Gejolak Sosial

10 Kebahagiaan Semu, Hanya Sementara Dan Segera Berlalu – Apa Yang Anda Terima? Penyebab dan Contohnya


Kebahagiaan Semu, Hanya Sementara Dan Segera Berlalu – Apa Yang Anda Terima Penyebab dan Contohnya

Semu adalah (1) tampak seperti asli (sebenarnya), padahal sama sekali bukan yang asli (sebenarnya); (2) tipu; muslihat (KBBI Luring). Merupakan fatamorgana yang seolah-olah nyata padahal tidak ada apa-apa disana. Tidak sedikit orang yang begitu terlena dengan hal-hal yang sesaat & fana selama hidup di dunia ini. Mereka begitu menggantungkan kehidupan kepada sesuatu yang tidak pasti. Padahal semuanya itu akan berakhir pada kesia-siaan.

Bahagia adalah sebuah keharusan, sifatnya mutlak dan sudah ada di dalam diri setiap manusia. Jangankan orang dewasa, balita saja bisa berbahagia oleh karena hal-hal yang sederhana. Sayang, seiring beranjaknya usia mereka maka kesederhanaan itupun semakin menjauh lalu digantikan oleh keinginan-keinginan yang lebih. Usia yang beranjak naik semakin meningkatkan kecerdasan seorang manusia yang berimbas pula pada hawa nafsu yang ada di dalam hati.

Bila diumpamakan, “hawa nafsu seperti sedang bermain kuda-kudaan dengan kebahagiaan.” Sinafsu berada di kiri dan sibahagia berada di sisi kanan. Ketika jumlah teman sinafsu semakin banyak, sibahagia akan berada semakin jauh dari tanah. Sedang, saat jumlah teman sibahagia lebih banyak maka sinafsulah yang akan berada semakin jauh dari tanah. Sedang tanah itu sendiri adalah hati manusia. Bila ragam jumlah keinginan bertambah, itu artinya bahagia di hati semakin menjauh. Sedangkan bila jumlah hati yang berbahagia semakin meningkat maka sudah seharusnyalah hawa nafsu semakin jauh dari hati ini.

Pundi-pundi rasa bahagia di dalam hati

Sumber-sumber kebahagiaan manusia

Dalam teori bahagianya hati, ada dua sumber utamanya, yaitu rasa yang berasal dari luar diri ini dan rasa yang berasal dari dalam diri sendiri. Sudah barang tentu, apa saja yang bersumber dari luar adalah berasal dari orang lain dan lingkungan sekitar. Sedangkan hal-hal yang berasal dari dalam merupakan sifat-sifat dan kebiasaan baik yang kita ekspresikan hari lepas hari kepada sesama dan lingkungan sekitar. Dari kedua hal tersebut, hanya satu dari dua (1/2) yang dapat dikendalikan oleh diri sendiri, yakni apa yang bisa kita berikan.

Seperti yang pernah kami katakan sebelumnya bahwa kebahagiaan semu itu asalnya dari luar. Dimana keadaan ini dipengaruhi oleh indra yang terangsang oleh suatu kejadian/ suatu keadaan/ suatu benda/ suatu aktivitas dari orang lain dan benda-benda dilingkungan sekitar. Rasa bahagia semacam ini sangat tergantung dengan keberadaan materi. Keadaan ini jelas-jelas membuatmu menjadi seorang yang konsumtif. Kebahagiaan baru ada jikalau membeli ini dan memiliki itu. Padahal uang itu sifatnya fana dan tidak selalu ada. Ketika hati terlalu ketergantungan dengan materi maka mulailah timbul sikap candu. Akibatnya konsumsi materi semakin meningkat bahkan uang tabunganpun habis dan utang terus bertambah disana-sini. Kenyataan semacam inilah yang cenderung membuat beberapa orang menjadi pencuri, penipu, manipulatif bahkan koruptor.

Mengapa kebahagiaan itu menjadi semu?

Bahagia yang semu bukan berarti jahat. Ini “seperti pedang bermata dua, salah-salah tebas leher sendiri terpotong.” Faktor kesemuan ini bukan karena ia tidak baik melainkan lebih kepada

  1. Sifatnya sesaat.

    Kebahagiaan semu ini dapat juga dikatakan sebagai kesenangan sesaat. Rasanya tidak lebih dari 3 detik, 3 menit, 3 jam, 3 hari, 3 bulan dan 3 tahun. Misalnya saja saat anda dipuji oleh seseorang, rasa senangnya tidak lebih dari 3 detik. Ketika mengkonsumsi cemilan, enaknya dilidah hanya dalam 3 menit. Saat sedang menonton televisi, setelah 3 jam pasti bosan dan break dahulu. Sewaktu membeli baju baru, senangnya 3 hari setelah itu menjadi biasa saja. Ketika membeli barang elektronik model baru (smartphone), bahagianya 3 bulan, setelah itu menjadi biasa. Masih banyak contoh lainnya yang menyatakan bahwa hal-hal duniawi hanya bertahan sesaat di dalam hati lalu setelah itu, cepat atau lambat akan berakhir juga.

  2. Keberadaannya tidak pasti.

    Tipe rasa bahagia yang berasal dari luar diri, keberadaannya tidak pasti. Ini “seperti hujan di daerah tropis,” Pada saat-saat tertentu seolah awan gelap menandakan akan turun hujan namun kenyataannya bisa saja tidak. Apapun yang terjadi di dunia ini mustahil bisa dikendalikan seluruhnya. Seberkuasa apapun posisi anda saat ini, tidak mungkin untuk menangkal pengaruh dari luar, terkecuali jika mengambil waktu diketerasingan untuk menyendiri. Itupun, masih ada-ada saja yang bisa mengganggu & ngejahatin anda, misalnya saja alam sekitar, hewan dan tumbuhan. Bila terus harap-harap cemas bisa-bisa sakit hatinya besar jika hal tersebut tidak jadi.

  3. Selalu butuh uang.

    Ada begitu banyak hal yang dapat membuatmu senang dan semuanya itu berhubungan dengan uang. Tidak ada satupun kenikmatan duniawi yang gratis adanya. Ada uang, ada barang; ada uang, ada jasa. Bahkan di zaman sekarang harga bon-bon termurah, yakni 3 biji / Rp. 500,- dahulu sewaktu kami masih kecil, nilainya hanya Rp. 50,- per biji. Nilai ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Demikianlah hukum ekonomi berlangsung, tidak ada yang gratis, jadi saat anda tidak memiliki apa-apa, itu artinya andapun tidak akan pernah menikmati kebahagiaan apapun dari dunia ini. Oleh karena itu, pastikanlah bahwa hal-hal yang terbiasa anda konsumsi di dalam dunia ini sifatnya fluktuatif. Artinya, berikan jarak yang cukup untuk beralih dari kenimatan duniawi yang satu dan yang lainnya sehingga kecanduan itu cenderung bisa dikendalikan.

  4. Bisa mendorong bosan atau ketergantungan.

    Bila terlalu sering (selalu) menikmatinya maka hanya ada dua resiko yang anda alami kelak: menjadi bosan atau malah ketergantungan. Bila anda terlalu sering melakukannya maka keadaan ini lama-lama akan menimbulkan kejenuhan, terlebih ketika sudah melihat/ pernah menyaksikan hal lainnya yang kelihatannya lebih menarik. Sedang jikalau anda mampu menepis rasa bosan itu lalu membiasakan diri, yang timbul kemudian adalah rasa ketergantungan akut. Bila ketergantungan akut terus berlanjut tanpa suatu antisipasi, akan berubah menjadi candu yang tidak bisa lagi ditinggalkan berlama-lama.

  5. Dampaknya bisa berubah drastis, membuat sedih & sakit hati.

    Kebahagiaan yang datangnya dari luar bersumber dari kenikmatan duniawo dan cara orang lain memperlakukan kita. Anda harus lebih banyak menunggu untuk untuk merasakannya. Menunggu dengan was-was dalam ketidakpastian hidup. Menunggu ada uang agar bisa merasakan bahagia. Mampukah anda bertahan menunggu hingga orang lain menghargai dan menghormati anda baru ada kebahagiaan itu. Keadaan ini sama saja dengan menggantungkan hidup pada sesuatu yang tidak pasti. Semakin lama anda menunggu, muncullah perasaan harap-harap cemas yang berujung kepada kegelisahan dalam hati. Belum lagi kejadiannya ketika apa yang anda Tunggu ternyata memberikan hasil yang sebaliknya. Ia yang anda harapkan menghargai justru berubah sikap menjadi menolak bahkan membencimu sama-sekali.

  6. Berujung pada rasa sakit bahkan terbaring lemah di rumah sakit.

    Bahagia yang datang dari dunia ini tidak bisa dikonsumsi terlalu sering melainkan semuanya itu ada jangka waktunya. Misalnya, saat mengkonsumsi makanan, tidak bisa setiap saat dan sepanjang hari melainkan cukuplah tiga kali sehari saja. Ketika anda refreshing dengan berwisata ke tempat-tempat yang indah, mustahil berjalan terus seharian. Ada hal-hal yang lebih bermanfaat untuk dilakukan ketimbang hanya menyusuri jalan setapak di tepi pantai (liburan). Terlalu sering jalan-jalan, kaki bisa pegal, masuk angin dan kelelahan. Saat anda terus-menerus makan, kolesterol dan gula darah bisa naik sehingga muncullah penyakit metabolisme (tubuh menghasilkan racun melebihi ambang batas toleransi).Apa indikator anda kawan jika berlebihan mengkonsumsi materi? SEBAIKNYA ADA, kalau tidak niscaya semua dihajar ckckckckkkkk. Berbahagialah mereka yang saat ini sakit sebab dengan penyakit itu mereka ditakuti sehingga dapat membatasi diri untuk mengkonsumsi materi secara berlebihan. Bila anda tidak punya penyakit setidaknya MILIKI TIMBANGAN di rumah (khusus dewasan bukan anak dan remaja) agar hal tersebut menakuti anda sehingga bisa memelihara diet yang baik, sehat dan tidak berlebihan.

  7. Beresiko menyebabkan ketergantungan.

    Lalu, ketika semua kebahagiaan itu semu, apa itu artinya tidak bisa disentuh dan tidak bisa dicicipi sama sekali? Harap diingat bahwa tulisan ini bukan untuk menentang semua hal yang semu itu. Biar bagaimanapun juga, kita masih berada di dunia sehingga mustahil untuk meninggalkan semua yang semu itu. Hanya yang kami perlu ingatkan disini adalah (a) hindari berlebihan, apalagi (b) ketergantungan. Saat anda terlalu lebay maka besar resiko bosan, kehilangan rasa lalu mengingikan lebih. Ketika ketergantungan dengan hal-hal duniawi, ada kecenderungan menjadi tidak sabaran, emosi tidak stabil dan cenderung ceroboh. Jikalau anda sudah mau-mau mencapai situasi seperti ke dua hal di atas, ingatlah untuk segera menyangkal diri sendiri sehingga semua kesombongan yang menyertainya luntur.

  8. Pahalanya di akhirat kelak minim.

    Saat kita menerima sesuatu dari orang lain, bukan diri ini yang berkorban melainkan teman yang lainlah yang berkorban. Jadi, yang beroleh pahala lebih besar kelak adalah sipemberi (asal saja ia tulus melakukannya). Sedang penerima hanya sekedar melakukan kewajiban biasa, yaitu menerima dengan sukacita.

Macam-macam kebahagiaan semu yang ada disekitar kita

Sekalipun ini termasuk semu, tetap saja memberi rasa bahagia walau hanya sesaat saja. Pada dasarnya, semua itu baik asalkan kita tidak terlalu berharap (terlalu menginginkannya) dan jauh  dari rasa ketergantungan. Selama anda mampu memanajemen kehidupan ini sehingga semuanya berlangsung sesuai dengan nilai-nilai yan berlaku dalam masyarakat. Berikut ini, beberapa contoh dari kenikmatan duniawi yang bisa membuat hati berbahagia sekalipun sementara saja.

  1. Diperlakukan dengan baik oleh sesama.

    Perlakuan yang baik itu sebenarnya relatif sebab penilaian terhadap hal ini sangatlah subjektif. Ada orang sudah biasa diperlakukan dengan baik oleh teman-temannya. Tapi saat ia dikasih saran/ dikritik oleh orang lain, ketenangan itu langsung hilang dan bahagiapun menjaulah.

  2. Sikap orang lain yang jujur.

    Saat seseorang bisa berkata jujur berarti ia menghargai kepada siapa kebenaran itu diungkapkan.

  3. Dipedulikan oleh orang lain.

    Kepedulian dari sesama bukan hanya pada saat senang tetapi lebih kepada saat kita dalam keadaan sekarat & tidak beruntung.

  4. Dihargai oleh orang.

    Sekalipun saat ini anda dihargai oleh orang lain tetapi, tidak ada jaminan itu akan terus di masa depan sebab konsistensi manusia kadang berubah.

  5. Dihormati orang lain.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa, seorang diri saja tidak akan mampu memberi jaminan agar semua orang mematuhi anda. Penghormatan dari orang lain jelas tidak stabil, sekalipun saat kapal ini sudah bagus kembali.

  6. Dipuji oleh sesama.

    Pujian adalah rasa nikmat di telinga selama 3 detik saja. Itu seperti angin lalu, berhembus sebentar saja memberikan sensasi dingin yang nikmat dipermukaan kulit lalu segera saja berlalu tanpa kata-kata panjang.
    Kalau suami-istri saling memuji, hal tersebut memang baik, khan hubungannya awet sampai kakek-nenek.

  7. Dibela oleh seseorang.

    Pembelaan dari seseorang menunjukkan tanda kepedulian yang tinggi. Kita harap ini dilakukan dengan tulus hati. Sayang ia tidak selalu disisi ketika kita membutuhkannya terutama di waktu genting. Misalnya saja, orang tua tidak selalu di dekat kita terlebih saat sudah dewasa harus belajar menyemangati diri sendiri.

  8. Diperlakukan dengan adil – tidak pilih kasih.

    Perlakukan yang adil dari orang lain membuat hidup lebih tenang dan damai terlebih ketika hal tersebut datangnya dari atasan. Jika tidak, disyukuri ajalah.

  9. Saat kebaikan kita dibalas dengan kebaikan.

    Hidup di dunia memang enak tenan ketika perbuatan baik yang kita lakukan dibalas dengan hal yang lain bahkan lebih lagi.

  10. Menikmati hidup – kesenangan indra.

    Kenikmatan indra sama dengan gemerlapan duniawi. Segala hal yang menurut anda baik, indah dan menawan di dunia ini bisa membuatm bahagia walau hanya sesaat saja. Berikut ini kenikmatan hidup yang kami maksudkan.

    • Mata. Menonton televisi, film, sinetron, bioskop, pertandingan olahraga, kompotisi lainnya.
    • Telinga. Dihargai, dipuji, dihormati.
    • Lidah. Makan, minum, bernyanyi, makan di luar, cemilan dan lainnya.
    • Hidung. Membeli beberapa parfum.
    • Kulit. Spa, kusut, hubungan seks pasutri, masturbasi singel.
    • dan lain sebagainya.

Semu kenikmatan dunia yang hadir lewat materi maupun sisi emosional yang memukau ketika orang lain menunjukkan ekspresinya yang baik, sifatnya tidak pasti dan penuh dengan kemungkinan yang lain. Terlalu ketergantungan pada sesuatu yang tidak pasti justru beresiko menyakitimu. Lagi pula, dalam hal-hal yang semu inilah kehidupan kita sering diuji. Masakan menggantungkan diri pada sesuatu yang sering dijadikan bahan ujian kehidupan? Padahal kita membutuhkan sesuatu yang pasti-pasti saja untuk berbahagia saat menjalani kehidupan.

Bijaklah anda jika tidak terlalu peduli, “bagaimana orang lain memperlakukan kita?” tetapi lebih fokus kepada “bagaimana kita seharusnya memperlakukan orang lain?” Ketergantungan pada perlakuan sesama dan kenikmatan duniawi membuat fokus kehidupan ini tertuju kepada hal-hal yang berada di luar sana yang jelas-jelas tidak bisa dikendalikan seutuhnya. Akan tetapi, saat memusatkan perhatian pada apa yang dapat kita berikan & lakukan untuk meraih kebahagiaan sejati maka (1) pikiran akan selalu tertuju kepada Tuhan sambil memuji-memuliakan nama-Nya dan (2) aktivitas yang dilakukan sehari-hari memberi manfaat setidak-tidaknya bagi diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat lainnya bahkan kepada seluruh masyarakat!

Salam, bahagia itu mampu membahagiakan orang lain (pengorbanan)!

3 replies »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.