Gejolak Sosial

Calon Istri Ideal, Tekun Mengurus Anak, Pekerjaan Rumah & Punya Hobi + Diwaktu Luang


Calon Istri Ideal, Tekun Mengurus Anak, Pekerjaan Rumah & Punya Hobi + Diwaktu Luang

Kriten Sejati – Umur sudah tidak muda lagi, banyak orang yang bertanya, “kapan….?” Keluarga juga sudah mendesak, saudara jauh & dekat makin rempong, semuanya pada minta tanggal. Ehh…. Kok minta tanggal pulak ya…. Nemu aja blom…. 😀 wkwkwkkkkk 😀 Orang-orang pada ribet padahal kami santai-santai aja tuh…. Soalnya belum dapat visi, bagaimana seorang perempuan yang ideal itu? Artinya, di dalam pikiran kami gambaran tentang calon istri yang ideal itu masih blank (kosong), biasalah menunggu pencerahan dari Tuhan.

Fenomena saat ini

Fakta yang kami temukan di lapangan adalah tidak sedikit perempuan yang bekerja diperkantoran telah terjebak dalam trend dan televisi. Pekerjaan kantor yang ringan, mudah dan santai dengan waktu luang yang lebih banyak telah membuat kehidupan mereka mengarah pada informasi tentang mode fashion, entertainment dan gosip. Menyaksikan kejadian ini, HATI KECIL KAMI BERKATA “cewek-cewek macam ini kalau jadi bini disuruh-suruh pasti gak mau (inginnya cari babu aja atau memperbudak mesin) maunya begaya aja sehingga anak-anak dan rumah tangga terbengkalai.” Jadi KAMI KAPOK CARI CALON ISTRI PEKERJA KANTORAN!

Jawaban doa orang tua

Baru-baru ini, kami semakin menyadari bahwa orang yang kerjanya banyak termasuk cerdas. Kami yakin bahwa mereka yang tekun bekerja adalah orang yang pintar. Inilah sebenarnya yang kami butuhkan, Sebab, belakangan ini merasakan keadaan tempat tinggal sedang kacau balau karena kekurangan orang cerdas di rumah. Dari sinilah muncul inspirasi untuk menemukan calon Istri yang benar-benar ideal. Niat kami ini diiringi dengan penemuan sepatah-dua patah kata-kata dalam firman Tuhan yang menyatakan bahwa.

(Amsal 31:10-31) Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri. Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

Keputusan kami

Kami melihat dunia jaman sekarang semakin jauh dari kata-kata baik. Tidak sedikit orang yang telah terlena oleh teknologi dengan segala gemerlapan yang di tawarkannya. Manusia tidak lagi berpeluh: tidak lagi bekerja keras, tidak lagi tekun dan tidak lagi sabar menjalani hidup. Banyak orang telah dibutakan oleh teknologi yang ada saat ini, mereka lebih suka berpangku tangan, menyerahkan semua pekerjaan yang berat-berat kepada orang lain, menyerahkan pekerjaan yang sukar kepada mesin lalu hidup santai duduk-duduk saja seharian sambil menikmati uang yang telah diperoleh.

Sistem kerja yang ada saat ini telah menciptakan segerombolan orang yang malas. Ini terutama terlihat dibanyak perkantoran pemerintahan dan mungkin juga swasta. Pekerjaan yang ringan, beban kerja yang hampir nol, waktu luang yang banyak dimana semuanya begitu mudah (hanya saat masuknya aja susah) membuat hawa nafsu manusia semakin besar pada hal-hal tertentu (termasuk yang negatif). Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa kerja positif merupakan suatu aktivitas yang membuat manusia candu sehingga berbagai pikiran negatif, kata-kata kotor dan perilaku yang menyimpang di jauhkan dari kehidupan manusia.

Kesimpulan kami untuk cewek pekerja kantoran (tidak semua) adalah mereka bekerja minim, di rumahpun aktivitasnya nol (dikasih ke pembantu dan mesin), waktu luang banyak, menonton televisi lebih banyak, mengikuti trend lebih banyak dan lain sebagainya. Pada intinya, perempuan-perempuan ini lebih cenderung mendedikasikan hidup mereka pada trend, entertainmen dan mode fashion sehingga keluarga (pekerjaan rumah dan anak-anak) menjadi terbengkalai. Lagipula keluarga yang tidak terurur, anak-anak yang tidak diperhatikan beresiko besar menjadi broken home (perceraian atau anak yang menjadi bandel).

Dimata kami, cewek-cewek ini pemalas, bangun pastilah jam 06.00 WIB. Mau menanak nasi tinggal cok ke sana. Masak air tinggal cok ke sini. Memasak lauk dan sayur, tinggal cok kemari. Menyuci pakaian tinggalah cok juga toh. Mau ambil ini dan itu suruh-suruh pembantu. Sedangkan waktu mereka sendiri banyak yang lowong. Jadi seharian penuh duduk santai di depan televisi, memegang gadget, main komputer, online dan lain sebagainya. Mereka lebih banyak menikmati hidup daripada mengerjakan pekerjaan rumah. Otaknya telah dibius oleh entertainment, gosip artis (coba tanyakan, pasti semua diikuti tanpa ada yang terlupa), mode fasion dan berbagai-bagai trend terbaru di televisi.

Calon istri dengan paparan seperti ini, tidak akan membuat keluarga dan anak-anak hidup dalam kerukunan, damai dan sejahtera. Justru mereka akan membakar semua yang ada oleh karena hawa nafsunya yang tinggi terhadap gayanya (kemolekan) & materi (uang). Kami sendiri meragukan untuk membuka hubungan dengan orang-orang yang demikian. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk tidak lagi menginginkan calon istri yang berprofesi sebagai pekerja kantoran karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu santai di kantor dengan kebiasaan yang terkesan aneh.

Kami memutuskan untuk mencari seorang perempuan yang rajin dan tekun melakukan pekerjaan rumah, bangun lebih awal di pagi hari, menyelesaikan semua urasannya sendiri (tanpa pembantu dan mesin), cerdik mengurus anak-anak di rumah, rajin gereja, selalu mengikuti kebaktian kelompok sel (PA) lalu mengahabiskan waktu luangnya untuk berkreasi. Apa saja kreasi perempuan, kami juga tidak tahu, mungkin menyulam, menjahit, menulis, main musik, bernyanyi tanpa harus terikat dengan uang (kan sudah ada kami yang mencari uang). Pendikannya terserah (yang penting tamat SMA, pekerjaannya terserah (orang biasa, berladang, bertani, berkebun (asal bukan pekerja kantoran)) tidak masalah. Kami paling anti dengan cewek yang kebahagiaannya adalah saat berada di depan televisi dan online di gadget.

Apakah calon istri yang ideal semacam ini, ada? Ada masukan?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.