Gejolak Sosial

7 Cara Menciptakan Perdamaian Dunia Yang Sejati – Damai itu Relatif, Cara Mewujudkannya “Gampang-Gampang Susah!”

Cara Mewujudkan Perdamaian Abadi Di Seluruh Dunia – Damai itu Relatif, Cara mewujudkannya Susah-Susah-Gampang

Damai adalah tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman; (2) tenteram; tenang; (3) keadaan tidak bermusuhan; rukun (KBBI Luring). Merupakan suasana yang tenang tanpa permusuhan, dendam, amarah, kebebencian dan kekerasan di dalam kebersamaan. Inti dari perdamaian adalah rasa g0t0jg royong diantara sesama manusia. Di dalam wujud kerja sama akan terlahir pribadi-pribadi yang tahan uji dan mengedepankan kedamaian untuk semua orang.

Bagaimana cara dunia hewan mancapai titik damai?

Seperti yang kami katakan dalam tulisan sebelumnya, bahwa manusia bukanlah makhluk yang individualis. Dari awal kita diciptakan untuk saling bertolong-tolongan di dalam segala hal. Bahkan dalam proses penciptaanpun hal ini telah ditegaskan Tuhan dengan berkata “tidak baik manusia itu seorang diri saja”. Satu-satunya makhluk hidup yang lebih suka menyendiri adalah hewan buas. Naasnya bila binatang buas berada di dalam kelompok maka ketika kekurangan makanan maka terjadilah aksi kanibalisme (saling makan) dimana yang kuat adalah pemenangnya. Sedangkan yang lemah akan menajadi santapan yang lainnya.

Dunia binatang menciptakan perdamaian dengan mengedepankan kekerasan: kekuatan otot, cakar dan taringnya. Jika mereka berkelompok maka pemimpin kelompok adalah segalanya dan semua anggota melayani pemimpinnya. Hak pemimpin di dalam setiap perburuan juga lebih besar dan diutamakan. Akan tetapi, tahukah anda bahwa kepemimpinan kawanan hewan ini selalu dibayang-bayangi oleh kudeta setiap waktu. Hewan yang lahir dengan kekuatan akan menjadi ancaman bagi pemimpin cepat atau lambat.

Konflik pertama menurut sejarah

Bagaimana pula dengan perdamaian dunia manusia? Apakah kita lebih pantas untuk membicarakannya secara terang benderang? Mari kita lihat sejenak hal ini dari sejarah di dalam Kitab Suci yang dimiliki. Ini yang kami temukan sebagai dosa manusia yang pertama-tama.

  • Kecemburuan telah menguasai hati manusia (Kejadian 3).
  • Iri hati telah menguasai hati (Kejadian 4:1-16).
  • Kesombongan telah menguasai hati pendahulu kita (Kejadian 4:23 dan 24).

Ini yang kami pelajari dari kejadian/ sejarah di masa lalu (terutama dalam Kitab Suci orang Kristen) bahwa manusia telah ditawan oleh rasa cemburu, iri hati dan kesombongan sejak dari mulanya. Demikianlah sejarah dimasa lalu terus berkembang hingga sekarang dan akar dari semua konflik adalah ketiga hal di atas. Ketiganya kami sebut sebagai racun yang sudah ada dalam hati setiap manusia yang mau tidak mau suatu saat akan muncul ke permukaan cepat ataupun lambat. Daya rusak dari ketiganya sangat tergantung dengan keberadaan sumber daya uang dan kekuasaan dari pihak yang bertikai. Semakin besar uangnya/ kekuasaannya maka semakin besar pula kerusakan yang ditimbulkannya.

Konflik antara orang dengan sumber daya yang sama, resikonya lebih minim

Dari sinilah kami pelajari bahwa kecemburuan, iri hati dan kesombongan adalah manusiawi. Terkadang kita mengekspresikannya tanpa sadar diri, melampiaskannya kepada orang lain dan baru tersadar setelah semuanya terjadi dan banyak orang yang dirugikan. Oleh karena itu, Kita perlu menyetarakan sumber daya yang dimiliki oleh setiap orang (uang dan kekuasaan) sehingga yang terjadi adalah.

  • Sekalipun ada tetapi angka kecemburuan, iri hati dan kesombongan dapat di tekan seminimal mungkin.
  • Jikapun terjadi konflik tetap ada keseimbangan (sama-sama kuat) antara pihak yang bertikai sehingga meminimalisir jatuhnya korban.

Pengetahuan manusia turut berperan dalam mewujudkan damai dimana-mana

Satu hal lagi sumber daya yang paling penting yang perlu disetarakan dalam kehidupan manusia, yaitu ilmu pengetahuan yang benar. Sadar atau tidak, pengetahuan yang dimiliki seseorang telah membawa kehidupannya ke dalam kebahagiaan. Pada dasarnya kita asumsikan bahwa orang seperti ini (yang bahagia) lebih kecil kemungkinan untuk cemburu, iri hati dan sombong kepada sesamanya. Dalam hal ini, ilmu pengetahuan yang benar itu sifatnya luas dan termasuk di dalamnya adalah kebenaran yang termuat dalam Kitab Suci. Sudah seharusnya buku sejarah tertua ini dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan manusia.

Perdamaian menurut orang Kristen

Salah satu teori kemanusiaan yang sangat terkenal di dalam Kekristenan adalah “syarat mengikut Yesus”. Merupakan icon perdamaian yang bisa dicontoh oleh orang lain. Syarat ini sekaligus menantang setiap manusia untuk memiliki beban/ derita/ masalah sendiri (pikul salib), menekan kesombongan lalu merendahkan hati (menyangkal diri), menjadi berguna untuk kemuliaan nama Tuhan dan untuk berbagi kasih dengan sesama (mengikut Yesus). Bila setiap manusia memiliki ketiga hal ini dalam hidupnya maka hari-harinya akan menjadi lebih baik dan lebih bermakna. Satu lagi yang tidak kalah pentingnya dari ketiga teori ini adalah keikhlasan untuk merelakan diri diuji oleh orang lain. Tanpa ujian kehidupan maka hati manusia tidak akan pernah terbebas dari rasa kebinatangan.

Cara kunci untuk mewujudkan perdamaian abadi di tengah dunia yang penuh perbedaan.

Konflik itu biasa tetapi perselisihan yang menyebabkan kerusakan dan kerugian yang besar jelas tidak ada faedahnya bagi kehidupan kita. Perbedaan juga merupakan hal yang manusiawi dan tidak perlu diperdebatkan. Tetapi, tahukah anda bahwa perbedaan yang terlalu kontras dalam hal sumber daya (uang dan kekuasaan) bisa saja menimbulkan niatan untuk saling cemburu, dengki dan menyombongkan diri.  Jikalau ketiga hal ini semakin kentara dalam masyarakat niscaya titik damai hanya bersifat semu (gejolak sedikit saja sudah perang).

Faktor internal untuk menciptakan damai. Terdiri dari memiliki beban hidup/ masalah sendiri, mampu merendahkan hati dan bermanfaat bagi Allah dan sesama manusia. Ini merupakan faktor yang sudah ada di dalam diri manusia itu sendiri. Artinya, tidak dibutuhkan peran/ pengaruh orang lain yang besar untuk mewujudkannya. Ini lebih kepada keputusan hati (tekad) setiap orang pribadi lepas pribadi.

Faktor eksternal untuk merealisasikan damai. Rahasia dari faktor ini adalah keadilan sosial dalam sistem penggajian, pemerataan kekuasaan dan terakhir adalah kesetaraan ilmu pengetahuan yang benar. Sebagai faktor yang berasal dari luar diri manusia. Ini jelas butuh peran orang lain khususnya pemerintah untuk mewujudkannya. Pemerintahan yang menghendaki cara-cara damai dalam memimpin rakyat pastilah mengedepankan keadilan sosial dan kesetaraan untuk semua orang.

Berikut ini selengkapnya, awal mula (asal muasal) dari perdamaian sejati.

  1. Siap mengikuti proses pemurnian hidup.

    Ujian kehidupan merupakan bagian dari proses pemurnian hati yang dapat membersihkan jiwa manusia dari segala kekotoran. Diantaranya adalah hawa nafsu yang sesat (kecemburuan, iri hati, kesombongan), kebinatangan (kebencian, amarah, dendam, kekerasan) dan hal-hal jahat lainnya.

    Dibalik semuanya itu setiap orang harus tabah menghadapi cobaan dan tetap santun dalam bersikap kepada orang lain. Menjadi tabah identik dengan bertahan dan diam sedangkan menjadi santun identik dengan keramah-tamahan. Orang yang bijak, tahu menempatkan keduanya secara seimbang.

    Mereka yang tahan uji biasanya tidak mendewakan kenyamanan, bisa menempatkan diri, mengerti dengan kehidupan orang lain dan tidak hiper sensitif terhadap gangguan sosial.

  2. Miliki beban/ masalah sendiri dan menanggungnya.

    Sampai saat ini, apakah anda memiliki beban hidup? Hindari hawa nafsu yang ingin nyaman terus dengan memikul salib sendiri. Ini seperti kuk yang seolah-olah memperlambat jalan hidupmu tetapi pada dasarnya persoalan ini dapat mengasah kemampuan/ potensi/ bakat yang dimiliki masing-masing pribadi sehingga kepribadiaan kita lebih berkembang ke arah yang positif. Bila masing-masing orang memiliki beban sendiri dalam hidupnya maka ada kecenderungan untuk sibuk mengerjakan hal-hal tersebut sehingga lupa untuk cemburu, iri dan sombong kepada sesama.

  3. Sikap yang rendah hati.

    Niat hati yang selalu merendah adalah salah satu rahasia perdamaian dunia. Sikap yang rendah hati adalah sebuah niat untuk menundukkan ego dibawah kepentingan bersama. Perilaku semacam ini juga mengisyaratkan kemampuan seseorang mengendalikan, mengatasi bahkan menekan salah satu penyakit hati, yaitu kesombongan. Ini sama seperti menghancurkan ego sendiri dengan merendahkan bahkan menghina diri sendiri.

  4. Hidup memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat (bermanfaat) bagi sesama manusia.

    Kebahagiaan sejati seorang manusia adalah saat kehidupannya selalu terhubung dengan Penciptanya. Itulah saat dimana kehidupan kita ditujukan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Setiap orang bisa selalu menghubungkan pikiran/ hati/ jiwanya kepada Sang Khalik dalam doa, firman dan puji-pujian.

    Tidak mudah untuk berbagi kasih dengan sesama. Tindakan semacam ini harus diawali dengan niat yang tulus, rela berkorban dan siap tak terbalaskan. Mulailah memberi manfaat dengan cara yang sederhana dari hal-hal yang kecil. Misalnya lewat ramah-tamah, menjadi pendengar yang baik dan lain sebagainya sesuai dengan sumber daya, potensi/ kemampuan dan pekerjaan masing-masing.

  5. Pemerataan ilmu pengetahuan yang benar.

    Menyebarkan pengetahuan yang benar adalah penting banget! Agar setiap orang mampu menikmati hidup dalam kebahagiaan yang penuh. Sebab dalam dunia media, kebahagiaan manusia diidendantikkan dengan materi. Seolah-olah semakin banyak materi maka semakin bahagia. Padahal kebahagiaan itu sebenarnya sudah ada di dalam hati setiap manusia, hanya menunggu diaktifkan saja. Biasanya mereka yang hidupnya bahagia mengehendaki damai disegala waktu dan situasi. Sebaliknya orang yang tidak bahagia juga tidak peduli (masa bodoh) dengan perdamaian dunia.

  6. Keadilan sosial dalam sistem penggajian.

    Tahukah anda ketika kita membayarkan gaji orang berdasarkan profesinya sudah sama dengan menghakimi orang lain? Selama anda mampu maka perjuangkan pemerataan untuk semua profesi. Gaji yang sama semakin memperkecil kemungkinan seorang manusia untuk dengki dan menepis keinginan untuk menyombongkan diri sehingga perdamaian sejati terciptalah.

  7. Kesetaraan memiliki kekuasaan.

    Kekuasaan yang terlalu besar dapat membuat seseorang menjadi sewenang-wenang, baik terhadap peraturan maupun terhadap orang lain. Oleh sebab itu, untuk membatasi kesewenang-wenangan dan memperkecil resiko untuk menyombongkan diri maka sudah sepatutnya kekuasaan disetarakan. Lebih baik kekuatan super semacam ini dikembalikan kepada masyarakat luas (pemilu – demokrasi rakyat) dan kepada Tuhan (undian – demokrasi Tuhan). Pembatasan kekuasaan dengan meletakkanya pada sesuatu di luar kemanusiaan itu sendiri/ diluar diri seorang manusia dapat meminimalisir terjadinya praktek KKN dan menurunkan potensi rasa bersalah karena keputusan yang diambil juga orang lain (rakyat) tidak punya alibi yang kuat untuk menyalahkan pemimpin secara pribadi karena semua berdasar pada pemilu dan undian.

Sepanjang sejarah manusia, ada tiga hal yang selalu memicu/ menyebabkan konflik dimana-mana, yaitu rasa cemburu atau disebut juga iri hati dan keangkuhan. Harus jelas bahwa dunia ini penuh dengan perbedaan itu manusiawi. Akan tetapi perbedaan dalam hal dua kekuatan super: uang dan kekuasaan dapat menimbulkan resiko yang besar. Oleh karena itu, untuk meminimalisi resiko dan kerugian yang terjadi, ada baiknya jikalau kedua superioritas ini disamaratakan kekuatannya diantara seluruh lapisan masyarakat. Satu lagi yang harus disetarakan di dunia ini adalah ilmu pengetahuan yang benar agar mereka yang pintar-pintar tidak melancarkan politik konspirasi untuk melemahkan, mengacaukan dan memeras masyarakat luas.

Setelah dibahas-bahas secara terperinci, kami menyadari bahwa tidak mampu mengendalikan faktor-faktor eksternal seperti yang termuat di atas. Satu-satunya yang bisa kita kendalikan dalam hidup ini adalah diri sendiri atau lebih tepatnya hati ini. Jika diluar tidak ada damai maka berusahalah untuk berdamai dengan diri sendiri (menekan bahkan menghancurkan ego demi kepentingan bersama) sehingga ada kelegaan di dalam hati. Oleh karena itu, kami berharap para pemimpin bangsa ini mulai peduli dengan keadilan sosial untuk seluruh lapisan masyarakat. Sebab sistem masyarakat kerajaan yang syarat dengan strata sosial syarat dengan konflik yang berujung pada perpecahan. Jadi bisa dikatakan bahwa kesetaraan adalah solusi praktis yang berkepanjangan untuk Indonesia yang lebih baik.

Salam kesetaraan!

Iklan

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s