kebersamaan selain (a) merasakan kesejukan, kita juga (b) saling berbagi kasih (setidaknya ramah tamah dan menjadi pendengar yang baik), (c) saling melengkapi dan (d) saling mengerti satu sama lain. Sebab tidak ada manusia yang hidup bersama tanpa kesalahan (mustahil segala sesuatu sempurna).

  2. Merefresh otak dalam doa dan nyanyian yang tertuju kepada Allah.

    Sadar ataupun tidak saat anda berdoa dan bernyanyi, pikiran disegarkan sehingga beban hidup terasa ringan dan strespun pergilah. Oleh karena itu, ikutilah setiap acara dalam kebaktian dengan seksama dimana setiap kata-kata yang di dengar langsung mengena di dalam hati (nyambung dengan kata hati anda). Bila perlu, lakukanlah responsoria dengan megatakan :
    – amin.
    – maafkan kami Tuhan.
    – jauhkan kami dari hal-hal itu.
    – Haleluya.

    Anda dapat melakukan hal-hal ini baik lewat kata-kata maupun di dalam hati saja. Lakukanlah apa yang membuat hatimu nyaman.Dalam setiap doa yang anda ucapkan, pastikan agar suara hati andapun mengucapkan hal yang sama dalam intonasi tertentu. Anda harus mampu menikmati semuanya itu sembari mengabaikan berbagai-bagai macam gangguan yang muncul. Termasuk mentolerir berbagai kesalahan yang mungkin terjadi sebab kita masih berada di dunia ini yang syarat dengan kekhilafan.

  3. Belajar firman.

    Saat anda mendengarkan khotbah dari Pastor/ Pendeta, ada banyak hal yang dapat dipelajari disana. Dengarkanlah dengan seksama tanpa ada niat membanding-bandingkan antara pelayan yang ini dan pelayan yang itu.

    Datanglah ke gereja dengan penuh rasa syukur dan nikmatilah setiap sesi dengan hati yang terbuka. Hindari fokus yang blink (bias) karena memikirkan masalah yang dihadapi, cita-cita yang diharapkan dan keunggulan yang pernah dirasakan.

    Bersukacitalah dalam doa dan nyanyian dengan gembira dan penuh semangat tetapi hati-hati dengan roh kesombongan yang lebay. Pastikan semua kata-kata yang terucap dari bibir sendiri langsung mengena dalam hati (selaras dengan suara hati anda). Tips menghayati dan memaknai setiap perkataan yang keluar dan yang didengarkan.

  4. Beroleh berkat Abraham.

    Berkat Abraham, Ishak dan Yakub adalah sebuah karunia yang tidak akan pernah putus selama manusia masih ada dan dunia masih terus berputar.

  5. Belajar setia dan taat kepada peraturan.

    Ada sel-sel ketidaksetiaan dan ketidaktaatan di dalam hati setiap manusia. Oleh karena itu, untuk melatih kesetiaan dan ketaatan kita perlu hidup bersama dalam persekutuan gereja. Disana juga ada yang namanya peraturan dan adat istiadat yang harus dipatuhi oleh setiap orang. Hal-hal semacam inilah yang melatih dan menggiring kita untuk belajar menjadi manusia yang patuh dan jauh dari sikap yang suka membangkang.
    Mustahil anda bisa setia setiap detik kepada pasangan sedangkan ke Gereja sekali seminggu aja tidak setia.

  6. Melatih kesabaran.

    Tahukah anda bahwa saat kita memasuki Gereja ada begitu banyak godaan yang datang, mulai dari godaan untuk bercengkrama dengan sesama, menekan tombol HP, sosial media, nge-game di smarthphone, termasuk gangguan indra (baik pendengaran maupun kulit) dan lain sebagainya. Salah satu lagi yang harus di latih adalah belajar bersabar menahan lapar tatkala jam sudah lewat pukul 13.00 tetapi kebaktian belum selesai.

    Ada hal-hal yang terjadi dimana kita harus menunggu sehingga secara tidak langsung situasi dan kondisi semacam ini melatih kita untuk bersabar.

  7. Mulai mengasah kemampuan untuk menyesuaikan diri.

    Bersekutu bersama di dalam gereja membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri. Dahulu juga saya adalah orang yang begitu mencolok di dalam gereja karena beberapa dan lain hal. Namun seiring berjalannya waktu, kami mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi.

    Tidak mudah untuk mengenali bahwa kita sedang dalam posisi mencolok. Ini adalah kemampuan yang harus diasah dan dilatih sehingga dapat mengenali hal-hal yang syarat dengan sikap berlebihan.

  8. Melatih konsentrasi dan fokus.

    Tidak mudah untuk berkonsentrasi terhadap sesuatu tetapi semuanya itu dapat dilatih dengan seksama. Anda dapat melatih kemampuan ini dengan menjadi pendengar yang baik, mulai dari lembaga terkecil dalam keluarga, sekolah, gereja, tempat kerja, persahabatan, pertemanan dan lain sebagainya. Simak, Cara menjaga fokus tetap stabil.

  9. Belajar untuk bersikap santai dan tetap tenang.

    Sikap yang selalu santai perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan bersikap santai di dalam gedung Gereja. Tidak mudah untuk tetap santai di tengah situasi yang padat, merapat dan agak berdesakan satu sama lain. Tetapi semuanya itu bisa dilatih.

    Sikap yang tetap tenang lebih kepada perilaku yang tetap fokus kepada tata ibadah yang sedang berlangsung sembari mengabaikan gangguan kecil termasuk hanphone/ smartphone yang sedang bergetar di dalam tas/ di dalam kantong.

  10. Menjaga hubungan baik dan memperbaiki hubungan yang terganggu dengan sesama.

    Saat kita ke Gereja seolah ada aura positif ketika sampai di depan pintunya. Jika anda dapat menangkap aura positif ini dengan penuh rasa syukur maka ada sukacita di dalam hati seolah beban hidup lepas sesaat. Sehingga kita mudah tersenyum dan ramah kepada orang lain. Saat suasana hati anda sangat baik maka besar kemungkinan hubungan dengan orang lain membaik bahkan tidak masalah saat kita beramah tamah dengan para pembenci/ lawan dalam kehidupan sehari-hari.

  11. Mencerdaskan secara intelektual.

    Ada banyak informasi yang dapat anda terima saat mengikuti kebaktian. Berkonsentrasilah untuk memahami semuanya itu baik-baik sehingga semua hal yang di dapat dari sana dapat dihafal oleh memori otak untuk meningkatkan kecerdasan.

  12. Meningkatkan kecerdasan emosional.

    Di dalam kebersamaan, ada-ada saja yang namanya kekhilafan yang terjadi tanpa disengaja. Tahukah anda bahwa berbagai kesalahan yang tidak disengaja itu merupakan bagian dari ujian sosial.

    Bukan orang lain yang melakukan kesalahan melainkan kami sendiripun kerap melakukan kekhilafan yang tidak disengaja disana. Ini juga melatih kami untuk senantiasa mentolerir dan menerima diri sendiri dengan segala kelemahan yang ada didalamnya apa adanya.

    Jikalau anda mampu menghadapi proses pemurnian itu dengan tetap kuat namun selalu bersikap lembut, secara tidak langsung hal ini akan melatih kecerdasan emosional anda sehingga menjadi lebih dewasa dari hari ke hari.

Datang ke Gereja tidak ada ruginya teman. Ada banyak manfaat yang dapat anda peroleh dari sana. Latihlah diri untuk menjadi pribadi yang taat dan patuh terhadap peraturan disana. Ikutilah setiap detik dengan senantiasa berfokus pada diri sendiri dengan membuka hati untuk siap menerima segala perkataan yang anda dengarkan dari depan altar. Pada akhirnya, aktivitas ini akan meningkatkan kecerdasan anda baik secara intelektual maupun secara emosional. Tips mengikuti kebaktian di Gereja dengan hikmat.

Salam, datang dengan sukacita dan pulang dengan bersaksi….

Iklan

3 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s