Buah Ajaib

9 Konspirasi Membuat Rokok Sehat Sehingga Semakin Populer & Laku Keras Dalam Masyarakat


Konspirasi Membuat Rokok Sehat Sehingga Semakin Populer & Laku Keras Dalam Masyarakat

Kerja sama adalah upaya yang baik untuk menggapai tujuan bersama dalam menjalani hidup di dunia ini. Saat kita bersama maka pekerjaan seberat apapun akan mampu diselesaikan tepat waktu. Kebersamaan semacam ini adalah baik untuk dilanjutkan terlebih ketika mengarah pada tujuan-tujuan positif apalagi bila berbicara soal kemaslahatan orang banyak. Sayang, karena pesona uang yang begitu memukau beberapa orang terjabak dalam kerja sama yang melemahkan dan merugikan pihak lain. Inilah yang disebut sebagai konspirasi yang syarat dengan manipulasi.

Beberapa pengusaha yang tidak punya hati berusaha untuk menjebak lalu menjerumuskan orang lain/ konsumen/ masyarakat pada pola-pola yang seolah-olah baik tetapi ternyata sangat merugikan orang itu sendiri. Tidak sedikit orang yang memanfaatkan kebodohan dan keterbelakangan sesamanya untuk kepentingan pribadi semata. Apakah orang-orang ini tidak memiliki hak untuk hidup dan sejahtera? Bila negeri kita meyakini bahwa ada Tuhan yang menciptakan semua yang ada maka sudah sewajarnyalah kita mencintai semua yang diciptakan-Nya itu.

Praktek konspirasi adalah pembunuhan masal yang jalannya masif dimana tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Ini adalah perilaku orang-orang cerdas yang begitu mendewakan uang. Si pintar memang punya agama tetapi itu hanyalah KTP semata dan tidak pernah dijalani dengan sepenuh hati. Satu-satunya yang membuat dia bahagia dan damai adalah saat memiliki uang. Padahal kertas ajaib tidak selalu membuat hati menjadi bahagia sebab ada 24 jam dalam sehari, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun. Apakah kita bisa menggunakan uang dalam setiap detik yang kita lalui? Dapatkah anda mengkonsumsi makanan lebih dari 3 kali sehari? Mungkinkah anda tetap sehat menonton televisi 8 jam dalam sehari? Apakah anda bisa terus-menerus jalan-jalan dalam 12 jam sehari?

Garam adalah mineral ajaib yang sangatlah bermanfaat dalam kehidupan manusia. Penambahannya pada makanan dan minuman dalam takaran isotonis (0,9% dari total bahan utama) membuat kehidupan anda lebih sehat hari lepas hari. Pengaplikasian bahan ini tidak hanya dilakukan dalam produk panganan melainkan juga dalam bidang pertanian, menjadi pupuk alami dan organik terbaik. Dalam bidang farmasi, tahukah anda bahwa semua obat berasal dari garam? Hanya warna, bentuk dan pencampurannya saja berbeda-beda bahannya. Bahkan semua yang ada di dunia ini bisa didemineralisasi menjadi mineral garam. Dan sebaliknya, garampun akan mampu diubah menjadi bahan-bahan lainnya oleh berbagai aktivitas makhluk hidup di sekitar kita (misalnya mikroorganisme, klorofil, manusia, hewan dan lain sebagainya.

Bisa dikatan bahwa dimanapun ada garam maka bahan itu akan mendatangkan kesehatan bagi kehidupan umat manusia yang menggunakannya. Saat garam terdapat di pakaian maka baju lebih lembut dan dingin saat digunakan, dikasih ke tanaman menjadi lebih subur dengan buah yang lebat, dikasih ke hewan menjadi lebih berisi dan banyak makannya, dikasih ke makanan lebih nikmat dan sehat. Ketika garam dicampurkan dalam industri pembuatan rokok dalam kadar kecil maka secara tidak langsung mereka yang mengkonsumsi juga turut menjadi agak sehat.

Agak sehat dalam hal ini bukan dalam arti sehat sama sekali melainkan ini hanyalah faktor penarik minat agar orang-orang/ masyarakat yang tidak tahu apa-apa mulai merokok. Padahal di dalam sana ada zat yang membuat orang candu saat mengkonsumsinya. Begitu seseorang memulai mengisap sebatang rokok maka sejak saat itu jugalah ia tidak akan pernah berhenti melakukannya sampai ajal menjemput. Saat pertama-tama, sebatang saja sudah membuatnya merasa sehat. Tetapi karena zat candu yang terdapat di dalam asap itu maka mulailah dia menambah jumlah yang dikonsumsi. Semakin lama maka semakin bertambah banyak saja yang dikonsumsi setiap harinya.

Lagipula, tolong dipikir-pikir sekali lagi, bila anda merokok, apa yang lebih banyak diperoleh dari sana, manfaat atau kerugiannya kah? Ada banyak zat kimiawi berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok (4000) sedangkan zat yang bermanfaatnya hanyalah garam. Coba bayangkan 1:4000, bukankah perbandingan semacam ini lama kelamaan akan membuat anda sakit juga? Bila anda cerdas maka pastilah enggan untuk memulai mengisapnya. Tetapi ketika hawa nafsu terlalu tinggi terus terbuai juga oleh iming-iming yang diberikan oleh pihak marketing (pedagang/ penjual), siap-siaplah mengalami penyakit kronis hingga akut kedepannya.

Konspirasi manfaat rokok bagi kesehatan untuk menjebak konsumen

Begitulah dunia ini, selama kesetaraan dan keadilan sosial belum ditegakkan maka selama itu pulalah orang yang merasa pintar-pintar akan berusaha keras untuk melemahkan sesamanya sehingga sebisa mungkin ia meraup sen demi sen dari pelemahan tersebut. Konspirasi semacam ini akan terus berlanjut selama manusia terlalu cinta dengan uang. Lagi hot, Konsep persekongkolan jahat di seluruh dunia.

Benarkah menjadi perokok membuat orang lebih sehat? Mengapa barang haram yang jelas-jelas merugikan bagi manusia justru dibilang orang menyehatkan? Bukan tanggung-tanggung lho yang mengatakannya sekelas ilmuan dan peneliti bergelar S1, S2 dan S3. Berikut ini berbagai-bagai jenis penyakit yang katanya sembuh setelah mengkonsumsi rokok.

  1. Penyakit jantung.

    Menurut Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikel yang di muat diThe Times (Juli 1994), orang merokok di Glasgow tidak lebih banyak dari mereka yang ada di Bournemouth (kota sebelah selatan Glasgow). Tapi ternyata angka penderita penyakit jantung di Glasgow lebih banyak dari pada di Bournemouth.

    Coba perhatikan tahun penelitian ini, 1994 sedangkan sekarang 2017, apa masih relevan kah keadaan tersebut? Perhatikan juga kata-kata “tidak lebih banyak.” Ini berarti perbedaannya hanya kemungkinan kecil.

    Penyakit jantung sebagai sebuah alibi untuk merokok sebab di dalam rokok sudah dimasukkan garam. Lalu mengapa anda tidak menghentikan aktivitas tersebut kemudian mengkonsumsi air garam manis isotonik? Niscaya jantung anda lebih sehat dari waktu ke waktu.

  2. Mengobati penyakit kanker, jantung dan pernafasan.

    Orang Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata-rata penderita kanker wanita terendah dan terendah kedua bagi pria. Demikian pula untuk penyakit jantung dan pernafasan, sangat sedikit.

    Lagi-lagi kanker, jantung dan paru-paru, bukankah ketika anda rajin mengkonsumsi herbal ajaib, buah ajaib dan mineral ajaib hal tersebut bisa diperoleh secara gratis tanpa harus merokok? Lagipula penelitian ini tahun berapakah? Apa masih relevan jaman sekarang?

  3. Menyembuhkan batuk.

    Seorang ahli THT ternama di AS mengatakan, bahwa ia menyarankan pada mantan perokok yang terserang batuk, untuk menghisap dua batang rokok sehari, dan hal itu menyembuhkan mereka.

    Waw, dua batang saja ya…. Justru disinilah kesempatan anda untuk kecanduan dengan rokok. Para kapitalis ini menawarkan bahwa sedikit itu lebih sehat, padahal dalam produk yang mereka pasarkan jelas mengandung zat yang membuat candu sehingga seseorang tidak bisa menahan diri untuk mengkonsumsinya lagi dan lagi. Itulah yang dikehendaki oleh konspirator “coba saja dua batang, ketagihan tambah lagi, susah berhenti.”

    Alangkah lebih baik jikalau untuk meredakan batuk, konsumsilah buah ajaib (jeruk nipis) setiap pagi sehabis sarapan dan tambahkan garam dalam setiap masakan dan minuman yang dikonsumsi dalam kadar isotonik (9 gram per liter = 9%). Alhasil batuk, flu dan penyakit lainnya reda.

  4. Penyakit alzhimer.

    Dr. James Le Fanu di AS menulis: “Perokok mempunyai resiko 50% lebih sedikit terkena penyakit alzheimer (pikun), dan banyak perokok yang mempunyai perlindungan lebih banyak dari penyakit ini.”The New England Journal of Medicinetahun 1985 menulis, para perokok yang terkenakanker endometrik kandungan50% lebih sedikit daripada nonperokok.

    Tuh kan, lagi-lagi manfaat garam sebagai salah satu faktor yang dapat memperlambat proses degeneratif sel (penuaan dini terhadap sel). Daripada anda mengkonsumsi rokok dengan perbandingan manfaat 1 sedangkan kerugiannya 4000 mending rajin konsumsi air garam yang ada manis-manisnya teman.

  5. Penyakit kanker usus dan ulcerative.

    Menurut artikel di Journal of The American Medical Association, penyakit kanker usus dan ulcerative, 30-50% lebih besar berpotensi menyerang nonperokok.

    Sayang ya, ilmuan sekelas penerbit jurnal kesehatan Amerika ternyata berkonspirasi bersama pengusaha rokok. Kita harap ini tidak benar dan memang ilmuan itu belum tahu persis tentang manfaat garam dalam sebatang barang haram ini. Lagipula, ini penelitian tahun berapa ya…..

    Daripada merokok biar kelihatan dan kedengaran sehat, alangkah lebih baik jikalau anda rutin mencampurkan herbal ajaib (bawang putih, bawang merah dan jahe) dalam masakan anda, mengkonsumsi buah ajaib setiap pagi (satu perasan jeruk nipis setelah sarapan) dan menambahkan mineral ajaib (garam) dalam setiap makanan juga minuman dalam kadar isotonis (0.9%) yang dikonsumsi sehari-hari.

  6. Penyakit osteoarthritis (radang sendi).

    The American Government’s Health and Nutrition Examination Survey, menemukan kemungkinan osteoarthritis menyerang perokok berat 5 kali lebih kecil daripada nonperokok.

    Garamkan mengandung natrium yang jelas-jelas sangat dibutuhkan oleh tulang terutama pada orang tua yang berumur di atas 40 tahun ke atas. Dari pada mengkonsumsi rokok dengan resiko bahaya yang tinggi (4000 zat kimia berbahaya) maka lebih baik konsumsilah air garam manis setiap harinya

    Daripada mengkonsumsi barang haram tersebut, alangkah lebih baik jikalau anda melakukan senam lutut untuk menyembuhkan radang sendi. Ini adalah salah satu gerakan yang akan mendatangkan kesembuhan bagi penyakit sendi jika dilakukan secara rutin. Terapi air garam manis ditambah senam lutut dapat menyembuhkan sakit di bagian lutut secara berangsur-angsur tapi pasti.

  7. Penyakit parkinson.

    Menurut Prof. Petrus Budi Santoso, rokok bisa menolong manusia dari terkaman parkinson (sindrom yang membuat organ tubuh bergetar liar dan susah di kontrol). Sebab, didalamnya terdapat nikotin yang dapat menghambat berkurangnya sel-sel di otak, yang mengakibatkan gangguan pada saraf. Ahli penyakit saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mengaku pernah meneliti dampak nikotin terhadap parkinson pada tahun 1987. Ia meneliti 100 pria perokok dan 100 pria tak merokok, yang semuanya penderita parkinson. Mereka rata-rata berusia di atas 50 tahun. “Ternyata mereka yang perokok tidak cepat parah penyakitnya,” katanya.

    Tahun penelitiannya 1987, kalau ajukan bahan sebagai salah satu referensi skripsi saja pasti di tolak oleh dosen pembimbingnya terlebih lagi jika hal tersebut di terapkan (dimanfaatkan) dalam kehidupan sehari-hari (sudah tidak relevan).

    Proses degeneratif dan pelemahan sel-sel syaraf akan meningkat tajam ketika anda kekurangan garam sebab senyawa inilah yang membuat tubuh anda tetap awet dari berbagai-bagai serangan mikroorganisme dan toksin yang berasal dari luar. Bahkan kami yakin penyakit inipun bisa dicegah dan dipulihkan secara berangsur-angsur.

    Untuk diketahui bahwa tidak ada yang namanya obat alami yang efeknya cepat karena yang alami bukan membunuh penyakit melainkan merangsang sistem kekebalan tubuh anda sekaligus meningkatkan produksi stem sell pada sum-sum tulang belakang. Artinya, bukan herbal ajaib, buah ajaib dan mineral ajaib yang menyembuhkan penyakit melainkan tubuh andalah yang dirangsang untuk melakukan tindakan pembersihan sendiri.

  8. Penyakit jantung lagi.

    Di Inggris, pada akhir perang dunia ke dua, penderita jantung mengalami penurunan secara drastis padahal jumlah perokok waktu itu sangat tinggi.

    Mengkonsumsi bahan-bahan alami yang kami ajukan juga akan menyehatkan jantung anda tanpa titik koma. Silahkan di coba sendiri, kami telah menekuninya sebelum ini dan itu bekerja 100%.

  9. Penyakit jantung aritmia.

    Saat jantung berdetak cepat dan tidak stabil, itulah penyakit jantung aritmia. Ini dipengaruhi oleh perbedaan pH dalam darah yang tiba-tiba turun atau naik karena berbagai aktivitas fisik, aktivitas metabolisme sendiri dan makanan juga minuman yang dikonsumsi.

    Daripada anda mengkonsumsi berbagai-bagai macam rokok yang beredar di pasaran terus belum tahu pula apa ini fakta atau sampah yang beresiko membuat anda ketagihan (coba dua saja pasti pengen lagi) maka alangkah lebih baik jikalau anda mengkonsumsi air garam isotonik yang ada manis-manisnya setiap hari. Alhasil jantung aritmia pastilah segera berlalu.

Begitulah liciknya pengusaha ketika rokok disehat-sehatkan. Dimana semuanya itu demi uang sekaligus bermanfaat penting untuk mengendalikan masyarakat agar tidak berani macam-macam. Sadarilah bahwa merokok sama dengan mengisap kebodohan dan itulah yang diinginkan oleh kapitalis yang gemar manipulasi. Yakni saat orang-orang yang kurang cerdas bertambah, keadaan ini ditandai dengan minat belajar kurang, susah mikir, gampang stres, beresiko tinggi depresi, provokasi sedikit saja rusuh, perilaku menyimpang meningkat dan lain sebagainya. Dengan demikian konspirasi kesehatan & ekonomi terhadap barang haram ini akan mengendalikan kehidupan manusia dalam kelompok sehingga tidak berani neko-neko (apalagi menuntut haknya – kesetaraan) kepada kapitalis dan penguasa. Simak, Tips berhenti merokok.

Semoga Indonesia jauh dari konspirasi semacam ini.

Beberapa paragraf diambil dari kompasiana.

Salam

1 reply »

  1. if time of research really matter 2 u
    by Christopher Wanjek

                     Smoking lowers risk of knee-replacement surgery
    

    While smokers might go broke buying a pack of cigarettes, they can at least save money by avoiding knee-replacement surgery. Surprising results from a new study have revealed that men who smoke had less risk of undergoing total joint replacement surgery than those who never smoked.

    The study, from the University of Adelaide in Australia, appears in the July issue of the journal Arthritis & Rheumatism. What could be the connection? Knee-replacement surgery was more common among joggers and the obese; smokers rarely jog, and they are less likely to be morbidly obese.

    After controlling for age, weight and exercise, the researchers were at a loss to explain the apparent, albeit slight protective effects of smoking for osteoporosis. It could be that the nicotine in tobacco helps prevent cartilage and joint deterioration.

                      Smoking lowers risk of Parkinson's disease
    

    Numerous studies have identified the uncanny inverse relationship between smoking and Parkinson’s disease. Long-term smokers are somehow protected against Parkinson’s, and it’s not because smokers die of other things earlier.
    The most recent, well-conducted study was published in a March 2010 issue of the journal Neurology. Far from determining a cause for the protective effect, these researchers found that the number of years spent smoking, more so than the number of cigarettes smoked daily, mattered more for a stronger protective effect.

    Harvard researchers were among the first to provide convincing evidence that smokers were less likely to develop Parkinson’s. In a study published in Neurology in March 2007, these researchers found the protective effect wanes after smokers quit. And they concluded, in their special scientific way, that they didn’t have a clue as to why.

                      Smoking lowers risk of death after some heart attacks
    

    Compared with non-smokers, smokers who have had heart attacks seem to have lower mortality rates and more favorable responses to two kinds of therapy to remove plaque from their arteries: fibrinolytic therapy, which is basically medication; and angioplasty, which removes the plaque by inserting balloons or stents into the arteries.

    There’s a catch, though. The reason why smokers have heart attacks is that smoke scars the arteries, allowing fat and plaque to build up in the first place. So, one theory as to why smokers do better than non-smokers after such therapies is that they are younger, experiencing their first heart attack approximately 10 years before the non-smoker.

    A study published in an August 2005 issue of the American Heart Journal, however, states that age alone is not enough to fully explain the survival differences and that “the smoker’s paradox is alive and well.” No alternative theories have been put forth since.

                     Smoking helps the heart drug clopidogrel work better
    

    A study by Korean researchers in the October 2010 issue of the journal Thrombosis Research builds upon work by Harvard researchers published in 2009 that demonstrates the benefit of smoking at least 10 cigarettes a day. It seems that something in cigarette smoke activates certain proteins called cytochromes, which convert clopidogrel into a more active state.
    Again, no respectable doctor is encouraging patients to start smoking to get the most out of clopidogrel. But this and the other four “benefits” of smoking reveal how tobacco — perhaps not unlike other potentially toxic plants — might contain certain chemicals of real therapeutic value.

    Christopher Wanjek,
    Christopher Wanjek is the Bad Medicine columnist for Live Science and a health and science writer based near Washington, D.C. He is the author of two health books, “Food at Work” (2005) and “Bad Medicine” (2003), and a comical science novel, “Hey Einstein” (2012). For Live Science, Christopher covers public health, nutrition and biology, and he occasionally opines with a great deal of healthy skepticism. His “Food at Work” book and project, commissioned by the U.N.’s International Labor Organization, concerns workers health, safety and productivity. Christopher has presented this book in more than 20 countries and has inspired the passage of laws to support worker meal programs in numerous countries. Christopher holds a Master of Health degree from Harvard School of Public Health and a degree in journalism from Temple University.

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s