Gejolak Sosial

+10 Cara Bermanfaat Bagi Sesama – Bukan Membuat Orang Lain Senang Tetapi Menyatakan Kasih Allah Kepada Dunia

Cara Bermanfaat Bagi Sesama - Bukan Membuat Orang Lain Senang Tetapi Menyatakan Kasih Allah Kepada Dunia

Manfaat adalah (1) guna; faedah; (2) laba; untung (KBBI Luring). Merupakan kebaikan yang dapat kita bagikan kepada sesama maupun lingkungan sekitar. Inilah salah satu kebenaran dalam hidup manusia yaitu untuk berbagi dengan sesama manusia sedangkan yang pertama adalah untuk berguna bagi kemuliaan nama Tuhan. Tanpa dua kebenaran ini maka hidup ini akan terasa hampa.

Sadarilah bahwa terlalu lama hidup menyendiri jelas tidak baik bagi kehidupan manusia. Jika kita menyendiri berarti hanya fokus kepada diri sendiri (egois). Sikap ini jugalah yang membuat kita tidak mengerti tentang perasaan orang lain sehingga cenderung menganggap bahwa semua yang dilakukan “sudah benar“. Oleh karena itu, ada waktu untuk sendiri tetapi siapkan juga waktu untuk bergaul dan berbaur dengan sesama sehingga kita bisa saling memberi manfaat satu-sama lain (melayani dan dilayani dalam lingkaran kasih).

Jikalau saat ini anda merasa hampa. Hidup terasa tak berarti. Sekalipun berkecukupan tetapi rasanya masih kurang terus. Maka kemungkinannya adalah “masih kehilangan makna hidup yang sebenarnya“. Jikalau ini terus-menerus berlangsung maka bisa dikatakan bahwa anda tidak akan pernah bisa menikmati hidup ini sepenuhnya. Seperti kata pepatah: “makan tidak pernah kenyang, minum selalu kehausan, tiduran masih saja lemas, menghibur diri namun enggan tersenyum (dingin), mencari namun tak pernah menemukan, mengetuk tapi tak ada yang membuka“. Jika belum menemukan arti kehidupan di dunia ini maka hal-hal seperti di atas akan terus terjadi.

Satu lagi yang menjadi racun dalam hidup manusia, “hawa nafsu“. Keinginan yang ada di dalam hati sama saja dengan racun yang melemahkan kehidupanmu. Terlebih lagi ketika terlalu mengekspose hal-hal tersebut niscaya ia akan “terasa sangat mengganjal di dalam hati“. Jika di dalam pikiran anda terlalu banyak ganjal maka beresiko (1) memperlambat langkah kaki, (2) membuat hati susah terus dan akhirnya (3) menimbulkan kekecewaan. Semakin dipikirkan, dibahas dan diiming-imingi dengan hawa nafsu yang berlebihan maka kepala semakin pusing dan hidup tidak pernah dinikmati sedikitpun.

Seperti yang kami sampaikan jauh sebelumnya bahwa setiap manusia memiliki tujuan “mengapa Tuhan menciptakan anda“. Jika sudah menemukan jawaban dari pertanyaan ini maka arahkanlah kehidupan untuk (a) mencari, (b) menggali, (c) menumbuhkan, (d) mengembangkan hingga (e) menghasilkan hal-hal yang baik dan positif darinya. Puncak dari arti hidup manusia adalah konsistensi menekuni hal tersebut hingga menjadi terbiasa bahkan membudaya di dalam darah daging dan setiap sel kita. Pada akhirnya, hidup yang bermakna membuat setiap orang bahagia selamanya.

Dasar dari setiap faedah yang kita tebarkan kepada orang lain

Berhati-hatilah terhadap keinginan di hati LEGA RASANYA MEMILIKI HATI YANG TULUS. Jika tidak ada hawa nafsu (setidaknya diminimalisir) niscaya pikiran kita lebih bebas dari segala ikatan yang cenderung menghambat kebahagiaan hati. Terdapat banyak keinginan yang salah dalam hidup ini, diantaranya adalah demi uang, penghargaan, penghormatan, pujian, popularitas dan jabatan. Selama hal-hal semacam ini terus dibahas di dalam hati maka diri ini akan menjadi lebih berat dalam bersikap.

Memelihara, membedah, membahas dan menumbuh-kembangkan hawa nafsu di dalam hati sama dengan mengikat dan meracuni diri sendiri. Jika sudah menjadi kebiasaan maka lama-kelamaan lilitannya semakin kuat mencekik dan mengotori darah ini. Daripada memenuhi pikiran dengan tujuan-tujuan yang liar (keinginan yang berlebihan) lebih baik memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Alangkah lebih baik jikalau setiap orang melakukan kebaikan (berbagi kasih) untuk menyatakan kemuliaan nama Tuhan di tengah-tengah dunia ini.

Perhatikan kemampuan anda dan ingat batasannya

Menjadi orang yang berguna memang hebat. Lakukanlah dengan (a) sabar, (b) bertekun dan (b) penuh kerja keras. Perhatikanlah kemampuan, sumber daya dan potensi yang dimiliki lalu bergeraklah menebarkan kebaikan berdasarkan hal-hal tersebut. Ingatlah batasan yang benar dan batas kesanggupan diri sendiri. Batasan yang benar itu tidak melegalkan kejahatan demi bermanfaat bagi sesama. Kesanggupan diri berarti segala sesuatu ada batasannya bahkan kekuatan anda sekalipun ada batasannya, oleh karena itu beri kesempatan (waktu) untuk beristirahat sejenak dengan mensyukuri dan menikmati semua yang telah dilakukan. Mengenali dan menggali kebahagiaan dari dalam hati sendiri.

Kebaikan hati yang kita miliki bisa saja membuat diri ini terkesan dimanfaatkan dan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Itulah yang namanya “kasih butuh pengorbanan dan tanpa pengorbanan tidak ada kasih“. Lain halnya ketika orang lain mengorbankan anda demi kepentingannya yang sempit dimana hak-hak pribadi dicabut secara paksa tanpa seizin siapapun. Jadi dimana yang anda kehendaki, dirugikan dan dimanfaatkan orang lain (secara sukarela) atau dikorbankan demi kepentinga orang lain (secara paksaan), tentukan pilihanmu dan tempuhlah kebermanfaatan sejati.

Mencapai kebermanfaatan yang sejati

Rasanya mudah bila kita bisa bermanfaat bagi sesama dan orang lain juga mendatangkan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Karena ada rasa saling maka terciptalah lingkaran melayani dan dilayani. Situasi ini dikenal juga sebagai lingkaran kasih. Tetapi bagaimana jikalau kasih yang kita bawa bertepuk sebelah tangan? Atau lebih tepatnya, bagaimana reaksi anda ketika kebaikan yang dilakukan dibalas dengan sikap acuh tak acuh bahkan beberapa melampiaskan kebencian? Butuh ketegaran hati menanggapi situasi yang sulit ini, tetapi pada dasarnya ketika sebelumnya anda tulus maka hal yang menyusahkan ini terasa lebih ringan.

Manfaat yang sejati hanya dapat diekspresikan jika niat yang dimiliki sebelumnya tulus adanya. Tanpa ketulusan hati dalam bertindak maka ada kecenderungan hati kecil ini mengharapkan sesuatu. Semakin besar dan semakin dipikirkan harapan itu maka hidup ini terus saja terbeban dan puncaknya adalah rasa kecewa. Oleh karena itu, nolkan niat anda saat menebarkan kasih kepada sesama sehingga beban hidup lebih ringan dan apapun responnya maka segala resiko siap ditanggung. Lagipula, ketika anda melakukan kebaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama maka inilah yang kami maksud dengan memberi manfaat sejati.

Cara menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama

Pada dasarnya, hal ini sudah menjadi panggilan hidup bagi setiap orang yang ada di bumi ini. Tanpanya maka kita tidak lebih dari benda mati. Bahkan hewan-hewan di padang belantara juga saling berbagi satu sama lain. Hanya binatang buas saja yang jarang berbagi dengan yang lainnya (terkeculi kepada pasangan dan anak-anaknya). Mulailah bermanfaat dari dalam keluarga, saudara, sahabat, teman-teman dan bila perlu semua orang. Yang diawali dari hal-hal kecil (sepele) hingga hal besar. Berikut beberapa cara untuk menjadi orang yang berguna.

  1. Komitmen yang bulat.

    Jika anda telah menemukan kemaknaan dalam hidup ini maka mulai bentuk prinisp hidup yang berkaitan dengan hal tersebut. Sadarilah bahwa setiap manfaat yang kita tunjukkan kepada sesama membutuhkan pengorbanan. Salah satu pengorbanan itu adalah rela kehilangan rasa nyaman.

    Setiap pengorbanan yang anda berikan tidak akan sia-sia begitu saja. Namun terkadang pengorbanan itu menimbulkan rasa sakit. Semuanya ini dapat dilalui bila anda menyadari betapa luar biasa faedah dari berbagi kasih kepada sesama.

  2. Tujuan yang tulus.

    Memberi manfaat bagi sesama hanya untuk menyenangkan orang yang dimaksud pasti rasanya dangkal. Motif semacam ini beresiko menimbulkan kekecewaan di dalam hati sebab tidak semua orang sama “melakukan sesuatu sesuai yang kita harapkan“. Lebih baik nolkan tujuan lalu anggaplah itu sebagai tabungan anda di Sorga untuk kemuliaan nama Tuhan.

    Hindari memenuhi pikiran dengan “demi ini dan itu“. Motif kebaikan hati semacam ini dapat melemahkanmu dari dalam. Misalnya melakukannya untuk tujuan demi uang, penghargaan, penghormatan, pujian, popularitas dan lain sebagainya.

    Keinginan itu seperti racun, semakin dipikirkan maka semakin melemahkan kehidupan. Semakin dibahas maka semakin mendukakan hati. Bila semakin diharapkan maka semakin besar pula resiko kecewa yang ditimbulkannya.

    Tepis setiap hasrat yang salah akan ditepis jauh-jauh dengan senantiasa memenuhi pikiran pada hal-hal yang positif (salah satunya memusatkan pikiran dan perhatian kepada Tuhan dalam firman, doa dan puji-pujian).

  3. Temukan sumbernya dan Fokus kepada Tuhan.

    Adalah mustahil menjadi pribadi yang bermanfaat tanpa sumber yang jelas. Mengapa kita baik kepada orang lain? Karena sebelumnya kita bersyukur telah merasakan batapa baik dan beruntungnya hidup di dunia ini. Oleh karena itu, kitapun berusaha berbagi (bermanfaat-mengasihi) agar orang lain turut merasakan hal yang sama.

    Bagaimana kita bisa berbagi kebahagiaan (menjadi bermanfaat lewat apa yang dimiliki) bila hati inipun tidak pernah bahagia? Setiap dari kita perlu menemukan ketentraman dan kebahagiaan di dalam hati sendiri sehingga lewat rasa inilah kita hendak berbagi bagi sesama.

    Salah satu cara membuat hati bahagia selamanya adalah dengan senantiasa memusatkan perhatian kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Tidak hanya itu saja, kebahagiaan yang diperoleh dari kebiasaan baik ini akan menjadi antivirus di dalam pikiran yang menjauhkanmu dari segala hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (kebencian, dendam, kekerasan, amarah) dan kejahatan lainnya.

  4. Siap menanggung rasa sakit.

    Anda harus memiliki salib di dunia ini. Jikalau hanya tahu nyamannya saja maka ada kecenderung otak dan kepribadian anda tidak berkembang ke arah yang lebih baik (positif) melainkan mengalami kemunduran drastis.

    Persiapkan hatimu dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dari setiap manfaat yang diberikan. Sebab terkadang kasih yang anda tebarkan diacuhkan oleh orang lain bahkan dibalas dengan kebencian.

    Jangan menolak hal-hal tersebut tetapi terimalah apa adanya, jadilah tegar dan katakan kepada hatimu “Ini sudah seharusnya terjadi, saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan“.

  5. Lakukanlah dengan konsisten hingga menjadi budaya.

    Konsistensi adalah salah satu kunci kebahagiaan hati. Bila diri ini plin-plan maka hal tersebut cenderung tidak dapat dinikmati. Justru sebaliknya mendukakan hati sendiri. Oleh karena itu tempuhlah semuanya dengan :

    • Tetap bersabar.
    • Selalu bekerja keras.
    • Lakukanlah semuanya dengan tekun.

      Sederhana bermanfaat bagi sesama yang berasal dari dalam diri sendiri.

  6. Mendoakan kebaikan orang lain. Memohonkan berkat kepada semua orang baik maupun jahat. Apakah anda melakukan ini setiap hari.
  7. Ramah tamah: senyum, sapa, sentuh, maaf dan terimakasih juga dengan menjadi pendengar yang baik.
  8. Memberi petunjuk ketika ditanyakan tentang arah jalan ke tempat tertentu.
  9. Membantu mengambil sesuatu atau disuruh untuk mengambil/ melakukan sesuatu (ini atau itu).
  10. Membantu seseorang menyelesaikan pekerjaannya.
  11. Memberi ide kreatif dan masukan cerdas kepada yang lainnya saat menghadapi masalah kehidupan.

    Kebermanfaatan yang berasal dari luar diri ini

  12. Meminjamkan sesuatu kepada orang lain (biasanya barang).
  13. Membantu orang lain sukses, menjadi pelanggan setia, mendukung usahanya dan membeli produk yang dihasilkan.
  14. Berusaha memberi manfaat kepada sesama lewat bakat/ potensi yang dimiliki.
  15. Berbagi kasih dengan orang lain lewat perbuatan nyata, memberi.

    Memberi manfaat di mulai dari dalam keluarga.

  16. Ramah tamah kepada orang tua: walau kadang mereka tidak menjawabnya karena pendengaran yang kurang sesitif (faktor usia).
  17. Mematuhi perkataan orang tua dan peraturan yang sudah disepakati bersama.
  18. Kerelaan hati dan ketulusan untuk disuruh-suruh melakukan ini dan itu, mengambil ini dan itu.
  19. Menyelesaikan pekerjaan rumah yang telah menjadi tanggung jawab masing-masing.

    Bermanfaat bagi organisasi (termasuk sebagai umat beragama) juga ditempat kerja

  20. Mematuhi dan mentaati segala peraturan yang berlaku disana.
  21. Saling mendukung dan menghargai setiap orang yang ada di dalam kebersamaan yang kuat.
  22. Turut ambil bagian dalam kemajuan komunitas.
  23. Menyelesaikan setiap tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi.

    Berguna bagi negara

  24. Mematuhi dan mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
  25. Saling mendukung dan menghargai di dalam kebersamaan.
  26. Menjaga fasilitas umum untuk kepentingan bersama.
  27. Turut ambil bagian dalam kemajuan negara.
  28. Mengikuti pemilihan umum.
  29. Belanja – membelanjakan uang yang dimiliki menurut kebutuhan/ keperluan sehari-hari (bukan berdasarkan hawa nafsu).
  30. Menggunakan produk-produk dalam negeri.
  31. dan lain sebagainya.

Untuk apa hidup egois, menyendiri terlalu lama hanya mendukakan hati. Ada saatnya kita bersosialisasi dengan sesama untuk memberi manfaat satu sama lain. Memang nyata bahwa diawal-awal menjadi bermanfaat bagi orang lain identik dengan “kehilangan rasa nyaman“. Tetapi bila anda melakukan hal ini terus-menerus hingga menjadi kebiasaan bahkan bertekun sampai menjadi budaya niscaya aktivitas ini akan benar-benar dinikmati hingga mendatangkan kebahagiaan di dalam hati setiap orang. Kunci bahagia yang sejati.

Salam hidup yang berfaedah!

Iklan

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s