Keluarga

+7 Faktor Penyebab, Gejala & Akibat Glaukoma


Faktor penyebab, gejala, tanda dan akibat glaukoma

Glaukoma adalah bular hijau pada mata karena tekanan di dalam mata bertambah tinggi akibat cairan bening kornea dan lensa mata tertahan (KBBI Offline). Merupakan penyakit yang diawali oleh penyumbatan cairan pada bola mata sampai menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan hingga kebutaan. Penyakit semacam ini banyak yang tidak disadari oleh pasien. Biasanya mereka abai dan menganggap hal tersebut sepele. Tetapi dalam waktu tidak singkat, yaitu membutuhkan waktu beberapa bulan sampai tahun hingga menimbulkan kebutaan (tergantung dari imunitas pasien itu sendiri).

Mata adalah organ yang paling luar, sekaligus paling lembut dan rentan terhadap dunia luar. Deri sekian banyak organ tubuh yang ada dalam tubuh manusia, hanya bola matalah yang strukturnya mudah mengalami perlukaan oleh debu-debu yang terdapat di udara, terlebih lagi oleh benda-benda yang lebih padat dan lebih keras strukturnya dari debu-tanah. Oleh karena itu, penjagaan organ mata yang lebih sensitif perlu diutamakan dari organ lainnya.

Sayang, siapa sih yang peduli dengan organ mata? Orang yang memilikinya terkadang hidup semberono dan menggunakannya untuk mengisi otak dengan berbagai-bagai hal negatif yang terdapat di luar, misalnya saja mengintip, pornografi. Begitu organ ini, mengalami pelemahan fungsi, lantas saja menyadari bahwa mata mereka sedang berada dalam keadaan tidak sehat. Barulah mencari sana-sini untuk mengatasi dan mengobatinya. Syukur-syukur kalau belum terlambat tetapi kalau sudah mencapai pelemahan fungsi yang ireversibel niscaya kerusakannya tidak dapat kembali.

Kami termasuk seorang pemuda yang mengalami defisiensi daya tahan tubuh. Saat umur masih belia dan fisik masih segar, sudah mengalami tanda-tanda yang mengarah pada penyakit glaukoma. Ketika itu, bila malam sudah tiba maka mulailah mata ini perih, meriang dan panas seketika. Bahkan keinginan kami untuk menonton televisi dan main laptop-pun tertahankan dan langsung saja membaringkan diri di atas tempat tidur lalu menunggu besok hari untuk kembali beraktivitas seperti biasa.

Jenis-jenis Glaukoma

Penyakit ini terdiri dari beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan asal muasal yang mengawali gejala . Berikut selengkapnya.

  1. Glaukoma primer. Merupakan jenis yang tidak diketahui penyebabnya. Tipe ini dibagi lagi menjadi beberapa bagian yakni.
    • GP sudut terbuka. Merupakan jenis yang sifatnya kronis. Umumnya dialami oleh orang yang hidup di Eropa dan Amerika.
    • GP sudut tertutup. Bisa menjadi penyakit kronis maupun akut. Umumnya terdapat di negara-negara Asia dan Afrika.
  2. Glaukoma sekunder. Merupakan jenis yang timbul sebagai akibat dari penyakit mata lain, misalnya karena benturan (trauma), pembedahan, penggunaan kortikosteroid yang berlebihan atau penyakit sistemik lainnya.
  3. Glaukoma kongenital. Merupakan jenis yang timbul sebagai bawaan dari dari dalam kandungan. Bisa saja merupakan bagian dari faktor keturunan atau karena kecacatan pada janin (ibu yang tidak sehat).

Alasan mengapa anda menderita penyakit ini

Penyakit tidak muncul begitu saja tanpa ada penyebab yang menyertainya. Inilah yang coba kami jelaskan pada bagian ini berdasarkan pengalaman sendiri dan kami kutip dari beberapa buku kesehatan yang tersebar luas di dunia maya. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhinya.

  1. Defisiensi daya tahan tubuh. Ini kami alami langsung sebagai seorang yang cenderung lebih suka sakit-sakitan ditambah dengan bedah syaraf yang pernah dilakukan di kepala tepatnya di daerah batang otak.
  2. Kekurangan asupan makanan tertentu seperti buah dan sayuran. Buah dan sayuran adalah komponen makanan yang tinggi vitamin dan mineralnya. Ini bisa mencegah invasi oleh mikroorganisme maupun oleh sel-sel kanker.
  3. Akibat penggunaan mata secara maraton (berjam-jam) di depan layar LCD. Radiasi sinar yang keluar dari LCD bisa saja memicu diferesnsiasi sel (keganasan) yang berbahaya pada daerah penglihatan anda terlebih ketika daerah tersebut sudah mulai kelelahan.
  4. Lupa mengedipkan mata. Beberapa orang menganggap bahwa mata melotot itu hebat sehingga mereka cenderung lupa untuk mengedipkannya dalam jangka waktu yang lama. Terlalu serius bekerja juga dapat membuat kita lupa mengedipkan mata.
  5. Penyumbatan saluran keluar air mata. Keadaan ini bisa saja disebabkan oleh toksin yang berasal dari luar maupun akibat kelebihan mengkonsumsi makanan tertentu.
  6. Tekanan dalam bola mata yang abnormal. Disebabkan oleh gangguan sirkulasi pada cairan kornea yang menyebabkan hambatan pengeluaran cairan bola mata. Tekanan semacam ini juga turut mengganggu kelancaran asupan nutrisi oleh pembuluh darah mikro. Tekanan ini bisa mencapai 60-80 mmHg (normalnya 10-22 mmHg)
  7. Polusi udara. Faktor lingkungan turut memperparah keadaan pasien. Debu dan polutan dapat menambah beban pada area mata bagian luar.

Faktor resiko

Beberapa faktor yang menyebabkan semakin tingginya resiko bagi pasien untuk menderita glaucoma adalah sebagai berikut.

  • Faktor usia. Biasanya orang yang berumur 40 tahun ke atas beresiko tinggi mengidap penyakit tersebut.
  • Faktor keturunan. Bila orang tua sebelumnya menderita penyakit ini maka ada kemungkinan anak-anaknyapun akan mengalami hal yang sama.
  • Miopia tinggi.
  • Diabetes melitus.
  • Pengobatan steroid jangka panjang.
  • Benturan di daerah wajah.

Gejala glaukoma

Penyakit yang ditandai dengan penyumbatan aliran cairan keluar yang diproduksi dalam bola mata. Cairan itu sendiri komposisinya hampir sama dengan komposisi plasma, yaitu mengandung garam (natrium dan klor), askorbat, piruvat, laktat, protein, dan glukosa. Jelaslah bahwa rendahnya kadar garam dalam tubuh seseorang bisa saja mempengaruhi keadaan ini. Berikut beberapa gejala & tanda yang ditimbulkannya.

  1. Penurunan produksi cairan air mata. Ini disebabkan oleh karena penyumbatan saluran keluar dari cairan bola mata. Sadar atau tidak cairan ini sangat salin (mengandung garam 0.9%) untuk menjaganya agar tidak mudah menguap sekaligus sebagai netralisasi terhadap berbagai-bagai bentuk antigen baik yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur) maupun oleh bahan kimia lainnya berupa polutan.
  2. Sakit mata yang tidak biasa. Seperti seorang yang matanya sedang kebakaran saking perihnya keadaan itu. Ini bukan penyakit mata yang biasa-biasa.
  3. Sakit kepala, pusing. Biasanya rasa di mata bisa menyambar sampai ke kepala saking kuatnya rasa sakit itu.
  4. Mual dan muntah. Pengaruh yang timbul akibat gangguan syaraf pada mata yang menyerang ke kepala hingga mencapai organ pencernaan juga.
  5. Mata menjadi kemerahan. Yang awalnya putih cerah kini menjadi kemerahan karena gangguan cairan air mata.
  6. Melihat bayangan disekeliling cahaya. Saat melihat sumber cahaya, misalnya lampu, ada sesuatu yang mengelilinginya seperti pelangi dan hal ini terjadi pada semua jenis sumber cahaya dengan warna yang berbeda-beda.
  7. Cacat lapang pandang. Penglihatan pasien menjadi buram. Berkurangnya lapang pandang baik dari segi kejauhan (depan) maupun berdasarkan kelebaran (samping).
  8. Pada akhirnya mengakibatkan kebutaan lapang pandang. Degenerasi tahap akhir yang disebabkan oleh perjalanan penyakit yang tidak diantisipasi sejak dini sehingga muncullah berbagai-bagai kerusakan pada organ penglihatan yang lama kelamaan membuat rusaknya seluruh lapang pandang alias kebutaan yang irreversibel (absolut).

Merupakan salah satu dari ke lima indra manusia, mata adalah organ yang sangat vital. Indra dengan kemampuan cakupan yang sangat panjang ke depan dan cukup lebar ke samping. Penggunaannya sebagai salah satu reseptor informasi yang baik untuk memperkaya khasanah wawasan dan pengetahuan yang anda miliki. Gangguan pada mata jelas tidak baik bagi kehidupan kita sebab ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan dan tidak bisa dinikmati tanpa kedua organ ini. Salah satu penyakit yang mungkin saja bisa menyerang mata adalah glaukoma.

Penyakit ini diawali oleh penyumbatan pada saluran keluar air mata dari dalam tempat produksinya (bola mata). Salah satu yang berpotensi menyumbat cairan tersebut adalah produksi lemak yang berlebihan yang tidak diiringi dengan kemampuan tubuh untuk menetralisir keberadaannya di dalam aliran darah. Keadaan ini bisa juga disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu yang mengandung bahan kimia berbahaya berpotensi menyebabkan tumor dan kanker pada tubuh. Oleh karena itu, setiap orang harus menjaga asupan makanan dan daya tahan tubuh juga meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung garam sebagai agen detoksifikasi sejati. Simak juga, Cara menyembuhkan penyakit mata glaukoma.

Salam sehat itu, alami, mudah dan murah!

1 reply »

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.