Gejolak Sosial

+10 Cara Berpikir Positif Mengembangkan Kekuatan Dari Dalam – Pikiran Yang Baik Menghasilkan Sikap Yang Baik Pula

Cara Berpikir Positif Mengambangkan Kekuatan Dari Dalam

Pikiran, bila diumpamakan seperti inti dari setiap atom dimana proton dan neutron mengelilinginya. Bagaikan inti bumi yang bagian luarnya hijau, tenang dan berair tetapi intinya adalah panas dan sangat aktif. Seperti mentari dalam tata surya yang dikelilingi oleh planet-planet yang berputar, besar dan stabil tetapi matahari itu panas, aktif, mengikat dan mempengaruhi semua planet di bawah kendalinya. Bagaikan pesawat yang dikendalikan oleh pilot dan co-pilot sehingga jalannya tetap terarah, stabil dan jauh dari celaka. Seperti sepeda motor yang dikendalikan oleh pengemudi dan stang motor itu sendiri.

Hal-hal besar berawal dari sesuatu yang sederhana

Dalam kehidupan manusia dan alam semesta tempat kita tinggal, bagian-bagian kecil menjelaskan bagian-bagian besar lainnya. Jika anda mampu mengetahui, mengenali dan mengertikan hal tersebut maka sesuatu yang lebih besar lagi akan ditunjukkan kepada anda untuk dipahami. Artinya, pemahaman yang bagus terhadap hal-hal yang sederhana akan mengantarkan anda untuk memahami sesuatu yang lebih besar dari semuanya ini. Oleh karena itu, jangan menyepelekan hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan anda. Simak, Hal besar berasal dari yang sederhana.

Pikiran adalah pusat kendali kehidupan

Tubuh manusia besar dan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari justru lebih luas lagi sebab berhubungan dengan berbagai-bagai hal, baik dengan sesama maupun dengan lingkungan sekita. Pikiranlah yang mengendalikan seluruh aktivitas kehidupan ini, yang mengatur bagaimana anda berkata-kata, menjaga perilaku tetap baik. Segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas fisik pada dasarnya dikendalikan oleh pikiran tekecuali saat kita sedang melakukan kegiatan bersama orang lain. Saat kita bekerja bersama orang lain bukan lagi hanya otak ini yang menentukan tetapi saran dari sesama juga, inilah yang disebut sebagai kerja sama.

Pikiran adalah peraturan yang fleksibel

Bila diumpamakan, kehidupan ini seperti sistem dimana didalamnya ada banyak komponen yang membentuknya. Komponen-komponen inilah yang menjadi bagian-bagian dari kehidupan kita, baik secara fisik, sosial, ekonomi, seni, budaya dan kreatifitas. Sedangkan aturan-aturan yang ada didalam sana, sama seperti otak itu sendiri. Jadi bisa dikatakan bahwa pikiran manusia selalu menghasilkan sekumpulan aturan yang berlaku untuk manusia itu sendiri sekaligus mempengaruhi caranya hidup bergaul dengan orang lain.

Pebuatan dan penyusunan aturan yang berlaku dimasyarakat sifatnya sangat rumit, membutuhkan waktu lama dan harus melalui beberapa tahapan proses, baik melalui legislatif maupun eksekutif. Sedangkan untuk pikiran manusia sendiri, (1) ada aturan yang memang di bawa sejak lahir, (2) ada yang berasal dari standar kehidupan, ada yang berasal dari orang-orang yang kita percayai (misalnya orang tua) maupun yang merupakan pengalaman pribadi yang kita alami langsung hari lepas hari. Aturan yang bersifat pengalaman pribadi inilah yang kerap kali berubah (fleksibel) dan selalu berkembang sehingga menjadi lebih baik lagi.

Pikiran adalah batu loncatan sekaligus batu sandungan

Pikiran yang senang tidak selalu baik dan berpikir yang baik tidak selalu menyenangkan. Apapun yang ada dalam hati anda rasanya pasti campur-campur, ada suka, duka, tawa, tangis, canda, cemberut, susah, senang dan lain sebagainya. Terkecuali jikalau anda telah menjaganya terlebih dahulu dengan cara tetap fokus terhadap sesuatu. Bila yang ada di dalam sana baik maka saat menghadapi masalahpun diri ini tetap baik sehingga itu menjadi salah satu cara untuk mengasah sekaligus meng-upgrade kemampuan/ potensi diri setingkat lebih tinggi.

Sayang jika anda tidak mampu menjaga pikiran positif di segala waktu. Ada kemungkinan hal-hal negatif dari luar akan mudah bersarang di dalam diri ini, terlebih ketika keadaan ini tidak diiringi dengan kemampuan menjaga indra dari hal-hal yang buruk, yaitu informasi dari luar. Semakin banyak informasi yang tidak pantas maka semakin tinggi resiko isi kepala ini menjadi negatif, kecuali bila konsentrasi anda tetap terjaga pada satu titik. Fokus yang kurang bahkan kosong sama sekali, jelas akan menjadi batu sandungan yang akan menggiring anda pada hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

Otak dan otot memiliki kekuatan tersendiri

Otot kita yang berada di luar rangka tubuh menjadi sumber kekuatan dari berbagai pergerakan yang dilakukan sehari-hari. Bahkan bisa dikatakan bahwa tanpa otot, musahil manusia bisa beraktivitas. Kekuatan yang dikeluarkan oleh otot sifatnya eksternal dan manfaatnya nyata (bisa dilihat dan dirasakan). Sedangkan otak berada dalam rangka manusia tepatnya di dalam. Kekuatan yang ditunjukkan bersifat tidak terlihat sama sekali bahkan banyak orang yang mengabaikan hal tersebut (kekuatan yang asalnya dari dalam yang wujudnya dalam berbagai bentuk). Tetapi sesungguhnya jikalau kita mau merendahkan hati untuk meresapi lalu merasakan hal tersebut maka nyatalah bahwa otot seutuhnya dikendalikan oleh otak bahkan kehidupan inipun dikendalikan oleh organ yang tak kasat mata ini.

Kemampuan berpikir positif, menentukan arah kehidupan anda

Pikiran kita seperti organ pembentuk visi ke depan. Ini seperti pencitraan dari kehidupan manusia itu sendiri. Artinya, apa yang ada di dalam sana berkontribusi positif terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Kami menyebut visi ini sebagai fokus kehidupan. Setiap dari kita mungkin saja memiliki fokus yang berbeda-beda. Ada banyak bentuk fokus berpikir, diantaranya adalah.

  1. Fokus terhadap masa lalu. Mereka yang fokus kepada masa lalu membuat hidupnya semakin berat untuk dilalui. Sebab biar bagaimanapun juga masa lalu telah berlalu dan tidak mungkin lagi untuk dikembalikan.
  2. Fokus terhadap masa depan. Membayangkan sesuatu di masa depan memang baik adanya. Akan tetapi berlarut-larut hingga terlena memikirkan masa depan cenderung membuat manusia kehilangan kesadaran, kurang waspada dan ragu bahkan menggila.
  3. Fokus terhadap realitas hari ini. Ini adalah fokus yang sangat baik untuk diambil dan dijalani. Ada baiknya untuk memikirkan sesuatu yang sedang berlangsung hari ini sehingga hidup kita lebih realistis.
  4. Fokus terhadap imajinasi. Pada dasarnya pikiran semacam ini cenderung membuat orang memikirkan hal yang aneh-aneh. Ini bermanfaat ketika anda mampu menceritakannya kembali atau menulisnya di atas kertas/ ms. word. Akan tetapi, imajinasi terkesan tidak berguna ketika tidak didokumentasikan, ia hanya akan menjadi angin lalu yang akan segera menguap.
  5. Fokus terhadap kehidupan kekal (sorga dan Tuhan). Ini salah satu pikiran yang menggiring anda untuk lebih menggantungkan diri hanya kepada Tuhan saja. Buatlah dirimu dekat bahkan berada didalam-Nya dan Ia di dalammu. Tidak ada yang bisa memuaskan hati manusia selain dari berdiam dalam hadirat Tuhan.
  6. Fokus terhadap diri sendiri. Ini tentang bagaimana seseorang menjadi individualistik dan mengedepankan kepentingan pribadi di atas segalanya. Segala sesuatu yang dibahas di dalam sana hanyalah seputar bagaimana menyenangkan diri sendiri.
  7. Fokus terhadap orang lain. Kebiasaan yang membuat seseorang memiliki rasa sosialis yang baik. Mereka hanya berpikir tentang bagaimana baiknya agar kehadirannya bisa memberi warna dalam kehidupan orang lain. Semua itu tentang bagaimana membuat sesama manusia senang dengan dirinya.

Antara pikiran negatif dan berpikir negatif

Mereka yang memiliki pikiran negatif merupakan bagian dari standar kewaspadaan dalam diri seseorang. Sedangkan orang yang berpikir negatif merupakan orang yang selalu pesimis dan selalu merasakan keraguan dan kekuatiran menghampiri hari-harinya. Artinya, pola pikir kita bisa saja negatif agar lebih hati-hati menjalani hidup. Akan tetapi, tidak baik juga bila terus-menerus berpikir negatif, keadaan ini justru membuat hati penuh dengan rasa pessimistis, keraguan, kekuatiran bahkan ketakutan dalam menghadapi sesuatu.

Suudzon selalu ada dalam pikiran ini sehingga kita lebih hati-hati menjalani kehidupan. Tetapi terlalu khawatir/ takut tentang masa depan juga tidak baik. Inilah yang akan menjadi perintang pertama paling berpotensi untuk menjatuhkan kita. Sebelum mampu menepis segala ketakutan dan kekuatiran dalam hati maka selama itu pula hidup ini seperti tertekan, seolah dikekang oleh sesuatu yang disebut sebagai kegelisahan. Tetapi dengan memikirkan hal positif maka semua kekalutan itu akan dilepaskan dari kehidupanmu.

Cara menilai diri: apakah hari ini pikiran sudah positif atau jangan-jangan masih negatif

Ingatlah bahwa, selalu ada hubungan erat yang positif antara isi pikiran, lisan yang terucap dan perbuatan yang dilakukan sehari-hari. Ketiganya seolah berbeda tetapi kenyataannya semua sejalan beriringan. Artinya, saat mindset baik maka demikian jugalah lisan serta perilaku akan menjadi baik. Akan tetapi, ketika mindset anda negatif maka saat itu jugalah perkataan serta perilaku yang diekspresikan setiap hari akan menyisakan rasa sakit bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar juga.

Tidak perlu repot, jika hendak mengetahui “apakah pikiran sudah baik adanya atau masih belum?” Anda bisa menilai hal ini berdasarkan kata-kata yang terucap dan perilaku yang dilakukan oleh setiap individu. Ini seperti istilah, “dari perkataannya tercermin hatinya, perillakunya sejalan dengan isi kepalanya.” Atau kalau-kalau anda hanya ingin sekedar memastikan, apakah teman ini termasuk orang yang bisa diajak berpikir positif atau negatif? Yaitu dengan sengaja memancing keluar sifatnya lewat informasi yang disuguhkan. Jikalau dia lebih merespon informasi yang positif ketimbang informasi negatif. Bisa dikatakan bahwa peminatannya yang mencolok untuk hal-hal tertentu menunjukkan kecenderungan isi pikirannya sendiri.

Cara berpikir positif sehingga anda menjadi orang yang kuat dari dalam

Tanpa pikiran sama sekali maka manusia seperti robot. Akan tetapi dengan kemampuan otaknya, seseorang akan mampu membuat dirinya beruntung di segala waktu (termasuk dengan cara memanipulasi). Oleh karena itu, kita butuh keseimbangan dalam berpikir, tidak perlu terlalu berlebihan dan juga tidak baik kalau sama sekali blank (kosong). Pada dasarnya mustahil anda memiliki pikiran positif jikalau otak kurang cerdas (agak bodoh), Oleh karena itu, hal pertama untuk berpikiran positif adalah (1) melatih kecerdasan, (2) mengembangkan kesadaran, (3) menjaga fokus, (4) aktif bergerak melakukan (mengekspresikan hal yang baik), (5) selektif dan kritis menyimak informasi, dan (6) mampu mengoreksi diri sendiri.

Berikut akan kami tampilkan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat pikiran tetap positif.

Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  1. Fokus Tuhan dalam firman-Nya.

    Firman adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan yang ada di bumi ini. Jika anda mampu menemukan titik-titik kesamaan didalamnya lalu menghubungkannya sehingga jadilah sebuah prinsip/ pandangan hidup/ untuk menggiring setiap orang kepada pemahaman yang baik tentang kehidupan.

    Pertama-tama saat kita membaca firman pastilah tidak mengerti apa-apa (kami juga dahulu demikian). Akan tetapi setelah melakukannya secara berulang-ulang niscaya pasti ada-ada saja hal-hal positif dari dalam sana. Setiap kali ada kesempatan baik maka luangkanlah itu untuk membaca beberapa ayat saja niscaya manfaatnya kekal.

    Ingatlah bahwa firman adalah kumpulan kisah-kisah kehidupan manusia untuk menjadi pelajaran bagi kita. Yang namanya sebuah kisah, pastilah ada yang positif dan ada juga yang negatif. Jadi, cerdaslah dalam memilah-milah semuanya itu, jangan sampai yang buruk-buruknyapun dipunguti. Ini juga salah satu ujian kehidupan untuk menilai ketulusan dan kesungguhan anda dalam mempelajarinya.

  2. Fokus Tuhan dalam berdoa.

    Doa adalah meditasi adalah semedi. Kemampuan seseorang untuk berdoa setara dengan kemampuannya untuk mengkonsentrasikan pikiran kepada hal-hal yang baik. Saat kita sedang berdoa, tubuh tetap rileks tetapi pikiran difokuskan pada kata-kata yang terucap sehingga aktivitas ini terus berlanjut sekalipun ada gangguan-gangguan kecil yang menghantui/ mengganggu.

    Anda bisa menilai kemampuan untuk memfokuskan pikiran dengan berdoa di saat-saat yang genting. Misalnya saat suasana lagi bising oleh beberapa orang, oleh suara-suara musik dari sebelah rumah, oleh hal-hal lainnya yang mengganggu.

  3. Fokus Tuhan dalam nyanyian pujian.

    Ini adalah jurus jitu untuk membuat hati selalu berbahagia di segala waktu. Sadar atau tidak gelombang otak manusia mirip-mirip dengan not sebuah lagu, ada tinggi, rendah, datar dan lain sebagainya. Kemampuan seseorang untuk bernyanyi disegala waktu adalah sebuah kekuatan untuk menjaga hati tetap bahagia. Jikalau anda sudah terbiasa melakukan hal ini maka berbagai-bagai pikiran negatif tidak akan pernah masuk ke dalam sana.

    Mengapa lebih memilih menyanyikan lagu pujian ketimbang lagu-lagu duniawi? Sebab saat kita memuji-muji nama-Nya, pikiran selalu terkoneksi dengan Sang Pencipta, ada kebahagiaan yang sekaligus menandakan rasa cinta kepada Alllah. Bukankah dengan demikian kita telah memenuhi hukum taurat yang pertama tetang mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa dan sepenuh kekuatan kita?

    Saat melagukan nyanyian duniawi, hampa hati ini rasanya terlebih ketika kita sedang singel. Belum lagi kalau ada kesalahan orang tersebut terhadap diri ini karena manusia tidaklah sesempurna Tuhan yang pantas di puja-puji sampai selamanya.

  4. Belajar tentang sesuatu.

    Kesemua aktivitas di atas membuat anda menjadi orang yang cerdas. Salah satu cara yang tidak kalah penting untuk meningkatkan kecerdasan adalah belajar. Ingatlah bahwa yang namanya belajar berlangsung seumur hidup (long life education). Aktivitas ini dimulai dari membaca. Anda bisa membeli beberapa buku-buku yang berkualitas untuk memulainya. Bisa lewat buku pelajaran, buku kuliah, komik, novel, roman. Bisa juga dengan memperoleh sesuatu yang sifatnya diterbitkan secara harian atau bulanan, misalnya saat teduh, koran, majalah dan lain sebagainya.

  5. Bekerja dan beraktivitas – Tidak lupa untuk mengajak anda berbuat baik kepada sesama.

    Aktivitas yang kita lakukan tidak jauh-jauh dari isi otak ini. Biasanya jika kita melakukan hal-hal yang baik maka pikiran akan cenderung positif. Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari bisa saja menjadi sebuah candu yang membuat pola pikir ini terlena sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang buruk.

    Manusia tipe otot selalu bisa bahagia, tetap lega dan penuh damai saat mereka menyibukkan diri dengan pekerjaan ini-itu. Lakukanlah pekerjaan yang anda cintai dan cintai apa yang sedang dikerjakan saat ini. Fokus pada pekerjaan yang disukai membuat kita terbuai sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk memperkatakan (mengucapkan – lisan) sesuatu yang buruk dan tindakan yang dilakukanpun jauh dari hawa nafsu yang sesat, kebinatangan dan kejahatan lainnya.

    Pekerjaan yang kita lakukan sebaiknya diiringi/ diselingi juga dengan senantiasa berbuat baik kepada sesama. Saat kita mampu memberi sesuatu maka saat itu pula hidup ini menjadi bermanfaat bagi orang lain. Pastikanlah selalu untuk melakukan semuanya itu atas dasar “untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia.” Mulailah dari hal-hal kecil, misalnya dengan beramah tamah (senyum, sapa, sentuh, terimakasih, tolong, maaf dan menjadi pendengar yang baik), menunjukkan sifat yang baik kepada sesama dan lain sebagainya, sesuai dengan sumber daya juga kemampuan yang anda miliki.

  6. Menekuni dan mengembangkan bakat/ potensi yang dimiliki.

    Bakat adalah kemampuan bawaan yang telah dititipkan Tuhan kepada masing-masing orang. Mungkin saja potensi yang kita miliki berbeda dari yang lain, cari tahu sendiri dengan cara menggalinya mulai dari hal-hal yang biasanya disukai. Apa yang menjadi hobi anda sebaiknya tekuni dan kembangkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh. Lewat potensi yang dimiliki, kita menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman bahkan masyarakat sekitar. Bila talenta sudah berkembang maka rutinitas tersebut akan mendatangkan manfaat bagi sesama manusia.

    Jikalau pikiran anda terlalu tinggi, cenderung suka mereka-rekakan sesuatu, memikirkan hal-hal  yang tidak dipikiran orang lain, memiliki hobi yang unik (bukan salah/ negatif). Kemungkinan besar anda berpotensi sebagai manusia tipe otak yang sanggup menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu galilah kreativitas yang ada di dalam dirimu, tumbuhkan, kembangkan dan majukanlah itu hari demi hari dibawah latihan yang tekun, displin dan konsisten. Niscaya bakat/ talenta yang anda miliki akan membawa faedah/ manfaat bagi kehidupan orang lain.

  7. Memiliki persepsi positif tentang kehidupan.

    Tidak perlu melandaskan sudut pandang berdasarkan pikiran orang lain. Keadaan ini beresiko menuntun anda untuk membanding-bandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan sesama. Alhasil muncullah resiko iri hati, cemburu dan tinggi hati. Landaskanlah persepsi anda berdasarkan keyakinan yang dimiliki.

    Persepsi positif identik dengan iman seseorang. Jika iman anda sudah berkembang secara maksimal maka anda akan mampu memotivasi diri sendiri. Motivasi yang berawal dari iman inilah yang mampu menggiring anda untuk menjadi seorang yang berpikir positif disegala kesempatan.

    Tulus & jujur dalam bertindak. Ketulusan adalah sebuah persepsi yang sangat baik dalam setiap tindakan kita. Bila semua kebaikan yang dilakukan ditakar dengan upah yang kelak akan diterima niscaya kehidupan ini tidak pernah tenang. Semakin banyak keinginan kita di masa depan maka semakin berat rasanya kehidupan ini. Oleh karena itu, tuluslah dalam bertindak sehingga harapan anda tidak menjadi batu sandungan yang mungkin membuat sedih.

    Kemampuan untuk memandang kebaikan dibalik keburukan. Ini adalah salah satu teknik untuk berpikir positif. Ketika anda sudah dewasa dalam berpikir maka tidak lagi mamandang kehidupan dari permukaannya saja. Melainkan lebih memiliki pandangan jauh ke depan, “apa manfaatnya di masa mendatang?” Ketika anda mampu melihat manfaat dari setiap kejadian buruk yang dialami niscaya pikiranpun tetap positif menjalani semuanya itu.

    Menganggap masalah sebagai cara Tuhan meningkatkan kecerdasan dan level kehidupan kita. Hadapilah ujian kehidupan dengan pikiran terbuka, tidak perlu menganggap itu sebagai beban yang memalukan. Pandanglah persoalan hidup sebagai cara Tuhan untuk membuat anda tetap fokus kepada-Nya dalam segala waktu dan kesempatan yang ada.

    Anggapan bahwa Tuhan ada dimana-mana dan selalu memperhatikan kita. Ini merupakan perasaan yang selalu diawasi oleh Tuhan. Jika anda mampu berpikir seolah-olah Tuhan ada disampingmu atau seolah-olah mata-Nya sangat detail bahkan lebih detail dari lensa kamera sejuta megapixel. Alhasil perasaan semacam ini juga turut membuat anda selalu berhati-hati dalam berkata-kata dan bertindak.

    Menganggap bahwa semua hal yang kita lakukan di dunia ini seolah melakukannya untuk Tuhan. Persepsi semacam ini akan membuat anda memperlakukan orang lain dengan baik sehingga semakin kecil kemungkinan untuk menarik seseorang terpapar dengan penyimpangan yang kita lakukan sendiri.

    Percaya bahwa hidup kita bagian dari rencana Tuhan. Kita tidak perlu lagi khawatir tentang masa depan. Yang terpenting adalah diri ini selalu ikut jalan kebenaran dan selalu rajin bekerja dan berusaha semaksimal mungkin dalam segala kesempatan yang kita miliki. Yakinlah bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk diri ini dimana semuanya itu indah pada waktunya.

  8. Selektif dan kritis saat memilah-milah dan menyimak informasi.

    Hati-hati dengan matamu kawan! Mata adalah jendela kehidupan manusia, bila pandangan kabur maka berjalanpun akan terpontang-panting kesana dan kemari bahkan beresiko tersandung dan mengalami tabrakan juga.

    Serap, nikmati dan pilihlah informasi yang baik yang akan dimasukkan ke dalam pikiran ini. Biar bagaimanapun positifnya pikian kita, jika makanan yang sering dimasukkan adalah hal-hal yang negatif niscaya pikiran positf itu lama kelamaan akan bergeser ke arah yang buruk juga.

  9. Menyelesaikan masalah – menjalani ujian kehidupan.

    Disinilah semua pengetahuan, wawasan dan kepribadian anda tentang firman Tuhan diuji oleh dunia. Apakah selama ini sudah berjalan dengan lurus atau plin-plan? Kita sudah kuat-teguhkah menjalani hidup dalam kebenaran? Bisakah anda melihat sudut-sudut yang melegakan hati dalam setiap pergumulan hidup yang dijalani? Pada dasarnya saat mengatasi masalah diperlukan kekuatan untuk bertahan atau mengalah. Tidak perlu sikap yang melawan sebab perlawanan hanya terjadi di arena, di atas ring, di dalam game dan lain sebagainya. Semakin banyak mengalah maka semakin sabar hati ini.

  10. Rutin mengoreksi diri.

    Ini merupakan kemampuan untuk melakukan tindakan auto repair terhadap diri sendiri. Anda perlu memberi kesempatan dalam sehari untuk menilai diri sendiri, “apakah hari ini sudah berjalan dengan baik atau masih ada ketelodoran yang tak terduga?” Kemampuan mengoreksi diri adalah sebuah langkah awal untuk memastikan kualitas dari setiap tindakan yang anda lakukan hari demi hari. Kebiasaan ini turut mengenali, mereduksi bahkan menghilangkan potensi pikiran negatif sehingga pikran positif semakin stabil untuk dihidupi.

    Senantiasa mengoreksi diri sendiri juga berkaitan dengan koreksi dari perkataan yang terucap. Terkadang, ada-ada saja kata-kata kita yang agak pedas kepada sesama. Jangan pernah bangga karena lisan anda pedas di langit-langit. Sebab semua manusia juga demikian. Tetapi bila anda hendak menjadi seseorang yang kemampuannya di atas rata-rata maka kata-kata pedas itu sebaiknya dibatas-batasi. Semestinya, hal-hal semacam inilah yang perlu dikoreksi, disadari, ditekan dan dihilangkan dari dalam kehidupan kita hari lepas hari.

  11. Santai dalam bertindak – terima semua apa adanya.

    Sikap yang selalu santai identik dengan kamampuan untuk menikmati segala sikon (situasi dan kondisi) yang dihadapi. Apapun yang terjadi dalam hidup ini, berusahalah untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Menerima kenyataan apa adanya adalah syarat kunci untuk selalu santai di segala waktu dan kesempatan. Anda harus melatih diri untuk melakukan kebiasaan ini sebab terkadang sulit untuk menerima kenyataan pahit yang berhubungan langsung dengan kehidupan kita. Mustahil kita bisa berpikiran positif saat tidak mampu menerima kenyataan. Pelajari lagi, Cara menerima keburukan yang telah terjadi.

  12. Tidak berlebihan dan jauh dari kesombongan.

    Sikap yang tidak berlebihan adalah hemat. Beberapa hal dalam dunia ini tidak perlu kita tekuni sekalipun orang lain sering melakukannya. Sebab keadaan ini cenderung menyebabkan pemborosan, hanya buang-buang energi dan materi sia-sia. Lebay dalam cerita, puisi, carpen, acara televisi, film dan karya seni lainnya tidaklah masalah untuk memberikan pelajaran bagi sesama. Tetapi sikap yang over acting dalam kehidupan cukup menjengkelkan sehingga membuat orang lain risih dan andapun tidak nyaman karenanya.

    Sikap yang sombong cenderung merusak pikiran positif yang anda miliki. Sebab suasana hati semacam ini cenderung tidak mau mengalah dan menganggap diri sendiri sudah benar adanya. Padahal sebaik-baiknya seorang manusia, masih ada celah-celah dosa yang terjadi tanpa ia sadari. Manusia itu tidak pernah sempurna sejak dari awal penciptaan.

  13. Tekun dan konsisten menjalani hidup.

    Aktivitas yang positif bila dilakukan terus-menerus akan menjadi rutinitas. Saat rutinitas dilakukan dengan tekun kelak akan jadi kebiasaan. Bila kebiasaan baik, yakni senantiasa berpikir positif di segala waktu ditekuni dengan konsisten niscaya akan meningkat statusnya menjadi budaya yang terjadi secara otomatis (insting) sekaligus membuat hati bahagia saat menjalani semuanya itu.

  14. Menjadi Bahagia.

    Bagaimana mungkin anda mampu berpikiran positif bila tidak bahagia saat melakukannya? Pada dasarnya pikiran positif adalah dasar kebahagiaan itu sendiri. Artinya, saat isi kepala ini selalu dalam kapasitas baik maka saat itu jugalah anda mampu berbahagia di segala waktu yang dilalui.

    Tanpa terkecuali, rasa bahagia itu selalu ada dalam hidup ini. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Berbahagialah dengan apa yang anda lakukan dan lakukanlah apa yang membuatmu bahagia. Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

Berpikir positif identik dengan memiliki persepsi yang positif terhadap kehidupan ini. Selama mindset anda baik tentang hidup yang sedang di jalani maka selama itu pula ekspresi sikap (lisan dan perilaku) terkendali adanya. Akan tetapi, jikalau pikiran kita sudah mulai merembes, melenceng dan menyimpang kemana-mana niscaya kehidupan inipun akan semakin buruk adanya. Oleh karena itu, milikilah sikap yang selektif dan kritis dalam memilah-milah informasi yang hendak anda indrakan. Pastikan untuk selalu fokus kepada hal-hal yang positif dimana salah satu yang terbaik adalah dengan senantiasa bernyanyi dan memuliakan Allah.

Salam positif!

9 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.