Gejolak Sosial

7 Orang Paling Dicari Di Dunia, Kurang Tidur, Dihantui Kecemasan Dikerjar-Kejar Orang Bagai Burung Dalam Sangkar Emas

Katakan saja kami berbicara tentang negeri x. Entah ini tempat yang nyata atau hanya sekedar angan. Pada dasarnya semua yang hidup disana adalah orang-orang yang tidak tahu cara mengasihi sesama. Kebaikan mereka terbatas diwaktu-waktu tertentu saja, semuanya ada musimnya. Orang-orangnya yang cerdas hanya jago menokoh-nokohi orang lain yang notabene lebih lemah. Mereka dengan sengaja melemahkan orang lain, membodohi sesamanya dan menyerobot hak-haknya.  Penuh dengan hal-hal yang busuk walau di luar kelihatan manis. Layaknya KTP yang hanya tertulis saja tetapi tidak dihidupi sama sekali.

Manusia memang suka berlebihan saat hidup di dunia ini. Mereka menyukai hal-hal yang lebih dari orang lain. Menginginkan sesuatu yang lebih baik dari sesamanya. Seolah tujuan hidupnya selama di dunia ini jauh dari kebanaran. Dan sekarang mereka lebih senang saat kehidupannya jauh lebih baik dari orang lain. Orang-orang yang sepertinya rupa-rupanya candu dengan pengakuan yang diberikan dunia bagi oknum tertentu. Bahkan bisa dikatakan bahwa kebiasaan ini cenderung menggila karena cenderung menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Apa untungnya menjadi orang yang terkenal? Kemana-mana gak bisa tenang, hidup tidak bisa bebas, bagai burung di dalam sangkar emas. Lebih baik jadi orang biasa saja yang apa adanya dan hidup sederhana. Sebab, kemewahan hanya menghancurkan bumi ini, lagipula kenyamanan hanya mempersempit aktivitas sehingga manusia menjadi bodoh dibuatnya. Jadi, kesimpulan kami sementara adalah segala kemajuan yang ada saat ini bukan makin membuat situasi lebih baik melainkan membuatnya semakin rumit. Memang penampakannya bagus tetapi bila diamati lagi ada banyak ketidakadilan yang berpotonsi memicu konflik.

Awalnya berada di posisi indah dan memukau adalah sebuah impian, bagi kebanyakan orang ini adalah cita-citanya. Mereka berpikir  hal itu indah dan luar biasa. Padahal tidak menyadari dari mana sumber dan asal muasal dari semua kemegahan itu? Bukankah semuanya itu buah dari ketidakadilan? Jatah orang lain dikecilkan sedang semua pemotongan itu diarahkan ke kantong oknum tertentu saja. Ini jugalah yang beresiko kelak menggiring manusia dalam praktek-praktek yang tidak sepantasnya.

Pada dasarnya bukan manusianya yang salah tetapi orang-orang yang ada didalamnya terlanjur takluk kepada sistem yang tidak menjamin konsistensi dan keadilan sosial. Masyarakat dikembangkan dalam rasa individualis dan persaingan yang terlalu ketat. Keadaan ini cenderung mengembangkaan sifat ego yang tidak diiringi dengan perkembangan rasa sosialis dalam bermasyarakat. Sebab, biar bagaimanapun ego yang terlalu tinggi tidaklah baik dalam masyarakat yang majemuk.

Hawa nafsu manusia akan hal-hal duniawi sangatlah tinggi. Ini dibuktikan dengan sikap konsumtif yang terus naik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu janganlah heran mengapa manusia selalu menginginkan lebih, bukankah semuanya itu demi kesenangan duniawi? Sayang itu hanyalah sementara dan cenderung menimbulkan efek buruk jika dikonsumsi terlalu sering. Seandainya manusia itu mengetahi bagaimana caranya meraih kebahagiaan sejati maka ia tidak akan terlalu ketergantungan dengan berbagai-bagai jenis materi yang lebih cenderung membuat manusia semakin jauh dari kebahagiaan.

Tahukah anda bahwa sebagian besar masalah di dunia ini disebabkan oleh karena orang-orang yang paling dicari, posisi yang paling diminati, peran yang paling disukai dan kepemilikian yang selalu diidamkan. Semakin tinggi posisi yang diperebutkan maka semakin tinggi pula gejolak sosial yang ditimbulkannya. Ini tidak lain dikarenakan faktor uang yang termuat di dalamnya. Ketika jumlah uang berlebihan di tangan maka hal-hal yang tidak pantas akan di legalkan dan hal-hal yang tidak wajar malah dilakukan.

Orang yang paling dicari bahkan dikejar-kejar sehingga susah tidur, rentan stres dan rawan cemas

Saat manusia mulai berburu kemuliaan duniawi maka disaat itu jugalah mereka akan kehilangan keyakinan dengan Tuhan-Nya. Ini dikarenakan hati lebih terpaut oleh hal-hal yang sangat fana (sementara) sedangkan sesuatu yang kekal dan sejati diabaikan begitu saja. Pada akhirnya hal ini jugalah yang akan melemahkan, menekan bahkan membuatnya tersandung jatuh. Berikut ini orang-orang yang kami maksudkan.

  1. Orang kaya raya (kapitalis).

    Pemilik modal adalah orang yang paling dicari. Kemana-mana harus selalu di kawal, semakin besar kekayaannya maka pengawalnya juga semakin banyak. Artinya bisa dikatakan bahwa aparat keamanan sangat berguna untuk orang seperti ini.

  2. Penguasa.

    Ini juga merupakan posisi paling dicari dan paling diminati tergantung skala wilayah kekuasaannya. Semua orang ingin menjadi penguasa agar mereka bisa menikmati paket kombo yang menyertainya, coba disetarakan….?

  3. Orang populer.

    Banya orang pada berlarian untuk mengejar nama. Merasa enakkah jadi orang populer? Sebenarnya ada banyak ketidaknyamanan sebab orang lain memperlakukan kita secara berlebihan dan gangguan yang diterima juga terkesan berlebihan sepopuler nama anda.

  4. Konspirator.

    Orang cerdas yang jago konspirasi memang tergolong orang hebat. Sebab kemampuan mereka membodohi dan melemahkan orang lain untuk meraih rupiah sangat cantik dan mempesona hingga membuatnya kaya raya.

  5. Koruptor.

    Bagi setiap orang yang sudah atau sedang melakukan praktek-praktek koruptor sedarilah bahwa bukan hanya aparat keamanan yang mencari anda tetapi Tuhan juga mengawasi dengan seksama. Koruptor tidak ada saat semua data keuangan di buka ke publik.

  6. Pengedar narkoba.

    Miliaran rupiah uang dalam peredaran narkoba adalah sesuatu yang sangat menggiurkan dan tidak mudah di tolak oleh siapapun kecuali bagi mereka yang memiliki iman kepada Tuhan. Pengedar narkoba tidak ada jika semua orang puas dengan uang yang dihasilkannya. Sayang, banyak orang baik yang serakah dan bekerja di bidang hukum melegalkan hal ini secara diam-diam.

  7. Muchikari – bisnis seks bebas.

    Kebutuhan seks manusia terkadang lebay, sudah punya satu tetapi masih saja menginginkan yang lebih. Pengendalian diri yang buruk di tambah dengan ketamakan akan nafsu seks menghinggapi beberapa orang. Mereka tidak pernah mengunjungi suatu daerah tanpa menikmati jajanan selangkangan. Segala hura-hura dan pesta seks untuk apa? Itu hanya rasa bahagianya tidak lebih dari 5-10 menit. Alangkah lebih baik jikalau anda mensedekahkan uang itu maka bahagianya sampai akhir zaman beroloh harta di sorga yang kekal.

Untuk apa hidup dengan uang, kemewahan dan kenyamanan pribadi tetapi hati tidak pernah tenang? Hidup selalu dikejar-kejar oleh kelompok tertentu, diburu oleh beberapa orang, apa untungnya hidup demikian? “Seperti seekor burung bangga berada di dalam sangkar emas lalu mengejek burung-burung lainnya yang hidup bebas di alam.” Bila anda diberi pilihan mau yang mana “jadi burung dalam sangkar emas atau jadi burung yang bebas di alam sekitarnya?

Tidak enak menjadi orang yang paling dicari sebab tinggi pula resiko yang menanti di depan, itulah yang namanya hidup selalu menampilkan keseimbangan. Gaya hidup yang glamour bisa jadi merupakan sebuah pancingan bagi orang lain untuk mengendap-endap dari belakang lalu melemahkan dengan maksud MINTA JATAH. Orang-orang semacam ini hanya membuat tidur tidak tenang dan kemana-mana hati selalu cemas. Oleh karena itu, setarakanlah diri dengan orang lain dan perjuangkanlah keadilan sosial untuk hidup bermasyarakat yang lebih baik.

Salam, hidup terkekang jangan bangga kali!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.