Gejolak Sosial

Selalu Menjadi Diri Sendiri – Coba Semuanya


Selalu Menjadi Diri Sendiri - Coba Semuanya

Segala sesuatu yang kami ceritakan di dalam blog ini berbicara tentang diri sendiri. Saat menuliskan setiap kata per kata, kami menyadari bahwa sebisa mungkin tidak menarik orang lain menjadi seperti diri ini melainkan membantu mereka untuk menemukan siapa dirinya. Apa yang ditampilkan di blog ini hanyalah sebagian kecil dari kisah-kisah sejatinya manusia. Silahkan Googling lebih dalam, beli buku motivasi kehidupan, ikuti seminar-seminar yang ada di sekitar anda. Ingatlah bahwa blog ini bukan satu-satunya, masih banyak tulisan-tulisan positif di luar sana jika saja anda tekun mencari dan merelakan diri untuk merogoh kocek agak dalam.

Saat kita memutuskan untuk menjadi diri sendiri maka tidak perlu terlalu fokus pada hal-hal yang datangnya dari luar. Melainkan latih dirimu untuk menjadi lebih cerdas juga bijak dari hari ke hari agar mampu mengambil keputusan yang tepat benar. Biasanya, manusia semakin banyak belajar semakin cerdas, salah satunya dengan membaca. Tidak lupa untuk mengajak anda membaca Kitab Suci yang dimiliki dengan seksama dan diulang-ulang. Pada dasarnya, manusia akan semakin bijak ketika mereka dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu, dekatkan diri kepada Tuhan maka hal-hal positif tentang dunia ini akan dibukakan lebih jelas dalam kehidupan anda.

Apa yang kami tuliskan di sini sudah kami coba terapkan dalam diri sendiri dan berhasil. Sayang, kami tidak menjamin apa yang berlaku untuk diri ini sama halnya dengan apa yang terjadi dalam diri anda. Hanya ada tiga dampak, positif, netral dan negatif. Pada dasarnya, apa yang kami lakukannya disini berhasil karena sudah terbiasa dikerjakan bahkan menjadi budaya. Bagi anda yang masih belum terbiasa, tetap semangat dan lakukanlah secara berulang-ulang. Niscaya suatu saat itu akan membuahkan hasil yang baik. Dibalik semuanya itu, bila dampaknya buruk maka silahkan berhentilah menekuninya.

Rata-rata teknik yang kami gunakan saat menulis adalah “metode apa adanya dengan memanfaatkan apa yang sudah ada dalam dirimu.” Sebab pada dasarnya semua masalah yang ada di dunia ini telah diijinkan terjadi satu paket dengan solusinya. Anda hanya butuh mengatur beberapa hal, mengurangi hal yang berlebihan dan melakukannya dengan tekun hingga membudaya. Dalam pemandangan kami, pikiran dan hati manusia mampu menyembuhkan diri sendiri dari berbagai-bagai rasa yang muncul, hanya yang dibutuhkan adalah “menjadi terbiasa.” Artinya, semakin banyak masalah yang anda hadapi maka semakin tinggi jam terbang untuk mengelola kehidupan sendiri sehingga jadilah terbiasa.

Saran kami dalam menjalani hidup ini adalah “jangan takut dengan masalah, hadapi saja dan hanya ada dua pilihan yang paling bijak: bertahan atau mengalah.” Sadar atau tidak, pergumulan hidup adalah suatu cara Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh tetapi tetap lembut dalam bersikap. Namun harus anda sadari bahwa tidak mudah untuk melewati semuanya ini. Terlebih ketika selama ini anda terbiasa hidup dalam kenyamanan. Inilah yang kami maksudkan dengan dualisme kehidupan: butuh kenyamanan dan juga butuh ketidaknyamanan untuk membentuk kita menjadi manusia yang benar-benar positif, fleksibel dan bermanfaat bagi Tuhan juga bagi sesama.

Anda bisa mencoba semuanya, cobalah apa yang tertulis di blog/ buku yang anda yakini bagus. Lalu resapilah dirimu sendiri, apakah semuanya itu bermanfaat baik bagi anda dan juga bagi orang-orang disekitarmu? Jangan hanya melakukan penilaian secara individualis melainkan lakukan juga penelaahan secara sosial (karena kita hidup bermasyarakat). Dari coba-mencoba inilah andapun bisa mengerti dan memahami betul, “siapa dirimu? Apa tujuanmu? Saat ini, apa yang perlu dilakukan?” Silahkan banding-bandingkan semua tutorial lalu resapi rasa di hati sehingga anda bisa menilainya sendiri.

Saat anda hendak menjadi diri sendiri tetapi maunya nyaman terus/ enak terus/ happy terus niscaya niat semacam ini adalah sesat. Tidak ada yang namanya hidup yang terus-menerus nyamank, camkan itu! Itu hanya terjadi di Surga. Selama kita masih menghirup udara dan menginjakkan kaki di bumi ini maka selama itu pula akan selalu ada penderitaan yang berlangsung selang-seling. Dari dualisme inilah kita belajar untuk menjadi terbiasa, dewasa dan bijak hari lepas hari.

Dalam konsep kami, penghiburan itu diperoleh dari sikap yang kita ekspresikan sehari-hari. Memang ada beberapa literatur bahwa yang namanya penghiburan itu erat kaitannya dengan materi. Tetapi sedarilah bahwa semuanya itu tidak akan pernah dan tidak akan mungkin menyentuh hati dan pikiranmu. Apa yang anda lakukan dan yang keluar dari dalam hatimulah yang menjadi penghiburan sejati itu. Saat anda senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka saat itulah hati ini terhiburkan. Bila anda mampu membahagiakan orang lain lewat kebaikan (manfaat/ kasih) yang dilakukan sehari-hari maka itulah penghiburanmu yang kedua.

Untuk menjadi diri sendiri, anda harus berjuang, berkorban lebih, hindari bermalas-malasan melainkan teruslah aktif bergerak dan berpikir hingga anda benar-benar menemukannya. Dibalik semuanya itu, apapun keadaan anda saat ini, terima apa adanya dan puaslah dengan dirimu sendiri. Katakan kepada dirimu, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia. Terimakasih Tuhan hari ini luar biasa!” Hindari sikap yang suka membanding-bandingkan sebab kamu dan orang lain adalah berbeda adanya. Mau bagaimanapun usaha untuk menyamakannya tetapi tidak akan sama. Oleh karena itu, cintailah dirimu apa adanya  dan nikmati hidup ini semampunya saja.

Salam, Tuhan cinta kamu apa adanya!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s