Gejolak Sosial

+7 Penyebab Rasa Kesepian – Alasan Merasa Sepi Sendiri Secara Tiba-Tiba


Penyebab Rasa Kesepian - Alasan Merasa Sepi Sendiri Secara Tiba-Tiba

Kesepian menurut KBBI Offline adalah (1) keadaan sepi; kesunyian; kelengangan; (2) perasaan sunyi (tidak berteman dan sebagainya). Merupakan keadaan dimana seseorang merasa hanya seorang diri saja di tengah-tengah luasnya kehidupan. Merupakan keadaan dimana seseorang merasa sedang berada di tengah-tengah padang gurun dimana tidak ada siapa-siapa disana. Bahkan terkadang rasa ini muncul (keluar) juga dari dalam diri seseorang ketika ia berada di tengah-tengah keramaian. Jadi sebenarnya siapa yang salah situasi dan orang-orang didalamnya atau diri sendiri.

Mari belajar dari lingkungan sekitar dan bertanya, “apakah hewan-hewan di sekitar anda sedang kesepian?”. Yang jelas kita tidak tahu karena mereka tidak pernah mengatakannya. Atau lebih tepatnya, mereka tidak mengenal kata-kata sepi. Pernah kami memiliki peliharaan satu saja tanpa ada yang menemaninya tapi tidak pernah kami melihatnya sepi bahkan ketika kami ada disekitar situ, ia justru berkeriapan kesana dan kemari tak jelas mungkin karena takut atau mungkin juga karena senang.

Yeah…. Itulah manusia! Selalu saja cerdas dan mendefenisikan segala sesuatu yang tidak penting menjadi seolah-olah penting sehingga keluarlah kosa kata dengan slogan “kesepian”. Apakah kita terlalu cerdas mendefenisikan hidup ini atau jangan-jangan terlalu GR atau mungkin juga agak lebay menanggapi situasi yang terjadi sehari-hari. Ini jelas sebagai kosa kata yang sering terucap oleh kawula muda saja. Sebab disekitar kami juga ada orang-orang yang hidup sendiri tetapi mereka tidak pernah mengaku sepi saat kami berpapasan/ bertemu/ berucap/ berkomunikasi dengan mereka.

Anak muda jaman sekarang memang suka mendefenisikan kehidupannya dengan cara-cara yang ekstrim. Sudut pandang yang digunakan sempit sehingga keluarlah ide yang menggambarkan suasana hatinya bukan bukan kenyataan yang sedang dihadapi. Artinya, mereka hanya terlalu mendramatisir kehidupannya agar orang lain memperhatikan hal tersebut. Tetapi bukannya malah membuat orang lain peduli melainkan rasa sepi itu justru semakin menjadi-jadi dan berujung sampai membuat hati hampa.

Saat anda merasa sepi, sadarilah bahwa itu bukanlah kesalahan orang lain. Masih ingat ungkapan tentang kehidupan manusia yang sangat ditentukan oleh cara pandangnya terhadap dunia ini? Kita hidup dalam persepsi yang kita buat sendiri: seberapa baik opini anda tentang dunia ini maka demikianlah dunia akan memperlakukanmu, Seberapa buruk anda mempersepsikan kehidupan maka keburukan itulah yang akan menghampirimu hari lepas hari. Artinya, bagus tidaknya kehidupan ini 50% di tentukan oleh pikiran, 10% ditentukan oleh kata-kata dan 40% ditentukan oleh tindakan yang dilakukan sehari-hari.

Alasan mengapa anda merasa kesepian

Kami juga dahulu sudah pernah hidup sendiri di tanah rantau dimana tidak ada sanak famili di dekat sini, hanya ada kami dan teman-teman yang tidak kami kenal dengan baik. Seiring waktu berlalu, tidak ada istilah sepi di dalam hati. Seingat kami dahulu hanya merasa hampa di hati. Justru kami mengenal istilah kesepian baru-baru ini saja. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, kami termasuk orang yang introvert dan tidak mudah berbaur dengan orang-orang baru. Tetapi satu hal yang kami ingat kala itu adalah kebiasaan ramah dengan orang-orang disekitar termasuk sama teman-teman satu kosan dan juga sama ibu kosnya. Secara tidak langsung inilah yang membuat kami tidak merasakan sesuatu yang dikatakan sebagai kesepian.

Berikut ini beberapa penyebab yang mungkin  turut membuat anda merasa sepi dimana-mana bahkan di tengah keramaianpun masih saja menyepi sendiri.

  1. Fokus kehidupan yang salah.

    Kemana fokus anda tertuju teman? Apakah yang sering anda bahas di dalam hati adalah tentang bagaimana caranya memiliki pasangan yang memukau hati? Jika hal ini terus yang bersarang dalam otak maka bisa dipastikan bahwa rasa sepi itu selalu ada. Cobalah untuk membuat pikiran anda senantiasa aktif membahas-bahas hal yang bersifat positif. Salah satu yang terbaik adalah dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian.

  2. Persepsi/ opini yang jauh dari jalan iman.

    Berhati-hatilah dengan opini anda sebab hal tersebut bisa menyeretmu pada situasi yang sebenarnya hanyalah ilusi (fatamorgana) yang tidak ada ujung dan pangkalnya. Semakin buruk sudut pandang kita tentang kehidupan maka semakin buruk pula sikap (perkataan dan perbuatan) yang diekspresikan hari demi hari. Oleh karena itu, berusahalah memandang kehidupan ini dari perspektif Kitab Suci. Hindari menerapkan trend-trend global yang sifatnya cenderung negatif melainkan hidupilah. sesuatu yang berdampak positif.

    Jika anda berpikir lalu merasa bahagia maka bahagialah hati ini demikian juga jika anda berpikir lalu merasa sepi sendiri maka kesepian itu akan menenggelamkanmu dalam rasa sedih. Oleh karena itu, berpikirlah positif dalam menjalani hidup dan miliki iman yang juga positif.

  3. Kebiasaan yang suka membanding-bandingkan diri sendiri dan orang lain.

    Saat menjalani hidup, tidak perlu terlalu fokus dengan kehidupan orang lain. Mungkn saat ini mereka tertawa tetapi siapa yang tahu jikalau disisi lain dalam kehidupannya tersimpan kesedihan yang mendalam. Lalu anda melayangkan mata ke kiri dan ke kanan ternyata masing-masing berpasang-pasasngan. Tanpa sengaja andapun langsung berbalik melihat kebelakang dan ke depan. Nyata pulalah bahwa masing-masing orang punya teman-teman buat nongkrong bersama. Sedangkan diri ini tidak punya siapa-siapa? Kebiasaan membanding-bandingkan seperti ini cenderung membuatmu merasa sepi sendiri.

  4. Kurang percaya diri.

    Percaya diri seseorang dibentuk dari keyakinan yang dimiliki. Biasanya orang yang yakin dengan keberadaan Tuhan maka iapun seharusnya bisa tampil percaya diri. Sikap ini lebih dekat kepada keberaniaan dalam mengambil tindakan. Pengalaman yang tinggi setelah melalui fase try and error kelak akan membentuk kepribadianmu menjadi lebih PD (yakin dengan diri sendiri). Dibalik semuanya itu, bagaimana kita bisa percaya diri saat menghadapi sesuatu jikalau belum pernah mencobanya? Ada saatnya dalam hidup ini untuk kita out fo box (keluar dari zona nyaman) lalu mengambil beberapa resiko untuk melatih diri agar berani menghadapi orang lain. Inilah yang akan mengawali rasa percaya diri anda untuk berbaur (bergaul) dengan orang lain.

  5. Kurang aktifitas positif yang memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain juga.

    Rasa sepi akan semakin kentara ketika anda sedang tidak melakukan apa-apa. Semakin anda diam maka kesepian itu akan semakin meradang. Oleh karena itu berusahalah untuk selalu beraktivitas hari demi hari yang dilewati. Kegiatan positif yang turut membuat hari-harimu terisi adalah belajar, mengerjakan PR, membaca (Kitab Suci dan yang lainnya); bisa juga dengan melakukan pekerjaan rumah (membersihkan rumah dan lain sebagainya). Salah satu aktivitas yang baik untuk dilakukan adalah dengan menekuni hobi/ bakat yang dimiliki untuk kepentingan orang banyak.

  6. Manja dan egois menjadi satu.

    Sadarilah bahwa sikap yang satu ini cenderung membuatmu tidak butuh orang lain dan tidak merasa membutuhkan orang lain. Sifat semacam ini beresiko besar membuat teman-teman semakin menjauh darimu. Biasanya sikap seseorang menjadi manja karena hanya ingin diperhatikan oleh orang lain. Padahal semakin anda berusaha untuk tampil keren di hadapan mereka maka semakin muak melihatmu. Oleh karena itu, berhenti mencari-cari perhatian melainkan mulailah tinggalkan sikap ego sentris itu sebab perilaku semacam ini cenderung membuat hari-hari semakin sepi saja.

  7. Kurang peduli dengan sesama bahkan ramahpun tidak.

    Rasa peduli adalah penting terlebih ketika kita hendak menjalin hubungan baik dengan sesama. Ada banyak hal yang membuat seseorang menjadi teman dimana salah satunya karena kita peduli dengan mereka. Salah satu kepedulian tertinggi dalam kehidupan sesama adalah ketika kita ada disaat mereka sedang bersedih atau berada di bawah titik nadir kehidupan. Masa seperti ini adalah masa dimana keberadaan kita sebagai teman bisa berubah status menjadi sahabat. Oleh karena itu, mulailah belajar untuk peduli kepada orang lain dimulai dari mereka yang berada di sekitar kita. Lakukanlah dari hal yang paling sederhana, misalnya dengan ramah tamah (senyum, sapa, sentuh, tolong, terimakasih, maaf) dan menjadi pendengar yang baik.

  8. Hidup bermalas-malasan.

    Bila seharian penuh kita terus tidur saja atau terus menonton televisi secara maraton maka keadaan inilah yang cenderung membuat kita merasa sepi sendiri. Ada baiknya bila kita belajar untuk melakukan kegiatan yang variatif setiap hari. Saat kita mampu menyibukkan diri pada hal-hal yang baik maka tidak ada lagi istilah kata kesepian.

  9. Sedang sendiri.

    Ada saat-saat dimana kita sendiri saja dalam hidup ini. Kami pernah merasakannya ketika pergi merantau ke luar kota untuk mencicipi pendidikan yang lebih baik. Pada waktu seperti ini maka jangan biarkankan kaki, tangan dan otakmu berhenti begitu saja. Inilah keadaan yang memicu rasa kesepian itu melainkan mulailah berbaur dengan orang-orang disekitarmu, bersikaplah baik dan ramah-tamah dalam segala kesempatan niscaya teman akan datang sendiri tanpa anda sadari.

Pada dasarnya rasa sepi itu hanya ilusi yang tidak pernah ada. Sebab bagaimanapun kita mencoba menyendiri dari dunia ini tetap saja ada sesuatu yang lain disana. Misalnya makhluk hidup lain, benda-benda tertentu dan alat elektronik (canggih). Yakinlah bahwa anda tidak pernah menderita kesepian jika selalu aktif bergerak memberi manfaat setidak-tidaknya bagi diri sendiri dan juga bila dimungkinkan bagi orang lain. Jika semuanya sudah selesai dan tidak ada lagi yang perlu dikerjakan maka untuk menghilangkan perasaan sendiri, senantiasa bernyanyilah memuji dan memuliakan nama Tuhan, baik dalam hati, menggunakan mulut, alat musik atau bisa juga sambil menari. Cara praktis menghilangkan sepi di hati

Salam, bebaskan diri dari perasaan sendiri!

2 replies »

  1. terimakaish informasi dan motivasi serta sarannya. namun apabila ketujuh hal tersebut tidak ada dalam diri seseorang dan merasa sudah melakukan yang terbaik namun tetap merasa kesepian, selanjutnya apa yg harus dilakukannya ?

    Disukai oleh 1 orang

    • Merasa kesepian itulah yang ktta perlu ubah teman.
      Harap dipahami bahwa apa yang kami berikan pada kesempatan ini bukanlah obat mujara yang sekali praktek segalanya bisa sembuh/ hilang.
      Tetapi untuk mengubah perasaan “merasa kesepian” butuh terbiasa melakukan hal-hal positif di atas. Sedangkan untuk membuat suatu kebiasaan menjadi kehidupan kita harus melakukan sesuatu dengan konsisten.

      Dan saran jitu sebenarnya untuk menghilangkan kesepian itu adalah dengan menikah. Kami harap anda sudah cukup umur untuk itu.
      Salam….

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.