Gejolak Sosial

100% Feminim dan 100% Maskulin – Ambil Sisi Positif dan Jangan Mau Dipetak-Petakkan Oleh Teori Orang Lain


100% Feminim dan 100% Maskulin - Ambil Sisi Positif dan Jangan Mau Dipetak-Petakkan Oleh Teori Orang Lain

Feminim adalah (1) mengenai (seperti, menyerupai) wanita; (2) bersifat kewanitaan. Maskulin adalah (a) bersifat jantan; (b) jenis laki-laki (KBBI Luring). Kami berpikir bahwa kedua sifat ini sebenarnya baik adanya. Hanya saja terlalu terburu-buru rasanya jika anda menganggap bahwa seorang laki-laki harus selalu tampil maskulin atau bagi mereka yang perempuan wajib selalu tampil sebagai pribadi yang feminim di segala waktu.

Sudah mengertikah anda dengan dunia ini? Segala teori yang sudah ada saat ini bisa saja menjadi bagian dari konspirasi untuk menggiring lebih banyak orang ke jalan-jalan yang sesat demi keuntungan pribadi oknum tertentu. Nalar kami menyatakan bahwa orang-orang tertentu ingin menjebak orang lain untuk mau saja dipetak-petakkan oleh teori-teori yang sifatnya dangkal yang ditujukan melemahkan oknum tertentu untuk menggiringnya pada sesuatu yang sebanarnya bukan dirinya (keluar dari menjadi diri sendiri).

Semua sifat yang ada di dunia ini pada dasarnya baik adanya. Hanya saja, mengapa terkadang timbul masalah dengan sifat-sifat tersebut? Berikut beberapa alasan yang menurut kami patut anda pertimbangkan sebelum bersikap.

  • Tidak sesuai dengan situasi. Melucu (buat suara aneh – bencong) dengan orang yang baru kenal.
  • Melakukannya pada orang yang kurang tepat.
  • Mengekspresikannya secara berlebihan.

Perhatikan moment

Satu hal dari yang kita perlu perhatikan pada sikap yang diekspresikan sehari-hari adalah timing yang tepat. Ada moment dimana baik bagi kita untuk bersikap feminin dan ada pula moment dimana lebih baik bagi kita untuk bersikap maskulin. Tidak mudah memang untuk menemukan itu tetapi bila anda mampu belajar untuk mencoba dan gagal (try and error) maka pastilah akan mampu melihat situasi yang cocok untuk setiap hal yang diutarakan.

Jangan fokus pada MF tapi pada manfaat

Andapun perlu membolak-balik kembali standar kehidupan (Kitab Suci) dan buku-buku terpercaya yang dimiliki. Salah satu wawasan terbaik diperoleh dari sana. Ini bukan lagi masalah maskulinitas dan feminisme melainkan lebih kepada kebermanfaatan dari setiap ekspresi yang keluar. Lupakan teori MF lalu mulai bertanya pada diri sendiri “apakah sifat yang saya ekspresikan ini baik untuk diri sendiri dan baik juga untuk orang lain?” Jika anda merasa itu layak maka lanjutkanlah. Hati-hati dengan motivasi saat mencoba berbagi dengan orang lain, lakukanlah semuanya itu untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia.

Inti dari sikap maskulin

Yang terutama saat menjadi seorang laki-laki adalah kekuatan hati. Ini tidak berbicara tentang seberapa banyak orang yang berhasil anda takuti, gertak, lukai, tonjok dan tendang. Melainkan ini lebih dekat kepada sikap sabar dan tabah dalam menghadapi segala situasi. Baik buruknya keadaan dilalui dengan tegar tanpa harus mengeluh sana-sini, bersungut-sungut, menyalahkan orang lain, menyalahkan situasi bahkan menyalahkan Tuhan. Lebih baik menyalahkan diri sendiri sambil mengoreksi “apa saja yang saya timbulkan dalam masalah ini?

Ini dari sikap feminim

Orang yang feminim cenderung mengarahkan kemampuannya untuk memberi perhatian kepada sesama. Pada dasarnya, perhatian kita kepada orang lain bisa diutarakan dalam bentuk apa saja. Ini identik dengan sikap yang mau berbagi kasih (menjadi bermanfaat) bagi sesama. Mulailah mengekpresikan kasih itu kepada orang-orang terdekat dalam keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Semuanya ini diawali dari hal-hal kecil, misalnya dengan beramah tamah (senyum, sapa, sentuh, terimakasih, tolong, maaf) dan menjadi pendengar yang baik.

Justru baik kalau anda bisa menguasai keduanya agar seimbang

Yeah itu dia…. Segala sesuatu di dunia ini tidak pernah jauh-jauh dari kata seimbang satu sama lain. Terlalu feminim juga tidak bagus dan terlalu maskulin juga tidak baik adanya. Anda harus mampu menjaga keseimbangan dari sikap-sikap ini agar saling menopang, mendukung dan melengkapi satu sama lain. Misalnya saat orang lain suka usil maka lebih baik cuek saja tetapi saat berpapasan dengan mereka sikap tetap ramah menyambutnya.

Ingat ada kelemahan dan kelebihan dalam maskulinitas dan dalam feminisme oleh sebab itu ambil apa yang positif

Kedua sifat ini memang berbeda satu sama lain tetapi seolah kelebihan yang satu melengkapi kelemahan yang lainnya. Tidak perlu kami jelaskan dengan detail sebab itu tidaklah penting juga. Yang kami hendak katakan disini adalah untuk menyelidiki semuanya itu dengan seksama, ambil apa yang menurutmu baik lalu tinggalkan hal-hal yang tidak diperlukan. Sesuaikanlah semuanya itu dengan suara hati dan standar kehidupan (Kitab Suci) lalu jadilah diri sendiri.

Seperti yang kami katakan pada tulisan sebelumnya bahwa untuk hidup dalam dunia ini, kita harus kuat tetapi tetap lembut dalam bersikap. Kuat itu menandakan sikap yang maskulin sedangkan lembut mencirkan sikap yang feminim. Apabila anda mampu memadukan kedua hal ini dalam dirimu maka (1) hubungan kita dengan orang lain akan menjadi baik adanya, (2) pandai menyesuaikan (menempatkan) diri dengan situasi dan (3) mampu menjalin hubungan yang baik kepada siapa saja. Menjadi orang yang tegar tapi tetap santun

Dibutuhkan fokus, kecerdasan, pengalaman (try & error) dan keberanian (untuk out of box lalu berjuang memikul salib). Seiring waktu berlalu apabila anda melakukan semua aktivitas ini terus-menerus maka akan menjadi rutinitas. Ketika rutinitas dilakukan dengan sungguh-sungguh maka akan menjadi kebiasaan. Saat hal-hal yang sudah terbiasa dikerjakan dengan konsisten dan bertekun maka kelak akan menjadi budaya yang mendatangkan kebahagiaan dalam menjalani hari demi hari.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Sebaiknya dalam hidup ini, kita perlu jadi diri sendiri, tampil apa adanya sambil menutup telinga pada omongan orang yang buruk dan tidak lupa juga untuk mengoreksi diri “apakah perilaku dan perkataan selama ini sudah sesuai standar?” Lebih daripada itu silahkan fokuskan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian terutama dalam waktu-waktu luang agar hal-hal yang negatif tidak sempat merasuk lalu meracuni pikiran hingga menggalaukan hati ini.

Salam, 100% maskulin dan 100% feminim!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s