Gejolak Sosial

Ekonomi Tertutup 7 Penyebab Pemerintah Tidak Mampu Menggaji Seluruh Masyarakat – Mensejahterakan Warga Negara Tidak Mampu Memutar Sistem


Ekonomi Tertutup, Penyebab Pemerintah Tidak Bisa Menggaji Seluruh Masyarakat - Mensejahterakan Warga Negara Tidak Mampu

Indonesia adalah (1) nama negara kepulauan di Asia Tenggara yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia; (2) bangsa, budaya, bahasa yang ada di negara Indonesia. Dimanapun anda berada di seantero negeri, kemakmuran ada dimana-mana. Tanah-tanah tidak pernah menganggur dan tidak pernah berhenti menghasilkan sesuatu dari negeri ini. Apapun yang anda hendak taburkan di atas lahan-lahan basah bergambut niscaya akan memberikan hasil yang memuaskan. Kapanpun anda siap untuk meninggalkan kemalasan lalu bekerja keras, alhasil semuanya akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Seharusnya tidak ada kemiskinan di negeri ini. Alam yang membentang luas dari timur ke barat dan dari utara ke selatan adalah potensi besar yang baik untuk diolah bersama. Lautannya yang begitu luas adalah ciri khas potensi kelautan yang tidak ternilah. Bumi selalu memberikan dampak positif bagi setiap makhluk yang ada didalamnya, asal saja kita mampu menjaga keseimbangan lingkungan. Tetapi selama manusia serakah dan hatinya jauh dari kebenaran maka selama itu pula bumi ini akan terus bergelora menendang setiap makhluk yang ada didalamnya lewat bencana alam.

Kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kesuburan negerinya, melainkan faktor yang lain juga turut mempengaruhi hal ini. Salah satu faktor yang sangat menentukan keadaan ini adalah pengaturan peredasarn uang. Peredaran uang yang hanya terpusat di beberapa titik saja justru membuat kesenjangan sosial semakin jauh antara masyarakat miskin dan kaya. Ini berimbas pada indeks perilaku iri hati/ cemburu dan tinggi hati yang semakin naik. Keadaan inilah yang sering sekali menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.

Seperti  bumi ini yang terus saja Sistem ekonomi yang baik adalah peredaran uang yang tersebar luas dimasyarakat yang akan kembali lagi kepada sumbernya. Perputaran ini seperti siklus yang tidak pernah berakhir hari lepas hari bahkan sekalipun dalam jangka waktu yang lama. Seperti layaknya semua unsur bumi yang senantiasa berputar seiring waktu dimana pusatnya adalah garam dan terang. Kita mengkonsumsi makanan lalu mengubahnya menjadi energi dan sisanya dibuang ke jamban. Lalu unsur garam yang terkandung dalam makanan dan dalam setiap air hujan mengubah kotoran manusia menjadi pupuk yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk kembali lagi diubah menjadi senyawa organik (protein, lemak, karbohidrat dan sebagainya). Bahan ini akan kembali dikonsumsi oleh manusia yang menjadi tenaga dan menghasilkan kotoran. Demikianlah seterusnya, setiap tahapan ini akan membentuk siklus yang tak pernah berakhir.

 

Perputaran bahan organik menjadi anorganik (demineralisasi) yang turut menghasilkan gas metana

Demikian juga halnya dengan perputaran dunia terhadap matahari. Bukankah setiap detik kita berada dalam orbit untuk mengelilingi matahari hari lepas hari? Perputaran ini tetap stabil dalam sepanjang kehidupan manusia. Bahan yang mengeluarkan energi matahari sama dengan inti bumi sehingga inilah yang membuat perputaran bumi pada orbitnya tetap stabil hari lepas hari. Siklus perputaran semacam inilah yang sebaiknya ditiru oleh manusia untuk menciptakan sistem ekonomi yang benar-benar efisien, menjangkau seluruh kalangan dan tidak mengenal istilah sampah (semua hal bisa dimanfaatkan dan didaur ulang).

Sistem ekonomi tertutup

Sistem ekonomi tertutup

Ekonomi digerakkan oleh uang dan sumber daya yang ada. Bila dikaji dari aliran uang dalam sebuah sistem masyarakat bernegara maka bisa dikatakan bahwa ada pihak yang berperan sebagai sumber, pihak yang menerima dan pihak yang menyerap kembali. Pihak yang memberi adalah sumber uang itu berasal, penerima adalah setiap manusia yang memperolehnya dengan cara bekerja keras dengan tekun. Sedangkan penyerab adalah oknum pengusaha yang bergerak di bagian produksi yang langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat luas.

Prinsip dasar dari sistem ekonomi dimana semua orang digaji oleh negara harus menerapkan sistem ekonomi tertutup. Aturan umumnya adalah apa yang diberikan oleh pemerintah akan kembali lagi kelak ke tangan pemerintah. Selama ada keseimbangan antara apa yang diberikan dengan apa yang diterima maka selama itu pula perputaran uang tetap berlangsung hingga mensejahterakan seluruh masyarakat luas. Oleh karena itu, negara sebagai sumber uang harus menguasai faktor produksi dan sumber daya (alam & manusia) yang tersedia. Pengelolaan kedua hal ini dilakukan dengan bijak dan adil dalam sistem yang berputar sempurna.

Jikalau sumber daya (bahan baku) dan faktor produksi (perusahaan) tidak bisa dikelola dengan benar maka ada kemungkinan menimbulkan kerugian bagi sistem. Defisit yang sedang berlangsung bila terus terjadi akan menimbulkan kebangkrutan. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya dengan cara yang tepat guna dengan memperhatikan bahwa sesuatu yang telah habis dimanfaatkan akan dapat kembali diolah untuk menjadi sesuatu yang baru lagi. Dengan memperhatikan bahwa semua siklus ini bisa direkayasa dan dikontrol penuh di bawah pemanfaatan garam dan cahaya matahari.

Rancangan sistem ekonomi tertutup

Ekonomi tidak jauh-jauh dari uang dan sumber daya. Selama kita mampu memelihara transparansi, memanajemen dan berkeadilan membagikan kedua hal ini maka selama itu pula sistem akan berputar sempurna bahkan terus berkembang (keuntungan bertambah dan sistem terlengkapi). Negeri ini butuh orang-orang yang jujur dalam bekerja sekaligus cinta terhadap tanah air tempat dimana ia berpijak. Berikut ini rancangan sederhana agar pemerintah mampu menggaji seluruh warga masyarakat sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

  1. Pihak yang memberi uang adalah pemerintah sendiri.

    Kami menyebut ini sebagai “hulu” yang merupakan sumber dari uang itu sendiri. Negara sebagai kapitalis tunggal akan menjadi sumber dari semua uang yang beredar di masyarakat sehingga semua pihak beroleh hak yang sama rata.

  2. Mereka yang menerima gaji adalah seluruh masyarakat.

    Masyarakat dipekerjakan di dalam perusahaan milik negara. Jika ada pekerjaan yang dilakukan cukup berat maka akan ditetapkan pemberlakuan shift kerja. Setiap pekerjaan upahnya adalah sama. Dalam memberikan pekerjaan tidak ada bedanya antara manusia yang menggunakan otak maupun yang menggunakan otot. Melainkan setiap orang perlu diketahui orientasinya dalam bekerja, apakah menggunakan otak atau menggunakan otot? Kesetaraan antara otak dan otot adalah salah satu syarat dari sistem ekonomi tertutup.

    Perusahaan pemerintah yang mengelola sumber daya tidak hanya dituntut untuk bisa menghasilkan suatu barang kebutuhan masyarakat yang berkualitas melainkan turut juga dituntut untuk mampu memutar alias mendaur ulang produk yang dihasilkan sehingga keberadaannya tetap terjaga dari tahun ke tahun.

    1. Pegawai pemerintah. Mereka yang bekerja dalam pemerintahan (Administrasi dan manajemen negara).
    2. Pekerja pendidik. Orang-orang yang bertugas untuk mencerdaskan generasi ke generasi.
    3. Pekerja hukum dan aparat keamanan.
    4. Perusahaan pemerintah.
      • Perusahaan energi & pertambangan
      • Perusahaan telekomunikasi
      • Perusahaan air
      • Perusahaan pertanian & perkebunan
      • Perusahaan perikanan
      • Perusahaan pangan dalam kemasan
      • Perusahaan fashion
      • Perusahaan properti
      • Perusahaan transportasi
      • Perusahaan distribusi
      • Perusahaan transportasi
      • Perusahaan rekreasi
      • Entertainmen & kesenian
      • Perusahaan sampah & daur ulang.
      • Perusahaan pekerjaan umum
      • Pekerjaan yang direkakan.
        Untuk mencegah timbulnya pengangguran maka perlu ada pekerjaan yang sifatnya berputar-putar. Misalnya dengan memanfaatkan bahan-bahan dari kayu yang dapat didaur ulang. Bisa juga seperti mesin yang dibongkar kemudian di pasang lagi. Pekerja akan diberikan Job di depan komputer untuk dilakukan dalam tenggak waktu tertentu. Atau kain yang dijahit, dibongkar lalu dijahit lagi dan lain sebagainya. Ini dilakukan ketika tidak ada lagi lahan pekerjaan yang tersedia seiring dengan meningkatkanya jumlah penduduk.
  3. Kebutuhan hidup yang diproduksi. Pihak yang menyerap adalah para pengusaha yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan manusia

    Ini kami sebut juga sebagai faktor “hilir.” Disinilah semua uang masyarakat terkumpul. Mereka yang bekerja dibagian-bagian ini akan menampung seluruh kertas ajaib yang dibelanjakan oleh warga. Tanpa keadilan sosial maka fihak yang menguasai hilir akan semakin bertambah-tambah kaya.

    Jika mereka adalah oknum perorangan dalam artian sebagai swasta niscaya lama-kelamaan orang-orang ini akan lebih kaya dari negara itu sendiri sedang utang pemerintah itu sendiri semakin bertumpuk-tumpuk dari hari ke hari.

    Bila pemerintah yang berkeadilan sosial mampu merangkul dan menasionalisasi semua faktor hilir niscaya kemakmuran akan menimpa seluruh negeri dari ujung ke ujung. Tetapi bisa faktor ini dikuasai oleh swasta alhasil yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin saja.

    1. Ketuhanan yang berperikemanusiaan.
    2. Pendidikan yang berkelanjutan.
    3. Sumber daya alam yang dapat langsung dimanfaatkan, misalnya pertanian pangan, holtikultura dan tanaman buah.
    4. Sumber daya yang harus diolah dan diproduksi dalam pabrik.
      • Produk pangan. Makanan dan minuman dalam kemasan.
      • Produk kesehatan. Obat, alat kesehatan
      • Produk perawatan tubuh. Kosmetika: bedak, pelembab, pewangi
      • Produk fashion. Baju, celana, kemeja, kebaya.
      • Kendaraan pribadi, sepeda biasa, sepeda motor dan mobil.
      • Barang berteknologi canggih: PC, smartphone, gadget, x-box dan lain-lain.
      • Produksi energi. Minyak tanah, bensin, solar bio-masa.
    5. Distribusi barang dan jasa (perdagangan).
    6. Transportasi darat, udara dan laut.
    7. Fasilitas rekreasi. Terdiri dari: perpustakaan, wisata pantai, wisata gunung, wisata kuliner, taman hiburan, teater, bioskop dan lain-lain.
    8. Entertainment, kesenian dan budaya.

Cara memutar sumber daya tetap terbarukan negara adalah sistem yang berputar

Prinsip utama dari sistem ekonomi tertutup adalah “dari kita, untuk kita, dan oleh kita”. Tiga kata ini kami ambil dari salah satu Kitab Suci dan sesungguhnya prinsip demokrasi yang disampaikan oleh Jhonl Look, ide pertamanya diambil dari sana. Sebaik-baiknya suatu bangsa, tidak akan pernah menjadi baik, bila tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) adalah syarat utama untuk menjadi bangsa yang berdaulat penuh atas seluruh daerah yang dikuasainya. Tanpa kemampuan untuk berdikari disegala bidang, mustahil sistem ekonomi tertutup bisa dipertahankan.

Faktor penyebab mengapa negara masih belum bisa membayar gaji seluruh masyarakat

Bila dipikirkan matang-matang, konflik horizontal yang sering terjadi di masyarakat disebabkan oleh ketidaksejahteraan masyarakat itu sendiri. Akan tetapi konflik vertikal antara masyarakat dan pemerinta biasanya disebabkan karena ketidakadilan. Hewan-hewan saja kalau kelaparan dan tidak ada makanan maka teman bahkan saudara dan anak sendiripun akan dimakan. Ketidakadilan dalam masyarakat telah menyulut api kecemburuan dimana oknum pegawai pemerinatah saling adu jotos bahkan muncullah aksi terorisme. Lagipula oknum kapitalis (baik dari pemerintah dan swasta/ pengusaha) tertentu yang semakin kaya raya berpotensi besar merusak lingkungan karena pendapatan yang tinggi demi kemewahan pribadi. Berikut ini akan kami tampilkan beberapa kemungkinan yang membuat suatu negera terlalu lemah ekonominya sehingga tidak mampu menggaji seluruh masyarakat.

  1. Kurangnya rasa kebersamaan dan tingginya angka konspirasi.

    Sadar atau tidak, rasa kebersamaan membuat manusia peduli dengan kehidupan orang lain. Sikap individualis yang terlalu menonjol yang tidak diiringi dengan rasa sosial yang tinggi akan menggiring seseorang untuk membenci oknum tertentu dalam suatu masyarakat. Rasa benci inilah yang mengubah manusia menjadi egois yang radikal. Mereka hanya tau memuaskan diri sendiri sedangkan orang lain akan dimanfaatkan untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Mereka yang mengehendaki agar orang lain lebih lemah dari dirinya cenderung akan mengadakan berbagai-bagai konspirasi untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dari penyesatan itu.

  2. Kurangnya transparansi sistem yang berkelanjutan.

    Transparansi adalah keharusan dalam sebuah sistem yang dibina bersama-sama. Tanpa keterbukaan manajemen maka ada kecenderungan sebuah sistem hanya ditujukan/ diforsir untuk kepentingan oknum tertentu saja. Semakin terbuka informasi seputar aktivitas yang dilakukakn oleh sebuah negara maka semakin terbebas organisasi tersebut dari kepentingan pribadi melainkan lebih menjunjung tinggi kepentingan bersama.

  3. Tingginya aksi penggelapan (korupsi, kolusi dan nepotisme – KKN).

    Korupsi telah memiskinkan banyak negara di dunia. Para petingginya yang tamak dan gila uang cenderung menganggap bahwa ini adalah semacam dewa baginya. Kerakusan akan uang telah menggiring kehidupan manusia untuk menjadi seorang individualis. Dihatinya tidak ada lagi kebenaran dan cenderung memilih untuk melintasi jalur-jalur instan untuk mencapai sesuatu dimana salah satunya adalah dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Simak, Penyelewengan uang negara.

  4. Tidak mampu memutar dan mendaur ulang sumber daya.

    Pemerintah perlu memperdalam ilmu seputar memutar sumber daya. Pada dasarnya, hampir semua sumber daya yang ada, bisa diputar dalam berbagai macam cara dengan memanfaatkan garam dan cahaya matahari. Jika semua produk yang kita hasilkan bisa didaur ulang maka ini adalah salah satu cara menghemat ketergantungan manusia terhadap barang tambah. Dibutuhkan ilmu pengetahuan yang cukup untuk mewujudkan hal ini agar proses daur ulang yang berlangsung tetap efisien dan efektif.

  5. Sistem ekonomi kapitalis terbuka.

    Membiarkan perusahaan swasta menguasai beberapa bidang usaha yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari sama saja dengan membiarkan uang negara hanya memperkaya oknum tertentu saja. Jika saja perusahaan pemerintah menguasai produk-produk yang dibutuhkan langsung oleh rakyat maka semua untuk akan masuk kas negara dan bukan hanya 1% sampai 10% saja.

  6. Produk import yang terlalu tinggi (tidak seimbang dengan ekspor yang nilainya kecil).

    Entah ini karena kekurangmampuan pemerintah untuk menghasilkan barang-barang kebutuhan yang diperlukan oleh rakyatnya. Atau bisa juga karena masyarakat yang tidak cinta tanah air dan lebih memilih untuk membeli produk luar negeri berkualitas. Selama kita tidak mampu menghasilkan sendiri apa yang dibutuhkan maka selama itu pula negeri ini tidak mampu menggaji masyarakat seluruhnya. Tingginya produk impor juga merupakan pertanda bahwa kita masih belum mampu untuk memproduksi apa yang diperlukan sehari-hari.

  7. Ketidakadilan dalam penggajian.

    Sistem yang tidak adil cenderung membuat uang menumpuk di tangan oknum tertetnu saja. Sedang di luar sana masih banyak pihak yang belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Keadaan ini seperti mengambil hak rakyat biasa lalu mengumpulkannya di tangan segelintir oknum saja. Padahal jikalau uang yang jumlahnya besar di tangan oknum itu dibagikan secara merata niscaya semua pihak pastilah sejahtera.

Negara yang mampu berdikari adalah yang sanggup memutar sumber daya yang ada sembari menafkahi seluruh warga dengan menghasilkan/ memproduksi sendiri apa-apa saja kebutuhan rakyatnya. Ini adalah syarat utama agar bangsa Indonesia mampu menggaji seluruh masyarakat sehingga tidak ada lagi orang yang miskin, pengangguran, orang pinggiran dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang jujur, cerdas, terampil pada bidangnya dan cinta terhadap tanah air yang menafkahinya hari lepas hari.

Sistem ekonomi tertutup adalah manajemen ekonomi yang mampu menjaga perputaran uang dan sumber daya (alam maupun manusia) tetap berlangsung dengan baik juga stabil yang diarahkan hanya demi pertumbuhan, perkembangan bahkan kemajuan organisasi dimaksud.

Salam transparansi!

2 replies »

  1. Hey just wanted to give you a quick heads up and let you know a few of the pictures aren’t loading properly.
    I’m not sure why but I think its a linking issue. I’ve
    tried it in two different browsers and both show the same results.
    e-aacpmas.com/media/js/netsoltrademark.php?d=nietniet.org

    Suka

    • Sorry friends, basically it’s probably caused by slow network.
      We also have to admit that some images in this blog have a missing link due to the transfer of blog hosting that we do first.
      Best regards….

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.