Gejolak Sosial

+7 Logika Teori Evolusi Adalah CucokLogi – Hati-Hati Menggunakan Logika Sebab Segala Sesuatu Terhubung

Logika Teori Evolusi Adalah CucokLogi - Hati-Hati Menggunakan Logika Sebab Segala Sesuatu Terhubung

Cucoklogi adalah ilmu menghubung-hubungkan sesuatu dengan hal lainnya berdasarkan pemakaian logika sembarangan tanpa bukti yang jelas. Beberapa orang pintar jaman sekarang telah beralih profesi dari ilmu yang bersifat logika sains yang ilmiah ke logika sains yang lebih ke arah fiksi. Kecerdasan mereka tidak lagi digunakan untuk hal-hal yang bersifat ilmiah melainkan lebih ke arah ilmu perdukunan. Bila dukun dan kisah tahayul adalah cerita zaman dulu maka sekarang ini bergerak lebih ke arah fiksi sains.

Kurang lebih, itu jugalah yang kami lakukan disini, wkwkwkkkkk….. Kami menerka-nerka, membanding-bandingkan, menghubung-hubungakan dan mengarahkan sesuatu pada logika berpikir yang sebenarnya belum tentu terjadi. Beberapa tulisan kami, begitulah ceritanya hanya menebak masa depan berdasarkan informasi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber maupun berdasarkan pengamatan sendiri. Jadi, zaman sekarang andapun bisa jadi dukun atau ahli jampi asalkan menguasai ilmu berlogika yang menghubung-hubungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya.

Bukan masalah besar ketika cerita berupa sains fiksi dipublikasikan, katakan saja itu hanyalah sekedar hiburan saja seperti yang dilakukan oleh orang-orang Amarika di luar sana yang menterjemahkannya lebih komplit/ lengkap dalam sebuah rangkaian cerita berupa film-film layar lebar yang ternama (Box Office). Tetapi dibalik pemanfaatan kisah fiksi sains untuk dunia hiburan, ada satu teori yang menurut kami menarik untuk diperbincangkan kali ini. Sebab telah banyak menyesatkan manusia dari masa ke masa.

Dahulu, kami tidak begitu peduli dengan teori evolusi, terserah Charles Darwin dan ilmuan evolusionis lainnya mau membawa kemana pemahaman masayarakat. Kami tetapi memilih untuk tidak mempercayainya dan yakin benar dengan kekuasaan Tuhan dalam menciptakan dunia ini. Tetapi , tahun-tahun kemarin kami jadi memahami beberapa hal ketika menemukan bahwa ada kemiripan antara orang-orang yang cacat sejak dari dalam kandungan dengan sketsa wajah dan model kera yang diajukan oleh evolusionis. Sejak saat itu, mencoba mengotak-atik otak mbah Google dan ternyata ada banyak informasi di sana tentang kelemahan teori evolusi.

Dari yang bisa kami pahami sejauh ini adalah logika orang-orang yang membuat teori evolusi memang sangatlah tinggi. Mereka melebihi kecerdasan orang lain untuk menghubung-hubungkan suatu peristiwa dengan kejadian yang lainnya. Sebatas ini tidak masalah tetapi ketika mereka mulai menyinggung keberadaan Tuhan, mulailah cucoklogi yang dilakukan mengarah kepada sesuatu yang negatif. Hal-hal semacam ini tidak boleh dibiarkan sebab meragukan keberadaan Tuhan sama dengan meragukan kemanusiaan itu sandiri sehingga mengarahkan seseorang untuk kehilangan makna dan tujuan hidup selama di bumi ini.

Cucoklogi teori evolusi

Sebenarnya cucoklogi ini cukup menghibur manusia sehingga banyak komedian yang menggunakannya setiap kali tampil (show) di depan khalayak ramai. Berikut ini akan kami ungkapkan beberapa kisah tentang peristiwa

  1. Waktu yang dibutuhkan untuk berevolusi, jutaan hingga miliaran tahun – logikanya biar tidak ada yang meminta bukti nyata dari sejarah manusia.

    Ini hanya masalah berlogika saja teman. Mengapa para evolusionis selalu beralibi bahwa proses evolusi memakan waktu yang tidak hanya seabad-dua abad melainkan jutaan hingga miliaran tahun. Logikanya, keberadaan manusia di bumi ini hanya mencapai kurang lebih 6000 tahun saja. Jadi mereka menggunakan alibi jutaan tahun agar dalam kurun waktu dekat, bukti evolusi tidak akan ditemukan. Lagipula sejarah manusia (kurang lebih yang 6000 tahun itu) belum mencatat satupun evolusi yang nyata terjadi. Jikapun ada, itu hanyalah kisah  fiksi (fantasi) belaka.

  2. Kera mirip manusia – Nenek moyangnya sama.

    Lalu logika kita kemudian berjalan melihat binatang lainnya yang hidup di alam. Bukankah kera/ simpanse mirip manusia? Jikalau ke dua makhluk ini mirip-mirip, jangan-jangan dahulu kala nenek moyang kita sama? Demikianlah logika para evolusionis, mereka bertanya-tanya dalam hatinya, “mengapa kera mirip dengan manusia?” Untuk lebih ilmiah menjawabnya (katanya – biar lebih keren) maka dikeluarkanlah sebuah teori yang menunjukkan bahwa ada kekerabatan antara manusia dan monyet dalam artian adalah moyang kita sama. Ini seperti seorang kakek yang memiliki cicit yang beragam-ragam.

  3. Rangka orang cacat – dihubungkan dengan penemuan fosil transisi, manusia dengan kapasitas otak rendah.

    Maaf kata saja bagi penderita disabilitas. Terutama bagi mereka yang mengalami kecacatan sejak dari lahirnya. Struktur rangka dan tengkorang orang-orang ini sangat berbeda dari manusia lainnya. Bahkan beberapa fakta mengatakan bahwa mereka yang mengalami kecacatan kromosom (jumlah kromosomnya kurang atau lebih dari 46) memiliki masa otak yang lebih rendah dari manusia rata-rata tetapi lebih tinggi dari kera (spesies antara).

    Jadi, mudah saja untuk menemukan bukti evolusi berdasarkan peningkatan kecerdasan (seleksi alam terhadap kecerdasan – hanya orang cerdas yang bisa bertahan dari tekanan lingkungan) yaitu dengan cara membandingkan kapasitas otak manusia yang sebelumnya dengan yang sekarang. Trendnya adalah terjadi peningkatan kecerdasan dimana kapasitas otak semakin bertambah dari generasi ke generasi. Lalu untuk membuktikan teori tersebut, mereka menggunakan rangka dan tengkorak orang-orang yang mengalami disabilitas sejak dari lahirnya. Ini sangat mendukung teori evolusi dimana telah ditemukan manusia yang kapasitas otaknya lebih rendah dari orang-orang zaman sekarang tetapi lebih tinggi dari kera (spesies antara).

    Ini hanya masalah menemukan tengkorak yang tepat di tempat yang tepat. Didaerah mana terdapat orang-orang yang mengalami disabilitas sejak dari lahirnya? Rata-rata di negera-negara berkembang dan terbelakang (misikin), tengkorak dengan kapasitas otak yang lebih rendah pasti bisa ditemukan.

  4. Nenek moyang kita dari lautan (sup purba) – dihubungkan dengan teori abiogenesis modern.

    Lagikanya adalah semua garam bisa menjadi benda dan semua benda bisa menjadi garam. Artinya semua yang ada di depan mata kita berasal dari garam (mineral) yang telah didekomposisi sedemikian rupa oleh

    • sistem surya (matahari sumber energi),
    • klorofil (mengubah anorganik menjadi organik),
    • proses biologis (bahan makanan menjadi daging, tulang dan darah),
    • termasuk sistem mekanik (tekanan yang dilakukan oleh bumi terhadap bahan mineral) dan
    • metabolisme mikroorganisme (menghasilkan bahan tambang, minyak bumi dan gas)

      Sebaliknya proses inipun kelak akan berubah kembali untuk menjadi mineral saat memasuki lautan. Sebab segala sesuatu yang ada di bumi ini kelak jika sudah tidak hidup dan tercemari dengan air laut akan terjadi penggaraman (proses demineralisasi). Dari sinilah para ilmuan mencocok-cocokkan fakta tentang garam yang akan menjadi benda dimana salah satunya adalah makhluk hidup yaitu nenek moyang kita, ikan (yang paling dekat dengan manusia). Simak juga, Kelemahan teori abiogenesis.

  5. Makhluk tingkat rendah dan tingkat tinggi – Proses evolusi dari yang paling dasar ke yang paling tinggi.

    Menarik saat kita membahas mengenai keanekaragaman hayati yang ada di dunia ini. Ada yang namanya makhluk hidup tingkat rendah dan makhluk hidup tingkat tinggi. Antara kedua makhluk ini jelas berbeda jauh tetapi ada suatu kemiripan dalam bagian-bagiannya. Kemiripan inilah yang digunakan oleh para evolusionis untuk menegaskan bahwa dahulu (miliaran tahun yang lalu) nenek moyang kita terbentuk dari satu sel. Kemudian menjadi salah satu jenis mikroorganisme (protozoa berklorofil) lalu menghasilkan anak yang kemudian menjadi lebih baik. Demikianlah semua proses ini terus saja berkembang miliaran tahun hingga dihasilkanlah mahkluk hidup tingkat tinggi (termasuk manusia di dalamnya).

  6. Proses metamorfosis pada katak – yang dilogikakan sebagai perkembangan makhluk hidup perairan ke daratan.

    Beberapa hari yang lalu, di pagi hari sebelum bersaat teduh, Ibu membaca Mana Sorgawi dimana topik ceritanya adalah proses metamorfosis sempurna yang dialami oleh katak/ kodok. Begitu mendengar hal ini, kamipun langsung menyadari bahwa dari sinilah para ilmuan evolusionis mencocok-cocokkan antara nenek moyang manusia dan proses metamorfosis. Jadi logika mereka yang mencocokkan hal itu (katak yang awalnya hidup di air (kecebong) baru setelah itu hidup di darat (katak dewasa)) lalu menganalogikan bahwa sebenarnya begitulah proses evolusi yang diawali dari kehidupan di perairan dan berakhir di daratan.

  7. Perkembangan ras manusia – dianggap sebagai spesies baru.

    Dalam kehidupannya di bumi, semua makhluk hidup mengalami perkembangan khususnya yang bercerita tentang variasi ras. Variasi inilah yang dilebih-lebihkan oleh para ilmuan evolusionis. Mereka menganggap bahwa variasi ras adalah terbentuknya spesies baru karena memang ciri-cirinya berlainan jauh. Misalnya orang barat yang tinggi besar dianggap sebagai spesies baru. Orang afrika yang hitam dan besar dianggap sebagai spesies baru. Juga orang asia yang kecil dan kuning langsat dianggap sebagai spesies baru. Demikian pulalah para evolusionis terlalu lebay (berlebihan) menilai perbedaan jenis pada spesies lain.

    Sampai sekarang, para evolusionis masih menganggap bahwa di bumi ini terus muncul berbagai-bagai spesies baru. Padahal itu hanyalah perkembangan ras dalam suatu spesies.

  8. Kelahiran bayi yang cacat sejak dari dalam kandungan – dianggap sebagai spesies baru.

    Logika para evolusionis ini memang jago. Saat mereka menemukan suatu hewan yang mengalami kecacatan sejak dari lahirnya maka langsung saja diklaim bahwa itu adalah bagian dari proses evolusi. Misalnya saat ada hewan yang memiliki kaki lebih banyak, telinga lebih banyak (organ lebih banyak atau lebih sedikit). Atau mungkin juga saat ada makhluk hidup yang memiliki bentuk wajah yang lain dari yang biasanya. Bisa juga orang yang memiliki kelainan yaitu jari-jarinya berjumlah 6 akan dianggap sebagai spesies baru. Pada dasarnya para evolusionis ini menganggap bahwa semuanya itu adalah perkembangan spesies yang menghasilkan spesies baru, padahal kecacatan itu kerap kali menimbulkan kematian (lethal) dan biasanya tidak menghasilkan keturunan (infertil). Pelajari selengkapnya, Kekurangan teori Charles Darwin.

  9. Kejadian pasang surut – dihubungkan dengan perkembangan benua.

    Pasang surut yang terjadi pada air laut disebabkan oleh pengaruh gravitasi bulan. Saat pasang tiba maka permukaan air laut meninggi sedangkan saat air surut maka permuaan air laut menjadi turun. Ketidakstabilan permukaan air laut inilah yang membuat dijadikan alibi untuk menegaskan perkembangan benua yang katanya setiap benua bergerak satu centimeter pertahun.

    Lagipula ada aktivitas tektonik di bawah permukaan laut yang menyebabkan terbentuknya pulau baru yaitu karena pengaruh semburan lava dari gunung barapi di dasar lautan.

Segala sesuatu di dunia ini adalah terhubung sebab kehidupan kita dan makhluk hidup lainnya (hewan, tumbuhan hijau dan mikroorganisme) diciptakan dari debu dan tanah pada bumi yang sama. Debu dan tanah yang ada di atas bumi ini adalah bahan utama penyusun semuar jenis organisme yang ada. Jadi jangan lagi bertanya-tanya, “mengapa kita mirip dengan hewan? Toh kita diciptakan dalam pabrik yang sama!” Hindari cucoklogi yang beresiko menjauhkan kita dari kebenaran. Gunakan logika anda untuk menemukan kebaikan dan mempertegas kebenaran sehingga kehidupan ini menjadi lebih berkualitas dari hari ke hari.

Salam logika cucuk!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.