Gejolak Sosial

7 Cara Bahagia Yang Salah – Bahagia Itu Mutlak


Cara Bahagia Yang Salah - Bahagia Itu Mutlak

Bahagia identik dengan kebebasan dari segala ikatan buruk. Setiap orang ingin hidup dalam kebebasan yang tanpa ikatan sama sekali agar ia bisa menjadi seperti dirinya sendiri. Sejauh rasa ini berperan untuk kebaikan maka selama itulah bebasnya dirimu tidak masalah bagi orang lain. Akan tetapi jikalau sudah menyinggung hal-hal yang di luar kebenaran maka orang lain akan kebakaran jenggot dan tentunya perselisihan akan muncul ke permukaan.

Sebelum itu, mari kita tinjau sifat kepribadian manusia sejak masa ia diciptakan dahulu. Manusia dan pembaawaannya adalah sama dengan makhluk hidup lainnya, yakni binatang. Ketika belum ada agama maka nenek moyang kita lebih cenderung menirukan sifat-sifat binatang di dalam dirinya karena memang kebinatangan itulah yang menjadi tabiat asli manusia. Akan tetapi, setelah manusia mengenal agama maka kehidupannya mulai teratur dan sifat-sifat yang lebih manusiawi.

Umat manusia dari keturunan ke keturunan telah terseleksi oleh karena tabiatnya yang lebih cenderung seperti binatang. Keadaan ini akan semakin diperparah ketika hawa nafsu dan kecerdasan menjadi satu sehingga berubah menjadi sifat yang serakah dalam segala hal. Maunya semua punya dia? Semua milik dia? Semuanya dibawah kekuasaannya. Keinginan yang syarat dengan keserakahan inilah yang membuat setiap orang terseleksi/ tersingkirkan oleh hawa nafsunya sendiri.

Apabila niat semacam ini belum disingkirkan dari dalam hati maka tidak akan pernah ada yang namanya kebahagiaan. Tetapi saat anda mampu menepis berbagai-bagai hawa nafsu sesat (keserakahan), kebinatangan (amarah, dendam, kebencian, kekerasan) dan kejahatan lainnya maka saat itulah kebahagiaan menjadi pondok kediamanmu hari lepas hari. Sifat-sifat buruk itulah sebenarnya yang mengikat anda dan membuat kebebasan itu terhambat. Jadi bukan orang lain yang menghambat kebahagiaanmu tetapi dirimu sendirilah yang membuat bahagia ini tertahan di dada anda.

Bahagia itu mutlak dan kebebasan adalah awal untuk mencapainya. Jika anda tidak memiliki ini seumur hidup maka selama itu pula senyuman, keramahan, kesantunan, kesopanan, kemampuan menghargai dan berbuat baik kepada orang lain tidak ada. Tetapi saat anda berbahagia maka semua kebaikan hatimu akan meluap dan menjadi nyata kepada orang lain sekalipun dalam situasi yang sulit. Semuanya seperti air yang mengalir: saat mata air itu sudah ada dalam hatimu maka hal-hal positif akan keluar dari dalam dirimu. Salah satu cara terbaik untuk menggapai hal ini adalah dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam nyanyian puji-pujian yang kreatif. Simak, Tips bernyanyi untuk bahagia

Cara lainnya untuk mengusir berbagai-bagai hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan lainnya adalah dengan mengikuti ujian kehidupan. Sebenarnya jikalau anda mau merendahkan hati maka berbagai-bagai gangguan sosial yang terjadi disekitarmu termasuk dalam ujian kehidupan. Ini adalah kesempatan emas bagi anda untuk belajar mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsu, menepis kebinatangan dan menekan sifat-sifat jahat agar tetap di bawah. Semakin banyak pemurnian hidup dan gangguan sosial yang anda hadapi maka semakin lihai pula diri ini untuk mengontrol semuanya tetap terpantau. Pada akhirnya semua masalah yang dihadapi seadanya akan membuat kebahagiaanmu semakin sederhana dan mudah untuk di capai.

Cara berbahagia yang salah

Selama hawa nafsu, kebinatangan dan kejahatan di dalam diri anda belum teratasi maka selama itulah sulit sekali untuk mencapai titik bahagia. Akan tetapi setelah hal-hal buruk itu keluar dan dibersihkan dari dalam hatimu maka seketika itu juga hal sederhana akan mendatangkan kebahagiaan di dalam hidupmu. Berikut ini adalah beberapa cara berbahagia yang cenderung salah dan tidak baik untuk ditiru.

  1. Kebahagian karena kebebasan melakukan apa saja.

    Anda harus punya standar kebebasan sebab tanpa suatu landasan maka hal-hal yang salahpun akan dilegalkan untuk tujuan-tujuan sempit. Pastikan standar yang anda gunakan adalah benar, yaitu memperhatikan kepentingan Allah dan tidak mengabaikan kebutuhan orang lain.

  2. Kebahagiaan setelah semua keinginan tercapai.

    Sadarilah bahwa yang namanya hawa nafsu adalah unlimited (tidak terbatas). Selama anda mengatar rasa bahagiamu setara dengan terpenuhinya keinginan maka selama itupula kehidupanmu tidak pernah mencapai titik kebahagiaan. Oleh karena itu, minimalisir, tekan bahkan hilangkan hawa nafsumu yang sesat maka rasa itu akan datang sendiri walau hanya melalui satu senyuman saja.

  3. Berbahagia karena harta – kaya.

    Sadarilah bahwa sebanyak apapun hartamu tetap tidak dapat menyentuh otak ini. Lagipula masih ada burung di atas monyet sehingga keinginanmu akan hal ini semakin bertambah-tambah saja. Sudah mencapai level satu, maunya level 2, sudah mencapai level 2 maunya yang ke tiga dan seterusnya.

  4. Bahagia karena mencapai gengsi.

    Sadarilah bahwa gengsi itu akan terus ada dan bermunculan bagai jamur di musim penghujan yang seiringan dengan iklan di televisi. Kebahagiaan semacam ini juga tidak akan pernah terpuaskan karena akan selalu ada nilai gengsi yang terus meningkat sesuai dengan trend yang ada. Mampukah anda mengikuti semua perkembangan itu, seumur hidup?

  5. Berbahagia karena diri sendiri lebih baik dari orang lain.

    Ini adalah bahagianya orang-orang yang hatinya kental dengan rasa cemburu sosial yang tinggi. Ketika mereka melihat orang yang lebih rendah darinya maka rasa senangnya memuncak. Padahal di atas pesawat terbang masih ada roket luar angkasa. Lalu bagaimana ketika anda melihat orang yang lebih baik dari dirimu di luar sana? Pasti galaunya kambuh lagi deh…. Simak, Teknik mengucap syukur yang kurang tepat

  6. Bahagia karena orang lain menderita atau setelah menyakiti orang lain.

    Rasa bahagia semacam ini juga tidak baik untuk kesehatan kepribadian anda. Malah kebiasaan semacam ini membuat hidupmu terpetak-petak, berteman dengan orang-orang itu saja (orang yang sama) seumur hidup. Ditambah lagi kebiasaan ini membuat hubunganmu dengan orang lain menjadi regang yang membuat hubungan sosial bermasyarakat terhambat. Jadi, anda bukannya bebas dari tekanan tetap justru semakin tertekan karena ikatan dendam yang dibuat sendiri.

  7. Bahagia karena penghargaan/ penghormatan/ pujian/ popularitas.

    Sadarilah bahwa hal-hal semacam ini tidak pasti adanya. Sekalipun ada tetap saja terjadinya tidak setiap saat (hanya sekali-sekali saja). Jika demikian bagaimana anda bisa dikatakan berbahagia di sepanjang waktu? Bagaimana pula anda mampu bersikap sopan, santun, ramah dan baik kepada orang sepanjang hari? Padahal hal-hal ini datang sekali-sekali.

Kesimpulan

Bahagia itu adanya di dalam hati. Sebenarnya bila anda mampu menjaga hati dari berbagai-bagai hal yang buruk maka lebih mudah untuk meraihnya. Tetapi saat kemampuan berkonsentrasi lemah dimana pikiran mudah dipengaruhi/ dikotori oleh hal-hal yang ada di luar sana, akan semakin sulit meraih titik kebahagiaan sejati. Sebab bahagia itu seperti rasa senang yang terkendali, tenang dan damai di dalam hati yang meluap melalui senyuman manis di bibir anda. Selama anda mampu berkonsentrasi melakukan hal ini sambil menjalani aktivitas sehari-hari maka selama itu pula hati tetap berbahagia. Ada satu jalur rel yang dapat membantu anda menciptakan hal ini, yaitu saat pikiran selalu fokus kepada Tuhan sambil bernyanyi memuji-muji nama-Nya.

Anda harus bahagia itu mutlak untuk bisa bersikap sopan, santun, ramah dan baik kepada orang lain. Ingatlah bahwa ekspresi-ekspresi yang positif semacam ini terpancar dari dalam hati yang paling dalam. Tanpa kebahagiaan hati maka hal-hal ini akan terjadi secara terpaksa sehingga ketika dicuekin/ dibalas dengan kebencian maka sungut-sungut, keluh-kesah dan penyesalan akan keluar dari dalam dirimu. Oleh karena itu, temukanlah kebahagiaan sesederhana mungkin untuk membuat sikapmu selalu konsisten di segala waktu.

Salam,

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.