Gejolak Sosial

+7 Hubungan (Ikatan) Salah Yang Membatasi Kebebasan Saat Menjalani Hidup

Hubungan (Ikatan) Salah Yang Membatasi Kebebasan Saat Menjalani Hidup

Sejak dari dalam rahim ibunda kita telah dikat secara daging oleh berbagai-bagai hal yang jahat. Sebab sama seperti hewan-hewan di padang maka demikianlah kehidupan manusia. Kita bareng-bareng memiliki Ibu Pertiwi yang sama, hanya saja diciptakan dalam bentuk yang berbeda-beda sejak dari mulanya. Saat pengenalan akan Allah tidak ada dalam diri nenek moyang kita maka mereka jatuh oleh aura jahat yang notabene sudah ada dalam dirinya. Dan merekapun semakin jauh, kehilangan arah dan hidup buas sama seperti tidak ubahnya seperti binatang di padang belantara.

Nenek moyang kita kekurangan tuntunan hidup, mereka labih fokus kepada indra: melihat bencana sebagai musibah, memandang perselisihan sebagai ancaman, mengamati pertentangan sebagai permusuhan, meyakini perbedaan sebagai awal dari peperangan. Mereka hidup dan ditipu oleh indra mereka sehingga tidak jarang yang terseleksi dan kehilangan haknya di Sorga kelak. Padahal yang selalu harus kita miliki di dunia ini adalah sudut pandang iman saat memandang situasi yang terjadi.

Persepsi yang positif tentang dunia ini adalah dasar dari kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan dan keamanan di segala penjuru. Hal yang jarang dimiliki oleh orang zaman dulu adalah mengimani situasi yang terjadi dalam konteks yang baik. Mereka hanya cenderung melihat kenyataan sebagai sebuah kepahitan, yang terjadi sebagai suatu rasa sakit yang hanya membawa duka lara. Orang-orang ini tidak mampu melihat makna dibalik semua peristiwa sehingga memandang sinis semua yang telah terjadi. Konsep inilah yang harus diperbaiki oleh setiap makhluk yang merasa percaya akan keberadaan Tuhan.

Persepsi negatif yang telah mengikat kehidupan kita membuat diri ini terbatas untuk memahami situasi lebih dalam lagi. Sudut pandang kita yang memandang rendah segala yang terjadi adalah bagian dari keangkuhan. Kita berhenti berpikir positif karena memandang kehidupan ini tidak lagi mencerminkan kebaikan yang layak. Padahal dalam segala sesuatu yang terjadi adalah penting. Sebab dunia ini dibangun, tumbuh dan berkembang dalam dualisme dari zaman ke zaman. Tetapi mereka yang sinis memandang dualisme tersebut sebagai kegagalan sistem. Padahal semuanya itu harus ada untuk membentuk kepribadian manusia menjadi lebih tangguh.

Dendam di dalam hati turut membuat hubungan dengan sesama menjadi regang. Ikatan ini sangat kuat mencengkram kehidupan seseorang sehingga membuatnya sulit untuk berbaur dengan orang lain. Apabila jumlahnya semakin banyak niscaya pikiran anda akan penuh sesak olehnya sehingga menurunkan daya berpikir. Akibatnya kinerja menurun dan kreativitas berkurang  drastis. Semua itu hanya akan mengikat dan melilit kehidupanmu menjadi semakin berat bahkan susah untuk melangkah maju. Yang ada malah kemunduran yang terjadi secara masif.

Hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya merupakan bentuk ikatan yang buruk dan beresiko mengganggu bahkan merusak hubunganmu dengan sesama dan juga dengan Tuhan. Bila hal-hal semacam ini masih belum bersih dari dalam pikiran maka ada kecenderungan menimbulkan rasa sakit, kepahitan, menguapkan kedamaian, meniadakan kebahagiaan bahkan menyebabkan perselisihan, perlawanan hingga perkelahian bahkan peperangan yang melibatkan banyak pihak dan menimbulkan kerugian yang besar.

Saat anda mampu membebaskan diri dari hubungan yang buruk ini maka saat itu juga kebahagiaan menetap di dalam hati. Ini adalah awal dari pembaharuan hidup. Setiap orang yang bahagia menjalani harinya akan memancarkan kebaikan ke segala arah lewat sikap yang ditunjukkan sehari-hari. Adalah mustahil kesopanan, keramahan, kesantunan dan kebaikan lainnya keluar dari dalam hatimu jikalau sebelumnya belum merasakan betapa bahagianya kehidupan ini. Selama anda berbahagia maka selama itu pula sikapmu konsisten untuk memberi manfaat/ mengasihi sesama manusia.

Daftar hubungan yang membuatmu tidak bahagia saat menjalani hidup di dunia ini

Hubungan antara pikiran dan fokus kehidupan (Sifat-sifat manusia)

Pada dasarnya ada banyak ikatan dalam otak manusia, bisa mencapai ratusan, ribuan bahkan lebih lagi. Hubungan yang kami tekankan disini lebih kepada suasana hati saat terjadi sesuatu yang beresiko mengubah kepribadian anda yang baik-positif menjadi negatif-buruk. Semakin sering anda merespon sesuatu dengan cara yang sama maka biasanya semakin kuat hubungan otak dengan hal tersebut.

Misalnya, saat ada masalah anda terus menangis, lagi ada persoalan lalu menangis, pergumulan hidup datang lagi lalu menangis lagi dan demikian seterusnya. Bahkan hal-hal sepelepun akan ditangisi saking kuatnya ikatan kebiasaan ini dengan pikiran anda. Demikian pula dengan hubungan yang lain, jika diulang-ulang akan menjadi kebiasaan bahkan membudaya. Sehingga pada satu titik, hal itu terjadi tanpa anda sadari (menjadi semacam insting).

Jikalau ikatan yang salah ini semakin banyak dalam hatimu maka dapat dipastikan bahwa semakin jauh diri ini dari titik kebahagiaan dan dan semakin langka kebaikan hati yang dapat diekspresikan kepada orang lain. Oleh karena itu, simak dan perhatikanlah baik-baik agar anda selalu waspada dari berbagai pikiran negatif ini. Adalah sungguh tidak enak dikendalikan oleh suatu rasa yang salah karena hanya akan membuat hati ini semakin galau dan kuatir menjalani hari lepas hari. Berikut hubungan yang kami yakini salah itu.

  1. Ikatan yang terbentuk karena belum terbiasa.

    • Kebingungan yang tidak jelas (panik).

      Seseorang menjadi bingung tanpa ada yang menuntunnya melalui jalan hidup ini. Keadaan yang membuat seseorang tidak mengetahui apa yang harus dikerjakannya atau ditempuhnya ketika hal-hal tertentu terjadi. Ini bisa juga terjadi karena kepanikan yang tidak dapat teratasi. Biasanya seseorang menjadi panik dan gelisah saat ia diperhadapkan dengan situasi dan keadaan yang baru dan tidak pernah terduga sebelumnya. Ikatan kepanikan akan semakin kuat dalam hidup anda jikalau segala sesuatu tidak dibiasakan. Hadapi semuanya itu dengan santai agar anda bisa membawanya dalam konteks positif (Persepsi iman).

    • Kekecewaan gagalnya harapan.

      Semakin besar anda berharap pada dunia ini maka semakin kuat ikatan kekecewaan yang kelak anda hadapi. Selama memiliki cita-cita, responlah itu dengan cara biasa saja. Tidak perlu terlalu dipikirkan bahkan sampai dibawa mimpi adalah tidak baik. Semakin kita berharap kepada dunia ini maka semakin kuat kemungkinan dunia mengatur diri ini. Seolah-olah ditipu oleh hipnotis orang lain padahal masalahnya terletak pada hati ini yang terlalu menginginkan hal itu.

    • Rasa sakit yang menyayat hati.

      Mengertikah anda bahwa hidup ini penuh dengan dualisme? Ada yang baik dan ada yang buruk dimana besar kecilnya sangat tergantung dari reaksi yang anda tunjukkan. Semuanya ini adalah penting tetapi tidak baik jikalau kita membiarkan diri ini menjadi tidak konsisten dalam bersikap. Baik kebaikan maupun keburukan harus sama –sama kita alami. Hanya mengalami kebaikan saja kelak akan menggiringmu untuk merasakan kesakitan yang amat sangat begitu keburukan menimpamu secara tiba-tiba.

    • Kepahitan yang mencokol dalam hati.ak konsisten.

      Ikatan kepahitan yang terkoneksi dalam pikiran anda akan terhubung ketika mengingat masa lalu yang suram. Ini akan terus terjadi terlebih ketika anda belum memaafkan diri sendiri dan orang-orang di masa itu. Jika kepahitan ini terus dibiarkan maka suatu saat hubungan ini akan bertransformasi menjadi amarah bahkan kekerasan kepada seseorang tanpa alasan yang jelas. Semakin banyak menyimpan memori masa lalu yang suram maka semakin banyak pula pahitnya hati ini.

  2. Ikatan Hawa nafsu

    • Hubungan seksual di luar nikah.

      Inilah hawa nafsu yang paling mendasar dalam kehidupan manusia. Selama masih ada kesesatan semacam ini di dalam hati maka semakin banyak energi yang terkuras oleh karena hal-hal yang tidak penting. Kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu seksual adalah awal dari pengendalian seluruh hawa nafsu jenis lainnya. Oleh karena itu lepaskan pikiranmu dari segala ikatan pornografi. Abaikan momen-momen itu saat ia tiba-tiba muncul dari dalam hatimu.

    • Keinginan yang tidak terkendali.

      Ketika hubungan anda dengan keinginan masih kuat maka ada kemungkinan hawa nafsu itulah yang akan mengendalikan kehidupan anda. Ikatan ini cukup erat untuk membatasimu sehingga tidak mampu mengekspresikan diri apa adanya. Bahkan damaipun akan pergi tanpa jejak tatkala apa yang diinginkan belum juga terwujud. Semakin banyak pikiran terhubung oleh keinginan maka semakin susah untuk menjadi pribadi yang berbahagia di segala waktu.

    • Kesombongan yang masif.

      Sesaat memang bersikap sombong seolah membuatmu beruntung, berada di atas yang lainnya dan menjadi sang juara. Yang jelas ada kelebihan di dalam dirimu tetapi hal itu terlalu dibanggakan? Tidak tahukah anda bahwa masih banyak orang yang lebih baik di luar sana? Atau tidak tahukah anda bahwa sifat sombong adalah kelemahan manusia yang terbesar? Perilaku semacam ini akan menuntunmu dalam kesalahan kecil hingga besar.

    • Iri hati/ rasa cemburu dimana-mana.

      Hidup membanding-bandingkan satu sama lain adalah tidak baik. Ini hanya akan membawa duka di dalam hatimu. Sebab sebesar dan sehebat apapun anda hari ini, di luar sana masih banyak yang lebih besar dan lebih hebat. Ingatlah bahwa hidupmu tidak berbicara tentang orang lain melainkan hidup ini berbicara tentang anda sendiri. Semakin lama terikat oleh rasa cemburu maka semakin jauh segala kedamaian dan kebahagiaan dari dalam hati.

    • Keserakahan/ ketamakan.

      Nafsu yang serakah identik dengan sifat yang rakus. Ini diawali oleh sifat egois dari dalam hati seseorang dimana ia tidak mampu lagi melihat kebutuhan orang lain dibalik kebutuhannya. Ia hanya melihat dirinya sebagai pusat dari segala sesuatu yang harus dipuaskan hasratnya lagi dan lagi. Bahkan ketika hasratnya telah terpuaskan tetapi masih saja merasa kurang dan kurang. Menimbun segala sesuatu dalam jumlah yang melimpah ruah bahkan sampai tujuh turunanpun tidak akan pernah habis. Ikatan ketamakan hanya akan membuat hatimu semakin hampa sekalipun hartamu banyak.

  3. Ikatan kebintangan

    • Kebencian yang terhubung dalam pikiran.

      Ikatan kebencian yang melilit kehidupanmu akan membuat pergerakan terbatas. Tidak hanya pergerakan tangan dan kaki juga organ luar lainnya melainkan pergerakan pikiran turut dibatasi olehnya. Ini membuat hidup kita miskin dengan inovasi dan kreativitas. Justru semakin lama kita hidup maka semakin banyak hal yang tidak di sukai di dunia ini.

    • Hubungan dendam yang karatan.

      Saat hatimu terikat dengan dendam maka ruang kosong (free space) dalam memori otak akan berkurang sehingga membuatnya berat dan lambat jalannya. Semakin panjang umur di bumi ini maka semakin banyak pula dendam yang tersimpan di dalam hati. Rasa inilah yang kerap kalai membuat emosi anda meledak oleh hal-hal recehan. Semakin banyak disimpan maka semakin kecil kemungkinan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di luar sana.

    • Sisi kemarahan yang tidak terkendali.

      Inilah luapan dari semua rasa yang telah anda pendam selama ini. Terkadang kita hanya marah-marah kepada orang yang sebenarnya tidak pantas dimarahi. Sebab hanya terbawa emosi dari kejadian yang sebelumnya di hadapi. Saat kemarahan anda belum mereda dan menghilang dari dalam hati maka lebih baik terlebih dahulu jangan bertemu orang lain. Ada baiknya, selesaikan dahulu masalah yang di dalam agar ekspresi kepada sesama tidak menjadi pelampiasan.

    • Menimbulkan kekerasan.

      Jika hati anda telah terikat penuh oleh perlawanan maka permusuhan dengan sesama bisa jadi berujung bentrok. Pikiran-pikiran yang hendak melawan seseorang niscaya akan terwujud juga cepat atau lambat. Perkelahian yang terjadi bisa saja diawali oleh masalah sepele karena sebelumnya telah tersimpan banyak-banyak dendam dan perlawanan di dalam hati.

  4. Hubungan kejahatan lainnya di dalam hati.

    1. Kebohongan yang menguntungkan sepihak.

      Kehendak untuk menipu orang lain adalah sebuah cita-cita yang muncul ditengah keterbatasan. Saat manusia mulai berusaha untuk sesuatu yang tidak pantas baginya maka mulai dari saat itulah hal-hal yang bohong diumbar dalam kesehariannya. Semuanya ini semata-mata dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak sebab masih belum puas dengan keuntungan yang sudah ada. Sadarilah bahwa semakin banyak tipuan yang kita buat maka semakin tinggi resiko untuk jatuh dan terjebak dalam situasi yang sulit.

    2. Hubungan yang mengajakmu untuk mencuri.

      Kebiasaan mencuri berhubungan dengan nafsu yang menginginkan hal-hal yang membuat indra terpesona. Jika anda tidak mampu mengatasi nafsu akan pesona indra maka saat itu juga niatan untuk mencuri mencuat di dalam hati. Bila anda tidak mampu menurunkan kadar yang menghubungkan keinginan maka saat itu juga pikiran mulai mencari-cari cara untuk memilikinya, sekalipun dengan cara-cara yang tidak halal

    3. Ikatan yang menyarankanmu melakukan bully.

      Responmu terhadap situasi yang sedang terjadi langsung di tanggapi dengan agresif dengan melakukan serangan balik, menjadi pribadi pengganggu. Sifat jahil ini akan terus terpelihara baik ketika anda terus-menerus mengulangnya dari orang yang satu ke orang yang lain. Hubungan otak dengan kejahilan akan semakin kuat ketika rasa sombong menguasai hidupmu.

    4. Pikiran yang menyarankanmu melakukan fitnah.

      Kebiasaan memfitnah orang akan terikat semakin erat dalam pikiranmu saat ada tujuan sempit yang hendak dicapai. Hawa nafsu yang tidak terkendali akan semakin memperkuat ikatan kejahatan di dalam dirimu. Kebiasaan ini akan membudaya karena mengikatmu dengan kuat sehingga orang lainpun mengenal/ mengecap anda sebagai tukang fitah.

  5. Ikatan yang terbentuk karena harapan yang berlebihan tentang masa depan.

    • Pikiran yang terlalu terpaut pada berkat,

      Yakinlah bahwa berkat itu selalu ada, dimanapun anda berusaha maka pastilah selalu muncul sesuatu dari sana. Seperti seorang yang berkebun dan menanam beberapa jenis sayuran maka lambat-laun iapun akan memetik hasilnya. Berdoa untuk memperoleh berkat adalah baik akan tetapi terlalu mengikat diri dengan berkat di masa depan sambil membayangkan/ mengimajinasikannya padahal masih belum tentu terjadi. Dari pada terlena melakukan hal-hal yang tidak berfaedah ini maka lebih baik berdoa sambil bekerja.

    • Hati yang terlalu tertuju pada muzizat

      Masa-masa penuh muzizat jelas ada dan mendoakan agar muzizat terjadi adalah baik, kami juga selalu melakukannya. Akan tetapi, membayang-bayangkan (mengimajinasikan) hal tersebut dalam keseharian ini sehingga telat bangun, kerja amburadur dan temperamen tidak stabil. Apapun itu mintalah, doakanlah, ketuklah, berusaha semaksimal mungkin tetapi apapun hasilnya biarkanlah itu mengalir seperti air, terima apa adanya.

    • Pikiran yang selalu mengharapkan kelimpahan.

      Hidup berkelimpahan dan kaya raya tidak selalu baik. Kami sarankan daripada anda meminta kelimpahan materi kepada Tuhan, lebih baik meminta kelimpahan kebahagiaan dan kemampuan memanajemen (mengatur) pikiran sendiri. Memikirkan hidup yang berkelimpahan materi di masa depan akan menghubungkanmu dengan harapan yang belum tentu/ belum pasti. Jikalau hal itu terjadi, baguslah tetapi jika tidak kunjung terwujud, apa tidak kecewa?

      Saran kami daripada berharap sesuatu tentang dunia ini maka lebih baik berharaplah akan hidup yang kekal di Sorga kelak. Sebab setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan beroleh tiket ke Sorga. Ini jugalah yang menjadi harapan kami sampai sekarang.

  6. Hubungan otak yang selalu memikirkan orang lain.

    • Kebiasaan menilai orang lain.

      Sikap yang peduli kepada orang lain adalah baik, wujudnyatakanlah tindakan ini dengan cara berbagi kasih kepada mereka. Sayang sikap yang terlalu fokus kepada kepribadian seseorang akan cenderung membawamu untuk menilai kehidupan sesama secara ekstrim. Terlebih jika ada sedikit perselisihan diantara kalian. Saat pikiran anda melakukan hal-hal semacam ini maka ada kecenderungan memetak-metakkan orang lain. Sehingga sewaktu bersikap muncullah pengelompokan yang membuatmu tidak mampu bersikap general (sama rata – universal) kepada masing-masing pihak.

    • Terikat oleh niat untuk menghakimi.

      Saat otakmu lebih kuat terhubung untuk memikirkan kehidupan orang lain maka mulailah timbul niatan untuk menghakimi mereka. Mengecap golongan tertentu sebagai kaum ini dan golongan yang lain sebagai kaum ini. Kebiasaan semacam ini justru membuat kebencian di dalam hati semakin menjadi-jadi. Tinggal tunggu waktu saja hingga rasa itu bertransformasi menjadi kekerasan.

    • Berusaha membanding-bandingkan manusia.

      Pikiran yang terikat kuat untuk memandang segala sesuatu dari sudut pandang manusia akan membawa kita dalam kebiasaan untuk membanding-bandingkan kehidupan si A dan si B, si C dan si D. Pahamilah bahwa ini adalah awal yang buruk yang berpotensi menghancurkan sisi kebahagiaan di dalam hati. Semakin sering kita membanding-bandingkan maka semakin tinggi rasa cemburu yang berujung pada iri hati dan berakhir dengan perbuatan yang tidak menyenangkan/ perbuatan menyimpang/ amarah/ kekerasan.

  7. Hubungan yang terlalu mengedepankan masalah.

    Saat pikiran kita terlalu terhubung dengan masalah yang dihadapi maka saat itu jugalah hari-hari yang dihadapi menjadi suram. Semakin kuat hubungan otak ini dengan persoalan yang terjadi maka semakin susah hati ini dan kebahagiaanpun semakin menjauhlah. Oleh karena itu, semakin memikirkan betapa rumitnya pergumulan hidup maka semakin tinggi resiko terjadinya stres dan depresi.

Semakin fokus anda terhadap hal-hal duniwi maka semakin jauh hati ini dari kedamaian, kebahagiaan dan ketentraman. Biar bagaimanapun seluruh hidupmu tidak bercerita tentang orang lain melainkan semua yang terjadi dalam kehidupanmu bercerita tentang diri sendiri. Jika konsentrasi pikiran kita arahkan kepada hal-hal negatif maka jadilah hidup ini buruk. Akan tetapi ketika fokus kehidupanmu anda arahkan kepada hal-hal yang positif niscaya hari-harimu menjadi lebih baik. Ingatlah untuk tidak terposona dan terlena pada hal-hal yang kelihatan nyata sebab semua itu hanyalah sementara saja. Tetapi terlenalah pada hal-hal kekal maka hatimu akan dipenuhi oleh kepuasan sejati.

Dimana fokusmu berada maka kesanalah pikiran ini berikatan. Hubungan yang terus-menerus diulang akan menjadi kebiasaan. Bukan mustahil bila hal ini bisa menjadi budaya. Sadarilah bahwa ikatan yang sudah menjadi budaya akan semakin kuat, sulit untuk digoyahkan, susah untuk dilupakan dan tidak bisa lagi putus melainkan semuanya itu akan terjadi secara otomatis. Masalahnya sekarang, apakah selama ini ikatan yang terbentuk dalam diri anda sudah baik? Teruskan! Jika masih belum maka ikhlaslah menjalani hidup di tengah cobaan, rendahkan hati, kuatkan hati dan hadapilah semuanya itu dengan senyum positif. Niscaya hubungan yang positif akan terbentuk dalam pikiranmu yang turut mengubah sikapmu menjadi lebih positif dari hari ke hari. Simak, Cara membuat hati positif selalu & Macam-macam pikiran kotor

Salam, hidup ini terhubung satu sama lain!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.