Gejolak Sosial

Ramah Tamah Kebaikan Yang Sederhana Tanpa Uang


Ramah Tamah Kebaikan Yang Sederhana Tanpa Uang

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa kehidupan kita di dunia ini bukan tanpa tujuan. Allah membiarkan kita hidup sampai sekarang karena masing-masing memiliki peran yang penting dalam kehidupan ini. Jika kembali memenuhi panggilan kebenaran yang telah dititipkan Allah melalui nafas ini maka tugas kita adalah hidup untuk memuliakan Tuhan dan menjadi seseorang yang sanggup berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama.

Bila dua hal ini saja bisa kita tekuni dalam hidup sehari-hari maka kepuasan, kebahagiaan, kedamaian, kelegaan dan kesejahteraan akan memenuhi bumi ini. Pada dasarnya hal-hal ini bisa kita praktekkan dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun keadaan kita. Bisa diterapkan, di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya. Sekalipun anda memiliki hal lain untuk dilakukan di dunia ini namun bila isinya tidak berhubungan dengan kebenaran ini niscaya tidak akan berdampak banyak bagi hati ini.

Ada banyak yang kita lakukan di dunia ini, mungkin semuanya itu bisa membuat kita senang tetapi tidak semuanya bisa mengisi kehampaan di dalam hati ini. Dari pengalaman kami segala sesuatu yang kami lakukan tidak ada artinya dimana hati ini masih terasa hampa dan terkesan tidak bahagia. Akan tetapi saat pikiran ini tertuju kepada Tuhan dalam nyanyian pujian untuk memuliakan nama-Nya, barulah hati ini penuh dengan kelegaan. Sebagai makhluk sosial, alangkah lebih baik jikalau aktivitas sehari-hari senantiasa memberi manfaat kepada sesama dengan berbagi kasih semampunya.

Tahukah anda bahwa kehidupan manusia dipenuhi oleh egoisme yang membuatnya cenderung bersikap individualis selama hidup di dunia. Ini bisa dikatakan sebagai sikap yang manusiawi dan sudah ada secara default karena memang kita dilahirkan secara perseorangan. Tidak seperti banyak hewan di luar sana yang dilaharkan secara masal dengan saudara-saudari lainnya. Satu-satunya cara untuk mengikis sikap yang syarat dengan egoisme ini adalah dengan senantiasa berbagi kasih kepada sesama.

Sebaiknya setiap dari kita senantiasa melakukan hal ini hari lepas hari agar bibit-bibit egosentris yang menganggap diri sendiri paling utama ketimbang sesama dikikis. Proses pengikisan (pelepasan) sikap individualis radikal harus dimulai dari sekarang sehingga seiring dengan meningkatnya umur maka sikap itu semakin tumpul. Bahkan ketika pertama-tama melakukannya kami sendiri memaksakan diri sambil mencari penghiburan sejati. Lebih baik memaksakan dan menekan diri sendiri daripada kelak kita ditekan oleh orang lain karena selama ini hanya tahu nyamannnya hidup.

Rasa egois yang berlebihan jelas tidak baik untuk diterapkan sehari-hari sebab masyarakat sosial hidup dalam kebersamaan. Kita harus mampu mengikis sifat ini dengan cara banyak-banyak berbuat baik sebab saat diri ini mengasihi sesama maka fokus kehidupan kita akan berubah, yaitu lebih fokus kepada orang lain dibandingkan diri sendiri. Secara tidak langsung keadaan semacam inilah yang semakin lama akan semakin mengikis sikap individualisme yang kental.

Dahulu motif kami untuk berbuat baik adalah “ANEH” termasuk dalam harapan konyol yang tidak ada ujung dan pangkalnya. Tetapi saat ini, hati telah dimurnikan dan semuanya itu dilakukan demi menyatakan kasih Allah kepada dunia ini. Alasan inilah yang terus saja menjadi penyemangat dalam hati sehingga terus komit untuk berbagi kasih kepada sesama. Lagi pula di dalam Kita Suci yang kami miliki hal ini telah ditulis dengan tepat-jelas.

Pada awalnya, ada rasa sakit di dalam hati ketika apa yang kita lakukan diabaikan bahkan dibalas dengan ejekan dan penghinaan. Tetapi kami belajar untuk tidak fokus kepada orang lain melainkan lebih fokus kepada Tuhan sehingga perkataan & perilaku yang menyakitkan itu dapat diabaikan seluruhnya. Berusaha untuk tetap sabar, tenang dan selalu santai juga tidak lupa untuk mengoreksi diri saat menjalani semuanya itu. Persepsi kami juga di stel dalam sudup pandang positif sehingga menganggap bahwa “semua pergumulan hidup ditujukan untuk melatih mental dan kepribadian menjadi lebih kuat, cerdas dan bijak” menjalani hari.

Sebaiknya jangan ada penyesalan. Apapun hal yang anda tempuh di dunia ini maka lakukanlah itu dengan sepenuh hati. Kami sendiripun tidak pernah menyesal melakukan hal-hal tersebut karena itu tidak dilakukan kepada sesama melainkan kami melakukannya untuk Tuhan, untuk kemuliaan nama-Nya. Sadarilah bahwa apabila tujuan kita sudah benar maka hati ini pasti lebih siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan bahkan kemungkinan terburuk sekalipun.

Penghiburan kami yang sejati dibalik semua ketidakpastian yang datang (ditanggapi positif, dingin atau malah negatif) adalah dengan senantiasa bernyanyi-nyanyi memuliakan nama Tuhan di segala waktu. Ini adalah kebiasaan yang membuat hati selalu bahagia dan bebas dari segala tekanan yang berasal dari luar (terkecuali jikalau anda telah melakukan kesalahan). Tidak ada kebahagiaan yang lebih lama temponya selain memuliakan Allah di dalam hati. Saat makan, paling bahagia setengah jam; saat menonton, paling rasa senangnya 2 jam; saat jalan-jalan, paling bahagia itu 12 jam (seharian). Akan tetapi fokus kepada Tuhan bahagianya sepanjang hayat.

Terakhir adalah, apa kebaikan yang simple (sederhana) dan bisa kita lakukan dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun keadaanmu saat ini? Menurut kami, itu adalah ramah tamah yang pada dasarnya berisi tentang: senyum, sapa, sentuh, tolong, terimakasih, maaf dan menjadi pengengar yang baik. Kebaikan ini sangat sederhana karena semuanya itu berorientasi kepada bibir, anggukan kepala dan tangan saja. Apalagi senyuman, bukankah ini cukup murah-meriah dan nggak pakai uang sama sekali?

Bagi kami yang penghasilannya habis tiap akhir bulan, kecil kemungkinan untuk membagikan uang kepada sesama. Paling juga hanya dalam moment-moment tertentu, misalnya saat pesta pernikahan dan lain sebagainya. Tetapi kami tidak mau rasa ogois yang kental dengan sikap individualisme bersarang dalam hati ini. Oleh karena itu kami berupaya untuk senantiasa berbagi hari lepas hari dimana salah satu kebaikan hati yang sederhana dan murah meriah tanpa uang adalah ramah tamah!

Mari beramah tamah mulai sekarang!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s