Kecerdasan Manusia

+10 Cara Menghilangkan Hati Yang Hampa – Saat Kehampaan Datang Aktifkan Pikiran dan/atau Sibukkan Diri


Cara Menghilangkan Hati Yang Hampa – Saat Kehampaan Datang Aktifkan Pikiran dan/atau Sibukkan Diri

Seseorang berkata kepada temannya, “hati saya hampa banget mas?” Lalu si kawan menjawab, “bagian mananya yang hampa?” “Gak tau sih tapi rasanya kayak hidup tidak berarti lagi?” Lalu, kalau begitu mengapa anda masih kelihatan ya….? Selama kita hidup maka selama itu pula tidak ada istilah yang namanya kehampaan. Sebab biar bagaimanapun kita masih membawa dampak bagi dunia ini, setidak-tidaknya bisa belanja memberi manfaat bagi para pedagang. Bisa juga dengan paling tidak membawa arti di dalam keluarga masing-masing. Intinya selagi keberadaan anda mampu membawa faedah bagi kemuliaan nama Tuhan sekaligus bermanfaat bagi sesama maka selama itu tidak kekosongan hati. Sayang kebiasaan manusia adalah terus merasa kurang dan kurang…..

Kadang-kala kita hanya berlebihan menanggapi rasa di dalam hati. Padahal orang lain juga mengalami hal yang sama tapi fine-fine aja tuh…. Pahamilah bahwa di dunia yang fana ini, semua orang hidup, tumbuh, berkembang dan berkreasi di dalam opininya sendiri. Setiap persepsi yang dibentuk akan menggiringnya pada masa depan yang lebih baik atau malah sebeliknya lebih buruk. Jadi sudut pandang yang anda gunakan sehari-hari dalam mengamati dan memahami segala gejolak yang ada sangat penting bagi manfaatnya bagi kehidupan.

Jadi, mulai sekarang saran dari kami adalah perbaiki semua pandangan anda terhadap kehidupan ini. Tidak ada lagi hati yang hampa, itu hanya kurang kerjaan saja. Pula tidak ada musuh, mereka hanya orang-orang yang hendak membentuk kita menjadi pribadi yang kuat. Intinya adalah tidak ada yang salah tentang dunia ini, semua sudah berjalan dengan semestinya. Kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan pergerakan ibu pertiwi yang bisanya hanya muter-muter doang. Bila kita terlalu memaksakan diri lalu mendatangkan perubahan yang terlalu ekstrim bagi bumi ini, misalnya dengan membabat semua hutan lalu mendirikan gedung-gedung tinggi maka kelak bumi ini akan menendang kita keluar lewat bencana pemanasan global.

wkwkwkkkkkk 😀 Ngomong-ngomong teman, apa hubungannya hati yang hampa dengan global warming? Ini gak nyambung dan jelas salah tulis! Jadi begini ceritanya, sifat manusia yang lebay terhadap materi akan membawanya lebih dekat dengan kegilaan karena terbakar hawa nafsu yang sesat. Hatinya terus saja merasakan kehampaan padahal semua sudah ada bahkan lebih dan mungkin juga berlimpah-limpah tidak terhitung jumlahnya. Inilah akibatnya jikalau anda bersikeras mengisi kekosongan hati dengan materi karena jelas-jalas bahwa tidak ada hubungannya antara rohani dan materi dimana mustahil materi/ benda menyentuh otakmu. Keadaan ini beresiko membuat kita mati.

Oleh karena itu, belajarlah dari kehidupan anak kecil, apakah dia pernah merasa hampa? Yang jelas tidak pernah. Padahal mereka-mereka ini adalah trouble maker (pembuat masalah) dalam keluarga dan rata-rata tidak dapat memahami apa yang dimaksud dengan menyibukkan diri dengan aktivitas yang positif. Ada yang bilang bahwa mereka tidak pernah hampa karena pikirannya tidak bercabang-cabang saat melakukan sesuatu, apa yang dikerjakan maka itulah yang dipikirkan. Oleh karena itu bisa di katakan bahwa kemampuan seseorang untuk fokus pada satu hal saja menentukan kehampaan atau tidaknya dirinya.

Kecerdasan yang kita miliki memang merupakan sebuah keuntungan sekaligus juga sebagai sebuah ancaman. Biasanya semakin cerdas seseorang maka pikirannya semakin aktif dan bercabang-cabang. Memikirkan cita-cita, kesalahan orang lain, kesalahan sendiri, masa lalu yang suram, masalah yang sedang dihadapi, kekurangan diri dan lain sebagainya. Sadar atau tidak, hal-hal semacam inilah yang membuat kita berpikir bahwa hidup tidak ada artinya lagi. Ujung-ujungnya merasa (membuat opini pribadi) bahwa kisah-kisah yang buruk lebih banyak kita alami sehingga merasa selama ini berjuang dalam kehampaan.

Cara menghilangkan hati yang terasa hampa

Bila ada yang membuat hati anda hampa maka keadaan ini lebih banyak disebabkan oleh diri sendiri. Sekalipun ada faktor-faktor eksternal yang berhubungan seperti perlakuan orang lain terhadap kita tetap saja itu hanyalah ilusi yang terus saja diingat. Apa yang mereka lakukan bahkan tidak pernah menyentuh rohmu (otakmu) melainkan kamu sendirilah yang terus saja mengingat-ngingat hal itu hari demi hari. Berikut ini langkah-langkah yang anda butuhkan untuk sekedar keluar dari fatamorgana yang diciptakan sendiri.

Solusi primer

Merupakan solusi yang pertama, praktis dan dapat anda gunakan sewaktu-waktu (dimana saja, kapan saja dan apapun yang dilakukan) terutama saat kehampaan itu datang menghampirimu.

  1. Upayakan untuk senantiasa fokus kepada Tuhan.

    Ini dibutuhkan dalam segala hal. Sebab pikiran manusia penuh dengan ketidaktenangan, membahas-bahas ini dan itu. Entah itu bermutu atau tidak. Kejadian di masa lalupun turut diperhitungkan. Dosa-dosa yang telah lama berlalu terus diingat-ingat. Bahan masa depan entah berantah terus di jejaki.

    Tidak mudah untuk mengatasi hati yang tidak tenang sebab bisa datang begitu saja, secara tiba-tiba tanpa alasan jelas. Oleh karena itu, anda harus menciptakan morfin pribadi yang membuatmu terlena dan tenggelam dalam kebahagiaan yakni dengan cara bernyanyi kepada Tuhan. Nyanyian yang merdu, syahdu dan sayup adalah pelipur lara yang membuat hati puas dan penuh dengan kebahagiaan. Anda dapat melakukannya di dalam hati saja, menggunakan bibir, alat musik bahkan juga sambil menari.

    Fokus kepada Tuhan ada berbagai macam bentuknya, yaitu dapat dilakukan dengan berdoa, membaca firman dan melalui senandung puji-pujian. Ini dapat anda lakukan dalam waktu luang daripada membiarkan pikiran kosong begitu saja dalam waktu lama. Andapun dapat memusatkan pikiran dalam hati saja dalam doa, firman dan pujjian..
    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  2. Hiduplah beraktivitas memberi manfaat (berbagi kasih).

    Ada baiknya jikalau kesibukan yang kita tekuni hari demi hari bukan saja dilakukan untuk kepentingan pribadi atau kesenangan pribadi saja melainkan baik bagi kita untuk melakukannya juga untuk kemaslahatan orang banyak. Mulailah berbagi kasih dari hal-hal yang sederhana, misalnya dengan beramah-tamah (senyum, sapa, sentuh, tolong, terimakasih, maaf) dan menjadi pendengar yang baik). Belajarlah melakukannya dari lembaga terkecil yakni dalam keluarga, kerabat, sahabat, rekan kerja dan orang-orang lainnya. Berikan semuanya itu tanpa paksaan, seadaanya menurut potensi (kemampuan/ pekerjaan) dan sumber daya yang dimiliki. Landaskanlah kebaikanmu untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia ini.

    Aktivitas memberi manfaat inilah juga yang turut membuat kita sibuk menjalani waktu demi waktu. Pada dasarnya saat tangan dan kaki anda (organ tubuh lainnya) terus bekerja maka tidak ada lagi kesempatan untuk berkata, “mengapa hati saya hampa“.

  3. Hidupilah persepsi iman anda.

    Orang yang memiliki iman adalah orang yang berpikiran positif sekalipun dalam situasi terburuk. Hanya orang atheis saja yang menganggap kesulitan sebagai sebuah hambatan dalam hidup ini. Bukankah sudah jelas dalam Kitab Suci bagaimana tokoh-tokoh utama disana menghadapi banyak tantangan demi kebenaran yang mereka perjuangkan. Ingatlah bahwa semuanya itu tidak melebihi kekuatanmu. Apabila sudah melebihi maka andapun dapat menyerahkannya kepada petugas keamanan asal saja itu jelas dan bukan hal-hal recehan.

  4. Menjadi bahagia.

    Apakah saat ini anda sedang berbahagia? Seharusnya ya karena kebahagiaan itu hanya masalah manajemen mindset.

    Sadarilah bahwa nafas kita miliknya Tuhan, nafas kebenaran. Jikalau anda mampu memenuhi takdir manusia yang seutuhnya maka sudah seharusnya kebahagiaan itu ada di dalam hatimu. Dua poin pertama adalah dasar dari semua rasa bahagia di dalam hati ini. Selama anda mampu mengekspresikan keduanya maka selama itu pula hati ini tetap berbahagia.

    Anda harus puas dengan apa adanya dirimu dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada didalamnya. Muliakanlah selalu Tuhan di dalam hatKatakanlah dalam hati sambil menghela nafas: “Bersukacitalah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia. Terimakasih Tuhan hari ini luar biasa!

    Satu saja yang menjadi penghambat sehingga membuatmu kurang bahagia adalah saat menggunakan sudut pandang orang lain saat menjalani hidup. Sadarilah bahwa kebiasaan ini cenderung menggiringmu untuk lebih cenderung membanding-bandingkan diri ini dengan orang lain. Selama anda belum menjauhkan hal semacam ini maka selama itu pula tidak ada kebahagiaan, hanya kekosongan belaka.

  5. Tekan, minimalisir bahkan nolkan keinginan.

    Keinginan identik dengan apa yang kamu bahas-bahas di hati selama ini. Jika membahas-bahas tentang mobil maka pasti keinginannya adalah mobil. Bila hatimu membahas-bahas tentang rumah maka keinginanmu adalah rumah dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa hal-hal semacam ini tidak akan membuatmu damai. Semakin banyak yang tidak terpenuhi maka akan membuatmu kecewa dan ujung-ujungnya “hampa terasa hidupku tanpa dirimu!”.

    Tidak ada salahnya memiliki rencana dalam hidup ini. Bila semuanya sudah direncanakan maka sudahilah memikirkannya sampai disitu saja. Ingatlah bahwa dalam suatu perencanaan harus lebih banyak ditindakkan (direalisasikan) daripada sekedar dipikirkan saja.

    Semakin besar keinginan anda, semakin banyak hawa nafsu maka semakin tinggi pula resiko kehampaan di dalam hati ini. Oleh karena itu, sebisa mungkin minimalisir keinginan, tekan bahkan abaikan/ nolkan sama sekali agar langkah-kaki kita menjalani hari menjadi lebih ringan.

    Bila memang anda memiliki cita-cita, buat rencana konkrit terhadap hal tersebut lalu laksanakan sesegera mungkin munurut waktu yang sudah anda tetapkan. Tetapi hindari terus menerus terlena dan memimpikan cita-cita tersebut. Adalah baik bagi anda untuk mengabaikannya lalu lanjutkan hidup, fokuslah kepada Tuhan, belajar yang giat dan bekerja keraslah.

  6. Hindari terjebak dalam kesalahan yang sama.

    Rasa bersalah jelas tidak baik bagi kehidupan manusia. Memang kita tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa manusia penuh dengan dosa tetapi tidaklah bijak orang yang terus-menerus jatuh dalam kesalahan yang sama lagi dan lagi.

    Pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau yang salah adalah teman? Jika dimungkinkan (misalnya sedang berduaan) maka tergurlah tetapi jika tidak (misalnya sedang di tempat umum) maka berharaplah “semoga ia menyadari kesalahannya.

    Ketika orang lain melakukan kesalahan yang membuatmu terasa sakit maka ada baiknya jikalau menjalani semuanya itu dengan penuh iman dalam persepsi yang positif. Ingatlah bahwa ada masa dimana kita diuji oleh orang lain maka mulailah belajar menghadapi semuanya itu dengan memberi toleransi pada kesalahan-kesalahan kecil (berupa gangguan sosial dari pribadi pengganggu).

    Tidak perlu bersikap perfeksionis sebab ini berimbas pada sikap yang over protektif. Biasanya orang-orang yang terlalu melindungi dirinya dengan hal-hal recehan berada dalam zona nyaman yang maunya senang terus. Ini adalah salah satu ciri khas kepribadian yang manja (tidak berkembang).

  7. Tidak menyia-nyiakan waktu luang.

    Semua orang memiliki waktu luang terlebih diakhir pekan dan pada hari-hari liburan. Salah .satu hal yang sering dilakukan di waktu-waktu luang yang panjang adalah menikmati hidup bersama keluarga: refreshing ke tempat wisata, makan di luar dan jalan-jalan. Tetapi terus-menerus jalan-jalan juga tidaklah baik bahkan kami sendiri mengakui bahwa dalam satu tahun hanya melakukannya selama 2 atau 3 kali, mungkin lebih dan itu tidak sampai tiap bulan.

    Dahulu waktu saya masih sekolah dikampung maka cara terbaik untuk jalan-jalan adalah menyusuri pinggiran hutan dan mandi disungai bersama teman-teman (keluarga). Ini sangat menyenangkan terlebih ketika musim buah-buahan tiba, pasti dapat sesuatu dari sana.

    Ketika kami kuliah di kota besar maka area paling nyaman untuk dijalani adalah wilayah taman kota dimana ada banyak orang yang sedang bermain bola kaki di sana. Ini sangat membantu kami saat sedang suntuk terlebih ketika disana ada tempat untuk bersantai sejenak ditambah suasana yang sejuk dengan pepohonan yang rindang.

    Ketika kami sudah dewasa seperti saat ini maka hampir semua waktu tersita untuk menulis dan menulis. Tidak ada lagi waktu luang, jalan-jalan dan hidup bersantai lama-lama melainkan semua kami dedikasikan untuk mengembangkan bakat yang satu ini. Dengan kata lain inilah jalan-jalan bagi kami yang membuat kaki dan tangan sibuk sehingga lupa untuk mengatakan “aduh mengapa hati saya hampa?

    Solusi sekunder.

    Jawaban yang anda temukan hanya dengan mengekspresikan sesuatu kepada orang lain. Mereka yang diam-diaman tidak akan menemukan apa-apa. Melainkan ekspresikanlah dan cicipi sendiri makna dibalik semuanya itu..

  8. Hadapi masalah dengan kesabaran (kuatkan hati menjalani hari).

    Hati ini akan kembali menjadi hampa saat kita berkata pada pergumulan hidup, “Masalah lagi? Sampai kapan semua ini akan berakhir Tuhan?”
    Sadarilah bahwa keluhan-keluhan semacam ini akan semakin menyusahkan hati. Oleh karena itu berhenti mengeluh dan bersungut-sungut lalu imanilah masalah dalam bingkai persepsi yang positif.

    Hanya ada dua tindakan yang mencirikan kekuatan hati saat menghadapi masalah yaitu (a) bertahan atau (b) mengalah. Masing-masing pilihan ini ada dampaknya bagi kehidupan selanjutnya. Pilihlah dengan bijak dan ingatlah bahwa semuanya itu butuh try and error dimana pengalaman adalah wawasan paling berharga dalam kehidupan.

  9. Hidup mengalir seperti air (terima semua yang terjadi apa adanya).

    Dalam hidup ini, kita bukanlah pengatur barisan bagi kejadian yang sedang berlangsung. Bukan pula sebagai perancang yang menetapkan segala yang harus dimiliki dan yang harus dikembalikan kelak. Karena kita bukanlah siapa-siapa maka ada baiknya jikalau dari sekarang tampil dalam kerendahan hati. Berdoalah memohon kekuatan dari Tuhan dan semoga pergumulan yang sedang dihadapi ini akan segera berlalu.

  10. Tetap santai dalam segala sikon.

    Santai di segala kondisi adalah salah satu syarat terpenting untuk membuat hati damai di segala waktu yang dilalui. Keadaan ini identik dengan suasana hati yang tenang dan tidak terburu-buru di dalam segala sesuatu.

    Suasana hati yang santai juga identik dengan keadaan emosional yang datar-datar saja sekalipun situasi masih memanas hanya dapat diekspresikan oleh orang-orang yang sering menghadapi kesulitas dalam menjalani hidup.

    Santai ini identik juga dengan sikap yang biasa saja menanggapi segala sesuatu, baik saat senang, sedih, suka, duka dan lain sebagainya. Ini hanya bisa dilakukan saat anda sudah mencicipi semua rasa yang ada dan pernah hidup dalam tekanan dalam waktu yang lama.

    Makna dibalik santai ini juga identik dengan biasa saja dalam menjalani kehidupan sebaiknya jauh dari sikap yang lebay. Kita tahu bahwa segala sesuatu yang memiliki awal maka selalu ada akhirnya. Saat kami menyadari bahwa kehidupan ini pasti akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak maka mulai saat itu kami membuang segala hal yang tidak penting lalu bersikap biasa saja saat menjalani kehidupan.

  11. Milikilah pikiran yang positif dan hindari berpikir negatif.

    Pikiran yang positif adalah sebuah jalan kepada kedamaian, kebahagiaan dan ketenteraman hati. Kecenderungan pikiran manusia memang selalu memikirkan hal-hal yang buruk tetapi orang yang cerdas tidak terlena karenanya. Berikut akan kami ajukan beberapa contoh pikiran negatif dan cara mengatasinya.

    • Sombong, sifat ini adalah yang paling umum dalam diri manusia. Kita suka membanggakan diri karena berbagai kelebihan yang dimiliki. Seolah ada seseorang di dalam diri ini yang memuji-muji anda. Pikiran yang angkuh jelas tidak sehat dan beresiko menjebak dan menjatuhkanmu. Oleh karena itu, katakan pada diri sendiri, “saya hanya manusia berdosa, orang yang hina. Semua ini sudah seharusnya terjadi, kuatkan hatiku menghadapi semuanya ya Tuhan.”
    • Iri hati juga merupakan suatu pengganggu dalam pikiran. Bila kita tidak melupakan kedengkian ini maka beresiko memperburuk sikap (perilaku dan perkataan) sehari-hari. Oleh karena itu, ucapkan selamat dan berikan pujian yang wajar saat ada orang yang lebih baik dari anda. Turutlah bersukacita dalam kesuksesan orang lain dan tertawalah (tersenyum) saat orang lain tertawa bahagia.
    • Rasa ingin unggul dari orang lain (arogan). Pikiran semacam ini terus mengganggu dan menuntun kita kepada persaingan tinggi bahkan sempit (menghalalkan segala cara). Oleh karena itu, dari pada terlibat dalam perasaan yang tidak membuat pikiran tenang maka lebih baik katakan “Biarkan dia menang dan kami kalahkan kami ya Tuhan. Ini sudah kehendak-Mu, kuatkan hati menjalani semuanya.”
    • Prasangka buruk (suudzon). Memikirkan hal buruk di masa depan memang baik untuk membuat kita lebih waspada. Tetapi terus-menerus memikirkan keburukan diri sendiri dan keburukan orang lain jelas akan merusak kedamaian hati anda. Saat prasangkan buruk itu datang, berhati-hatilah tetapi jangan terus-menerus memikirkannya tetapi bernyanyilah memuji Tuhan dalam hatimu dari waktu ke waktu.
    • Hapus dendam dari dalam hati. Kehampaan hati semakin bertambah-tambah buruk saat pikiran negatif meradang. Dendam akan membuat hari-harimu tidak damai dan begitu bertemu dengan orang-orang kebencian terhadap mereka kembali lagi mencuat. Oleh karena itu, maafkan setiap orang yang bersalah kepada anda dan berupaya jugalah untuk meminta maaf saat anda melakukan kesalahan.
    • Bersungut-sungut. Saat sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi dalam hidup kita suka bersungut-sungut. Menyalahkan orang lain, diri sendiri bahkan Tuhan. Ketahuilah sifat yang suka bersungut-sungut ini membuat kehidupan anda semakin rentan terhadap kehampaan hidup. Oleh karena itu, bersyukurlah di dalam segala sesuatu. Saat ada hal-hal buruk terjadi, yakinkan dirimu bahwa itu bermanfaat untuk melatih mental dan mendewasakan lalu bersyukurlah buat semuanya itu.
  12. Miliki etos kerja yang tinggi.

    Ini berkisah tentang perjuangan masing-masing orang untuk menjalani hidupnya dengan kesungguhan untuk masa depan yang lebih baik.

    • Memiliki komitmen (niatan) yang kuat. Ini adalah sebuah dasar bagi anda yang menganggap bahwa hati yang hampa itu tidak ada melainkan teruslah beraktivitas di segala kondisi, baik aktivitas berpikir (fokus Tuhan) maupun aktivitas fisik (bekerja memberi manfaat). Anggaplah semua aktivitas ini penting adanya sekalipun tidak ada orang yang memberi pujian, aplaus dan penghargaan lainnya. Aktivitas ini penting bukan karena kemahalan atau tekanan yang ditimbulkannya melainkan karena merupakan bagian dari kebenaran yang adalah sebagai panggilan jiwa setiap manusia.
    • Bersabar di segala waktu. Hidup ini butuh proses menunggu yang terkadang lebih dari satu-dua jam. Lihatlah di depan anda antriannya masih sangat panjang. Oleh karena itu, jadilah orang yang menunggu sesuatu dengan kreatif dengan melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
    • Siap bekerja keras. Jangan biasakan lembut kepada diri sendiri sehingga membiarkan kemalasan meradang dalam hidupmu. Sebab hanya ada dua pilihan dalam hidup ini: (a) anda keras terhadap diri sendiri atau (b) orang lain yang akan memaksa dengan keras kepada anda, pilah mana? Oleh karena itu bekerja keraslah berdasarkan niat dari dalam hati yang terdalam.
    • Melakukan semuanya dengan tekun. Ketekunan merupakan suatu perjuangan yang dilakukan terus-menerus tanpa kenal bosan/ jenuh.
    • Konsisten menjalani proses. Lebih mengarah kepada sifat manusia yang terus dipelihara secara terus menerus. Sikap yang bertahan bukan karena dipaksakan tetapi karena memang berdampak luas bagi kehidupan manusia.
    • Budayakan hal-hal yang baik. Bila anda mampu menciptakan suatu budaya dalam diri ini maka ia akan keluar secara otomatis tanpa harus anda perintahkan lagi. Seperti saat beramah tamah maka begitu ada orang lain yang melihat ke arah kita maka langsung saja disambut dengan ramah (tanpa perlu perintah lagi dari otak). Hal-hal yang sudah menjadi budaya akan menjadi insting yang keluar begit saja di saat dan waktu yang tepat.

      Solusi tersier.

      Jalan ini yang terakhir untuk mengatasi kehampaan dalam hati dimana butuh materi untuk memperolehnya, yakni uang. Hanya saja jangan lebay ya…..

  13. Menikmati hidup.

    Nikmatilah uang yang anda miliki. Bisa dilakukan dengan cara membeli sesuatu yang menarik bagi indra. Bisa juga dengan melakukan perjalanan kecil ke tempat-tempat wisata terdekat, entah itu wisata kuliner, pantai, pegunungan dan lain sebagainya. Lakukanlah semuanya itu bersama keluarga.

    Ada saat-saat tertentu di tengah pekerjaan kita, rasanya ada yang mengganjal. Hendak melakukan sesuatu tetapi seperti orang yang sedang kebingungan. Bila saat-saat seperti ini terjadi maka gunakanlah sejumlah uang anda lalu duduk santai di tempat-tempat khusus. Lalu buatkan secangkir teh, kopi atau susu yang digarami sehingga rasanya lebih nikmat dam bersantailah sejenak.

    Ini adalah cara refreshing cepat, alami dan murah yang sering kami lakukan bila hati mulai merana entah berantah. Yaitu duduk di atas tempat yang agak tinggi sambil bersuara menyanyi-nyanyi kecil (memuji Tuhan) dan menggoyang-goyangkan kaki. Alhasil hatipun jadi bahagia dan semua kehampaan itu berlalu.

    Harap di pahami bahwa menikmati uang tidak boleh berlebihan sebab bisa menimbulkan gangguang kesehatan, ketergantungan, penyakit bahkan kematian. Pastikan anda menikmatinya bukan sebagai sebuah pelarian sebab alasan semacam inilah yang membuat beberapa orang mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan.

Cara mengecek apakah anda orang bodoh atau cerdas: duduklah lalu kosongkan pikiranmu (jangan memikirkan apa-apa), bila anda orang cerdas maka saat dudukpun pikiran ini tidak tenang, Akan tetapi bila anda adalah orang yang bodoh maka duduk-duduk saja (tiduran terus) sepanjang hari pasti tidak masalah.

Seandainya kita adalah anak kecil maka mudah saja untuk tidak memiliki hati yang hampa sebab hanya fokus pada apa yang ada di depan mata saja. Karena kita sudah dewasa maka pikiran cenderung bercabang-cabang entah berantah. Hanya satu yang di depan mata tapi pikiran sudah menjalar kemana-mana. Inilah sumber ketidaktenangan dan kehampaan itu!

Buah tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat telah dikonsumsi oleh nenek moyang manusia di zama dahulu (Adam dan Hawa). Ini adalah asal mula kecerdasan yang membuat pikiran kita cenderung tidak tenang. Ketika anda merespon ketidaktenangan pikiran dengan acuh (mengabaikannya) maka disitulah mulai hampa rasanya hidup ini. Oleh karena itu, anda harus mempu menemukan narkoba yang layak untuk membuat si cerdas itu terlena sendiri. Anda bisa memulainya dengan senantiasa aktif bergerak secara fisik untuk melakukan hal yang positif. Atau setidak-tidaknya tetap aktifkan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian kepada Tuhan.

Salam, tak lagi hampa!

4 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.