Gejolak Sosial

10 Perbedaan Kebutuhan Jasmani & Rohani (Antara Fokus materi Atau Tuhan) – Kenikmatan Duniawi Menyentuh Indra Tetapi Aktiviatas Positif Menyentuh Hati


Perbedaan Kebutuhan Jasmani & Rohani (Antara Fokus materi Atau Tuhan) - Kenikmatan Duniawi Menyentuh Indra Tetapi Aktiviatas Positif Menyentuh Hati

Siapakah yang tidak butuh materi? Kami juga membutuhkan yang satu ini. Bahkan kita tidak bisa menjalani hari dengan nyaman tanpanya. Pernahkah anda tidak makan selama satu hari penuh? Ini jelas sebuah rasa yang cukup mengganggu lidah dan perut kita. Akan tetapi lain halnya ketika kita melakukannya dengan tujuan yang jelas, misalnya untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Jadi bisa dikatakan bahwa segala sesuatu bisa kita lalui asalkan pandangan/ persepsi kita terhadap hal tersebut positif/ baik adanya.

Kami akui bahwa materi dapat membawa manfaat dalam kehidupan manusia. Kami sendiri melakukan, menganalisis dan menyelesaikan pekerjaan dengan bantuan teknologi. Hanya saja, berhati-hatilah dalam penggunaannya sebab yang satu ini bagaikan pedang bermata dua. Lebih dekatnya lagi, bisa dikatakan bahwa keberadaan yang satu ini seperti garam: kita hanya butuh sedikit saja untuk membuat hidup lebih nikmat, bila berlebihan pasti rasanya akan memuakkan dan maunya dimuntahkan saja.

Kebutuhan jasmani dan rohani

Kita tidak mampu menjauh seutuhnya dari materialisme sebab tubuh ini masih dilahirkan dalam materi. Selama kita mau hidup di dunia ini maka selama itu pula membutuhkannya. Hanya saja yang perlu kita kontrol penuh adalah tentang jumlah dan keseringan pemakaiannya. Harap diketahui bahwa kita tidak sepenuhnya membutuhkan itu melainkan ada hal lain lagi yang perlu dipenuhi selain kebutuhan jasmani yaitu kebutuhan rohani.

Komponen utama kehidupan seorang manusia

Harap dipahami bahwa di dalam kehidupan manusia terdapat dua kebutuhan yang harus selalu dipenuhi selama nafas masih berhembus. Yang pertama adalah kebutuhan jasmani dan yang kedua adalah kebutuhan rohani. Jasmani kita memang seolah-olah melemah terlebih ketika ia menginginkan banyak-banyak hal yang masih belum menjadi nyata (masih berupa angan-angan dan belum terbaca oleh penalaran manusia). Tetapi secara rohani kita membutuhkan sesuatu yang bersifat konsisten dan terpercaya dari zaman ke zaman untuk membuat pikiran terlena.

Kebutuhan jasmani

Setiap orang yang masih hidup dan bernafas dengan paru-parunya yang fana akan selalu membutuhkan barang dan jasa tertentu untuk membuat dirinya tetap hidup dan sehat selalu hari demi hari. Jasmani kita bisa dikatakan sebagai sebuah cangkang luar (kulit luar) yang membutuhkan materi untuk membuatnya tetap hidup melindungi bagian inti yang ada didalamnya. Jadi pada dasarnya barang dan jasa yang terpapar dengan kita selama ini hanya menyentuh bagian luarnya kehidupan manusia atau lebih tepatnya, “semua kenikmatan dunia yang kita rasakan di tempat ini hanya memuaskan indra saja“.

Bagan pengaruh buruk materi dan kenikmatan duniawi

Terlalu fokus terhadap materi untuk memuaskan indra membuat diri ini terkesan lebay untuk memenuhinya. Justru ketika kita terlalu fokus pada indra di saat masalah datang bertubi-tubi maka lebih cenderung mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan. Misalnya saja, saat kita difitnah orang maka larinya makan banyak-banyak, ketika seseorang tidak baik memperlakukan kita maka larinya nonton film/ televisi/ mendengar musik/ radio terus-menerus. Sadarilah bahwa terpapar secara continue dengan barang atau jasa tertentu akan membawa dampak buruk bagi kehidupan anda. Misalnya saja: bosan lalu menginginkan yang lebih, penyakitan, gangguan emosional, gangguan mental/ sikap/ kepribadian, over dosis, kemiskinan hingga kematian juga.

Kebutuhan rohani

Mengapa manusia memiliki kebutuhan rohani? Apakah hewan juga memiliki kebutuhan akan ketuhanan? Jawabannya adalah karena manusia memiliki akal pikiran sedangkan hewan di padang tidak bisa berpikir. Pikiran yang cerdas penuh dengan pencarian akan sesuatu untuk membuatnya puas. Pikiran inilah yang tidak tenang dan cenderung mencari-cari kepuasan yang identik dengan lubang di hati. Kekosongan lubang di hati inilah yang banyak membuat hidup tidak damai dan terus saja merasa gundah gulana sepanjang hari. Satu-satunya cara untuk mengisinya adalah dengan (1) senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Untuk memberi rasa puas di hati bisa juga dilakukan dengan (2) bekerja, (3) belajar dan (4) menekuni bakat/ hobi yang pada dasarnya semua pekerjaan ini bertujuan untuk berbagai kasih Allah (memberi manfaat) kepada sesama.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Manusia memiliki roh di dalam hatinya. Bila dianalogikan maka sisi rohaniah inilah yang menjadi inti -isi kehidupan manusia. Sekarang pertanyaan kami adalah “lebih baik mana, kulit atau inti?” Tentu saja kedua-duanya. Pertanyaan kami berikutnya adalah “lebih penting yang mana, kulit atau inti?” Disini anda harus benar-benar mampu membelah dan membedah kasus ini bagus-bagus. Lalu tentukan satu saja yang lebih penting dan terutama diantara kedua hal tersebut.

Bila anda memilih materi maka bisa dipastikan bahwa hidup akan terus dalam kehampaan sebab kulit luarmu tidak membutuhkan perawatan yang sifatnya terus-menerus terkecuali bila diri sendiri terlalu lebay sehingga membiarkan indra terpapar terus-menerus oleh sesuatu. Keadaan ini jelas tidak baik karena bisa saja membuat anda sakit, bosan lalu ingin lebih, over dosis, gangguan mental bahkan mendapatkan kematian. Oleh karena itu, harus dipahami benar bahwa hanya kebutuhan rohanilah yang pemenuhannya bersifat terus-menerus.

Perbedaan kebutuhan rohani dan jasmani

Secara fisik, tubuh kita terlihat sangat aktif akan tetapi yang jauh lebih aktif untuk dipenuhi kebutuhannya adalah hatii. Otak manusia memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata, terkesan diam saja dia di dalam sana. Selama kebutuhan pikiran ini tidak terpenuhi maka selama itu lubang di hati kita akan terus terasa hampa (kosong). Oleh karena itu lebih baik dalam menempuh hari-hari ke depan ini, kita membuat roro wangera-ngera/ pikiran terlena oleh hal-hal yang positif. Berikut ini selengkapnya perbedaan kebutuhan rohani dan jasmani.

  1. Ada yang dari luar dan ada yang dari dalam.

    Kebutuhan jasmani berasal dari luar diri ini sedangkan yang rohani sudah ada di dalam diri sendiri. Persoalannya sekarang adalah bagaimana kebiasaan, kemampuan dan kehandalan kita dalam memanajemen mindset (pola pikir) yang dimiliki.

  2. Hasil bekerja dan hasil belajar.

    Untuk memenuhi kebutuhan jasmani maka setiap orang harus bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya agar memberikan hasil yang maksimal. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan rohani maka yang dibutuhkan adalah belajar dengan tekun. Baik belajar dari Tuhan, Kitab Suci dan hamba-Nya, belajar dari pengalaman, dari orang lain dan dari berbagai-bagai buku juga media yang tersedia di sekitar kita.

  3. Yang nyata dan yang diimani.

    Kebutuhan indra akan materi adalah penilaiannya nyata. Misalnya saat barang itu kecil maka akan dikatakan kecil, saat rasanya sakit maka akan dikatakan sakit, saat makanan terasa pahit maka akan dikatakan pahit. Tetapi kebutuhan hati lebih dekat kepada iman yaitu persepsi yang dimiliki dalam menjalani hidup.

    Misalnya saat masakan istri kurang enak maka disampaikan “lumayan” (dengan harapan besok-besok bisa masak lebih baik lagi).

    Ketika diejek orang (membuat sakit hati) tetapi dikatakan “itulah hidup selalu penuh tantangan“.

    Jika bermasalah dengan dengan sahabat (sedikit rasa kesal) tetapi katakanlah bahwa “ini baik agar aku tidak terlalu ketergantungan kepada sesama melainkan hanya kepada Tuhan saja“.

    Sewaktu dipuji orang lain maka kita menjawabnya “ini bukan apa-apa, diluar sana masih banyak orang yang lebih baik” (menyangkal diri).

    Sewaktu khilaf di depan umum (malu rasanya) tetapi dikatakan “ini adalah pelajaran yang baik agar kedepannya bisa lebih hati-hati bersikap“, dan lain sebagainya. Temukan sendiri imanmu teman sehingga pikiranmu dibawa ke arah yang positif.

  4. Antara yang berbayar dan yang gratis.

    Kebutuhan indra akan kenikmatan duniawi sifatnya berbayar dengan harga tertentu yang telah ditetapkan oleh pedagang lokal. Sedangkan kebutuhan otak untuk berpikir positif benar-benar gratis. Anda hanya perlu belajar untuk mengetahui trik memiliki persepsi positif (iman) dari Kitab Suci yang dimiliki.

  5. STAGNAN – DINAMIS

    Kebutuhan jasmani sifatnya itu-itu saja (stagnan), misalnya setiap hari kita makan nasi di Indonesia maka kedepannya akan tetap seperti itu. Walau ada perbuahan tetapi minim (hanya soal berubah bentuk saja, misalnya nasi menjadi nasi goreng).

    Kebutuhan rohani sifatnya dinamis sebab setiap kali ada informasi terbaru yang datang dari luar maka pikiran mengseleksinya lalu menimbang-nimbang apakah itu baik atau buruk. Informasi yang benar inilah yang akan mengubah persepsi kita kedepannya. Pada dasarnya bukan kebenaranlah yang berubah melainkan wawasan kita yang bertambah (update) tentang kebenaran itulah yang membuat persepsi yang dimiliki lebih luas dan dinamis.

  6. Pilih candu kepada dunia ini atau candu kepada Tuhan?

    Kenikmatan duniawi membawa kita untuk ketergantungan dengan dunia ini sedangkan saat pikiran fokus kepada Tuhan maka itu berarti kita hidup mandiri dan menggantungkan kepercayaan kepada Allah.

  7. Dipenuhi secara berkala dan dilakukan terus-menerus.

    Kebutuhan materi sifatnya berkala (ada waktu-waktu tertentu untuk mengkonsumsinya, misalnya saat makan pagi, siang dan malam). Namun kebutuhan hati sifatnya terus menerus, artinya, kapan ada waktu luang dari pada pikiran kosong dan melayang-layang entah kemana maka lebih baik fokus kepada Tuhan.

  8. Senang sesaat atau bahagia senantiasa?

    Memenuhi kebutuhan indra dapat membuat hati ini senang. Saat memenuhi kebutuhan pikiran maka maka hati menjadi bahagia dan penuh kelegaan.

  9. Cenderung bersikap lebay atau beroleh kelegaan saat bermasalah?

    Saat menghadapi masalah menyelesaikannya dengan fokus pada materi hanya akan membuat kita semakin konsumtif (berlebihan): makan terus, obesitas bahkan penyakitan. Ketika pergumulan hidup diselesaikan dengan mengawalinya untuk fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka  hati ini terasa lebih ringan dari beban hidup yang dirasakan sebelumnya.

  10. Manfaat sempit dan manfaat luas.

    Manfaat fokus kepada Tuhan manfaatnya luas bagi kehidupan manusia. Mulai dari mencerdaskan otak, memperbaiki suasana hati, meredakan kesedihan dan kegalauan, mengurangi stres, menurunkan resiko pikun dan lain sebagainya (lihat pada link yang kami sertakan). Untuk kebutuhan materi biasanya manfaat yang diberikan tergantung dari jenis dan produk yang digunakan. Artinya, setiap satu produk hanya ada satu (dua atau tiga) manfaat yang diberikannya.

  11. Kedua-duanya terhubung.

    Sekalipun banyak perbedaan tapi pada dasarnya kebutuhan jasmani terhubung erat dengan kebutuhan rohani.

    Biasanya bila secara mindset seseorang dalam kategori bagus (rohani – positif) maka sekalipun gemerlapan dunia yang dimilikinya sederhana bahkan kecil, tetap saja mampu disyukuri dan mendatangkan kebahagiaan juga kelegaan di dalam hati.

    Akan tetapi, lain halnya ketika iman seseorang tidak ada dalam menjalani hidup. Sudah dapat kenikmatan dunia yang lumayan alias standarlah tetapi masih saja bersungut-sungut, menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi, mengeluh dan lain sebagainya.

    Artinya, saat kebutuhan rohani terpenuhi maka kepuasan akan menjadi murah-meriah. Namun saat belum terpenuhi maka kepuasan “semakin di kejar semakin jauh larinya.

Kebutuhan jasmani sifatnya stagnan tetapi kebutuhan rohani sifatnya dinamis. Kedua-duanya memang harus dipenuhi agar hidup kita berjalan dengan normal juga seimbang. Akan tetapi, utamakanlah untuk tetap fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian sebab kunci kebahagiaan ada dipikiran masing-masing. Jikalau pikiran kita selalu riang gembira memuji-muji nama Tuhan niscaya aktivitas sehari-hari lebih ringan untuk dijalani.

Salam semangat baru!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.