Gejolak Sosial

+10 Faktor Penyebab Kriminalitas Dalam Masyarakat – Kejahatan Dimulai Dari Perbuatan Menyimpang Skala Kecil, Kurang Sabar


Faktor Yang Mempengaruhi Kriminalitas Dalam Masyarakat – Kejahatan Dimulai Dari Perbuatan Menyimpang Skala Kecil, Kurang Sabar

Kriminal adalah berkaitan dengan kejahatan (pelanggaran hukum) yang dapat dihukum menurut undang-undang; pidana (KBBI Luring). Merupakan perbuatan menyimpang yang berkaitan dengan pelanggaran hukum yang berlaku di daerah setempat. Korban pelanggaran ini bukan hanya manusia melainkan juga termasuk pada kekerasan hewan dan pencemaran (pengrusakan) lingkungan alamiah. kejahatan Tingkat kriminalitas  berhubungan erat dengan tingkat kesejahteraan yang berkaitan langsung dengan keadilan sosial (kesetaraan) antar manusia. Harap diketahui bahwa tidak ada kesetaraan tanpa kesejajaran di dalam masyarakat. Dan pada akhirnya semua ini berimbas kepada tingkat kejahatan di suatu wilayah.

Pebuatan menyimpang dan kemakmuran

kriminalitas adalah hal-hal yang bersifat kriminal; perbuatan yang melanggar hukum pidana; kejahatan (KBBI Luring). Apa hubungan aksi-aksi kriminalitas dengan kesejahteraan manusia? Orang yang sudah sejahtera biasanya semua kebutuhannya sudah tercukupi bukan terpenuhi. Hewan di padang sekalipun, tidak akan lagi menyerang sesamanya seandainya bisa membuat makanannya sendiri. Biasanya semakin makmur seorang manusia maka semakin jauh pikirannya untuk melakukan perbuatan menyimpang yang merusak diri sendiri dan tatanan sosial bermasyarakat.

Kesejajaran dan kriminalitas

Hubungan tingkat penyimpangan di suatu daerah dengan keadilan sosiall. Satu sifat yang selalu dimiliki manusia adalah rasa cemburu yang kentara. Semakin tinggi perbedaan anda dengan manusia lainnya maka semakin intens gangguan/ kriminalitas yang dihadapi hari lepas hari. Kami sendiri bisa merasakan hal ini dalam kehidupan sehari-hari, karena memiliki sesuatu yang lebih dari yang lainnya makanya saat ini kami seolah-olah menjadi umpan yang dikerumuni oleh banyak orang yang berharap agar kami jatuh karena kesalahan sendiri. Keadaan ini meyakinkan kami bahwa semakin tinggi bedanya anda dari orang lain maka semakin banyak juga orang yang ingin menjatuhkanmu. Inilah yang kami maksudkan bahwa kesetaraan berhubungan erat dengan keadilan sosial.

Pada dasarnya, kemampuan yang kita miliki, hanya beda tipis antara manfaat positif dan dampak buruknya. Oleh karena itu, berhati-hatilah menggunakan potensi yang anda miliki, pastikan tidak ada respon yang terkesan berlebihan, tidak ada menyombongkan diri, tidak terburu-buru, tetap tenang dan santai saat menanggapi sesuatu. Sama halnya juga dengan; “semakin besar kekayaan anda maka semakin banyak pengganggu yang mencoba mencurinya.” Bisa juga dikatakan bahwa “semakin tinggi kekuasaan maka semakin banyak pihak yang mencoba melemahkan bahkan menjatuhkan.” Disinilah kami meyakini bahwa kesetaraan adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperjuangkan di abad ini.

Ilmu pengetahuan dan kejahatan

Saat seorang manusia memiliki ilmu/ kepintaran/ iq yang rendah maka sekalipun ada sesuatu yang salah yang diperbuat, biasanya dalam skala kecil (melibatkan keluarga atau orang-orang disekitarnya saja). Tetapi saat seseorang dengan tingkat kepintaran dan iq tinggi melakukan tindakan menyimpang maka dampaknya bisa jadi akan mempengaruhi satu kampung, satu daerah, satu provinsi, satu negara bahkan seluruh dunia. Jadi, semakin tinggi pengetahuan dan wawasan seseorang maka semakin besar pula kejahatan yang dilakukannya (korbannya semakin banyak).

Kecerdasan yang tidak mengenal kebenaran, liar dan tidak terkendali adalah sesuatu yang menimbulkan bahaya laten yang secara masif merusak dari dalam. Korupsi adalah salah satu kejahatan orang-orang cerdas yang sangat tersistem, rapih, terselubung dan berkelanjutan. Semakin tinggi pengaruh seseorang dalam sebuah sistem maka semakin besar jumlah uang yang digelapkannya. Pula, semakin banyak relasi yang dimiliki maka semakin luas tingkat penggelapan yang dilakukan.

Bukan rakyat jelata yang berbuat kriminal tetapi mereka yang memiliki power

Jaman sekarang, rakyat biasanya tenang saat mereka sudah sejahtera dan terpenuhi kebutuhannya sekalipun itu dalam takaran yang cukup. Kehidupan mereka lebih damai dari yang lainnya. Sekalipun ada kesalahan diantara masyarakat maka itu akan langsung ketahuan. Misalnya saat ada orang yang berbuat tidak senonoh, main kartu (judi), togel, sabung ayam, melecehkan orang lain, pelechan seksual, pemerkosaan, mencuri dan lain sebagainya. Semua kejahatan diantara rakyat akan terang benderang, diketahui semua pihak, dibicarakan orang lain dan menyababkan efek sosial yang nyata bagi para pelaku kriminal.

Lain halnya dengan kalangan atas dan orang-orang dengan power (uang, kekuasaan dan jabatan) yang lebih. Mereka bebas melakukan kejahatan bahkan naasnya lagi hal tersebut dilegalkan oleh pemerintah daerah setempat. Misalnya, prostitusi di café dan hotel mewah, permainan judi – kasino di tempat mewah, bertaruh bola (judi bola) dan olah raga lainnya. Bukankah semuanya ini dianggap sah dan dilegalakan oleh pemerintah? Belum lagi masalah kalau ada anak pejabat yang menggunakan narkoba, melanggar aturan dan berlaku kriminal lainnya pastilah dilindungi oleh kekuatan tersembunyi sehingga kesalahan tersebut didiamkan dan tidak diungkap ke publik. Inilah yang kami maksudkan sebagai “rayat kecil salah sedikit dibesar-besarkan tetapi konglomerat pelanggarannya besar tetapi dihalus-haluskan bahkan hilang sama sekali.”

Alasan mengapa kejahatan tetap ada di sekitar kita

Masih ingat dengan paham dualisme? Paham inilah yang mengajarkan kita bahwa tidak hanya butuh kebaikan untuk hidup di dunia ini melainkan sesekali juga hal-hal yang jahat terjadi adalah baik bagi diri ini. Yang kami maksudkan disini adalah ujian kehidupan, siapakah yang berpikir bahwa ini adalah baik? Secara kemaknaan memang ya tetapi secara kejadian langsung dilapangan pasti ada yang mengatakan, “apa yang kamu lakukan itu jahat!” Perlu ada persamaan persepsi bahwa pergumulan hidup itu buruk adanya, hanya saja tingkatannya yang berbeda. Berikut adalah alasan fundamental dan yang lainnya yang menyebabkan suatu perilaku kriminal terjadi di sekitar anda.

Alasan fundamental

  1. Belum terbiasa.

    Seseorang diejek oleh orang lain lalu mengaku bahwa “saya dijahatin orang!” Yang lainnya dihina oleh sesamanya lalu mengaku “saya disakiti oleh si ini!” Tetapi si kawan ini dikasarin dengan kata-kata lalu ia berkata di dalam hati “Terimakasih Tuhan telah menguatkanku!” Saat anda mengalami gangguan yang belum pernah dialami sebelumnya maka kesannya akan terasa jahat tetapi ketika usia terus bertambah lalu anda mengerti bahwa semuanya itu hanyalah ilusi rasa. Yang penting anda tetap fokus kepada Tuhan maka hal-hal semacam itu bisa dilalui dengan sukacita.

  2. Respon yang berlebihan.

    Sadarilah bahwa saat respon kita berlebihan maka ada kecenderungan akan kualat oleh kesalahan sendiri. Misalnya “ketika menanggapi suatu gangguan sosial dengan emosional maka gerakan cenderung terburu-buru hingga jalananpun tidak dilihat lagi. Akhirnya tersandung oleh sesuatu di depan mata.” Lagipula reaksi yang berlebihan turut memicu aksi yang berlebihan pula dimana semuanya itu makin tinggi dan tinggi lagi levelnya hingga mengorbankan hal-hal yang berharga dalam hidup ini.

  3. Sistem yang tidak adil.

    Biar bagaimanapun manusia adalah pecemburu. Semakin tinggi perbedaan itu maka akan semakin tinggi pula rasa cemburu di dalam hati. Apalagi bila hal itu berkaitan dengan uang dan kekuasaan. Kesenjangan yang timbul selalu aksi-aksi kriminal untuk mengimbanginya. Oleh karena itu, penting bagi sebuah sistem untuk menjaga keadilan sosial agar suatu posisi/ jabatan tidak terlalu menarik perhatian karena pengaruh, uang dan kekuasaan yang menyertainya. Hal-hal semacam ini adalah umpan dan akan banyak orang yang memperebutkannya.

  4. Sistem yang jauh dari rasa kebersamaan.

    Seorang kriminal biasanya dilahirkan dalam lingkungan yang individualis. Lingkungan semacam ini akan menuntun seseorang untuk egois dan mementingkan dirinya sendiri. Lagi pula saat seseorang hanya sendiri maka tidak ada orang lain yang mencoba mengingatkannya, apakah sudah melakukan hal yang benar atau salah? Jadi, sadarilah bahwa sesama manusia adalah rekan penguji anda sehingga diri ini makin dekat dengan Tuhan dan semakin bijak dalam menjalani hidup.

Kondisi manusia itu sendiri dan kepribadiannya.

  1. Kekurangan – kemiskinan yang diderita.

    Ini adalah alasan paling klasik untuk melakukan aksi kriminal. Pada dasarnya watak manusia akan menirukan binatang saat kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi. Akan tetapi keadaan ini sudah banyak ditinggalkan di zaman sekarang sebab manusia telah hidup dalam tahap kemakmuran yang mumpuni oleh karena semua orang mengetahui dan mengembangkan betapa pentingnya garam dan terang dalam kehidupan.

  2. Fokus kehidupan seseorang.

    Kemana hatimu tertuju maka mengarah kesanalah perkataan dan perilaku kita. Jika hati ini menginginkan uang maka itulah yang menjadi tujuan kita sekalipun melakukannya dengan mengedepankan aksi kejahatan. Bila pikiranmu dipenuhi oleh hal-hal yang parno, berhubungan badan dengan orang entah berantah, melakukan adegan mesum dengan si ini maka yakinlah bahwa niatmupun tidak akan jauh-jauh untuk melakukan hubungan badang di luar nikah.
    Tetapi saat hati ini terus saja secara berulang-ulang memuji-muji Tuhan niscaya sikap kitapun dengan orang lain jauh dari kata jahil.

  3. Kedepankan kesabaran dalam segala sesuatu.

    Sikap yang sabar adalah sebuah keharusan dalam hidup ini sebab segala bentuk ujian/ cobaan dan pergumulan hidup selalu membutuhkan kesabaran untuk menangani hal tersebut. Ini adalah sebuah sifat yang dibutuhkan kapanpun, dimanapun dan apanpun pekerjaan yang anda tekuni. Semakin sabar menghadapi kenyataan maka semakin kuat hati anda menjalani hidup. Kesabaran adalah kekuatan yang sebenarnya.

  4. Hawa nafsu yang tak terkendali akan sesuatu.

    Biasanya saat seseorang sangat menginginakan sesuatu maka berbagai-bagai cara ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut. Bahkan bisa-bisa sampai menghalalkan segala cara, misalnya saja adalah dengan mencuri.
    Tetapi manusia yang bijak akan mengikat keliaran hawa nafsunya itu dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian yang bersifat terus-menerus.

  5. Yang lebih parah adalah keserakahan manusia (tidak pernah merasa puas).

    Semakin cerdas otak ini maka semakin tinggi pula hawa nafsu yang dimiliki. Ketika hawa nafsu bersatu dengan kecerdasan maka jadilah sesuatu yang lebih merusak, yakni keserakahan. Hanya manusialah yang serakah sedangkan hewan tidak pernah menimbun makanannya mereka hanya menggantungkan kehidupannya kepada alam sekiatarnya kepada Tuhan. Memenuhi keinginan hati hanya akan membuatnya semakin bertambah banyak saja bahkan terkadang kecewa itu penting.

  6. Kesombongan manusia.

    Saat seseorang menjadi terlalu sombong dan lebaynya kebangetan maka perlakuan buruk yang diterimanya akan dianggap sebagai penghinaan sehingga iapun meresponnya dengan cara yang agresif. Inilah yang membuat beberapa orang menjadi pelaku kejahatan hanya karena orang sombong merasakan beratnya menanggung recehan.

  7. Rasa benci terhadap oknum atau kaum tertentu.

    Terkadang pebuatan menyimpang yang kita ekspresikan terjadi begitu saja karena selama ini kita telah menyimpan dendam kepada oknum/ kelompok tertentu. Sadarilah bahwa keadaan semacam ini cenderung memancing aksi-aksi kriminal dari dalam hati ini. Oleh karena itu, lupakan masa lalu dan sambutlah masa depan yang lebih baik.

  8. Iri hati – cemburu terhadap seseorang.

    Disaat rasa saling percaya dengan pasangan mulai luntur maka hal-hal sepele akan menjadi bahan cemburuan yang akan dipertengkarkan hari demi hari. Bukankah dahulu kerap kali kita dengar di televisi kabar tentang seorang pasangan yang tega membunuh istrinya sendiri hanya karena perkara ini?

  9. Memiliki rasa malu yang buruk.

    Siapakah yang tidak pernah malu? Saat masih belia dulu, kami kerap kali mengalaminya di depan umum. Bahkan jika saat ini rasa sensitif (GR) yang ada di dalam diri ini diarahkan pada perkataan orang lain niscaya “malunya kami itu tiap hari lho…” Semakin kita memikirkan kata-kata atau perilaku yang memalukan itu maka semakin sakit hati ini.
    Oleh karena itu, segera putuskan untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan sambil bernyanyi memuliakan nama-Nya.

  10. Ekspresi kebaikan hati yang jarang.

    Masih ingat dengan nafas kebenaran? Dimana kita perlu berusaha untuk bermanfaat untuk memuliakan nama Tuhan dan berbagi kasih dengan sesama? Sebaiknya sikap yang selalu berbagi kasih harus kita ekspresikan setiap hari. Hindari berbagi kasih hanya sekali setahun saja (saat hari besar keagamaan). Kebaikan ini harus selalu diekspresikan untuk mengikis sikap individualis dalam diri ini. Agar kehidupan kita tidak di dominasi oleh sikap individualis saja atau sikap sosialis melainkan masing-masing diposisikan pada tempat yang tepat sehingga manfaatnya nyata.

Power (kekuatan) manusia itu sendiri.

  1. Ilmu pengetahuan yang dimiliki.

    Orang yang pintar-pintar menjalankan tindakan kriminal dengan cara halus, mengendap-endap, masif dan tersistem. Ini lebih dikenal orang sebagai sebuah konspirasi. Ini bukan lagi kejahatan kelas pribadi, kakap dan hiu melainkan ini mencakup suatu struktur yang rumit dan luas sehingga dampak yang diberikan juga semakin tak terbatas (dari keturuan ke generasi selanjutnya, seperti konspirasi teori evolusi untuk menjauhkan agama dari kehidupan manusia)..

  2. Kekayaan, materi dan sumber daya yang dimiliki.

    Ini adalah salah satu kekuatan terbesar di bumi ini. Semakin besar kekayaan seseorang maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Selama penggunaan sumber daya ini tidak terkendali atau berlebihan maka selama itu pula penggunaannya dapat digolongkan dalam aksi kejahatan. Semakin besar penggunaannya maka resikonyapun besar sehingga harus ada langkah antisipasi untuk menanggulanginya.
    Pada dasarnya ketika kemampuan lingkungan untuk menghasilkan sumber daya tidak seimbang dengan kemampuan penyerapan/ penggunaannya maka ini termasuk dalam pelanggaran hanya saja mungkin dampaknya bersifat masif (banyak yang tidak menyadarinya).

  3. Jabatan dan kekuasaan yang dipegang.

    Kekuasaan yang dimiliki seseorang dapat membawa dampak buruk bagi bumi ini. Saat suatu nama (jabatan) ditinggikan dari antara manusia maka kerumunan orang akan datang untuk memperebutkannya beramai-ramai. Sebelum pemberian/ penyerahan kekuasaan saja resiko pelanggaran itu tinggi terlebih lagi seseorang sudah berkuasa, bukankah tingkat pelanggarannya akan semakin menjadi-jadi? Hanya saja kemungkinan semua itu bisa disembunyikan dengan rapi di belakang layar.

Kriminalitas skala kecil adalah pintu bagi perbuatan kriminal lainnya. Awalnya berbohong kecil, kemudian mencuri dan akhirnya menjadi koruptor. Pertama-tama, membangkang kepada orang tua, melawan guru di sekolah dan akhirnya menentang kebenaran (Tuhan sendiri). Pada mulanya, hendak melawan sesama di dalam hati, kemudian memakinya dengan kata-kata dan akhirnya memukulnya dengan kepalan tangan sendiri. Mula-mula tidak sabar menghadapi seorang anak kecil yang lasak, kemudian menjadi emosian (marah-marah) saat disindir seorang pemuda dan pada akhirnya menonjok saat dihina oleh teman sebaya. Segala sesuatu dimulai dari hal-hal sederhana bahkan cenderung sepele, karena itu batasi diri untuk melakukan perilaku menyimpang yang dianggap tidak penting

Begitulah dunia ini, ada kebaikan dan ada kejahatan. Bila dualisme ini tidak ada berarti saat ini kita berada di Sorga. Seandainya kita mampu membuat sistem yang benar-benar menawarkan keadilan sosial dan kebersamaan yang berisi ujian sosial niscaya hal-hal yang jahat itu tidak akan berdampak besar bagi kehidupan. Sedangkan untuk menjauhkan sifat kriminal dalam diri sendiri yang perlu kita pelihara adalah sifat sabar/ tabah dalam menghadapi segala sesuatu dan kemampuan menjaga kadar hawa nafsu di dalam diri ini.

Salam terbaik!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.