Gejolak Sosial

11 Faktor Penyebab Terjadinya Perang – Bencana Terbesar Sepanjang Sejarah Adalah PEPERANGAN


Faktor yang mempengaruhi Terjadinya Perang - Bencana Terbesar Sepanjang Sejarah Adalah PEPERANGAN

Tahukah anda bahwa bencana alam yang terjadi disekitar kita disebabkan oleh keserakahan manusia didalamnya? (1) Ketidakadilan merajalela, konspirasi dimana-mana, kalangan tertentu memiliki harta bertumpuk-tumpuk, kapitalis memboroskan sumber daya untuk kepentingan pribadi, kalor aktif menumpuk di lingkungan, hutan alamiah terdegradasi lalu hujan tidak turun, kekeringan dimana-mana, maka bencana kelaparan marajalela. (2) Atau bisa juga begini, hujan lebat terus-menerus turun, banjir dimana-mana, tanah longsor berjatuhan maka bencana banjir bandang menyapu bersih wilayah tersebut. (3) Kisah bencana itu bisa juga demikian, semakin banyak orang yang membeli kendaraan pribadi, kemacetan dimana-mana, polusi udara terus terjadi, penumpukan kalor aktif di lingkungan tetap berlangsung, terjadilah angin topan, angin putting beliung bahkan tornado. Semua bencana alam ini tidak ada bandingannya dan tidak ada tandingannya jika kita bandingkan dengan bencana kemanusiaan – peperangan.

Kejadian yang lebih mengerikan dari global warming dan bencana yang ada didalamnya adalah PERANG. Disinilah sebenarnya ada kisah-kisah kehidupan manusia yang paling tragis, paling tertindas dan paling bermasalah yang menyebabkan dunia ini didorong dalam kehancuran. Entah sudah berapa ribu atau sudah berapa juta bahkan berapa miliar manusia yang kehilangan nyawa, sanak keluarga dan harta bendanya dalam peristiwa tersebut. KAMI NOBATKAN INI SEBAGAI BENCANA TERDAHSYAT DALAM KEHIDUPAN MANUSIA.

Perang adalah (1) permusuhan antara dua negara (bangsa, agama, suku, dan sebagainya); (2) pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih (tentara, laskar, pemberontak, dan sebagainya); (3) perkelahian; konflik; (4) cara mengungkapkan permusuhan (KBBI Luring). Ini sepertinya sudah terjadi selama ribuan tahun yang lalu semenjak dunia diciptakan. Cobalah melirik beberapa dekade/ beberapa abad ke belakang, bukankah dunia ini dipenuhi peperangan? Jangankan peperangan antar orang asing yang belum kita kenal, antar saudara saja bisa terjadi hal demikian.

Merupakan perilaku binatang yang ditiru oleh manusia, yakni perkelahian. Dahulu ketika manusia belum mempunyai agama dan hanya percaya pada intuisi/ nalarnya saja maka ada kecenderungan ia lebih memilih untuk meniru kehidupan makhluk hidup yang ada disekitarnya, yakni binatang. Meniru merupakan sebuah fenomena alamiah yang sering bahkan selalu di lakukan oleh manusiaa di sepanjang usianya. Akan tetapi menirukan binatang adalah sebuah perilaku yang bodoh sebab hewan-hewan di luar sana lebih rendah dari manusia. Oleh karena itulah kita butuh Tuhan yang memberikan petunjuk dan memberi tahukan kepada kita “bagaimana caranya hidup? Apa yang harus dilakukan untuk bisa hidup?

Peristiwa ini tidak terjadi secara otomatis melainkan ada banyak faktor yang memicu keadaan tersebut. Tapi lihatlah apa yang telah ditimbulkan olehnya, kehancuran, kematian, kerusakan lingkungan/ biota alami dan semua perjuangan kita selama ini luluh lantak rata dengan tanah. Sadar atau tidak peperangan adalah bencana kemanusiaan (bukan bencana alam) yang merusak kehidupan, bukan saja hanya manusia tetapi makhluk lain dan berbagai-bagai komponen lingkungan yang ada didalamnya.

Alasan mengapa peperangan bisa terjadi di dalam dunia ini

Ada banyak faktor yang mempengaruhi diumumkannya/ dideklarasikannya sebuah perang. Bila kita mampu mengidentifikasi faktor yang menyebabkannya maka kemungkinan untuk mencegah terjadinya peperangan akan memperkecil dampak buruk yang ditimbulkan lewat semuanya itu. Tahukah anda bahwa selain menguras energi, aktivitas ini juga turut menawan sisi emosional dan materi yang dimiliki. Berikut ada beberapa hal yang kemungkinan menyebabkan timbulnya aktiviatas yang sangat tidak manusiawi ini.

  1. Mau nyaman saja dan menunda/ melindungi diri dari ujian kehidupan.

    Tahukah anda bahwa hati manusia dipenuhi dengan sifat-sifat binatang? Macam binatang buas ini masih tertidur dalam dirimu (fase dorman) sehingga begitu tidurnya terganggu maka siap-siap melihat kekerasan, makian dan pemberontakan. Sadarilah bahwa kenyamananlah yang memelihara sifat-sifat itu dalam diri kita.

    Pada dasarnya, bila kita menjumpai ujian/ masalah/ gangguan dalam hidup ini maka kebinatangan itu akan muncul secara berlebihan dari dalam diri ini. Mereka yang larut dalam situasi akan dikalahkakan dan diperbudak bahkan dijatuhkan oleh sifat-sifat buruk tersebut. Akan tetapi orang yang belajar mengendalikan diri akan mampu memanajemen rasa dalam hati sehingga semuanya itu ditanggapi dengan ramah bahkan membalasnya dengan kebaikan lainnya.

  2. Tidak adanya hukum.

    Masyarakat terdiri dari orang-orang yang beraneka ragam sehingga resiko terjadinya konflik adalah besar. Oleh karena itu diperlukan adanya hukum yang mengatur kehidupan bermasyarakat sehingga tidak ada saling tabrakan kepentingan yang berujung pada perang. Keberadaan hukum yang berlaku secara khusus, lokal maupun universal adalah mutlak untuk menciptakan kehidupan yang damai.

  3. Sumber daya yang besar.

    Saat orang-orang miskin berselisih situasi lingkungan adam anyem saja, seolah tidak ada yang terjadi. Ketika orang kaya silang pendapat suasana lingkungan jadi rame bahkan dimana-mana ada keseruang saat keduanya berpapasan. Akan tetapi saat suatu negara dengan sumber daya besar berselisih dengan negara kecil sampai sedang. Niscaya yang kecil ini akan dilucuti, dipreteli dan dirongrong dari dalam dan luar sehingga jatuh.

    Tanpa sumber daya tidak ada peperangan, justru mereka yang memiliki sumber daya besar dan tidak pernah puas dengan semuanya itu akan berusaha melawan pihak-pihak lain baik secara diam-diam (provokasi) maupun secara langsung atau menggunakan pihak ke tiga.

  4. Perbedaan ras, suku, golongan, agama, kelompok, pendapat/ pemahaman, ilmu, wilayah, bahasa, ideologi dan yang lainnya.

    Keadaan ini membuat beberapa orang terperosok dalam jurang konflik yang berkepanjangan sehingga dunia ini penuh dangan angkara murka sebab masing masing orang merasa dirinya benar. Bila kita tidak mampu berpikiran positif terhadap berbagai-bagai perkara yang muncul dipermukaan (khususnya dalam hal yang berlainan) maka itulah yang mengawali terjadinya konflik besar.

    Jika masing-masing pihak tidak saling mengerti, tidak menerima apa adanya, cenderung temperamen (sombong) menghadapi yang lain terlebih ketika didukung dengan sumber daya yang besar. Niscaya perbedaan ini akan menjadi perselisihan dan beresiko memicu perang.

  5. Dendam kesumat.

    Pihak-pihak yang memiliki masa lalu suram dengan pihak lainnya beresiko mengalami ketegangan ketika keduanya belum melupakan dan tidak saling melupakan kejadian itu. Terlebih ketika ada orang-orang tertentu yang masih hidup dan merasakan betapa buruknya keadaan di masa lalu. Sehingga ketika kejadian yang sama atau kejadian yang lainnya muncul, keinginan untuk melakukan peperangan semakin besar saja.

  6. Reaksi yang berlebihan/ lebay.

    Tahukah anda bahwa kekerasan yang kita alami sehari-hari sifatnya berjenjang? Tingkatannya akan semakin tinggi jikalau reaksi yang kita tunjukkanpun semakin tinggi.

    Perhatikanlah kekerasan yang ditanggapi dengan santai dan ramah.
    kekerasan >> dimaklumi >> kekerasan >> santai aja >> kekerasan >> biasa saja. Saat anda mampu bertahan bahkan mengalah melewati semua situasi sulit tersebut maka perlakuan orang pastilah begitu-begitu saja, istilah kerennya adalah hanya beda-beda tipis dari yang kemarin.

    Akan tetapi lain halnya ketika kita menanggapi terlalu lebay (over acting) maka yang terjadi adalah kekerasan tersebut akan semakin meningkat dari waktu ke waktu.
    Aksi kekerasan >> reaksi balasan >> aksi kekerasan level 1 >> reaksi balasan level 2 >> aksi balasan level 3 << reaksi kekerasan level 4 >> aksi balasan level empat. Keadaan ini akan terus meningkat hingga menjadi sebuah ancaman besar yang berdampak luas (peperangan).

  7. Pemaksaan kehendak.

    Keadaan ini juga kerap kali menyisakan duka mendalam bagi mereka yang mengalaminya langsung. Oleh karena itu, sebaiknya hal-hal yang sifatnya memaksa dan bertujuan untuk kebaikan bersama dirancang dalam suatu aturan yang disepakati bersama dengan sangksi yang jelas. Hukumlah yang dapat menjadi tolak ukur atas segala perilaku manusia. Hanya saja ada baiknya jikalau hukum yang kita buat tidak begitu bertele-tele sehingga hal-hal kecilpun (recehan) turut di atur didalamnya yang membuat masyarakat cenderung tidak berkembang. Ingatlah bahwa gangguan kecil dibutuhkan untuk membuat mental dan kepribadian seseorang menjadi lebih tangguh dan dewasa menjalani hidup.

  8. Main hakim sendiri.

    Aksi main hakim sendiri jelas memancing berbagai bentuk aksi balasan dari pihak-pihak terkait lainnya. Ini terutama terjadi diantara kalangan orang-orang yang memiliki sumber daya yang besar termasuk dalam hal ini adalah kapitalis yang memiliki pasukan atau disebut juga dengan gengster. Aksi para preman jalanan inilah yang kerap kali menimbulkan perkelahian besar dalam suatu wilayah.

  9. Tidak mau menerima kekalahan dan enggan mengakui kemenangan lawan.

    Dalam hidup ini ada kompetisi untuk membuat hari-hari kita lebih hangat. Hanya saja terkadang kompetisi yang ada membuat seseorang dalam posisi mempertaruhkan sesuatu yang sangat besar bahkan bertaruh atas hidup dan mati. Kompetisi yang mempertaruhkan hal-hal yang terlalu besar akan mengundang reaksi yang besar. Terlebih ketika ketidakadilan telah bersarang didalamnya sehingga orang yang kalah tidak mau menerima kekalahan dan enggan mengakui mereka yang menang. Keadaan ini bisa saja menimbulkan perlawanan yang hebat terutama ketika pihak-pihak yang terkait termasuk kapitalis dengan sepasukan orang yang menyertainya.

  10. Terungkapnya kejahatan lainnya.

    Ada begitu banyak kejahatan di dunia ini maka terkadang manusia kehilangan akal sehat sehingga menyerang pihak lain secara membabi buta di arena pertempuran. Terlebih ketika dampak dari kejahatan tersebut bersifat meluas dirasakan oleh suatu negara. Berikut ini bebera jenis kejahatan yang bisa saja menimbulkan perang disekitar kita.

    • Konspirasi.
    • Pembunuhan.
    • Pencurian.
    • Penipuan.
    • Skandal perselingkuhan.
    • Fitnah.
    • Ejekan-lelucon.
    • Penghinaan.
    • Kesombongan.
    • Iri hati.
    • Kecemburuan.
    • dan lain sebagainya.
  11. Ketidakadilan sistem penggajian – kapitalisme.

    Sistem kapitalisme yang tidak adil cenderung menciptakan orang-orang atas/ kalangan atas yang angkuh dan suka bersikap semena-mena kepada mereka yang di bawah. Penindasan semacam ini jelas saja menimbulkan reaksi perlawanan yang walaupun tidak besar namun lama kelamaan akan meluas sehingga terjadilah perang antara kaum bangsawan dan mereka yang tertindas (buruh). Perlawanan semacam ini akan terus terjadi sebab dimana ada ketidakadilan maka disitu ada orang-orang yang menuntut haknya.

  12. Ketidaksetaraan dalam hal kekuasaan.

    Sadar atau tidak, manusia hanya bisa berkuasa atas dirinya sendiri dan atas keluarganya. Sebab ia bisa mengendalikan dirinya sendiri dan anak-anaknya. Akan tetapi untuk menjadi penguasa diantara manusia BUTUH KEKUATAN SUPER sekelas pahlawan super untuk mengendalikan orang-orang didalamnya. Oleh karena semua manusia sama dimana kekuatan semacam ini tidak ada maka ada baiknya jikalau kekuasaan dan pengambilan keputusan kita serahkan dalam ranah demokrasi rakyat (pemilihan umum) dan diakhiri dengan demokrasi Tuhan (undian)

  13. Ketidakseimbangan ilmu pengetahuan – perang teknologi.

    Ilmu yang tidak sama membuat seseorang berkonspirasi terhadap sesamanya. Melakukan penipuan demi keuntungan dan uang sehingga orang lain mengalami kerugian secara halus, diam-diam tapi pada akhirnya semua akan lemah dan jatuh lewat konspirasi tersebut.

    Perbedaan pengetahuan juga bisa jadi alat persaingan seperti yang dahulu pernah terjadi antara Amerika dan Rusia dalam perang dingin antara blok barat dan blok timur.

  14. Ketidaksamaan sumber daya.

    Uang adalah penghancur bagi bumi ini. Pada kadar pas memang ia bisa menambah semangat dan menghilangkan kemalasan. Akan tetapi ketika jumlahnya berlebihan maka akan timbullah pemborosan sumber daya oleh kalangan atas diseantero negeri. Mereka membangun instalasi perumahan yang mewah dan megah sehingga merusak hutan-hutan dan daerah hijau. Menggunakan kendaraan pribadi yang banyak sehingga menutupi jalanan yang menyebabkan polusi udara dan penumpukan kalor aktif di lingkungan. Semua pemborosan ini tidak mampu lagi di tahankan oleh bumi sehingga meledak menjadi bencana dimana-mana yang memakan korban jiwa (terutama dari kalangan rakyat biasa) sedangkan para kapitalis dan penguasa duduk senang menyaksikan semua itu. (kita harap ini tidak akan pernah terjadi)

    Kedepan ini bencana yang akan terjadi/ melanda kehidupan umat manusia adalah perebutan sumber daya di tengah kelangkaan. Perlu diketahui bahwa minyak mentah akan habis di Indonesia pada tahun 2050 dan ditingkat dunia pada tahun 2075 sampai 2100. Pada masa inilah para kapitalis berebut sumber daya yang tersisa sehingga timbullah pergolakan besar yang menggiring bumi ini pada world war III.

  15. Menyelesaikan masalah.

    Ada segelintir orang yang merasa bahwa peperangan adalah cara untuk menyelesaikan masalah. Padahal itu hanya akan menambah rasa sakit dalam diri manusia. Sebab korban perang pastilah jatuh dari kedua belah pihak dan lagi-lagi rakyat jelatalah yang dikorbankan sedangkan para jendral, petinggi dan pemimpin lainnya duduk nyaman dan mewah di kantornya.

    Peperangan bukanlah jalan kepada solusi melainkan hanya alasan untuk menyalurkan hawa nafsu menguasai, merebut atau menaklukkan sesuatu/ seseorang/ sekelompok orang/ segolongan orang dan lain sebagainya.

Apa yang diperebutkan dalam perang? Dahulu kala peperangan yang dilakukan erat kaitannya dengan perebutan wilayah, kekuasaan dan sumber daya. Akan tetapi di zaman sekarang pergumulan yang dihadapi oleh umat manusia adalah perang konspirasi ilmu pengetahuan. Selama anda mengetahui dimana ilmu pengetahuan yang benar maka selama itu kita aman dari penindasan. Akan tetapi jikalau anda jatuh dalam ilmu pengetahuan yang salah maka disaat itulah hidup kita secara diam-diam diperbudak, diperas dan ditindas oleh orang lain. Peperangan manusia zaman sekarang

Salam, hadapi semuanya dengan cerdas, tangguh tapi santun!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.