Gejolak Sosial

25 Pikiran Negatif Yang Melemahkan Kepribadian Dari Dalam – Semakin Kotor Pikiran Semakin Buruk Perkataan & Perilaku (Sikap)


Tidak ada istilah pikiran kita bisa dimurnikan/ dibersihkan dari hal-hal semacam ini. Yakin sama kami bahwa kesumuanya ini akan selalu ada dan terus mencokol sewaktu-waktu di dalam hatimu. Oleh karena itu, berusahalah lebih dahulu untuk mengisi berbagai-bagai macam hal positif di dalam sana, salah satunya dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Jikalau hal yang positif sudah ada duluan di dalam otak ini maka kecil kemungkinan hal-hal negatif itu mampu memprovokasi, merasuki, mempengaruhi dan mengubahmu.

Pikiran adalah grand desain dari kehidupan anda. Sadarilah bahwa apapun yang ada di dalam sana selalu berupa miniatur yang cepat atau lambat akan diwujudkan ke luar lewat sikap (tutur kata dan perilaku) sehari-hari. Jika saat ini anda merasa bahawa ada sesuatu yang salah dari sikap yang diekspresikan maka satu-satunya hal yang harus anda ubah, latih dan kembangkan adalah mindset yang dimiliki.

Manusia tidak seperti hewan yang hanya bisa berpikir tentang makan, minum, tidur dan seks (kawin). Ada banyak hal yang anda bahas di dalam sana setiap hari. Itulah mengapa ketika pikiran sedang kosong maka hal-hal negatif akan dengan mudah merasuk di dalam dirimu. Biasanya semakin buruk suasana di dalam sana maka hari-hari juga akan terasa suram, apa-apa tidak bisa dinikmati, kurang semangat, rentan kuatir, gelisah, takut, panik dan lain sebagainya. Artinya, baik buruknya pikiran berkorelasi positif terhadap kehidupan sehari-hari sehingga berpengaruh besar terhadap masa depan masing-masing.

Apabila anda mampu mengembangkan sudut pandang selama hidup di dunia ini. Maka kejadian yang menyakitkan atau merugikan bisa saja dipandang dalam persepsi positif. Akan tetapi, jikalau pikiran negatif maka hal-hal yang bermanfaat dan nikmat akan dianggap sebagai sebuah jebakan, ancaman bahkan ejekan. Kebiasaan inilah yang disebut dengan suudzon. Biasanya hal semacam ini terjadi karena kebiasaan:

  • Tidak percaya kepada orang lain.
  • Terlalu hati-hati/ waspada.
  • Gelisah/ takut/ khawatir.

Semakin baik energi yang keluar dari dalam pikiranmu maka perilaku yang diekpsresikanpun lebih cenderung bersifat membangun, menyemangati, mengembangkan, menghibur, mengajari, menguatkan dan lain sebagainya. Akan tetapi, pikiran yang cenderung negatif akan lebih diekspresikan ke arah menghina, merendahkan, menjelekkan, menyakiti, melemahkan, menjatuhkan dan lain sebagainya. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa menjaga pikiran dari hal-hal negatif sama dengan menjaga perkataan dan perbuatan tetap positif.

Berbagai-bagai bentuk pikiran negatif yang harus segera ditinggalkan

Hubungan antara pikiran dan fokus kehidupan (Sifat-sifat manusia)

Semakin buruk pola pikir seseorang maka semakin buruk pula suasana hatinya. Mungkin pada awalnya pikiran negatif akan membuatmu terlena tetapi itu hanyalah sesaat saja. Tunggulah sampai anda menyadari betapa kurang sopan dan kurang baiknya diri ini dalam bersikap. Saat-saat seperti inilah muncul kekecewaan atau penyesalan (mungkin bareng-bareng) yang membuat diri ini tidak dapat tidur dengan nyanyak.

Semua orang berpotensi memilikinya. Kami bahkan kerap disambar secara tiba-tiba oleh hal-hal semacam ini hanya bisa mengalihkan konsentrasi untuk menepis pengaruhnya agar tidak semakin dalam memasuki kehidupan. Berikut ini adalah daftar pikiran yang dapat mengotori suasana kehidupanmu sehingga sebisa mungkin dilupakan atau konsentrasi dialihkan pada hal-hal yang lebih positif.

  1. Pikiran negatif yang disebabkan oleh kebingungan yang tidak jelas (panik).

    Seseorang menjadi bingung tanpa ada yang menuntunnya melalui jalan hidup ini. Keadaan yang membuat seseorang tidak mengetahui apa yang harus dikerjakannya atau ditempuhnya ketika hal-hal tertentu terjadi. Ini bisa juga terjadi karena kepanikan yang tidak dapat teratasi. Biasanya seseorang menjadi panik dan gelisah saat ia diperhadapkan dengan situasi dan keadaan yang baru dan tidak pernah terduga sebelumnya. Ikatan kepanikan akan semakin kuat dalam hidup anda jikalau segala sesuatu tidak dibiasakan. Hadapi semuanya itu dengan santai agar anda bisa membawanya dalam konteks positif (Persepsi iman).
    Semakin tinggi kepanikan pertanda iman yang lemah.

  2. Pikiran negatif karena kekecewaan – nafsu yang gagal terwujud.

    Semakin besar anda berharap pada dunia ini maka semakin kuat ikatan kekecewaan yang kelak anda hadapi. Selama memiliki cita-cita, responlah itu dengan cara biasa saja. Tidak perlu terlalu dipikirkan bahkan sampai dibawa mimpi adalah tidak baik. Semakin kita berharap kepada dunia ini maka semakin kuat kemungkinan dunia mengatur diri ini. Seolah-olah ditipu oleh hipnotis orang lain padahal masalahnya terletak pada hati ini yang terlalu menginginkan hal itu.
    Semakin banyak menyimpan rasa kecewa maka semakin susah untuk percaya kepada orang lain (rasa curiganya besar).

  3. Berpikir negatif karena rasa sakit yang menyayat hati.

    Mengertikah anda bahwa hidup ini penuh dengan dualisme? Ada yang baik dan ada yang buruk dimana besar kecilnya sangat tergantung dari reaksi yang anda tunjukkan. Semuanya ini adalah penting tetapi tidak baik jikalau kita membiarkan diri ini menjadi tidak konsisten dalam bersikap. Baik kebaikan maupun keburukan harus sama –sama kita alami. Hanya mengalami kebaikan saja kelak akan menggiringmu untuk merasakan kesakitan yang amat sangat begitu keburukan menimpamu secara tiba-tiba.
    Semakin lama anda merasa sakit maka semakin besar rasa minder dalam diri ini.

  4. Pikiran negatif karena kepahitan yang mencokol dalam hati.

    Ikatan kepahitan yang terkoneksi dalam pikiran anda akan terhubung ketika mengingat masa lalu yang suram. Ini akan terus terjadi terlebih ketika anda belum memaafkan diri sendiri dan orang-orang di masa itu. Jika kepahitan ini terus dibiarkan maka suatu saat hubungan ini akan bertransformasi menjadi amarah bahkan kekerasan kepada seseorang tanpa alasan yang jelas. Semakin banyak menyimpan memori masa lalu yang suram maka semakin banyak pula pahitnya hati ini.
    Semakin banyak kepahitan dalam hati maka semakin susah untuk move on dari masa lalu.

  5. Pikiran negatif yang terus tertuju pada kelemahan diri.

    Terlalu sering menghubungkan kepala ini dengan kelemahan yang dialami sendiri adalah suatu tidandakan sia-sia. Biar bagaimanapun anda berpikir tetap saja kekurangan itu tidak akan pernah pergi. Yakinlah bahwa kekurangan bukan untuk dipikirkan melainkan untuk dihadapi dengan lapang dada, terima diri apa adanya dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi Tuhan dan bagi sesama.
    Semakin intens ikatan pikiran ini dengan kekurangan yang dimiliki maka semakin maka semakin sulit bagimu untuk menjadi diri sendiri dan mengekspresikan potensi yang dimiliki.

  6. Pikiran negatif tentang hubungan seksual di luar nikah.

    Inilah hawa nafsu yang paling mendasar dalam kehidupan manusia. Selama masih ada kesesatan semacam ini di dalam hati maka semakin banyak energi yang terkuras oleh karena hal-hal yang tidak penting. Kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu seksual adalah awal dari pengendalian seluruh hawa nafsu jenis lainnya. Oleh karena itu lepaskan pikiranmu dari segala ikatan pornografi. Abaikan momen-momen itu saat ia tiba-tiba muncul dari dalam hatimu.
    Semakin tinggi nafsu untuk berhubungan seksual dengan orang lain maka semakin genit perilaku dan perkataanmu.

  7. Berpikir negatif dengan hawa nafsu yang banyak.

    Ketika hubungan anda dengan keinginan masih kuat maka ada kemungkinan hawa nafsu itulah yang akan mengendalikan kehidupan anda. Ikatan ini cukup erat untuk membatasimu sehingga tidak mampu mengekspresikan diri apa adanya. Bahkan damaipun akan pergi tanpa jejak tatkala apa yang diinginkan belum juga terwujud.
    Semakin banyak pikiran terhubung oleh keinginan maka semakin susah untuk menjadi pribadi yang berbahagia di segala waktu.

  8. Pikiran negatif dengan kesombongan yang masif.

    Sesaat memang bersikap sombong seolah membuatmu beruntung, berada di atas yang lainnya dan menjadi sang juara. Yang jelas ada kelebihan di dalam dirimu tetapi hal itu terlalu dibanggakan? Tidak tahukah anda bahwa masih banyak orang yang lebih baik di luar sana? Atau tidak tahukah anda bahwa sifat sombong adalah kelemahan manusia yang terbesar? Perilaku semacam ini akan menuntunmu dalam kesalahan kecil hingga besar.
    Semakin sombong hatimu maka semakin banyak orang yang anda sakiti.

  9. Iri hati/ rasa cemburu dimana-mana.

    Hidup membanding-bandingkan satu sama lain adalah tidak baik. Ini hanya akan membawa duka di dalam hatimu. Sebab sebesar dan sehebat apapun anda hari ini, di luar sana masih banyak yang lebih besar dan lebih hebat. Ingatlah bahwa hidupmu tidak berbicara tentang orang lain melainkan hidup ini berbicara tentang anda sendiri. Semakin lama terikat oleh rasa cemburu maka semakin jauh segala kedamaian dan kebahagiaan dari dalam hati.
    Semakin tinggi hubungan iri hati di dalam dirimu maka semakin sulit diri ini mencintai diri sendiri dan apa yang di lakukan sehari-hari (tidak puas dengan diri sendiri).

  10. Menjadi suudzon (berprasangka buruk).

    Memiliki sikap yang cenderung berhati-hati dalam segala sesuatu adalah sah. Akan tetapi membicarakan dugaan tak berdasar yang kita lakukan kepada orang lain cenderung mengubah diri ini menjadi seorang yang menyebarkan gosip. Apapun analisis anda terhadap sesama maka gunakanlah itu untuk tujuan yang baik.
    Semakin banyak suudzon di dalam hati maka semakin sulit diri ini untuk bersikap baik kepada sesama karena hati ini sudah curiga duluan kepada mereka.

  11. Pikiran negatif yang berujung pada keserakahan/ ketamakan/ kerakusan.

    Nafsu yang serakah identik dengan sifat yang rakus. Ini diawali oleh sifat egois dari dalam hati seseorang dimana ia tidak mampu lagi melihat kebutuhan orang lain dibalik kebutuhannya. Ia hanya melihat dirinya sebagai pusat dari segala sesuatu yang harus dipuaskan hasratnya lagi dan lagi. Bahkan ketika hasratnya telah terpuaskan tetapi masih saja merasa kurang dan kurang. Menimbun segala sesuatu dalam jumlah yang melimpah ruah bahkan sampai tujuh turunanpun tidak akan pernah habis. Ikatan ketamakan hanya akan membuat hatimu semakin hampa sekalipun hartamu banyak.
    Semakin tamak seorang manusia maka semakin susah baginya untuk merasa puas, tidak mampu menikmati hidup dan juga tidak kunjung berbahagia.

  12. Kebencian yang terhubung dalam pikiran.

    Ikatan kebencian yang melilit kehidupanmu akan membuat pergerakan terbatas. Tidak hanya pergerakan tangan dan kaki juga organ luar lainnya melainkan pergerakan pikiran turut dibatasi olehnya. Ini membuat hidup kita miskin dengan inovasi dan kreativitas. Justru semakin lama kita hidup maka semakin banyak hal yang tidak di sukai di dunia ini.
    Semakin intens dirimu memikirkan untuk membenci orang lain maka semakin jauh hati ini dari kedamaian.

  13. Pikiran negatif tentang dendam yang karatan.

    Saat hatimu terikat dengan dendam maka ruang kosong (free space) dalam memori otak akan berkurang sehingga membuatnya berat dan lambat jalannya. Semakin panjang umur di bumi ini maka semakin banyak pula dendam yang tersimpan di dalam hati. Rasa inilah yang kerap kalai membuat emosi anda meledak oleh hal-hal recehan. Semakin banyak disimpan maka semakin kecil kemungkinan untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di luar sana.
    Semakin banyak dendam dalam hati maka akan semakin takut/ segan bertemu dengan orang lain.

  14. Sisi kemarahan yang tidak terkendali.

    Inilah luapan dari semua rasa yang telah anda pendam selama ini. Terkadang kita hanya marah-marah kepada orang yang sebenarnya tidak pantas dimarahi. Sebab hanya terbawa emosi dari kejadian yang sebelumnya di hadapi. Saat kemarahan anda belum mereda dan menghilang dari dalam hati maka lebih baik terlebih dahulu jangan bertemu orang lain. Ada baiknya, selesaikan dahulu masalah yang di dalam agar ekspresi kepada sesama tidak menjadi pelampiasan.
    Semakin banyak kemarahan yang keluar maka anda semakin tidak disenangi oleh orang lain.

  15. Menimbulkan kekerasan.

    Jika hati anda telah terikat penuh oleh perlawanan maka permusuhan dengan sesama bisa jadi berujung bentrok. Pikiran-pikiran yang hendak melawan seseorang niscaya akan terwujud juga cepat atau lambat. Perkelahian yang terjadi bisa saja diawali oleh masalah sepele karena sebelumnya telah tersimpan banyak-banyak dendam dan perlawanan di dalam hati.
    Semakin tinggi kekerasan yang anda lakukan maka semakin besar kemungkinan untuk diamankan oleh aparat hukum.

  16. Kebohongan yang menguntungkan sepihak.

    Kehendak untuk menipu orang lain adalah sebuah cita-cita yang muncul ditengah keterbatasan. Saat manusia mulai berusaha untuk sesuatu yang tidak pantas baginya maka mulai dari saat itulah hal-hal yang bohong diumbar dalam kesehariannya. Semuanya ini semata-mata dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak sebab masih belum puas dengan keuntungan yang sudah ada. Sadarilah bahwa semakin banyak tipuan yang kita buat maka semakin tinggi resiko untuk jatuh dan terjebak dalam situasi yang sulit.
    Semakin sering kebohongan di dalam hatimu maka semakin susah orang lain untuk mempercayaimu.

  17. Pikiran negatif yang mengajakmu untuk mencuri.

    Kebiasaan mencuri berhubungan dengan nafsu yang menginginkan hal-hal yang membuat indra terpesona. Jika anda tidak mampu mengatasi nafsu akan pesona indra maka saat itu juga niatan untuk mencuri mencuat di dalam hati. Bila anda tidak mampu menurunkan kadar yang menghubungkan keinginan maka saat itu juga pikiran mulai mencari-cari cara untuk memilikinya, sekalipun dengan cara-cara yang tidak halal.
    Semakin sering anda mencuri maka semakin berkekurangan kehidupan ini (sepertinya semua sudah ada tetapi terasa ada yang kurang).

  18. Pikiran negatif yang menyarankanmu melakukan bully.

    Responmu terhadap situasi yang sedang terjadi langsung di tanggapi dengan agresif dengan melakukan serangan balik, menjadi pribadi pengganggu. Sifat jahil ini akan terus terpelihara baik ketika anda terus-menerus mengulangnya dari orang yang satu ke orang yang lain. Hubungan otak dengan kejahilan akan semakin kuat ketika rasa sombong menguasai hidupmu.
    Semakin banyak gangguan yang anda timbulkan maka semakin tinggi ketakutan (gemetaran) di dalam dirimu.

  19. Pikiran negatif yang menyarankanmu melakukan fitnah.

    Kebiasaan memfitnah orang akan terikat semakin erat dalam pikiranmu saat ada tujuan sempit yang hendak dicapai. Hawa nafsu yang tidak terkendali akan semakin memperkuat ikatan kejahatan di dalam dirimu. Kebiasaan ini akan membudaya karena mengikatmu dengan kuat sehingga orang lainpun mengenal/ mengecap anda sebagai tukang fitah.
    Semakin banyak fitnah di dalam hati yang disebar ke publik maka semakin tinggi rasa bersalah yang timbul karenanya.

  20. Pikiran yang terlalu terpaut pada berkat,

    Yakinlah bahwa berkat itu selalu ada, dimanapun anda berusaha maka pastilah selalu muncul sesuatu dari sana. Seperti seorang yang berkebun dan menanam beberapa jenis sayuran maka lambat-laun iapun akan memetik hasilnya. Berdoa untuk memperoleh berkat adalah baik akan tetapi terlalu mengikat diri dengan berkat di masa depan sambil membayangkan/ mengimajinasikannya padahal masih belum tentu terjadi. Dari pada terlena melakukan hal-hal yang tidak berfaedah ini maka lebih baik berdoa sambil kerja.
    Semakin terlena dirimu memikirkan berkat di masa depan maka semakin minim aktvitasmu (malas).

  21. Hati yang terlalu tertuju pada muzizat.

    Masa-masa penuh muzizat jelas ada dan mendoakan agar muzizat terjadi adalah baik, kami juga selalu melakukannya. Akan tetapi, membayang-bayangkan (mengimajinasikan) hal tersebut dalam keseharian ini sehingga telat bangun, kerja amburadur dan temperamen tidak stabil. Apapun itu mintalah, doakanlah, ketuklah, berusaha semaksimal mungkin tetapi apapun hasilnya biarkanlah itu mengalir seperti air, terima apa adanya.
    Semakin banyak muzizat yang anda kehendaki maka semakin besar kemungkinan berkurangnya kepercayaan kepada Tuhan jikalau hal-hal itu tidak terjadi.

  22. Pikiran yang selalu mengharapkan kelimpahan.

    Hidup berkelimpahan dan kaya raya tidak selalu baik. Kami sarankan daripada anda meminta kelimpahan materi kepada Tuhan, lebih baik meminta kelimpahan kebahagiaan dan kemampuan memanajemen (mengatur) pikiran sendiri. Memikirkan hidup yang berkelimpahan materi di masa depan akan menghubungkanmu dengan harapan yang belum tentu/ belum pasti. Jikalau hal itu terjadi, baguslah tetapi jika tidak kunjung terwujud, apa tidak kecewa?Saran kami daripada berharap sesuatu tentang dunia ini maka lebih baik berharaplah akan hidup yang kekal di Sorga kelak. Sebab setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan beroleh tiket ke Sorga. Ini jugalah yang menjadi harapan kami sampai sekarang.
    Semakin banyak kelimpahan yang diinginkan maka semakin berkurang minat pribadi untuk bekerja lebih keras.

  23. Kebiasaan menilai orang lain.

    Sikap yang peduli kepada orang lain adalah baik, wujudnyatakanlah tindakan ini dengan cara berbagi kasih kepada mereka. Sayang sikap yang terlalu fokus kepada kepribadian seseorang akan cenderung membawamu untuk menilai kehidupan sesama secara ekstrim. Terlebih jika ada sedikit perselisihan diantara kalian. Saat pikiran anda melakukan hal-hal semacam ini maka ada kecenderungan memetak-metakkan orang lain. Sehingga sewaktu bersikap muncullah pengelompokan yang membuatmu tidak mampu bersikap general (sama rata – universal) kepada masing-masing pihak.
    Semakin banyak pikiran dihubungkan untuk menilai orang lain maka semakin tinggi kebencian terhadap orang tersebut.

  24. Terikat oleh niat untuk menghakimi.

    Saat otakmu lebih kuat terhubung untuk memikirkan kehidupan orang lain maka mulailah timbul niatan untuk menghakimi mereka. Mengecap golongan tertentu sebagai kaum ini dan golongan yang lain sebagai kaum ini. Kebiasaan semacam ini justru membuat kebencian di dalam hati semakin menjadi-jadi. Tinggal tunggu waktu saja hingga rasa itu bertransformasi menjadi kekerasan.
    Semakin banyak anda menghakimi seseorang maka semakin diragukan netralitas dan universalitas dari semua sikap yang diekspresikan.

  25. Berusaha membanding-bandingkan manusia.

    Pikiran yang terikat kuat untuk memandang segala sesuatu dari sudut pandang manusia akan membawa kita dalam kebiasaan untuk membanding-bandingkan kehidupan si A dan si B, si C dan si D. Pahamilah bahwa ini adalah awal yang buruk yang berpotensi menghancurkan sisi kebahagiaan di dalam hati. Semakin sering kita membanding-bandingkan maka semakin tinggi rasa cemburu yang berujung pada iri hati dan berakhir dengan perbuatan yang tidak menyenangkan/ perbuatan menyimpang/ amarah/ kekerasan.
    Semakin sering membanding-bandingkan maka semakin susah untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup ini.

  26. Hubungan yang terlalu mengedepankan masalah.

    Saat pikiran kita terlalu terhubung dengan masalah yang dihadapi maka saat itu jugalah hari-hari yang dihadapi menjadi suram. Semakin kuat hubungan otak ini dengan persoalan yang terjadi maka semakin susah hati ini dan kebahagiaanpun semakin menjauhlah.
    Oleh karena itu, semakin memikirkan betapa rumitnya pergumulan hidup maka semakin tinggi resiko terjadinya stres dan depresi.

Segala macam bentuk pikiran negatif ini akan semakin kentara dampak buruknya terhadap sikap sehari-hari jikalau ia selalu saja dipikirkan dan di bahas-bahas dalam hati. Semakin fokus anda kepada hal-hal semacam ini maka semakin besar kemungkinan untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak pantas.

Tidak ada istilah pikiran kita bisa dimurnikan/ dibersihkan dari hal-hal semacam ini. Yakin sama kami bahwa kesumuanya ini akan selalu ada dan terus mencokol sewaktu-waktu di dalam hatimu. Oleh karena itu, berusahalah lebih dahulu untuk mengisi berbagai-bagai macam hal positif di dalam sana, salah satunya dengan senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Jikalau hal yang positif sudah ada duluan di dalam otak ini maka kecil kemungkinan hal-hal negatif itu mampu memprovokasi, merasuki, mempengaruhi dan mengubahmu. Simak (ikatan yang salah dalam pikiran & Tips Selalu berpikir positif setiap hari)

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

Salam, Isilah hatimu dengan berbagai hal yang positif mulai dari sekarang!

5 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s