Gejolak Sosial

15 Dampak Negatif Materi & Kenikmatan Dunia Berlebihan – Bahaya Kenikmatan Indra Hingga Mempercepat Kiamat

Dampak Negatif Materi & Kenikmatan Dunia Berlebihan - Bahaya Kenikmatan Indra Hingga Mempercepat Kiamat

Ada dua bagian besar yang termuat dalam kehidupan manusia, yaitu jasmani dan rohani. Jangan pernah merasa bahwa kehidupan kita hanyalah didominasi oleh materi belaka. Sebab manusia bukan hanya terdiri dari materi belaka layaknya teknologi: komputerisasi dan robotika. Melainkan di dalam diri ini ada yang namanya kebutuhan rohani yang posisi tepatnya berada dalam pikiran/ hati manusia. Sebagai orang normal maka harus memenuhi keduanya, tanpa kerohanian maka hawa nafsu berkuasa atas diri ini, tanpa jasmani maka kita tidak mampu memberi manfaat kepada dunia dan juga kepada Tuhan. Jadi pertahankanlah keseimbangan itu teman.

Komponen utama kehidupan seorang manusia

Ada banyak macam kebutuhan manusia selama di dunia ini tetapi ingatlah bahwa kesemuanya itu memang harus terus-menerus dikonsumsi. Kebutuhan jasmani pemenuhannya dilakukan secara berkala, misalnya makan di pagi, siang dan sore hari; membeli pakaian baru satu kali setahun saja; berkendara dua kali sehari (saat ke kantor dan pulangnya). Sedangkan untuk kebutuhan rohani (pikiran-hati) sifatnya dibutuhkan bukan secara berkala tetapi terus-menerus selama nafas berhembus, misalnya dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian juga dengan memikirkan hal-hal positif lainnya (lihat bagan di bawah).

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Yang kami yakini dari kedua hal ini adalah pemenuhan materi itu terbatas karena hanya dibutuhkan secara berkala terkecuali jika orang tersebut tidak mampu mengendalikan diri dan hawa nafsunya sesat dan liar. Sedangkan kebutuhan pikiran (rohani) sifatnya terus-menerus, lagi dan lagi dari waktu ke waktu tanpa henti selama kita sadar. Saat anda mampu membuat pikiranmu terlena dengan hal-hal yang baik maka saat itulah kehidupan kita akan mengekspresikan sikap: perkataan dan perbuatan yang tidak jauh-jauh dari kebaikan dan kebenaran.

Hati-hatilah terhadap jebakan indra

Bukan orang lain yang melemahkan, menekan dan menjatuhkan kita melainkan diri sendirilah yang terlena oleh indra (bukan terlena oleh pikiran positif) sehingga terjebak dalam hawa nafsu yang sesat, kebinatangan (amarah, kebencian, dendam dan kekerasan) juga kejahatan lainnya.  Manusia yang kurang cerdas akan terperangkap oleh indra karena lebih mementingkan rasa dari luar untuk membahagiakan hatinya. Padahal ada sejumlah materi yang harus dibayarkan untuk memperoleh rasa yang dari luar itu. Mereka yang tidak mampu mengendalikan diri akan terjebak oleh hawa nafsunya sendiri sehingga cenderung menginginkannya lagi dan lagi bahkan bila perlu yang lebih daripada itu.

Ketika seorang manusia terperangkap dalam indranya maka saat itu jugalah  hawa nafsunya terhadap materi dan kenikmatan duniawi semakin meningkat tajam. Nafsunya tersebutlah yang menawan pergerakannya sehingga ia rela melakukan apa saja demi memenuhinya bahkan sekalipun itu menyimpang dari kebenaran, mengorbankan diri sendiri bahkan mengorbankan orang lain juga. Bila indra yang menjadi penguasa atas kehidupan ini maka hal-hal yang diinginkannya adalah KENYAMANAN. Saat ia merasa kenyamanan ini terganggu maka hidupnya akan menjadi kacau balau, damai dan ketentraman pergi bahkan kehidupan orang lainpun turut terusik. Sadarilah teman bahwa hidup ini bukan hanya tentang kenyamanan, sebab “kelapa saat dibelah, diparut dan diperas akan keluar sari-sarinya“. Demikian jugalah manusia yang bijak akan berkembang saat kehidupannya ditekan.

Dampak buruk pemanfaatan materi dan kenikmatan duniawi secara berlebihan

Setiap manusia berhak atas kenikmatan indra; kami, anda dan semua orang pantas menikmati indahnya dunia ini. Tetapi bila kita tidak menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan indra dengan memperkaya wawasan dan pengetahuan dalam pikiran maka ada kecenderungan gemerlapan duniawi akan menjadi keinginan tunggal yang menggiring kita, orang lain bahkan dunia ini sekalipun dalam kehancuran. Oleh karena itu tempatkan keinginan indra di bawah kendali pikiran. Artinya, kita harus lebih sering dan berkelanjutan untuk mengkonsumsi (menggunakan/ memenuhi) kebutuhan rohani (hati/ pikiran) di bandingkan dengan kebutuhan jasmani (fisik).

Berikut ini beberapa dampak negatif saat kita terlalu berlebihan mencari, memenuhi dan meningkatkan konsumsi terhadap materi dan kenikmatan duniawi yang ada didalamnya secara berlebihan.

  1. Mengganggu konsentrasi di segala waktu.

    Saat sedang menikmati saat-saat terindah dalam hidup ini maka kamipun mulai menyadari hahwa kehidupan yang selalu nyaman di segala waktu hanya membuat kita menjadi orang yang manja dan kurang bijak menjalani dunia ini. Salah satu hal yang tidak berkembang saat kita terus berada dalam zona nyaman adalah tidak mampu mengembangkan kemampuan untuk memusatkan pikiran sehingga gangguan sedikit saja sudah membuat konsentrasi buyar. Simak juga, Menjaga konsentrasi berpikir menjadi bahagia.

  2. Mengurangi kebaikan hati.

    Karena terlena oleh kenikmatan indra maka kepekaan rasa dalam diri ini untuk berempati dan mengasihi orang lainpun menjadi berkurang drastis. Diri ini seperti dibius oleh kesenangan duniawi sehingga lupa untuk mengasihi dan berbagai kebaikan dengan sesama.

  3. Menurunkan komitmen untuk hidup bersama orang lain.

    Setiap orang memiliki komitmen dalam hati saat melakukan sesuatu. Ini seperti prinsip yang membuat seseorang bertekad untuk mewujudkan sesuatu. Tetapi karena aroro/ terlena oleh hal-hal yang indah dilihat mata, didengar telinga, dibaui hidung, dikecap lidah dan disentuh kulit maka tekad kita yang dahulu terbakar-membara menjadi redup, ciut bahkan mati sampai-sampai hidup menjadi berubah haluan.

  4. Memupuk sifat ego sentris.

    Bahagia indra sifatnya sementara saja, hanya beberapa detik atau menit lalu semuanya berakhir. Bila kita hanya terlena untuk mencari dan memenuhi apa yang diinginkan olehnya maka fokus kehidupan berubah drastis pada hal-hal duniawi. Manusia tidak lagi bertanya tentang apa yang kita lakukan untuk menjadi orang yang bermanfaat tetapi lebih kepada “apa yang kita lakukan untuk memuaskan nafsu yang dimiliki?

  5. Dipenuhi oleh roh kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan).

    Tahukah anda bahwa di dalam diri setiap manusia ada berbagai-bagai macam perwujudan binatang? Bila dalam hidup ini kita hanya tahu nyamannya saja maka kemampuan untuk mengendalikan binatang ini akan berkurang, lemah bahkan tidak ada sama sekali. Tetapi lewat masalah, pergumulan hidup (ujian sosial) maka diri ini berkesempatan untuk belajar mengendalikan binatang itu secara perlahan-lahan tetap pasti. Oleh karena itu, jangan pernah benci dengan gangguan sosial yang kerap kali anda hadapi sehari-hari.

    Lagipula orang yang selalu menikmati hidup biasanya pikirannya kosong. Keadaan ini membuat alam bawah sadar yang penuh kebinatangan, hawa nafsu sesat dan kejahatan lainnya berkuasa sehingga bisa saja diekspresikan secara tiba-tiba. Pikiran yang sering kosong menyebabkan pengendalian diri kurang bahkan tidak ada sama sekali.

  6. Enggan/ menolak/ melawan/ memberontak saat mengikuti ujian sosial.

    Ketika seseorang terus-menerus menikmati materi, selalu hidup dalam kenyamanan, kemewahan dan pesona duniawi akan menggiringnya untuk bersumsi bahwa hidup hanya untuk senang saja. Sekalipun dia mengetahui manfaat masalah tetapi karena terlalu lama menikmati hidup dalam kenyamanan, cenderung tiba-tiba terkejut saat persoalan hidup menghampirinya. Keadaan ini membuat seseorang kehilangan pengendalian diri yang membuat sikapnya (perkataan dan perilaku) menjadi amburadur, cenderung kurang bersahabat dan menyimpang dari kebenaran. Beberapa diantara mereka akan melarikan diri saat ada pergumulan hidup dan yang lainnya mengalami stres dan tertekan batin.

  7. Ketergantungan.

    Hati-hatilah saat mengkonsumsi uang sebab bagaimana jadinya hidup anda saat itu tidak ada? Silahkan uji diri sendiri dengan meninggalkan kebiasaan membeli ini-itu selama beberapa waktu. Jikalau anda tidak merasa terganggu saat menghentikan konsumsinya selama beberapa waktu berarti belum ketergantungan terhadap materi tersebut. Tandanya bahwa kita sudah mengalami ketergantungan terhadap materi adalah saat barang/ benda tersebut tidak ada maka hati tidak tenang dan damaipun pergilah. Sadarilah bahwa ketergantungan adalah kelemahan yang bisa dimanfaatkan orang lain untuk menyakiti diri ini.

  8. Membuat anda stres.

    Stres karena materi adalah masalah yang kerap kali dialami oleh orang yang menggantungkan kebahagiaan dan kepuasan hidup pada materi. Mereka cenderung bermental lemah, tekanan yang tidak seberapa bahkan tergolong dalam hal-hal sepele akan membuatnya galau, sedih dan cemas.

    Saat melihat orang lebih kaya darinya maka timbul rasa iri di dalam hati. Tetapi ketika mereka menatap orang yang tidak punya, mereka berkata di dalam hatinya “orang ini pasti malas,” syukurin loe…. Orang-orang ini sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat sehari-hari. Ketika dia tidak bisa berpenampilan dan memiliki gaya hidup seperti idolanya, hati langsung drop dan stres meradang dalam pikiran. Bahkan depresi akan menghampirinya ketika keinginannya tidak kunjung kesampaian..

  9. Menimbulkan penyakit.

    Terlalu banyak makan jelas tidak baik untuk kesehatan anda. Oleh karena itu batasilah sebelum makanan tersebut menelan kehidupanmu hingga terbaring lemah di ruang perawatan pasien. Mampu mengendalikan lidah merupakan salah satu hal yang paling dibutuhkan terlebih ketika anda hendak memperbaiki penampilan menjadi lebih baik.

    Mereka yang tidak mampu membatasi lidahnya akan mengalami penyakit metabolisme seperti diabetes, kolestero, asam urat, darah tinggi, penyakit jantung bahkan impoten/ lemah syawat juga.

  10. Terancam oleh kematian.

    Seorang yang telah sakit-sakitan karena terjerat oleh nikmat makanan bisa saja dipanggil Tuhan dalam waktu sesaat saja. Gemerlapan dunia juga bisa menggiring kita pada sebuah kecelakaan yang beresiko menyebabkan luka, kecacatan bahkan kematian.

  11. Berakhir dalam kesesatan hidup.

    Sadarilah bahwa indramu dapat membuat pikiranmu blur. Sebab manusia pada umumnya di belokkan kehidupannya kepada hal-hal yang jahat dimulai dari indra. Oleh karena itu, selalu berhati-hati menikmati informasi apapun dari luar sana. Pastikan anda memegang standar kehidupanmu dan senantiasa bersikap kritis juga selektif dalam menyimak semua informasi tersebut.

  12. Kemiskinan.

    Bila hati ini masih hampa dan belum terisi oleh sesuatu yang positif maka ada kecenderungan indra menjadi liar dan lepas kendali. Keadaan lepas kendali ini akan membuat hawa nafsu andapun menjadi lepas kendali sehingga terus-menerus mengkonsumsi uang yang dimiliki. Gaji yang dicari selama sebulan hanya dihabiskan dalam satu minggu saja bahkan utangpun mulai menumpuk dimana-mana oleh karenanya.

  13. Limbah mencemari tanah.

    Tahukah anda bahwa untuk mencari, meracik, menyusun dan membuat sebuah gemerlapan duniawi dibutuhkan energi yang menghasilkan limbah dalam jumlah tertentu? Biasanya semakin mahal barang yang anda beli maka semakin tinggi pula limbah yang dihasilkan saat proses produksi dan distribusi yang dilakukan.

  14. Limbah mencemari air.

    Kita hanya terlena saja melihat produk yang aduhai cantik menawan hati di depan mata. Padahal diri ini tidak mengerti bahwa saat membuat berbagai-bagai busana tersebut ada banyak limbah yang dibuang ke perairan. Bila pengusaha yang memproduksinya bijak maka limbah tersebut akan dinetralisir sebelum di buang ke perairan akan tetapi saat pengusaha licik beraksi maka kesehatan lingkungan tidak lagi diperhatikannya.

  15. Emisi karbon mencemari udara.

    Setiap orang yang membeli sesuatu sepertinya tidak pernah memperhatikan dengan seksama bahwa terdapat banyak pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk. Pabrik-pabrik besar yang memproduksi barang tersebut menghasilkan gas buangan secara continue (terus-menerus) sehingga terus saja menumpuk berbagai-bagai macam bentuk polutan di lingkungan sekitar.

  16. Timbulnya bencana alam.

    Bagan kamu kentut, hidung saya yang bau - Pemanasan Global Bom Waktu Pemusnah Masal Yang Masif
    Keserakahan manusia akan materi, kemewahan, kenyamanan dan kenikmatan duniawi lainnya lama kelamaan akan membawa dampak yang besar terhadap lingkungan sekitar. Saat lingkungan telah terdegradasi maka tidak ada lagi kekuatan yang mengimbangi energi penghancur yang sudah tersedia di alam sejak dari awal mula kehidupan. Kerusakan lingkungan alamiah telah mengganggu keseimbangan alam sehingga mendatangkan bencana bagi siapapun di atasnya terutama mereka, orang-orang kecil, rakyat jelata yang kehidupannya terpinggirkan akan menjadi korban.

  17. Ahirnya kiamat datang juga.

    Kiamat adalah akhir hidup dari setiap orang yang ada di bumi ini. Hari kiamat mendatangi masing-masing orang dalam waktu dan cara yang berbeda-beda. Kiamat yang paling menakutkan dan paling besar dampaknya adalah bencana alam. Bila keseimbangan alam terus terganggu maka dapat dipastikan bahwa masing-masing wilayah akan dihinggapi bencana yang berbeda-beda yang diawali dengan bencana pemanasan global. Bila di daerah anda global warming terus saja berlanjut yang diiringi dengan pemborosan sumber daya maka akan terjadi angin tornado, angin topan, angin puting beliung, banjir, longsor, gelombang panas, kelaparan dan lain sebagainya. Bukankah keadaan ini sama saja dengan kiamat yang terjadi secara massal?

Bukan matahari yang membuat bumi ini panas sebab dari dahulu kala Tuhan telah mengajari manusia menjaga keseimbangan alam. Orang-orang yang gila hawa nafsu dan serakah memboroskan sumber daya yang ada sehingga membebaskan energi panas secara kontinue dan bertahap ke lingkungan sekitar. Kemampuan lingkungan alamiah hutan dan tanaman hijau tidak mampu mengimbangi kecepatan konsumsi manusia serakah. Sebab hawa nafsu akan kenikmatan duniawi telah membutakan mata kita, merusak kehidupan orang lain bahkan membakar bumi ini hingga menjadi panas seperti saat ini (global warming). Bila ketamakan/ kerakusan masih bersarang dalam diri ini maka hanya tinggal tunggu waktu saja sampai semuanya berakhir tragis dan menakutkan. Tips mengendalikan hawa nafsu.

Salam pengendalian diri!

Iklan

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s