Gejolak Sosial

Teknologi Menyebabkan Kemalasan, Kebodohan, Pengangguran dan Kerusakan Lingkungan

Teknologi Menyebabkan Kemalasan, Kebodohan, Pengangguran dan Kerusakan Lingkungan

Oh teknologi, pesonamu begitu memukau,

Kemudahan yang kau tawarkan mempesona,

Kecepatan kinerjamu tak tergantikan,

Pelayananmu tanpa titik koma,

Mau-mau aja digituin…., asal ada uang,

Kau buat kami mabuk kepayang.

Kami berpikir beruntung ada teknologi,

Segala sesuatu menjadi mudah,

Semua yang ribet menjadi praktis,

Sayang, kami terlalu terlena hingga candu,

Kami telah terbuai total dalam pengaruhmu,

Tangan-tangan kami tidak lagi bekerja,

Kaki kami tidak perlu berlelah,

Bahkan segala sesuatu tinggal “klik” maka semuanya keluar.

Pengaruhmu terlalu kuat dalam hidup manusia,

Ledakanmu telah membutakan, meninabobokan,

Generasi kami yang dahulunya sabar, tekun dan penuh kerja keras,

Zaman mereka telah berlalu,

Masih sempat kami dengar dari Ayah-Bunda,

Betapa kerasnya perjuangan mereka sewaktu muda dulu,

Usaha yang penuh jerih lelah,

Tekanan yang membutuh pengorbanan,

Membentuk mereka menjadi orang yang sabar, tekun dan pekerja keras.

Amatilah di sekitarmu, apakah ada orang-orang yang berjuang demikian?

Apakah ada generasi kita yang berusaha sekeras itu?

Tidak ada yang sama seperti dulu,

Teknologi telah membutakan generasi kita,

Tidak ada lagi kesabaran, semua serba cepat,

Juga tidak ada kerja keras, semua serba mudah,

Pula tidak ada ketekunan, semua serba otomatis,

Oh teknologi, betapa buruknya generasi ini karena ulahmu.

Generasi kami, berhenti bekerja keras,

Teknologi telah membuat semua lebih mudah,

Kemudahannya dibangga-banggakan,

hadirnya dijadikan sebagai gengsi berkelas,

Ketika teknologi bekerja, manusia berhenti beraktivitas,

Pekerjaan tidak ada, berpikir itulah kenyamanan,

Teknologi bekerja keras, emisinya merusak lingkungan,

Manusia bermalas-malasan, kepribadian cenderung memburuk,

Mesin dibebankan dengan: kerja, kerja dan kerja,

Komputerisasi (chpset com) makin pintar dan canggih,

Manusia menghabiskan waktu bersantai terus,

Menikmati hidup, identik dengan bermalas-malasan,

Otak manusia makin tumpul,

Kecerdasan terjun bebas,

Kepribadian menjadi buruk,

Pengendalian diri di luar jangkuan,

Kebodohan dimana-mana,

Moralitas jongkok dilegalkan.

Manusia telah di tipu oleh teknologi,

Apa yang kita pikir sebagai keuntungan,

Telah menjadi batu sandungan,

Melemahkan generasi berikutnya.

Mereka menjadi malas bekerja,

Minimnya aktivitas, latihan otak juga tidak terjadi,

Pikiran yang berlama-lama “break & sleep

Otak yang tidak digunakan tumpul sama sekali,

Kecerdasan nol, pengendalian emosi tidak ada,

Kepintaran nol, pengendalian diri tidak ada,

Analisis nol, masa depan hilang,

Perilaku amburadur,

Masuk karantina, panti rehabilitasi, lembaga pemasyarakan hingga kematian.

Manusia memperbudak teknologi,

Mereka pikir itu keuntungan,

Kita bisa lama-lama santai tanpa pekerjaan,

Padahal pikiran dan kepribadiannya memburuk,

Menganggur bekerja membodohkan manusia,

Karena pekerjaan meningkatkan kecerdasan,

Melatih kesabaran dalam hati,

Mengarahkan pengendalian diri,

Membuat hati damai hingga bahagia.

Manusia berpikir hidup mewah, pekerjaan nol,

Padahal hawa nafsu lebay & sesat menanti di depan,

Kebinatangan penuh benci, dendam, amarah & anarkis menunggu,

Kejahatan yang di luar logika (tidak manusiawi) menanti di persimpangan,

Pekerjaan tidak ada = pikiran kosong = kepintaran terjun bebas,

Terus saja menyuruh-nyuruh teknologi,

Manusia semakin jauh dari bekerja,

Pengangguran semakin tinggi,

Manusia memperbudak teknologi,

Buangan teknologi susah diurai lingkungan,

Jadilah polusi udara, air dan tanah,

Pencemaran lingkungan mendorong bencana alam,

Manusia memperbudak teknologi,

Lebih penurut,

Mudah diatur,

Tidak neko-neko,

Tingkat kesalahan minim,

dan tentu saja lebih murah,

Jaman sekarang, pergeseran persepsi ke arah negatif,

Manusia menganggap pekerjaan memakai otot,

Hina, rendahan dan pantas di gaji murah,

Sebab orang pintar lebih nyaman bekerja dengan mesin daripada dengan sesamanya,

Penggunaan mesin berskala besar, industri, megaproyek,

Menyebabkan polusi, merusak alam, mencemari lingkungan, menimbulkan bencana,

Kiamatpun (kematian masal) lebih cepat datangnya,

Coba kalau orang-orang yang di atas (cerdas) menghargai pekerja otot,

Kesetaraan antara pekerja otak dan pekerja otot, mutlak,

Demi bumi yang lebih baik dan panjang umur.

Bekerja bukan sekedar cari uang,

Disana ada latihan fokus,

Ada latihan fisik, juga latihan otak,

Mau sehat dan cerdas maka bekerjalah,

Jangan semua pekerjaan dipercayakan kepada teknologi,

Nanti teknologi lebih pintar dan kuat dari manusia,

Sedang manusia yang terlalu santai, makin bodoh & lemah,

Mau demikian?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.