Gejolak Sosial

9 Alasan Mengapa Hati Terasa Hampa – Hidup Terasa Kosong Karena Pola Pikir Kurang Tepat


Alasan Mengapa Hati Terasa Hampa - Hidup Terasa Kosong Karena Pola Pikir Kurang Tepat

Hampa adalah (1) tidak berisi; kosong; (2) tidak bergairah; sepi; (3) sia-sia; tidak ada hasilnya; (4) bodoh; tidak berpengetahuan (KBBI Luring). Merupakan suasana hati yang belum lengkap sehingga saat menjalani dan menikmati segala sesuatu masih terasa ada yang kurang. Orang-orang sering mengibaratkan ini seperti puzzle yang hilang salah satu kubiknya sehingga sekalipun bagian yang lain kelihatan bagus adanya namun kekosongan pada sisi yang satu ini membuatnya terasa belum lengkap/ sempurna adanya.

Dahulu kami juga pernah merasakan hal ini. Terjadi bukan karena di perantauan. Bukan karena jauh dari orang tua. Juga tidak kekurangan sesuatu yang baik dan bukan pula karena diri ini terlalu lemah. Setelah lewat bebera tahun, kami baru tersadar, “mengapa dahulu itu hati ini rasanya hampa?” Yah, biasalah harapan seorang laki-laki untuk menemukan pasangan hidupnya, keinginan ini yang belum terpenuhi. Beruntunglah kami menyadarinya lalu segera saja menghapus hal tersebut dan sampai sekarang kamipun masih belum menemukan “sweet-sweet-heart” itu namun hati sudah terisi dan nyaman penuh kelegaan.

Otak kita sangat tergantung dengan informasi yang masuk melalui indra yang dimiliki. Sedangkan sikap sangat tergantung dengan isi pikiran masing-masing orang. Antara indra otak dan sikap (perkataan dan perbuatan) memiliki hubungan yang erat satu sama lain dan saling mendukung dan membantu satu dengan yang lainnya. Artinya, bila salah satu dari ketiga atau keempat komponen tersebut berubah maka yang lainnyapun turut berubah. Sekalipun demikian, yang paling penting dibalik semuanya itu adalah hati/ pikiran yang dimiliki.

Letak kehampaan yang anda rasakan bukanlah berasal dari informasi sebab apa yang berasal dari luar masih bisa diseleksi oleh diri sendiri. Rasa ini tidak juga berasal dari perkataan sebab perkataan hanya dibuang ke luar. Bukan pula berasal dari perbuatan sebab perilaku sehari-hari sudah terbilang cukup baik. Jadi, rasa itu sebenarnya asalnya dari dalam hati sendiri. Oleh karena berasal dari dalam maka untuk mengatasinyapun mustahil kita datangkan dari luar melainkan semuanya itu tergantung bagaimana anda memanajemen bagian dalam, yakni mindset yang dimiliki

Faktor yang menyebabkan hati anda menjadi kosong (hampa)

Pada dasarnya ada banyak hal yang menjadi faktor penyebab kehampaan (kekosongan) di dalam hati. Biasanya faktor utamanya (primer) berasal dari dalam diri kita sendiri. Faktor ke dua (sekunder) yang mempengaruhinya adalah sikap sehari-hari yang terdiri dari perkataan dan perilaku. Sedangkan yang terakhir adalah faktor tersier yaitu sesuatu yang berasal dari luar diri ini. Itu bisa saja karena informasi atau sikap orang lain terhadap diri ini.

Berikut beberapa alasan yang meungkin menjadi penyebab mengapa hati menjadi hampa (kosong).

Faktor Primer

  1. Pikiran kosong.

    Jangan biarkan pikiran kosong terlalu lama. Ini jelas sebagai awal bencana dalam kehidupan seorang manusia. Keadaan ini bagaikan sebuah botol air mineral yang terletak di depan kelas maka siapa saja yang datang akan mengisinya sesuai dengan keinginannya dan bukan mustahil ia mengisinya dengan air seni. 😀 ckckckkkkk
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas
    Begitu anda menyadari bahwa pikiran sedang kosong maka yang harus dilakukan adalah segeralah bernyanyi memuji dan memuliakan nama Tuhan.

  2. Fokus yang salah.

    Saat pikiran kita fokus pada sesuatu hal yang sifatnya duniawi maka paham atau tidak hal tersebut tidak mampu mengisi ruang yang hampa itu di dalam hati sebab materi tidak bisa merasuki roh, melainkan sebaliknya Rohlah yang dapat marasuki materi.

    Sia-sia saja anda berusaha fokus pada kenikmatan dunia ini sebab semuanya hampa dan omong kosong belaka yang akan segera berlalu. Akan tetapi satu-satunya yang dapat mengisi hatimu selamanya adalah saat engkau senantiasa berada dalam kebenaran.

    Fokuslah untuk melakukan kebenaran di segala waktu sebab nafas yang kita miliki adalah titipan Allah yang adalah Sang Pencipta Yang Benar. Puja-pujialah nama-Nya, berdoa senantiasa dan renungkanlah firmannya. Kebenaran ke dua setelah ini adalah saat kita mampu berbagi kasih dengan sesama dalam segala waktu dan kesempatan yang dimiliki. Dimulai dari hal-hal kecil di dalam keluarga sendiri. Misalnya beramah tamah (senyum, sapa, sentuh, maaf, terimakasih, tolong) dan menjadi pendengar yang baik.

  3. Persepsi iman yang lemah.

    Kita hidup, tumbuh, berkembang dan maju dalam opini. Saat pendapatmu tentang kehidupan di dunia ini bagus maka sikap kitapun akan cenderung baik adanya sehingga hari-hari lebih hidup (terisi).

    Bila anda percaya kepada Tuhan maka sudah sepatutnya memiliki iman yang mumpuni berdasarkan Kitab Suci yang dimiliki masing-masing orang. Berikut ini beberapa pandangan iman (persepsi positif) yang mungkin saja bisa anda terapkan agar lebih positif menjalani hidup. “Kesulitan ini ada untuk membentuk saya menjadi lebih baik dari hari ke hari“. “Jangan maunya senang terus, hidup ini butuh pengorbanan maka pikullah salibmu“. “Tanpa kebaikan hati maka kita sama sama dengan benda mati yang tidak bisa melakukan apa-apa bagi mereka yang disekitarnya“. Dan lain sebagainya silahkan temukan sendiri.

  4. Keinginan yang belum terpenuhi.

    Inipun merupakan masalah hati yang cukup serius. Apabila anda menginginkan hal-hal yang mustahil untuk dicapai maka bagaimana mungkin kita dapat berbahagia. Ingatlah bahwa kebahagiaan itu identik dengan terpenuhinya semua yang diinginkan selama ini. Oleh karena itu, ada baiknya bagi setiap orang untuk meminimalisir keinginan bahkan bila perlu meniadakannya (menolkannya) sama sekali. Lalu hiduplah seperti air yang mengalir apa-adanya.

    Faktor sekunder.

  5. Perkataan yang salah (dosa bukan khilaf).

    Struktur kerohanian di dalam diri kita (di dalam hati) sangat merindukan kebenaran. Akan tetapi fisik ini terus saja berbuat dosa. Rasa bersalah yang timbul inilah yang terkadang membuat kita hampa. Oleh karena itu, apapun kesalahanmu maka segeralah meminta maaf kepada yang bersangkutan sebelum niat yang tulus ini menjadi basi.

  6. Perbuatan yang salah (dosa bukan khilaf).

    Baik bagi kita untuk menjaga perilaku yang diekspresikan sehari-hari. Selama kita mampu menjaga semuanya terkendali maka selama itu pula resiko terjadinya dosa lebih minimalis. Bila sudah terlanjur salah maka minta maaflah segera dan hindari jatuh di lobang yang sama di hari-hari yang akan datang.

  7. Terlalu banyak waktu luang.

    Anda harus pandai memanajemen waktu yang dimiliki. Saat ada kekosongan maka segeralah sibukkan diri dengan hal-hal yang baik. Habiskan waktu luang untuk melakukan pekerjaan rumahan, bercengkrama dengan anggota keluarga, berkebun atau menekuni hobi lainnya. Atau setidak-tidaknya jikalau keadaan memang benar-benar blank maka silahkan fokus pada Tuhan dalam nyanyian pujian dan bisa juga sambil menyanyi untuk memuliakan nama-Nya. Pastilah saat itu juga rasa gembira dan kebahagiaan akan menjadi satu di dalam dirimu.

    Faktor tersier.

  8. Diabaikan oleh orang lain.

    Ini adalah sesuatu yang cukup menyakitkan. Tetapi ingatlah bahwa yang diabaikan oleh teman-teman adalah fisik yang dimiliki. Sedangkan roh (hati dan pikiran) tidak tersentuh oleh hal-hal yang demikian. Jadi, apapun yang adan rasakan dalam dirimu, itu hanyalah halusinasi sesaat. Maafkan perbuatan mereka lalu bersikap ramahlah. Tidak lupa juga untuk sejenak mengoreksi diri sesuai dengan standar kehidupan yang dimiliki.

    Perhatikanlah bagan fokus berpikir yang kami tampilkan di atas. Kesemua hal yang ada disana adalah hal-hal positif yang menjadi referensi untuk dilakukan. Atau andapun bisa menikmati hidup sejenak dan apa adanya dengan hengout bareng keluarga, sahabat, teman-teman dan lain sebagainya.

  9. Direndahkan/ disindir/ dihina/ dibully oleh orang lain.

    Saat direndahkan oleh seseorang pastilah diri ini langsung drop & down. Oleh karena itu milikilah persepsi yang positif saat menanggapi semuanya itu. Anggap itu sebagai makanan hari-hari yang memuat pelajaran hidup untuk membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Kemudian balaslah semuanya dengan senyuman dan ramah kepada mereka. Alhasil hatipun menjadi lega kembali.

    Satu hal yang harus anda ingat adalah “jangan fokus kepada ejekan yang mereka lontarkan, tidak perlu membahas-bahasnya lebih dalam di dalam hati melainkan lupakanlah semuanya itu” lalu sambut hari dengan pikiran positif. Buat tangan dan kakimu sibuk melakukan hal-hal yang baik, misalnya dengan bekerja, belajar, menekuni bakat dan lain sebagainya. Atau bernyanyi dan menarilah untuk memuliakan Allah kita.

Semua orang pernah hampa hatinya, anda dan kamipun demikian. Bahkan saat-saat seperti inipun hal tersebut akan datang tiba-tiba terlebih ketika ada banyak waktu luang yang tersisa seperti di masa liburan saat ini. Apabila hal ini terjadi maka langsung saja eksekusi dengan senantiasa memusatkan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Dan dari jauh kami berdoa semoga kehampaan itu meninggalkanmu sesegera mungkin lalu menjadi orang yang selalu berbahagia disegala waktu. Ingatlah bahwa kebahagiaan itu berasal dari dalam maka pandai-pandailah memanajemen pikiran sendiri. Pahami juga, Tips Mengatasi hidup yang terasa hampa.

Salam, hati hampa good bye!

2 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.