Gejolak Sosial

10 Manfaat Harta Bagi Orang Kaya Hanya Untuk Pamer Bukan Kebutuhan – Kekayaan Dinikmati & Disombongkan Padahal Tidak Pernah Menyentuh Hati

Manfaat Harta Bari Orang Kaya Hanya Untuk Pamer Bukan Kebutuhan - Kekayaan Dinikmati & Disombongkan Padahal Tidak Pernah Menyentuh Hati

Ada apa dengan kekayaan? Uang dengan segala harta benda yang ada di dunia ini adalah fatamorgana terheboh yang telah membius hati manusia. Sesungguhnya inilah yang telah membutakan mata hati manusia sehingga manis kata-katanya tidak seindah tindakan yang digiatkan sehari-hari. Pesona yang kita dengungkan dan didengungkan orang lain hanyalah suatu tipu muslihat untuk menyembunyikan betapa kotornya pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

Manusia begitu berjuang mati-matian bahkan sampai mengorbankan hal-hal yang paling berharga di dalam hidupnya, yaitu keyakinan yang dimiliki demi menjadi orang kaya. Chanel-chanel berita dalam televisi mempertontonkan betapa sombongnya keluarga konglomerat yang pada akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih pribadi dengan seseorang yang berasal dari kelas bawah. Kami sendiri harus mengakui bahwa dahulu sempat terbius oleh film-film semacam ini: berharap menjalin hubungan yang lebih intim dengan seseorang yang hidup di tempat-tempat glamour.

Walau dahulu kami adalah pengagum pesona konglomerat kelas atas tetapi belakangan ini kamipun akhirnya menyadari bahwa untuk menjadi kaya raya, kita butuh pijakan. Tanpa pijakan yang banyak (konsumen) maka nominal yang dimiliki standar saja. Tetapi bila mampu membodohi sekaligus mempengaruhi lebih banyak orang maka angka-angka kepemilikan anda di bank-bank dingin yang cantik akan semakin bertambah-tambah hari demi hari. Karena menyadari fakta ini maka cita-cita lama kamipun telah lama meredup: kami tidak tega menari di atas jerih lalah orang lain. Pantaslah Tuhan Yesus menyampaikan bahwa “orang kaya susah masuk sorga”.

Di Indonesia sistem yang sudah ada saat ini juga mengarah kepada kapitalisme, artinya hanya orang-orang kayalah yang berhak menempati posisi-posisi indah. Mulai dari fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan dan pusat rekreasi bahkan di dalam dunia politikpun sangat kentara perbedaan perlakuan antara orang yang kaya raya dengan kami yang sederhana. Para founder dan stake holder di negeri ini memang sangat sengaja dan tersistem melakukan intervesi ekonomi di berbagai instansi agar si konglomerat itu diperlakukan dengan spesialisasi plus-plus dibandingkan dengan si miskin. Bahkan di beberapa universitas ternama di Indonesia biaya kuliah yang mahalnya selangit hanya tersentuh oleh mereka.

Pengaruh kapitalisme telah merasuk jauh di dalam negeri ini. Pergerakan mereka sangat leluasa karena sumber daya yang dimiliki juga luar biasa. Kamipun masih tidak habis pikir dengan orang-orang ini, “apa yang mereka cari?” Justru kehadiran mereka semakin merusak bumi ini. Lihat saja rumah-rumah mewah juga kondominium, belum termasuk pabrik, hotel, taman bermain dan resort nan megah yang mereka miliki, bukankah itu telah memakan (salah) tapi menelan hampir semua sumber daya alam yang tersedia?

Belum lagi masalah-masalah sosial yang ditimbulkan oleh kehadiran mereka. Semakin banyak orang kaya di negeri ini maka semakin hancurlah bumi kita. Merekalah sebenarnya yang menjadi virus di bumi kita sehingga tempat dimana kaki kita berpijak saat ini semakin panas saja akibat global warming (pemanasan global). Lihatlah di luar sana, premanisme merajalela, wanita dijakikan budak seks komersial (walau mereka menikmatinya karena bayarannya tinggi). Semua ini, mengapa bisa terjadi? Manusia-manusia pinggiran seperti di atas dihasilkan dan dibentuk oleh kapitalis kelas atas, karena punya uang banyak maka apapun bisa dibentuk, dibeli dan dimiliki demi memuaskan nafsunya.

Untuk apa harta? Dari perspektif orang kaya itu sendiri.

Selama kami membaca Kitab Suci yang dimiliki (Alkitab) maka kami tidak pernah menemukan kata-kata “diperkayalah orang yang takut akan Tuhan”. Melainkan pesan itu berisi tentang “diberkatilah”. Bahkan dalam banyak kesempatan, Alkitab mengecam orang-orang kaya. Dibalik semuanya itu, kamipun menyadari betul bahwa ada banyak tokoh Alkitab yang kaya raya bahkan bapa Abraham juga kapitalis besar di masanya. Tapi mari lihat konteks harta yang mereka miliki: tokoh Alkitab kaya karena hasil jerih lelah dan perjuangannya sendiri sedangkan orang jaman sekarang memiliki harta melimpah-limpah dari hasil membodohi, tipu mulihat, manipulatif dan konspirasi.

Bila kita kalangan menengah ke bawah hanya memanfaatkan uang yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak demikian bagi para miliader dunia. Mereka kehilangan akal sehat untuk menemukan fungsi positif dari kepunyaannya. Mungkin karena saking banyaknya sehingga membuatnya kebingungan “mau ditarok kemana semuanya ini?”. Apa manfaat harta bagi kalangan atas? Baiklah, berikut ini akan kami paparkan beberapa alasan mengapa konglomerat begitu menggilai harta dan dikemanakan semuanya itu.

  1. Demi pengakuan.

    Keinginan untuk diakui adalah virus sepanjang zaman yang tidak pernah berlalu. Bila anda mampu melihat bahwa saat ini ada begitu banyak orang yang ingin pengakuan dari sesamanya. Hal semacam ini jelas tidak salah namun dibalik semuanya itu ketergantungan diri agar diakui oleh sesama bisa menggiring anda untuk melakukan perbuatan menyimpang.

  2. Semoga dihargai dan dihormati sesama bahkan bila perlu sekalian dipuji orang.

    Ini termasuk hawa nafsu yang menarik dan sulitu untuk ditepis oleh orang kaya manapun. Mereka berlelah dan bersusah payan mencari uang semata-mata demi penghargaan, penghormatan dan pjian dari dunia ini. Bila saat ini, di dalam hati anda terdapat hasrat semacam ini maka tidak tertutup kemungkinan di masa depan andapun hendak memiliki harta yang berlipat kali ganda dibandingkan orang lain disekitarmu.

  3. Biar populer.

    Popularitas adalah salah satu bahan dagangan di seluruh dunia. Ingin menjadi terkenal lewat situs tertentu, tidak masalah yang penting fulusnya ada maka semua jalannya bisa dimuluskan. Merekapun yang kecanduan dengan ketenaran di dunia maya terus saja melakukan aksi-aksi nyeleneh, aneh di luar logika agar jempol dan favorit banjir di akunnya. Berawal dari melanggar sedikit-sedikit maka lama kelamaan melanggar aturan sama sekalipun tidak masalah agar mereka tenar (merasa padahal tidak).

  4. Untuk dipamerkan kepada lawan-lawannya.

    Siapa sih yang tidak memiliki haters selama hidup di dunia ini? Bukan hanya anda, kamipun memiliki pembenci sendiri yang tidak senang ini-itu. Bila orang-orang kecil (seperti kami) hendak menegur lawan maka akan disampaikan secara langsung pada intinya. Tetapi bila mereka kelas atas yang memiliki haters maka memamerkan kepunyaan dan kemewahan hidupnyalah senjata utama. Seolah mereka ingin berpesan, “loe sirik aja tong, enyahlah dari sini!”.

  5. Berharap mendapat perlakuan khusus.

    Salah satu ciri khas dari kehidupan para konglomerat adalah ingin diperlakukan secara khusus oleh orang lain. Mereka hendak dilayani lebih seperti seorang raja. Hasrat semacam ini membuat hatinya senang. Melihat ketidakadilan itu dimana orang lain ditanggapi biasa saja maka disanalah ada kebahagiaannya. Seolah pelayanan yang lebih yang diterimanya dan pelayanan yang kurang yang diterima orang lain, perbedaan yang kontras inilah yang membuatnya tersenyum senang.

  6. Sebagai tameng mahal pelindung diri dari segala gangguan.

    Uang adalah tameng bagi kehidupan mereka. Saat suasana menjadi genting maka laporan pertamanya tertuju pada kekuatan materi dan relasi yang dimiliki. Mereka berbuat semena-mena lalu meninggalkan TKP untuk dibersihkan lewat pengaruh yang dimiliki.

    Merasa hebat setelah melakukannya maka merekapun akan berbangga hati dan mengangungkan diri sendiri sebagai “the best of the best”. Tidak peduli lagi dengan keadaan mental kepribadiaannya yang semakin rapuh dan lemah bahkan lama kelamaan orang-orang ini seperti andak kecil yang kanak-kanakan (sangat rapuh layaknya putri malu, cucuk dikit layu).

  7. Semoga bisa menjamin masa depan keluarganya.

    Mereka berpikir bahwa harta adalah jaminan hidup. Seolah mereka tidak percaya Tuhan padahal di dalam KTP yang dikantongnya tertulis jelas agama yang dianutnya. Sekalipun percaya Tuhan, itu hanya formalitas saja agar usahanya diterima di masyarakat. Mereka minggalkan harta yang banyak-banyak bagi keturunannya lalu berharap bahwa anak cucunya bahagia oleh semua itu. Padahal setelah mereka meninggal, kegaduhan terjadi diantara anak-anaknya karena perebutan ini itu sampai harta peninggalan tersebut membuat keturunannya mabuk kepayang hingga lupa untuk bekerja lalu menjadi pemalas yang tidak dibutuhkan dimana-mana.

  8. Untuk mengerjai (perbuatan jahil) orang lain.

    Jangan ganggu orang kaya, mereka tidak menanggapimu di depan tetapi setelah itu mereka akan mengejarmu dengan berbagai-bagai cara sehingga loe jatuh. Hawa nafsu dan pembalasan dendam telah bersarang di dalam hatinya. Mereka tidak memberi toleransi dan menganggap masalah adalah aib/ bencana. Padahal dengan berlaku demikian mereka telah menolak ujian hidup yang sederhana secara langsung dan terang/ jelas. Oleh karena itu, suatu saat nanti merekapun akan mengalami pemurnian hidup yang lebih keras lagi dimana menuntut pengorbanan yang lebih besar.

  9. Menikmati hidup.

    Pikirnya uang adalah cara terbaik untuk menikmati hidup. Memuaskan diri dengan berbagai-bagai gemerlapan dunia ini lalu berharap bahagia dengan semuanya itu. Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa semuanya itu adalah sia-sia belaka. Sebab mereka mencari nafkah di atas penderitaan orang lain yang dari awal sudah dibodohi dan dimanipulasi. Padahal dalam diampun kita bisa bersukacita asalkan hati ini selalu terhubung dengan Yang Maha Kuasa. Orang yang mencari kenikmatan dari usaha yang tidak halal kelak akan menuai bencana.

  10. Menyelesaikan masalah.

    Harta multi fungsi baginya, tidak hanya untuk memuaskan diri melainkan juga untuk menyelesaikan masalah. Usaha-usaha yang ilegal, sogok-menyogok, KKN dan lain sebagainya adalah caranya untuk menemukan solusi. Tidak ada lagi akal sehat dan kebenaran di dalam hati sebab pikirannya telah dipenuhi oleh hawa nafsu yang sesat dan kebinatangan yang tidak terkendali. Pada akhirnya, mereka tidak belajar apa-apa dari situasi yang buruk sehingga tidak pernah menjadi bijak dalam berpikir dan mengambil keputusan. Simak, Kapitalis yang tidaj jujur akan lemah.

Menganggap bahwa kekayaan bisa membuat hati bahagia adalah kesalahan terbesar peradaban umat manusia. Dimana logikanya, “apa hubungan otak anda dengan materi yang dimiliki? Jelas-jalas bahwa semahal dan semewah apapun materi tidak dapat menyentuh hatimu.” Kami mau tegaskan bahwa tidak ada hubungannya antara harta benda yang dimiliki dengan terciptanya kebahagiaan di dalam hati. Paling juga yang ada hanyalah rasa senang tapi itu hanyalah sesaat. Bahagia itu lebih kepada ketentraman dan kedamaian hati dalam menjalani hidup karena kita hidup benar dan jujur kepada sesama. Tanpa kebenaran dalam setiap tutur kata dan sikap sehari-hari maka ada kehampaan yang membuatmu merasa “masih ada yang kurang“.

Para tokoh Alkitab sukses karena usaha mereka yang murni dan benar dihadapan Allah. Tetapi jaman sekarang, siapapun bisa kaya raya asalkan bisa mengaburkan kebenaran agar banyak orang jatuh ke dalam lembah keterpurukan. Lalu konglomerat yang berkonspirasi akan datang “bak pahlawan di siang bolong” menyelamatkan orang-orang dari kesengsaraannya padahal mereka jugalah yang meletakkan batu sandungan itu. Lama kelamaan orang-orang itu bisa jadi cerdas dan mengetahui segalanya dan membongkar segalanya – itulah keadilan Tuhan. Sadarilah bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara ini tidak akan bertahan lama melainkan justru sebaliknya, yakni menghambat keselamatanmu di bumi dan di akhirat. Oleh karena itu, berhentilah lewat tulisan ini sebelum bencana yang besar itu datang dan menghancurkanmu sampai berkeping-keping. Baca juga, Kekayaan sejati

Salam kejujuran!

Iklan

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s